Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Proses Pemenuhan Kewajiban Perpajakan oleh Wajib Pajak yang Terdaftar pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Pontianak Tahun 2020 Sari Zawitri; Ninik Kurniasih; Wida Arindya Sari
Eksos Vol 17 No 2 (2021): Eksos
Publisher : Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/eksos.v17i2.372

Abstract

The purpose of this research is to see the impact on tax revenue, and the impact on out in tax reporting KPP Pratama in Pontianak in the pandemic covid 19. The research is a case study of exploration and researches the mixing of qualitative and quantitative methods. The kind of data that was used was the data as primary and secondary data. The technique of the data collection was done in 3 ways: 1. Interview, 2. Documentation, and 3. A method of the literature study. Then sample based on the achievement of the depth and wealth a description of, not the total sample. Analysis technique that produces the thematic analysis answer the interviews and of identification and reporting the data from the payment of tax like both of persons private and the tax year 2019. The result showed (1) research first showed that Covid-19 fulfillment of obligations would not have an impact on both the taxpayers and the person in the pay taxes on income tax PPh and PPN (tax) they increase in value. (2) the results of research second related fulfillment of an obligation related tax reporting SPT (announcement letter) an annual tax for the year 2019 declining tax effectively be 76 % or at the level of less docile, it is related to the development of the target the reporter threefold. The research is expected to push the government to optimize sources of certain tax revenue to offset the impact of tax revenue when pandemic Covid-19.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pengelolaan Keuangan Dan Pengembangan Potensi Pariwisata Desa Wisata Sungai Kupah Kabupaten Kubu Raya Susan Andriana; Agus Widodo; Anik Cahyowati; Desty Wana; Fiorintari Fiorintari; Melati Pramudita Lestari; Merry Triani; Murti Puspita Rukmi; Wida Arindya Sari; Yohanes Adi Nugroho
Kapuas Vol 2 No 1 (2022): Kapuas : Jurnal Publikasi Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/jk.v2i1.398

Abstract

Pengembangan pariwisata sekarang ini mulai mengarah kepada konsep pemberdayaan masyarakat lokal untuk melakukan proses perencanaan, pengembangan dan pelaksanaan pariwisata di daerahnya. Bagi sebagian masyarakat, pariwisata merupakan salah satu sumber pendapatan dan mata pencaharian utama. Masyakarat terlibat melalui Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang dibangun pada daerah tujuan wisata. Sehingga, keterlibatan masyarakat lokal menjadi sangat penting dalam proses pengembangan ini. Salah satu konsep pembangunan pariwisata adalah melalui Desa Wisata. Sungai Kupah adalah desa yang berada di kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Indonesia. Pada tahun 2010, penduduk desa ini berjumlah 3.089 jiwa. Lokasi Desa Sungai Kupah juga tidak terlalu jauh dari pusat kota Pontianak yaitu sekitar 25 KM ke arah barat sehingga sudah menjadi alternatif destinasi wisata bagi masyarakat lokal. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan dan memberdayakan masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan keuangan dan kesadaran akan potensi desa wisata. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan dengan cara memberikan materi tentang pengelolaan keuangan secara sederhana berdasarkan SAK EMKM, dan memberikan pemahaman bahwa masyarakat dapat menyadari dan menjadikan lingkungan tempat tinggal mereka dapat menjadi daerah tujuan wisata. Hasil kegiatan ini para peserta dapat dan mampu menyusun laporan keuangan sederhana berdasarkan SAK ETAP dan mampu mendeskripsikan potensi-potensi apa saja yang ada di Desa Sungai Kupah Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya sehingga dapat menjadi desa mandiri dan secara tidak langsung akan membantu meningkatkan pendapatan asli daerah
Dampak Perubahan Tarif Pajak Pertambahan Nilai Terhadap Perilaku Konsumtif Generasi Z Wida Arindya Sari; Murti Puspita Rukmi; Haryati Haryati; Fiorintari Fiorintari
MEASUREMENT : Jurnal Program Studi Akuntansi Vol 18, No 1 (2024): MEASUREMENT : JURNAL AKUNTANSI JUNI 2024
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/mja.v18i1.5795

Abstract

Penerapan tarif PPN dari 10 persen menjadi 11 persen membuat masyarakat harus bersikap bijak dalam mengelola keuangan, masyarakat seharusnya dapat semakin selektif terkait barang atau jasa apa saja yang akan dibeli. Penerapan tarif PPN menjadi 11 persen atas barang dan jasa kena pajak tentunya dapat menurunkan perilaku konsumtif masyarakat terutama kalangan Generasi Z, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dampak perubahan tarif PPN terhadap perilaku konsumtif Generasi Z yang dimoderasi oleh pemahaman terhadap Perpajakan. Bentuk penelitian yang digunakan yaitu metode survei eksplanasi dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini merupakan seluruh mahasiswa Akuntansi, Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Pontianak. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria tertentu. Data dalam penelitian ini diperoleh dari jawaban responden dan sumber-sumber lain. Teknik analisis data menggunakan aplikasi SmartPLS 3.0 dengan pendekatan Structural Equation Modelling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). Berdasarkan analisis SEM-PLS, penerapan PPN 11% tidak berpengaruh terhadap perilaku konsumtif generasi Z, Literasi Perpajakan berpengaruh terhadap perilaku konsumtif generasi Z, serta Literasi Perpajakan berpengaruh terhadap hubungan antara penerapan PPN 11% dan perilaku konsumtif pada Generasi Z Dapat disimpulkan bahwa penerapan PPN 11% tidak berdampak pada perilaku konsumtif Generasi Z hal ini dapat dikarenakan kenaikan PPN 11% yang diterapkan oleh Kementerian Keuangan hanya dikenakan pada beberapa jenis barang dan jasa tertentu yang tidak secara rutin dikonsumsi oleh Generasi Z, sehingga tidak dapat memengaruhi perilaku konsumtif Generasi Z.