Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Fomo, Filter, dan AI dalam Pembentukan Citra Bisnis Indri Kharisma; Indah Ayu Ningtyas; Arif Nur Hidayat; Raden Wahyu Utomo Martianto
Pantarei Vol 1 No 2 (2026): Negosiasi Makna, Teknologi, dan Budaya Visual di Era Kecerdasan Buatan dan Media
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/ptr.v1i2.306

Abstract

This study analyzes the relationship between Fear of Missing Out (FOMO), the use of digital filters, and artificial intelligence(AI) technology in shaping business image in the digital era. The phenomenon of FOMO has become a major driving forcebehind business engagement in following aesthetic trends to maintain relevance on social media platforms. Using aquantitative approach with an explanatory research design, this study examines the effect of FOMO on the intensity ofdigital filter and AI usage and its impact on business image. Data were collected through an online survey using a Likertscaleinstrument and analyzed using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM).The findings indicatethat FOMO has a significant influence on the use of digital filters and AI technologies and exerts both direct and indirecteffects on business image. The application of visual technologies is shown to enhance perceptions of professionalism,aesthetic appeal, and brand credibility among consumers. Furthermore, the study reveals that psychological pressure anddigital social dynamics accelerate the frequency of visual content updates by businesses. These results contributetheoretically to the integration of psychological variables and visual technologies in the formation of digital brand image,while also offering practical implications for business practitioners in designing ethical, adaptive, and effective visualcommunication strategies. The study emphasizes the importance of balancing AI-based digital aesthetics with brandauthenticity to create a strong and sustainable business image amid increasingly intense visual competition
Pengaruh Struktur Modal dan Good Corporate Governance (GCG) terhadap Kinerja Keuangan pada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Entitas Anak (Persero) Periode 2014–2024 Anggun Devi Rahayu; Indri Kharisma
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11298

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh struktur modal dan Good Corporate Governance (GCG) terhadap kinerja keuangan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Entitas Anak (Persero) periode 2014–2024. Struktur modal diproksikan dengan Debt to Equity Ratio (DER), sedangkan GCG diukur melalui ukuran dewan komisaris independen dan komite audit. Kinerja keuangan diproksikan dengan Return on Equity (ROE). Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Data sekunder berupa laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, dan catatan atas laporan keuangan selama sebelas tahun pengamatan dikumpulkan melalui teknik dokumentasi. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi menggunakan SPSS versi 26. Persamaan regresi yang diperoleh adalah ROE = −0,007 + 0,027 DER − 0,056 DKI + 0,003 KA. Secara parsial, struktur modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan dengan t-hitung 8,846 dan signifikansi 0,000. Ukuran dewan komisaris independen serta komite audit tidak berpengaruh signifikan, masing-masing dengan signifikansi 0,164 dan 0,189. Secara simultan, seluruh variabel independen berpengaruh signifikan dengan F-hitung 36,828 dan signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,940 menunjukkan bahwa 94,0% variasi ROE dapat dijelaskan oleh model penelitian, sedangkan 6,0% dijelaskan oleh faktor lain. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan struktur modal yang terukur, disertai penerapan mekanisme tata kelola yang efektif, untuk mendukung peningkatan kinerja keuangan perusahaan.