Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KEMACETAN PADA RUAS JALAN SIMPANG TUNGGUL HITAM SAMPAI DENGAN DEPAN BASKO GRAND MALL, AIR TAWAR, KOTA PADANG, SUMATERA BARAT Eko Prayitno; Veronika Veronika
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol 1 No 1 (2019): JPS Volume 1 Nomor 1, Februari 2019
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Congestion occurs due to increased vehicle and very rapid population growth in the city of Padang. The problem of congestion is generally caused by the physical limitations of urban land, economic and social aspects and culture of the community, these very aspects determining the moral, discipline and human behavior as users of transportation. The purpose of this study is to identify the causes of congestion, knowing the volume of vehicle traffic, knowing the average daily and to find out the capacity at the junction of the black stump road up to the front of the basko grand mall. The highway is a road transport infrastructure play a role very important in the transport sector, especially in the continuity of the distribution of goods and services. To get effective data on traffic volume and road junction up to the front of the black stump basko grand mall to do the survey. Calculation on the road junction of the black stump up front with basko grand mall is done according to the Direktorat Jendral Bina Marga. The peak hours for a motorcycle happened at 17.00-18.00 Gmt bypassed 3795 vehicles. Private car at 17.00-18.00 Gmt with the amount of 1257 vehicles. For Pick up and the Minibus occurred at 07.00-08.00 am passed 380 vehicles. For micro trucks and cars by the groom at 17.00-18.00 Gmt with a population of 75 vehicles. Mini bus or minibus at 17.00-18.00 Gmt with a population of 91 vehicles. For large buses at 17.00-18.00 Gmt with the number of 66 vehicles.
KAJIAN KINERJA SIMPANG BERSINYAL TERHADAP HAMBATAN SAMPING (Studi Kasus : Simpang Empat Tanah Jua, Kota Wisata Bukittinggi, Sumatera Barat) Eko Prayitno; Veronika
JURNAL REKAYASA Vol 8 No 2 (2018): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (925.436 KB) | DOI: 10.37037/jrftsp.v8i2.27

Abstract

Kota Bukittinggi sebagai kota wisata yang dinamis telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Persimpangan tanah jua, kota wisata bukittinggi adalah persimpangan bersinyal, arus lalu lintasnya sangat padat, serta kurangnya faktor disiplin dari pemakai jalan dan ditambah dengan aktifitas hambatan samping pada persimpangan yang mengakibatkan berkurangnya lebar efektif jalan dan berpengaruh pada kondisi lalu lintas pada jam-jam tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan dan kelayakan persimpangan, mengetahui nilai kapasitas dan derajat kejenuhan, angka henti, tundaan lalu lintas, tundaan geometrik dan tundaan total dengan menggunakan metode program komputer yaitu kajian persimpangan bersinyal akibat adanya pengaruh bak sampah terhadap arus lalu lintas dipersimpangan dari Dr-Ing. Ahmad Munawar, M.Sc sebagai panduan manual kapasitas jalan indonesia. Untuk memperoleh data yang dibutuhkan dalam mengkaji persimpangan tanah jua, dibutuhkan survai lapangan sehingga akan diperoleh data-data yang akurat sesuai dengan kondisi persimpangan. Hasil analisis persimpangan tanah jua, kota wisata bukittinggi adalah nilai kapasitas 148 smp/jam, derajat kejenuhan 1,065 smp/jam yang melewati batas yang diizinkan yaitu 0,8-0,9, angka henti 5,245 stop/jam, tundaan geometrik 7,9 detik/smp, tundaan total 713,6 detik/smp, panjang antrian 615 m. Jadi persimpangan ini jenuh dengan panjang antrian besar.
KINERJA SIMPANG BERSINYAL PADA JAM PUNCAK Veronika; Eko Prayitno
JURNAL REKAYASA Vol 10 No 1 (2020): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37037/jrftsp.v10i1.54

Abstract

Simpang empat alai adalah persimpangan bersinyal. Arus lalu lintasnya padat serta kurangnya faktor disiplin dari pemakai jalan, sehingga mengakibatkan adanya kemacetan. Tujuan ini mengetahui kelayakkan simpang empat alai, kota Padang dan mengetahui tingkat kinerja persimpangan berdasarkan volume arus lalu lintas pada jam puncak pagi, siang dan sore. Menurut peraturan pemerintah nomor 43 tahun 1993, persimpangan adalah pertemuan atau percabangan jalan, baik sebidang maupun tidak. Penelitian ini dilakukan pada jam sibuk pagi jam 07.00–09.00 wib, siang jam 11.30–13.30 wib, sore jam 16.00–18.00 wib. Kendaraan yang disurvei, kendaraan ringan (mobil penumpang, pick up dan angkutan kota), kendaraan sedang (truck dan bus kota), sepeda motor dan kendaraan tak bermotor. Data geometrik persimpangan, lebar ralan raya ampang 13,40 meter, jalan teuku umar 12,83 meter, jalan k.h ahmad dahlan 19,80 meter dan jalan gajah mada 12,20 meter. Kapasitas jalan tertinggi, jalan teuku umar 3432 skr/jam, derajat kejenuhan tertinggi, jalan gajah mada 0,73, panjang antrian terbesar, jalan gajah mada sepanjang 31 meter dan tundaan terbesar, jalan teuku umar 1253 det/skr. Distribusi arus lalu lintas pada jam puncak hari senin tanggal 10 februari 2020, jam 16.00 - 18.00 wib. Permasalahan yang muncul diakibatkan oleh durasi lampu hijau yang terlalu pendek.
TINGKAT PELAYANAN JALAN DIDEPAN SAHABAT JAYA SENTOSA (SJS) PLAZA KOTA PADANG Eko Prayitno; Veronika Veronika
Rang Teknik Journal Vol 4, No 1 (2021): Vol. 4 No. 1 Januari 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.9 KB) | DOI: 10.31869/rtj.v4i1.1928

Abstract

Terciptanya suatu sistem transportasi yang menjamin pergerakan manusia, kendaraan dan barang secara lancar, aman, nyaman dan sesuai dengan lingkungan, merupakan tujuan pembangunan. Dalam perencanaan, perancangan dan penetapan berbagai kebijakan sistem transportasi, teori pergerakan arus lalu lintas memegang peranan penting. Arus lalu lintas yang melewati suatu ruas jalan tidaklah konstan, tetapi tergantung dari pola kegiatan dan tingkat pertumbuhan pemakai jalan, karena semakin besarnya pertumbuhan akan mengakibatkan kemacetan pada ruas jalan yang dilewatinya. Volume lalu lintas dapat didefinisikan sebagai jumlah kendaraan yang melewati bagian panjang tertentu pada suatu jalur atau jalan dalam jangka waktu tertentu. Pada arus lalu lintas sering terjadi kendaraan yang saling beriringan dengan kecepatan yang sangat beragam serta banyaknya kapasitas kendaraan yang melewati jalur atau jalan yang sama sehingga akan menimbulkan kepadatan. Hambatan samping adalah dampak terhadap kinerja lalu lintas dari aktivitas segmen jalan. Hasil analisa data yang telah dilakukan, tahap I hari senin 07 Oktober 2019, didapatkan nilai volume atau kapasitas sebesar 3360 smp/jam, nilai level of service adalah 0,47 dan mempunyai level of service C. Tahap II hari sabtu, 12 Oktober 2019 didapatkan nilai volume atau kapasitas sebesar 3643,12 smp/jam, nilai level of service adalah 0,70 dan mempunyai level of service D.
KAJIAN KINERJA PERSIMPANGAN TIDAK BERSINYAL (STUDI KASUS : PERSIMPANGAN TIGA GADUT, JALAN RAYA INDARUNG – BANDAR BUAT, KOTA PADANG) Eko Prayitno; Veronika Veronika
Rang Teknik Journal Vol 2, No 2 (2019): Vol. 2 No. 2 Juni 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256 KB) | DOI: 10.31869/rtj.v2i2.1183

Abstract

The highway is one of the infrastructure for the smooth traffic. One part of the road that are considered necessary to be analyzed and evaluated is an intersection. Three Gadut intersection is non signalized intersection. The traffic flow is quite dense, and lack of discipline of road user factors competing space to pass the crossing, resulting in congestion is very influential on traffic conditions at peak hours in the morning, afternoon and evening. Prior to conducting the survey, the first to do is survey the condition of the intersection that includes geometric characteristics and traffic volume. From the analysis of environmental data, side friction factor to the junction of three Gadut is the criteria being. Rated capacity (C) the smallest is 3706.3 smp/hour, the degree of saturation of 1.1 smp/hour. This value is over the limit permitted values manually indonesian road capacity of 0.8 to 0.9 (1.1> 0.9), it is concluded that the traffic flow is the crossroads of three Gadut saturated traffic flow. The queue probability value between 128.8% - 157.4% with a total delay largest average 11.57 seconds/smp. It is concluded that the chances of a queue at the intersection of three Gadut very large, so it could cause congestion.
STABILISASI TANAH LEMPUNG DENGAN DIFA SOIL STABILIZER DAN SEMEN PCC Veronika Veronika; Hendri Warman; Bayu Andrea
SIGMA TEKNIKA Vol 6, No 1 (2023): SIGMATEKNIKA, VOL. 6, N0. 1, JUNI 2023
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v6i1.4982

Abstract

Di daerah Bungo Tanjung – Taluk Tapang, Pasaman Barat memiliki jenis tanah yaitu lempung. Lempung merupakan jenis tanah yang memiliki konsistensi mudah berubahubah mengakibatkan daya dukung tanah rendah. Tanah lempung Bungo Tanjung – Taluk Tapang memiliki nilai CBR 3,1% yang mana nilai minimal CBR untuk tanah dasar (Subgrade) tidak boleh kurang dari 6%, oleh karena itu dilakukan perbaikan tanah dasar menggunakan Difa Soil Stabilizer dan Semen type PCC bertujuan untuk memperbaiki indeks plastisitas dan CBR tanah dasar. Setelah dilakukan penelitian di laboratorium, hasil yang didapat dari persentase semen 6% dan difa soil stabilizer 1,67%, 1,9% dan 4,26% berupa indeks plastisitas 18,79%, 17,58% dan 15,74%, serta nilai CBR 18%, 21% dan 27%. Berdasarkan hasil tersebut nilai indeks plastisitas paling baik yaitu 15,74% dengan nilai CBR yang paling baik 27% yang terdapat pada persentase campuran semen 6% dan difa soil stabillizer 4,26%.
Penanaman bambu pada tebing Sungai Batang Guo untuk mitigasi banjir Zufrimar, Zufrimar; Zainal, Edwina; Risayanti, Risayanti; Veronika, Veronika
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 2, No 1 (2023): Edisi April 2023
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v2i1.19688

Abstract

Forum DAS Kota Padang menemukan adanya kerusakan di lima DAS di Kota Padang. Salah satu kerusakan ada pada DAS Batang Kuranji yang berisi aliran sungai Batang Guo. Sungai Batang Guo merupakan anak sungai Batang Kuranji yang airnya dimanfaatkan sebagai air baku, pembangkit listrik mikro hidro, dan irigasi. Kerusakan disebabkan oleh kerusakan hutan di bagian hulu sehingga mempercepat kerusakan DAS di bagian hilir. Berdasarkan temuan tersebut perlunya edukasi kepada masyarakat tentang konservasi air dengan melestarikan sumber daya air sungai berupa kegiatan menjaga kondisi tebing sungai. Hal ini dilakukan dengan memberdayakan masyarakat sekitar wilayah sungai dalam bentuk penanaman bambu di sepanjang tebing Batang Guo. Beberapa kegiatan yang dilakukan sebelum penanaman adalah kegiatan penyuluhan dan kegiatan pembibitan dan penanaman. Rangkaian kegiatan pemberdayaan yang dilakukan kepada masyarakat wilayah hulu sungai Batang Guo telah menambah pengetahuan penduduk dalam hal budidaya bambu, konservasi air, dan peluang bisnis terhadap keberadaan bambu tersebut. The Padang City River Basin Forum (RB) found damage to five RBs in Padang City. One of the damages was on the Batang Kuranji RB, which contains the Batang Guo River. The Batang Guo River is a tributary of the Batang Kuranji River, whose water is used as raw water, micro-hydro power plants, and irrigation. The damage is caused by damage to the forest in the upstream area, thus accelerating the damage to the RB downstream. Based on these findings, educating the public about water conservation is necessary by conserving river water resources to maintain riverbank conditions. Conservation efforts are carried out by empowering communities around the river by planting bamboo along the Batang Guo cliffs. Some activities carried out before planting were extension and nursery and planting activities. The series of empowerment activities carried out for the people of the upper reaches of the Batang Guo River have increased the knowledge of the residents in terms of bamboo cultivation, water conservation, and business opportunities regarding the existence of this bamboo.