Putri Puspitasari
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada Bandung

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Chronic Sorrow Dan Quality Of Life Pada Pasien Dengan Diabetic Foot Ulcer (DFU) Putri Puspitasari
Sehat MasadaJurnal Vol 14 No 2 (2020): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v14i2.149

Abstract

Pendahuluan : Diabetic Foot Ulcer (DFU) merupakan komplikasi jangka panjang yang umum ditemukan pada pasien Diabetes Mellitus (DM). Penurunan kualitas kesehatan, proses penyembuhan yang lambat, ancaman amputasi, serta ancaman kematian berdampak terhadap keadaan psikologis yang buruk bagi penderita DFU. Keadaan emosi yang mungkin timbul pada pasien dengan penyakit kronis seperti DFU adalah perasaan chronic sorrow dan Quality Of Life yang kurang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat keadaan chronic sorrow dan quality of life pada pasien dengan DFU serta secara spesifik melihat hubungan antara chronic sorrow dengan quality of life pasien dengan DFU Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain analytic correlative dan rancangan penelitian menggunakan pendekatan cross sectional study. Tujuan penelitian ialah untuk menganalisis hubungan antara chronic sorrow dan kualitas hidup pada pasien dengan DFU. Sampel penelitian adalag 46 Responden. Hasil dan kesimpulan: hasil penelitian menunjukan dari 46 responden 29 (63,04 %) mengalami keadaan chronic sorrow dan diantara 46 responden 27 (58,7 %) mengalami keadaan kualitas hidup yang kurang baik. Responden yang mengalami chronic sorrow memiliki kualitas hidup yang kurang baik sebesar 78,13 % dan kualitas hidup yang baik sebesar 21,87 % dengan p= 0,000 lebih kecil dari α= 0,05, yang dapat diartikan bahwa terdapat hubungan bermakna antara keadaan chronic sorrow dan quality of life.
Pengaruh Pemberian Pendidikan Kesehatan Tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Terhadap Pengetahuan Pengemudi Dalam Menolong Kecelakaan Lalu Lintas Desi Lestari; Putri Puspitasari; Jahidul Fikri Amrullah
Sehat MasadaJurnal Vol 15 No 2 (2021): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v15i2.284

Abstract

Jumlah kematian akibat kecelakaan lalu lintas meningkat pada tahun 2016, kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab kematian nomer delapan untuk semua umur yang melampaui HIV/AIDS, TBC dan penyakit idare di dunia. Literatur Riview ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pendidikan kesehatn tentang pertolongan pertama pada kecelakaan terhadap pengetahuan pengemudi dalam menolong kecelakaan. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review atau kajian literatur. Pencarian database yang digunakan termasuk Google Scholar dan Google Search. Kata Kunci yang digunakan dalam pencarian artikel adalah “Pengemudi atau Supir atau Driver”, “Pengetahuan atau Knowlage”, “Pendidikan Kesehatan P3K atau Penyuluhan Kesehatan P3K atau Simulasi P3K atau First Aid Health Education”. Dengan mendapatkan 10 artikel dan seluruh artikel digunakan setelah melewati analisis tujuan, keseuaian topik, metode penelitian dan hasil dari setiap artikel. Simpulan dari literature review setelah menganalisi seluruh artikel didapatkan bahwa 3 dari 10 artikel memiliki rata-rata pengetahuan umum mengenai P3K cukup, sedangkan 7 artikel memiliki niali pengetahuan yang buruk, dari 10 artikel hanya 5 artikel yang menganalisis pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan dan kelima artikel tersebut memiliki perubahan pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan dan adanya pengaruh setelah diberikan pendidikan kesehatan.Saran dari Literatur Review yaitu Diharapkan bagi peneliti selanjutnya untuk lebih spesifik dalam pemilihan tema artikel, memberikan pendidkan kepada masyarakat mengenai P3K dan bagi institusi diharapkan membuat suatu pelatihan mengenai P3K kepada masyarakat khusus nya kepada para pengemudi.
Gambaran Penerapan Nilai Nilai I Care Perawat Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Santo Yusup Bandung Widi Astuti; Irma Nur Amalia; Putri Puspitasari
Sehat MasadaJurnal Vol 15 No 2 (2021): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v15i2.293

Abstract

Rumah Sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna. Dalam upaya menyelenggarakan pelayanan kepada pasien, RS Santo Yusup mempunyai nilai nilai organisasi yang diharapkan menjadi pedoman perilaku, bertindak dan mengambil keputusan. Nilai-nilai tersebut adalah Integrity (integritas), Compassion (bela rasa), Assurance (tanggung jawab), Respect (hormat terhadap martabat manusia), dan Embrace Innovations (berinovasi dan berprestasi) yang dikenal sebagai ICARE. Berdasarkan hasil wawancara, diperoleh informasi bahwa perawat belum sepenuhnya mampu menerapkan nilai-nilai ICARE. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran penerapan nilai-nilai integrity, compassion, assurance, respect, dan embrace innovation perawat di Ruang Rawat Inap RS Santo Yusup Bandung. Jenis penelitian yang digunakan adalah diskriptif kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini berjumlah 114 org yaitu perawat rawat inap RS Santo Yusup yang sudah bekerja di atas 5 tahun, tehnik pengambilan sample dengan proportional random sampling dan dapatkan 53 sample. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diambil dari buku pedoman perilaku ICARE RS Santo Yusup. Analisa data berupa distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan penerapan nilai-nilai ICARE yaitu penerapan integrity 66,51cukup baik 45,3 % baik, compassion 63,68% cukup baik 43.3 % baik, assurance 56,6 cukup baik 43,4 % baik , respect 77,4 % cukup baik 22 ,6 % baik, embrace inovation 86,8% cukup baik 32,2% baik. Berdasarkan data tersebut perilaku perawat di Ruang Rawat Inap RS Santo Yusup, sudah melakukan nilai-nilai I CARE dengan kategori cukup baik.
Factors Associated With Nurse Preparedness in Handling Covid-19 Patients in The Installation Room Hospital Emergency Department Putri Puspitasari; Alfian Novan Pahlevi; Suparni Suparni
JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMU- ILMU KEPERAWATAN, KEBIDANAN, FARMASI DAN ANALIS KESEHATAN, SEKOLAH TINGGI KESEHATAN MUHAMMADIYAH CIAMIS Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan (April 2023)
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52221/jurkes.v10i1.191

Abstract

Corona virus or known as COVID-19 is a disease outbreak that can be transmitted through the respiratory tract. Based on data in Indonesia until March 25, 2022 positive 5,986,830, recovered 5,676,510, died 154,343 cases. Emergency room nurses are health workers who are at the forefront in handling infectious diseases, nurses have a higher risk of contracting COVID-19, therefore the importance of preparedness for nurses. The purpose of the study was to identify factors related to the preparedness of nurses in handling COVID-19 patients in the emergency room of one of the hospitals in the city of Bandung. This type of research is quantitative with a descriptive correlation design with a cross sectional approach.  The population in this study were nurses in the emergency room. Sample selection using total sampling technique, as many as 30 nurses. Data analysis using the Chai-Square test. The results of the study showed that there was a relationship between knowledge and nurses' preparedness in handling COVID-1 patients with a value of p=0.018, there was a relationship between education and nurses' preparedness in handling COVID-19 patients with a value of p=0.024, there was a relationship between age and nurses' preparedness in handling COVID-19 patients with a value of p=0.005, there was a relationship between length of work with nurses' preparedness in handling COVID-19 patients with a value of p=0.018. The majority of nurses' preparedness falls into the ready category with a frequency of 24 people (80.0%) while the category is not ready with a frequency of 6 people (20.0%).The conclusion in the study of factors related to nurse preparedness in handling COVID-19 patients in the Emergency Room is knowledge, education, age and length of work and nurse preparedness.
Factors Associated with the Implementation of the Covid-19 Transmission Prevention Protocol to Pusdikmin, Lemdiklat, Polri Personnel in Gedebage District, Bandung City in 2022 Retna Wulan; Hery Prayitno; Putri Puspitasari
Healthy-Mu Journal Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : MBUnivPress

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The trend of increasing a number of indicators of the dangers of the corona outbreak moving in line with the minimal level of community implementation of the implementation of the health protocol. In Pusdikmin itself, there were still 12 personnel aged 18-19 who congregated during recess without wearing masks. When the interview was conducted, there were still 5 people who did not really understand the benefits of implementing prokes. The purpose of this study was to determine the predisposing factors associated with the implementation of the Covid-19 transmission prevention protocol in the personnel of the National Education and Training Center of the National Police in 2022. This study was analytic. Of the 111 respondents, the most respondents were adults (20-60 years old) as many as 61.3%, the most gender was male, namely 63.1%, education was dominated by high school/equivalent as much as 47.3%, personnel knowledge was in good category (87.4%).), as well as the implementation of the Covid-19 prevention protocol in the good category (85.6%). There is a relationship between age, education, and knowledge with the implementation of the protocol for preventing the transmission of Covid-19 on the personnel of the National Education and Training Center for the National Education and Training Center. Meanwhile, gender has nothing to do with the implementation of the protocol to prevent the transmission of Covid-19 on the personnel of the National Education and Training Center for the National Education and Training Center.
Pendidikan Kesehatan pada Guru Tentang Pertolongan Pertama dalam Penanganan Cedera pada Anak Usia Pra-Sekolah Depi Lukita; Putri Puspitasari; Wahyuni Puspa Asrie
Bina Sehat Masyarakat Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Bina Sehat Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/bsn.v1i1.33741

Abstract

Pertolongan pertama pada cedera yang dialami oleh anak usia sekolah penting dilakukan untuk mencegah resiko bahaya akibat cedera.Pemberian pengetahuan pada guru Taman Kanak-kanak bertujuan untuk membantu dalam pencegahan dari resiko bahaya cedera. Metode yang digunakan dalan pengabdian pada masyarakat ini adalah penyuluhan langsung secara tatap muka dengan menerapkan protocol kesehatan dan penyuluhan tidak langsung menggunakan leaflet yang dibagikan kepada guru. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat menujukan setelah diberikan penyuluhan mengenai pertolongan pertama pada cedera yang mungkin di alami oleh siswa pengetahuan guru mengalami peningkatan. Hal ini ditandai dengan ketika diberikan kasus, guru mampu menjelaskan Tindakan apa yang akan dilakukan.
Pembinaan Kader dalam Upaya Peningkatan Kesiapan Kader Menghadapi Bencana Banjir pada Salah Satu Kelurahan di Kecamatan Baleendah. Putri Puspitasari; Depi Lukita; Rismayanti Rismayanti
Bina Sehat Masyarakat Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Bina Sehat Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/bsn.v1i1.33742

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana yang paling signifikan di dunia. Dampak banjir terasa saat banjir dan juga setelah banjir terjadi. Dibidang kesehatan dampak setelah banjir adalah timbunya penyakit seperti muntaber, kolera, demam berdarah dan disentri.Pengetahuan akan kesiapsiagaan diberikan untuk membantu masyarakat agar lebih siap dalam menghadapi banjir dan dampak setelah banjir. Metode yang digunakan dalan pengabdian pada masyarakat ini adalah penyuluhan secara tatap maya atau online dan juga menggunakan group whatsapp. Leaflet dibagikan sebagai informasi tambahan yang dapat dibaca oleh peserta. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat menujukan setelah diberikan penyuluhan kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir pengetahuan 30 peserta yang mengikuti pelatihan mengalami peninkatan dengan rata-rata nilai 81,6. Hal ini menujukan bahwa penyuluhan kesiapsiagaan bencana banjir berhasil.
IMPLEMENTASI PLAY BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN BENCANA GEMPA BUMI PADA ANAK PRA SEKOLAH Putri Puspitasari; Amrullah, Jahidul Fikri; Lukitasari, Depi
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Vol : 4 No : 1 : Periode Januari 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v4i1.6083

Abstract

Salah satu bencana alam yang paling sering terjadi di negara Indonesia adalah gempa bumi. Bencana gempa bumi ini memiliki dampak yang sangat besar terhadap kehidupan manusia, terutama pada kelompok masyarakat yang lebih rentan seperti anak-anak prasekolah. Anak-anak pada usia dini memiliki keterbatasan pemahaman mengenai risiko bencana dan langkah-langkah kesiapsiagaan yang harus dilakukan, sehingga mereka sangat rentan terhadap dampak negatif bencana. Metode pembelajaran yang tepat sangat dibutuhkan agar anak pra-sekolah dapat memahami dan menginternalisasi konsep kesiapsiagaan dengan cara yang sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Play based learning (PBL), khususnya melalui aktivitas bermain, ialah metode yang optimal karena memberi pengalaman belajar yang aktif, menyenangkan, dan kontekstual. Tujuan studi ini guna melihat apakah ada pengaruh implementasi PBL terhadap kesiapsiagaan bencana gempa bumi pada anak pra-sekolah. Sebanyak 27 anak pra-sekolah menjadi partisipan dengan teknik pemilihan sampel purposive sampling, studi ini memakai desain pre-eksperimental pre-test dan post-test. Kuesioner yang digunakan yaitu kesiapsiagaan bencana gempa bumi terdiri dari kuesioner pengetahuan dan keterampilan. Skor median pre-test adalah 3,00 sedangkan skor median post-test adalah 7,00 untuk pengetahuan dan skor median pre-test adalah 3,00 sedangkan skor median post-test adalah 5,00 pada keterampilan. Uji Wilcoxon mendapat nilainya p-value 0,000 baik pengetahuan ataupun keterampilan. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh implementasi PBL terhadap peningkatan kesiapsiagaan bencana gempa bumi pada anak pra-sekolah. Direkomendarikan kepada pihak sekolah untuk melaksanakan PBL tentang kesiapsiagaan bencana secara rutin dan berkelanjutan
Pengaruh Video Edukasi terhadap Pengetahuan Kesiapsiagaan Kader Menghadapai Bencana Gempa Bumi Puspitasari, Putri; Amrullah, Jahidul Fikri; Riandi, Deris
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.46075

Abstract

Indonesia adalah negara yang sering mengalami bencana gempa bumi dan bencana alam lainnya, karena posisinya di Cincin Api Pasifik. Anggota masyarakat, terutama mereka yang memegang peran kepemimpinan di bidang kesehatan atau organisasi masyarakat, memainkan peran krusial dalam upaya persiapan bencana, salah satunya adalah kader. Namun, pemahaman kader tentang cara bersiap menghadapi gempa bumi bervariasi dan terkadang tidak memadai. Memberikan kader pendidikan berkualitas tinggi, seperti video instruksional, merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pemahaman mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pemahaman kader tentang persiapan bencana gempa bumi dipengaruhi oleh video edukatif. Sebanyak 47 kader dipilih secara acak menggunakan metode sampling berstrata proporsional, penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental pre-test dan post-test. Kuesioner persiapan bencana gempa bumi berbasis pengetahuan digunakan sebagai alat ukur. Skor median pre-test adalah 50,00 pada analisis univariat, sedangkan skor median post-test adalah 80,00. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai p-value 0,000 pada analisis bivariat. Hal ini menunjukkan bahwa video edukasi memang memiliki dampak terhadap pemahaman kader tentang persiapan bencana gempa bumi. Pendidikan ulang kepada masyarakat tentang persiapan bencana gempa bumi harus dilakukan oleh kader.