Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN KETEPATAN WAKTU KONSUMSI TABLET BESI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL TM III DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PRINGSEWU LAMPUNG Apri Sulistianingsih; Desi Ari Madiyanti
Viva Medika Vol 10 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.413 KB) | DOI: 10.35960/vm.v10i2.371

Abstract

Iron deficiency anemia is the health problem in Indonesia, prevalence of anemia in pregnant still about 37,8%, this incident is still very high comparet from Malaysia and Singapore. Based on the result obtained for the pre survey in pringsewu anemia in pregnant women reach 44,4%. the purpose of this research, to determine the relationship the accuracy of an iron tablet consumption with incidence of anemia in Puskesmas Pringsewu. This type of research is carried out by analytic survey with cross sectional approach, sampling technique is random sampling. From sample that met the criteria obtained 95 pregnant women, from 95 pregnant woment 58 which taking iron tablet righ, and 37 not righ.and from 95 pregnant women the 67 people not experience anemia and the 28 people experience of anemia. Statistical test with chi square test obtained p value =0,000 less than α=0,005, The meaning there is determinan dringking accuracy relationship with incident anemia. With the value Odds Ratio = O.136.so, the prengnant women the right to comsume iron tablets have a risk 0,136 times smaller than the improrer taking iron tablet to anemic. The conclusion shows that pregnant women consume iron tablet has many appropriate as recommended by health professionals, thus for health workers counseling on iron tablets should still be submitted to the ANC pregnant women
FAKTOR-FAKTOR TERJADINYA ANEMIA PADA IBU PRIMIGRAVIDA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PRINGSEWU LAMPUNG Desi Ari Madi Yanti; Apri Sulistianingsih; Keisnawati .
Jurnal Keperawatan Vol. 6 No. 2 (2015): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.733 KB) | DOI: 10.22219/jk.v6i2.2862

Abstract

Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin (Hb) < 11 gr% pada trimester I dan III sedangkan pada trimester II kadar hemoglobin < 10,5 gr%. World Health Organization (WHO) pada tahun 2012, melaporkan bahwa prevalensi anemia pada ibu hamil di dunia berkisar rata-rata 14%, di negara industri 56% dan di negara berkembang antara 35%-75%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktorfaktor terjadinya anemia pada ibu primigravida di wilayah kerja Puskesmas tahun 2015. Metodelogi penelitian ini menggunakan desain Survei Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil pertama yang berada di wilayah kerja Puskesmas Pringsewu sebanyak 168 orang, menggunakan tehnik sampel purposive sampling. Analisis menggunakan uji Chi square dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil analisis bivariat pada penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara pendidikan dengan kejadian anemia kehamilan diperoleh nilai (p= 0,03) ada hubungan antara status ekonomi dengan kejadian anemia kehamilan diperoleh nilai (p= 0,000) dan ada hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia kehamilan diperoleh nilai (p= 0,000). Saran bagi Puskesmas Pringsewu adalah meningkatkan program pendidikan kesehatan terutama tentang pencegahan anemia kehamilan saat kunjungan antenatal care.
Pelatihan Birth Ball Pada Ibu Hamil Dalam Upaya Menurunkan Nyeri Persalinan Apri Sulistianingsih; Istikomah Istikomah
Jurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 3 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jurnalempathy.v0i0.93

Abstract

Background: Birth balls are common among mothers giving birth, but mothers who know them for the first time are generally afraid to use them. Training for pregnant women can increase their knowledge about the use of birth balls, and the mothers are skilled at the delivery time. This community service aims to train pregnant women to use birth balls to reduce labor pain. Methods: The form of activity is birth ball training for pregnant women to reduce labor pain in Sumberrejo Pringsewu Village. The activity is carried out in January 2022 every Tuesday, and we are at 09.00 WIB until it is finished. The target of this community service is 30 pregnant women. The service team and the Village Midwife work together to arrange the activities schedule and the birth ball training implementation. Results: pregnant women's skills in using birth balls before service was 52.19 (6.33), then increased after service to 84.4 (2.71). Statistical tests show that community service activities for pregnant women effectively improve mothers' skills using birth balls in pain management. Conclusion: This skill improvement is important for pregnant women so that pregnant women are accustomed to using a birth ball during delivery. Mothers are also proficient in doing movements using a birth ball which helps reduce pain, and the duration of labor becomes faster.
ANALISIS KECEMASAN PADA IBU HAMIL: SEBUAH STUDI CROSSECTIONAL Arwani, Lely Firrahmawati; Halimah As Sa’diyah; Yuntafi’atul Mar’ati; Endang Sri Wahyuni; apri sulistianingsih
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 5 No 4 (2025): Juli 2025
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v5i4.994

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan selama kehamilan merupakan salah satu gangguan psikologis yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan ibu dan janin, serta meningkatkan risiko komplikasi obstetrik. Faktor demografis dan obstetrik sering diasumsikan sebagai determinan utama kecemasan, meskipun bukti empiris masih beragam. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik demografis (usia, pendidikan, pekerjaan) dan obstetrik (gravida, paritas, riwayat abortus) dengan tingkat kecemasan ibu hamil di wilayah pedesaan Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang. Sebanyak 94 ibu hamil dipilih secara purposif dari beberapa fasilitas kesehatan. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mencakup data karakteristik responden dan instrumen PRAQ-R2 (Pregnancy-Related Anxiety Questionnaire–Revised Version 2). Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan (58,5%), sedangkan 14,9% mengalami kecemasan sedang dan 26,6% kecemasan berat. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,593), gravida (p=0,867), paritas (p=0,952), riwayat abortus (p=0,892), pendidikan (p=0,814), maupun pekerjaan (p=0,06) dengan tingkat kecemasan ibu hamil. Kesimpulan: Karakteristik demografis dan obstetrik tidak berhubungan signifikan dengan tingkat kecemasan kehamilan. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan skrining psikologis seperti PRAQ-R2 dalam layanan antenatal, terutama di wilayah pedesaan, guna mendeteksi dan menangani kecemasan kehamilan secara lebih tepat sasaran. Kata kunci: Kecemasan, Ibu Hamil, Kehamilan, Psikologi