Iwan Gunawan
Departemen Pendidikan Musik Fakultas Pendidikan Seni Dan Desain Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PERSEPSI MUSIK PEMAIN RHYTHM GAME BanG Dream! Girls Band Party Detri Hasna Fadhila; Rita Milyartini; Iwan Gunawan
SWARA - Jurnal Antologi Pendidikan Musik Vol 1, No 1 (2021): ANTOLOGI PENDIDIKAN MUSIK
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Musik UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan rhythm game sebagai media pembelajaran musik melalui Android dan iOS sudah disarankan oleh Bégel dkk (2017), namun belum ada penelitian tentang implikasinya terhadap persepsi musik. Hal tersebut memotivasi peneliti unutk mengkaji lebih lanjut implikasi rhythm game BanG Dream! Girls Band Party terhadap persepsi musik pemainnya. Peneliti mengambil sampel purposif 18 orang yang bersedia menjadi partisipan penelitian dari 70 anggota komunitas BanG Dream! Indonesia Region Bandung. Partisipan dibagi dalam tiga kelompok berdasarkan hasil wawancara terstruktur, yakni kelompok pemain yang tidak bermain/belajar musik, pemain yang bermain/belajar musik tetapi bukan musisi, dan pemain yang merupakan musisi. Pengukuran persepsi musik dilakukan dengan menggunakan tes Short-PROMS. Hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi musik tertinggi dimiliki oleh pemain yang merupakan musisi. Pemain yang tidak bermain/belajar musik memiliki persepsi musik yang setingkat dengan pemain yang merupakan musisi. Sedangkan persepsi musik pemain yang bermain/belajar musik tetapi bukan musisi tingkatnya berada di bawah dua kelompok lainnya. Besarnya persepsi musik pemain yang tidak bermain/belajar musik bukan disebabkan oleh intensitas bermain mereka perhari, tetapi disebabkan oleh durasi pengalaman bermain yang lebih lama dibandingkan dengan  kelompok lainnya. Jika ingin menggunakan BanG Dream! Girls Band Party sebagai media untuk mengasah persepsi musik, penggunaannya hanya cukup 30 menit perhari.Kata kunci : Persepsi musik, Pemain rhythm game, Rhythm game, BanG Dream! Girls Band Party
A Prototype "Kendang Jaipong" Virtual Instrument as Music Creativity Tools Iwan Gunawan
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vt.v6n1.p13-31

Abstract

Numerous organological discoveries in the form of virtual instruments have surfaced as a result of the impact of developing digital music technology. To conserve and promote music based on local culture, organological innovations in the form of virtual instruments, such as the kendang jaipong, must be implemented. The goal of this work is to describe the development of the kendang jaipong virtual instrument from organological investigations through the realization of a marketable prototype. By sampling from the Kendang Jaipong’s actual instrument and converting it into a virtual instrument based on the KONTAKT Library, the technique utilized is practice-led research, also known as practice-based research. Pre-production, production, and post-production are the three stages of the design process. This prototype makes use of 137 samples that are based on a variety of chosen kendang sounds. To enable each type of kendang sound to function as a virtual instrument in DAW and Digital Music Notation programs, the audio samples are organized in a placement system on the keyboard keys included in the KONTAKT feature. The Kendang Jaipong prototype has been successfully tested on several music productions using DAW-cast and video score. The usage of the multi-round robin's function to have a more diversified sample, as well as the addition of the midi files capability, are things that need to be developed on this prototype product so that it may be used as a machine learning by users.
Koreografi Interkultural: Mengkokohkan Identitas Budaya Melalui Kolaborasi Seni Pada Bandung Isola Performing Art Festival (BIPAF) Ayo Sunaryo; Iwan Gunawan; Rivaldi Indra Hapidzin; Yana Endrayanto; Fifiet Dwi Tresna Santana
PANGGUNG Vol 34, No 1 (2024): Artistik dan Estetik pada Rupa, Tari, dan Musik
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v34i1.2830

Abstract

Artikel ilmiah ini memaparkan proses penciptaan karya tari yang berbasis blended interkultural pada panggung Bandung Isola Performance Art Festival (BIPAF) dengan melibatkan koreografer dari Indonesia, Belanda, India, Malaysia dan Amerika secara virtual dan nyata. Koreografi interkultural adalah kolaborasi antara elemn-elemen seni dari budaya yang berbeda sehingga terjadinya pertukaran ide, gerak, musik dan tradisi budaya yang berbeda. Kegiatan ini merupakan bentuk seni yang menginspirasi dan menghubungkan orang dari berbagai latar belakang budaya. Metode yang digunakan adalah action research. Melalui paradigma kualitatif, metode ini digunakan untuk mendeskripsikan data secara aktual, realistik, dan sistematis dalam menciptakan karya tari kolaborasi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi partisipatif, studi dokumen, diskusi kelompok terfokus, dan refleksi. Hasil penelitian adalah terciptanya koreografi baru dalam teknik penciptaan karya tari antar negara pada panggung BIPAF melalui konsep blended interkultural. Pertunjukan koreografi interkultural secara blended bermanfaat untuk para koreografer, penari, komposer, animator dan pelaku seni lainnya dalam mencipta koreografi interkultural dari proses kolaborasi dengan menciptakan kesempatan untuk berbagi pengetahuan, teknik dan pengalaman budaya yang berbeda yang tidak terpisahkan oleh ruang dan waktu.
Koreografi Interkultural: Mengkokohkan Identitas Budaya Melalui Kolaborasi Seni Pada Bandung Isola Performing Art Festival (BIPAF) Ayo Sunaryo; Iwan Gunawan; Rivaldi Indra Hapidzin; Yana Endrayanto; Fifiet Dwi Tresna Santana
PANGGUNG Vol 34 No 1 (2024): Artistik dan Estetik pada Rupa, Tari, dan Musik
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v34i1.2830

Abstract

Artikel ilmiah ini memaparkan proses penciptaan karya tari yang berbasis blended interkultural pada panggung Bandung Isola Performance Art Festival (BIPAF) dengan melibatkan koreografer dari Indonesia, Belanda, India, Malaysia dan Amerika secara virtual dan nyata. Koreografi interkultural adalah kolaborasi antara elemn-elemen seni dari budaya yang berbeda sehingga terjadinya pertukaran ide, gerak, musik dan tradisi budaya yang berbeda. Kegiatan ini merupakan bentuk seni yang menginspirasi dan menghubungkan orang dari berbagai latar belakang budaya. Metode yang digunakan adalah action research. Melalui paradigma kualitatif, metode ini digunakan untuk mendeskripsikan data secara aktual, realistik, dan sistematis dalam menciptakan karya tari kolaborasi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi partisipatif, studi dokumen, diskusi kelompok terfokus, dan refleksi. Hasil penelitian adalah terciptanya koreografi baru dalam teknik penciptaan karya tari antar negara pada panggung BIPAF melalui konsep blended interkultural. Pertunjukan koreografi interkultural secara blended bermanfaat untuk para koreografer, penari, komposer, animator dan pelaku seni lainnya dalam mencipta koreografi interkultural dari proses kolaborasi dengan menciptakan kesempatan untuk berbagi pengetahuan, teknik dan pengalaman budaya yang berbeda yang tidak terpisahkan oleh ruang dan waktu.
Struktur Musikal Pada Opening Song “Shinzou wo Sasageyo” Dalam Serial Anime Attack on Titan Season 2 Khoridatun Lailia Al Ayuni; Nanang Supriatna; Iwan Gunawan
OSTINATO: Journal of Music Study and Research Vol. 1 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Pendidikan Seni Musik, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17802077

Abstract

Fokus penelitian ini adalah menganalisis bagaimana unsur-unsur musikal membentuk identitas artistik serta mendukung narasi cerita anime. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana organisasi unsur musikal, seperti ritme, melodi, harmoni, dinamika, timbre, dan artikulasi sehingga identitas dalam anime Attack on Titan Season 2. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis konten. Data diperoleh melalui studi kajian, transkripsi  dan analisis partitur, serta pengamatan pada cuplikan visual opening anime. Data dianalisis dengan tahapan reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur musikal dalam lagu "Shinzou wo Sasageyo" memiliki karakter epik yang ditandai dengan penggunaan ritme sinkopasi, modulasi, serta perpaduan instrumen orkestra, band, dan paduan suara. Unsur-unsur tersebut menciptakan nuansa heroik dan dramatis yang selaras dengan atmosfer cerita yang merefleksikan tema besar anime Attack on Titan pada musim kedua. Struktur musikal membentuk identitas yang kuat, menjadikan lagu "Shinzou wo Sasageyo" bukan hanya sebagai musik pembuka, tetapi juga sebagai representasi ideologis dan emosional dari keseluruhan cerita.