Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PELATIHAN DASAR BERKOMUNIKASI SECARA ASERTIF DALAM BENTUK TERTULIS BAGI STAF DAN PIMPINAN UNIT SEKOLAH PELITA HARAPAN SE-JABODETABEK Desideria Lumongga Dwihadiah
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1532

Abstract

Kebutuhan untuk berkomunikasi secara efektif dan efisien amat dibutuhkan oleh setiap elemen di dalam dan di luar organisasi. Seorang professional yang bekerja bagi sebuah organisasi baik korporasi maupun industri dituntut untuk dapat menyampaikan pendapat dan pemikirannya baik secara tertulis maupun lisan demi kemajuan institusi di mana ia bekerja. Selama ini komunikasi tertulis dianggap sebagai salah satu tugas yang lebih rumit bagi sebagian professional di perusahaan, terutama komunikasi tertulis yang bersifat asertif. Di era digital seperti saat ini, komunikasi tertulis tetap dilakukan secara intens melalui media seperti surat elektronik maupun pesan singkat melalui aplikasi percakapan media digital yang tersedia.Insititusi Pendidikan juga tidak terlepas dari kerumitan untuk membuat berbagai komunikasi tertulis yang berisi pesan asertif saat harus berhubungan dengan para pemangku kepentingan. Sekolah Pelita Harapan juga menyadari akan kerumitan komunikasi asertif secara tertulis yang harus dilakukan oleh para staf dari berbagai department terkait, yang ditujukan bagi publik internal maupun eksternal. Karena kebutuhan inilah maka kelompok Sekolah Pelita Harapan di berbagai lokasi menyadari perlunya ada pelatihan dan pengenalan dasar berkomunikasi asertif dalam bentuk tertulis kepada para staf di berbagai department yang ada. Pelatihan ini dilakukan dengan terlebih dulu mengidentifikasi kebutuhan (assessment needs) para staf yang disampaikan melalui formulir digital (google forms). Melalui pengabdian masyarakat yang yang dilakukan secara sekaligus untuk sekolah di 5 (lima) lokasi akan dapat menerapkan pemahaman dasar tentang prinsip sebuah pesan asertif secara tertulis. Jumlah peserta sekitar 60 orang yang mengikuti secara hybrid sekaligus di lokasi SPH di Lippo Village Karawaci dan melalui zoom meeting. Di akhir pelatihan dasar diharapkan juga mereka dapat menuangkannya dalam kata-kata yang tepat tanpa terkesan agresif. Rekomendasi yang diberikan oleh fasilitator kegiatan ini agar dapat menjadi agenda terjadwal yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu sesuai kebutuhan.
A Communication Strategy of Support Providers in Providing Supports For Sexual Violence Victims Dwihadiah, Desideria Lumongga; Stephanie, Alya Hadijah
JURNAL KOMUNIKASI INDONESIA Vol. 11, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sexual violence is a big problem in society, because the negative impact on the victim causes prolonged suffering. Assistance for victims is carried out at the individual, group and institutional levels, both formal and informal. They act as support providers for sexual violence victims. Support providers often experience difficulties because victims find it difficult to open up due to the trauma they have experienced. A strategy to communicate is necessary, so the providers can well provide supports and assistances to victims. This study wanted to explore communication strategies used by support providers in dealing with and helping sexual violence victims. This study used a qualitative approach with descriptive analysis method. Data were collected through in-depth interviews. Informants from this study were support providers that deal with sexual violence victims. The key informants consisted of three people, namely a police officer for the women and children protection (PPA), psychologist who was a victim of sexual violence, and clergyman (church worker). The study results indicated that the support providers implemented a communication strategy by applying the principles of empathy, support and equality, so the victims were willing to open up and get help. They applied rapport techniques in building relationships, practiced active listening skills, and did self-disclosure to be on par with the victim, so the victims can be more open. Kekerasan seksual adalah masalah besar di masyarakat, karena dampak negatif pada korban menyebabkan penderitaan yang berkepanjangan. Pendampingan bagi korban dilakukan di tingkat individu, kelompok dan kelembagaan, baik formal maupun informal. Para pendamping bertindak sebagai penyedia dukungan bagi korban kekerasan seksual. Pendamping sering mengalami kesulitan karena korban merasa sulit untuk membuka diri karena trauma yang mereka alami. Strategi untuk berkomunikasi diperlukan, sehingga pendamping dapat memberikan dukungan dan bantuan dengan baik kepada korban. Penelitian ini ingin mengeksplorasi strategi komunikasi yang digunakan oleh pendamping dalam menangani dan membantu korban kekerasan seksual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Informan dari penelitian ini adalah pendamping yang menangani korban kekerasan seksual. Informan kunci terdiri dari tiga orang, yaitu seorang polisi untuk perlindungan perempuan dan anak (PPA), psikolog yang menjadi korban kekerasan seksual, dan pendeta (relawan gereja). Hasil studi menunjukkan bahwa pendamping menerapkan strategi komunikasi dengan menerapkan prinsip empati, dukungan dan kesetaraan, sehingga para korban bersedia untuk membuka diri dan mendapatkan bantuan. Mereka menerapkan teknik hubungan baik dalam membangun hubungan, melatih keterampilan mendengarkan aktif, dan melakukan pengungkapan diri agar setara dengan korban, sehingga korban bisa lebih terbuka.
Kapita Selekta Media, Budaya dan Masyarakat di Era Digital: Algoritma Penyaring Berita pada Narasi Pertikaian Israel-Palestina di Media Sosial Sarina, Angelita; Pontoh, Frily Cristy; ., Ronal; Humaira, Talitha Oktavia; Dwihadiah, Desideria Lumongga
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Sosial (JKOMDIS) Vol. 3 No. 3 (2023): September - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jkomdis.v3i3.1376

Abstract

This article aims to assess the use of news filtering algorithms in presenting narratives of the Israel-Palestine conflict on social media. Employing a communication science approach, the research will delve into how these algorithms influence news consumption patterns, shape opinions, and impact user satisfaction with the information they receive. By gaining a comprehensive understanding of these dynamics, the article seeks to provide valuable insights into the role of technology in shaping publicperspectives on sensitive geopolitical conflicts.
Public Technological Acceptance Of The Use on Artificial Intelligence as News Anchor in TV One Indonesia Dwihadiah, Desideria Lumongga
SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi Vol 18, No 1 (2024): SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/s:jk.v18i1.5477

Abstract

The development in communication technology, marked by innovation in artificial intelligence (AI), is entering a new phase in its application in mass media. One can be seen in using this technology as a news anchor on TV One AI. Because this is something new in Indonesia, public acceptance of this innovation needs to be studied further. This research uses a qualitative approach with a constructivist paradigm and descriptive methods. Technique. This research took a purposive sample by conducting semi-structured interviews with TV One AI news program viewers.The research findings show that when viewed from the audience reception model proposed by Hall, the audience is in a position of dominant hegemony and negotiation. These two positions show that the AI TV One news presenter can be accepted by the Indonesian people while considering the opposing sides that may become threats in the future.   It is hoped that the audience will be inquisitive about news programs using artificial intelligence in Indonesia, which will only partially eliminate the role of news anchors as journalists. Innovation is expected to be carried out gradually from one field to another as a form of introduction and use of artificial intelligence in the media realm in Indonesia.
PELATIHAN KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA DI PERUSAHAAN OTOMOTIF MULTINASIONAL INDIA DI INDONESIA Dwihadiah, Desideria Lumongga
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.1980

Abstract

Era globalisasi yang ditandai dengan kemajuan teknologi, telah berhasil membangun kerjasama global di berbagai bidang, baik ekonomi, politik maupun sosial budaya. Kerjasama global tersebut mendorong terciptanya kerjasama dagang dan perjanjian bisnis di sector ekonomi. Untuk itu kemampuan untuk berkomunikasi lintas budaya sangat mutlak untuk dikuasai oleh semua pihak. Komunikasi lintas budaya tidak semudah yang dibayangkan, karena perbedaan budaya menyebabkan perbedaan cara berkomunikasi, nilai yang dianut maupun prinsip dan aturan yang ditaati. Karena itu kemauan semua pihak yang terlibat untuk saling memahami dan belajar tentang nilai budaya dan cara berkomunikasi beda budaya, amatlah penting. Para staf dan jajaran manajemen perusahaan multinasional tidak terkecuali, seperti yang dilakukan di PT TVS Motor Company Indonesia. Sebagai bagian dari TVS Motor India yang merupakan salah satu dari sepuluh besar perusahaan manufaktor roda dua terbesar di dunia, di Indonesia perusahaan mempekerjakan banyak tenaga local di berbagai lini. Para manajer tingkat madya yang acap berhubungan dengan tenaga asing yang berasal dari India, butuh untuk dilatih cara berkomunikasi termasuk nilai dan aturan budaya yang berbeda Pelatihan dilakukan untuk mengkaji perbedaan, lalu mempraktekkan strategi yang memungkinkan komunikasi lebih lancar dengan para ekspatriat serta membuka komunikasi lebih intensif lintas departemen dan lintas jenjang.
The Communication Strategies of Children with Autism Spectrum Disorders' Companions in Teaching Sexual Education Suhanto , Anastasia; Dwihadiah, Desideria Lumongga
Jurnal InterAct Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal InterAct
Publisher : School of Communication - Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/interact.v12i2.4636

Abstract

Peran pendamping bagi individu berkebutuhan khusus penyandang autisme sangatlah penting. Kesulitan berinteraksi dengan lingkungan sosial di sekitarnya yang dialami para penyandang autisme, harus dapat dijembatani dengan bantuan pendamping. Autisme memiliki spektrum yang sangat luas dengan ciri yang berbeda pada setiap individu. Dalam memasuki masa pubertas yang ditandai dengan perubahan fisik dan masalah seksualitas, kesulitan yang dialami individu penyandang autisme bertambah sehingga pendamping perlu memberikan edukasi tentang seksualitas yang tepat. Penelitian ini akan mengkaji bagaimana strategi komunikasi yang dilakukan para pendamping dalam memberikan pendidikan seksual bagi individu penyandang autisme yang memasuki masa pubertas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dengan 7 informan yang terdiri dari guru siswa autis dan orang tua yang diwawancarai. Selain itu dilakukan observasi non partisipan melalui zoom saat guru memberikan pelajaran yang terkait dengan seksualitas dan pubertas kepada siswa dan saat orang tua berkomunikasi dengan anaknya. Hasil menunjukkan bahwa guru dan orang tua menggunakan strategi komunikasi yang sama dalam membantu menjelaskan tentang seksualitas dan pubertas, yaitu dengan cerita sosial. Cara berkomunikasi mereka juga sangat bervariasi. Cara yang bervariasi ini bergantung pada tingkat kemampuan anak dalam komunikasi dan pemahaman serta kebiasaan komunikasinya serta kemampuan dan kecepatan anak menyerap informasi, termasuk dinamika emosi pada anak.
TRANSFORMASI EDUKASI KESEHATAN MENTAL DI ERA DIGITAL: KONTEN TIKTOK DALAM MEMBENTUK SIKAP DAN PERILAKU AUDIENS Jhimshy Simonigar; Daniel Rawis; Desideria Lumongga Dwihadiah
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol 7 No 5 (2024): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/costing.v7i5.10378

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran konten edukasi kesehatan mental di platform media sosial TikTok dalam membentuk sikap dan perilaku audiens. Mengadopsi metode penelitian kualitatif dengan pendekatan Media Logic, kami menganalisis lima video TikTok yang mengulas isu-isu kesehatan mental dari berbagai akun pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten-konten tersebut secara efektif memengaruhi sikap dan perilaku audiens melalui pemanfaatan fitur visual dan interaktif TikTok. Konten yang menarik dan informatif mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mental dan mendorong audiens untuk mengambil tindakan yang positif. Implikasi akademisnya, penelitian ini menyoroti perlunya penelitian lebih lanjut untuk memahami secara mendalam interaksi antara konten kesehatan mental dan audiens TikTok, serta pengaruh jangka panjangnya terhadap kesejahteraan mental. Di sisi praktis, penelitian ini mendorong pengembangan konten kesehatan mental yang lebih berkualitas dan responsif di TikTok, melalui kerjasama antara profesional kesehatan mental, kreator konten, dan platform media sosial. Disarankan juga untuk meningkatkan literasi digital di kalangan pengguna TikTok guna meminimalkan risiko yang terkait dengan konsumsi konten online. Kolaborasi antarpihak dapat mengoptimalkan dampak positif dari konten kesehatan mental di TikTok, memberikan sumber daya yang berharga bagi masyarakat secara luas.
PENGENALAN PENGGUNAAN CHATGPT di KALANGAN GURU SEKOLAH DASAR DAN MENENGAH LINGKUNGAN SEKOLAH PENABUR Dwihadiah, Desideria Lumongga
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2407

Abstract

Kecerdasan buatan atau yang dikenal dengan istilah Artificial Intelligence merupakan inovasi teknologi yang terus menerus dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir. Tujuan utamanya sesungguhnya untuk memudahkan kehidupan manusia, termasuk dalam pekerjaan. Akan tetapi masih banyak pihak yang belum mengetahui sejauh mana mereka dapat memanfaatkan kecerdasan buatan untuk membantu pekerjaan mereka, termasuk di antaranya adalah para guru di sekolah dasar dan menengah. Dalam rangka memperkenalkan penggunaan kecerdasan buatan yang dapat membantu para guru dalam kegiatan belajar mengajar, maka Sekolah Penabur mengadakan sebuah diskusi gelar wicara tentang penggunaan chatGPT. Peserta terdiri dari para guru SD hingga SMA di kalangan Sekolah Penaburi dari beberapa kota. Tujuan diadakannya gelar wicara selain memperkenalkan ChatGPT, juga memberikan pemahaman tentang batasan penggunaan dari kecerdasan buatan ini yang memenuhi kaidah etika akademik. Pelaksanaan dilakukan secara daring selama satu hari di bulan April 2024 dan diikuti oleh 30 orang guru di lingkungan sekolah BPK Penabur
Mediatized World in Digital Music Industry: Transformations, Challenges, and Opportunities - A Study in Indonesia Akil, Roxanne; Rasyidin, Nikita; Lumongga Dwihadiah, Desideria
Daengku: Journal of Humanities and Social Sciences Innovation Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : PT Mattawang Mediatama Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.daengku2549

Abstract

The world of music industry has experienced profound transformation in recent years due to digital revolution. This research explores the changes, challenges, and opportunities in the digital music industry. From the evolution of production to distribution, the researcher analyzed this dynamics industry. Several challenges, such as piracy and unequal revenue distribution are faced, yet opportunities arise through digital platforms and blockchain technology. Collaboration between governments, copyright organizations and artists become the key to creating a sustainable music ecosystem. As such, the research not only reflects the essence of the title, but also provides deep insights into how mediatization can be implemented to understand the transformation of the digital music industry in Indonesia, as well as the related challenges and opportunities.
LIVE STREAMERS SOCIAL SELLING STRATEGIES IN ONLINE SALES ON TIKTOK LIVE Tandrian, Vincent; Dwihadiah, Desideria Lumongga
Jurnal Lectura Vol. 1 No. 2 (2025): February
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/lectura.v1i2.9471

Abstract

Budaya berbelanja saat ini telah mengalami pergeseran seiring majunya teknologi. Berbelanja online lebih sering dilakukan oleh para konsumen saat ini. Namun, adanya masalah dimana produk yang dibeli tidak sesuai dengan deskripsi. Fitur live streaming diciptakan untuk pemecahan permasalahan tersebut, sehingga ramainya orang yang berjualan secara online melalui live streaming di TikTok Live. Hal ini mempermudah penjual dikarenakan live streaming penjualan secara langsung yang dilakukan secara online sehingga penjual dan pembeli dapat berinteraksi secara langsung seolah-olah seperti berjualan secara konvensional. Peneliti berfokus kepada strategi pemasaran komunikasi dengan konsep social selling. Penelitian ini menggunakan paradigma interpretif dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Upaya untuk mendapatkan data melalui wawancara secara teknik semi structured interview dan konsep utama social selling. Dalam menentukan narasumber, penelitian ini melibatkan para live streamer yang aktif dan konsisten dalam berjualan melalui TikTok Live. Oleh karena itu, wawancara dilakukan kepada para live streamer yang berjualan secara live streaming di TikTok Live. Temuan penilitian ini menunjukkan bahwa para live streamer melakukan penjualan dengan menggunakan teknik utama yang interaktif untuk mendapatkan perhatian dari penonton, cara berjualan secara tradisional yang diterapkan pada media sosial, strategi promosi, penentuan harga, display produk, beserta dengan raut wajah atau ekspresi penjual.