Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Representasi Disabilitas dalam Iklan 'We’re the Superhumans' Niyu Niyu
INKLUSI Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (989.958 KB) | DOI: 10.14421/ijds.040103

Abstract

Disability is not something that is 'invisible', but it is something real and present among us.  Media, especially television through advertising, has a significant role in creating perceptions about disability and to change the paradigm of people on disability. This research discusses how Channel 4 (C4) through "We're the Superhumans" (WTSH) advertisement represents and constructs disabilities. This research used a qualitative approach and Peirce's semiotics method. The data are based on WTSH advertisement, literature study and documentation. Interviews were also conducted with C4. The results show that the disability is represented as 'superhumans' who have various abilities and achievements. Through 'Yes I Can' song, the spirit of the disability were represented. C4 constructed the reality of disability by displaying 140 persons with disabilities and celebrations for their achievements, not only as athletes but also as persons with disabilities in their daily lives.[Disabilitas  bukanlah  suatu  hal  yang  ‘invisible’  (tidak   terlihat),  namun merupakan sesuatu  yang  nyata dan ada diantara kita.  Media, terutama televisi melalui iklan, memiliki andil yang besar dalam menciptakan  persepsi mengenai disabilitas dan dalam mengubah paradigma masyarakat mengenai disabilitas. Penelitian ini membahas bagaimana Channel 4 (C4) melalui iklan “We’re The Superhumans” (WTSH) merepresentasikan dan  mengkonstruksikan disabilitas. Penelitian ini  menggunakan pendekatan   kualitatif dengan metode penelitian semiotika Peirce. Data penelitian berdasarkan iklan ‘We’re The Superhumans’, diambil dari studi kepustakaan dan dokumentasi. Wawancara juga dilakukan dengan pihak C4 selaku pembuat iklan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disabilitas direpresentasikan sebagai   ‘superhumans’ yang memiliki berbagai kemampuan dan prestasi. Melalui lagu ‘Yes I Can’, direpresentasikan  semangat para disabilitas. Melalui iklan WTSH, C4 mengkonstruksikan realitas mengenai disabilitas dengan menampilkan 140  penyandang disabilitas dan perayaan akan pencapaian  mereka, bukan hanya sebagai atlit, namun juga sebagai penyandang disabilitas dalam keseharian mereka.]
Strategi Komunikasi Pemasaran Digital dalam Membangun Customer Trust @Ricellystore Via Instagram Muhammad Ilyas; Niyu Niyu; Herman Purba
Jurnal Komunikasi dan Bisnis Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis
Publisher : STARKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/jikb.v8i2.898

Abstract

Apart from being used to socialize, Instagram social media is also used as a medium for promotions, buying and selling transactions. The occurrence of various frauds in online transactions sets a precedent that can be detrimental to these online business actors. In online transactions, building trust is an important step that must be taken by business actors, especially for business actors who are just starting their business. @Ricellystore is a new online business actor engaged in the used gadget sector, but they are able to build trust in a relatively short time with sales figures increasing significantly every month. This study aims to find out how the digital marketing communication strategy carried out by @Ricellystore on Instagram builds customer trust. This study uses a descriptive qualitative approach, where data is obtained through interviews, observation, and documentation. The results of the research show that the @Ricellystore digital marketing communication strategy starts with strengthening Perceived web vendor reputation and Perceived web quality, making their store reachable and available, having added value, and maximizing unpaid promotion with the power of word of mouth (WOM) and resellers from their customers. Abstrak Selain digunakan untuk bersosialisasi saat ini media sosial Instagram juga digunakan sebagai media untuk promosi dan transaksi jual beli. Terjadinya berbagai penipuan dalam transaksi online menjadikan preseden yang dapat merugikan para pelaku usaha online tersebut. Dalam bertransaksi online membangun trust menjadi salah satu langkah penting yang harus dilakukan oleh pelaku usaha, terlebih bagi pelaku usaha yang baru merintis usahanya. @Ricellystore merupakan pelaku usaha online baru yang bergerak pada sektor gawai bekas, namun mereka mampu membangun kepercayaan dalam waktu relatif singkat dengan angka penjualan yang meningkat signifikan setiap bulannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi pemasaran digital yang dilakukan @Ricellystore di Instagram dalam membangun customer trust. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dimana data diperoleh melalui metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Strategi komunikasi @Ricellystore dimulai dengan memperkuat Perceived web vendor reputation dan Perceived web quality, menjadikan toko mereka reachable and available, mempunyai adding value, dan memaksimalkan unpaid promotion dengan kekuatan word of mouth (WOM) dan reseller dari customer mereka.