Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Jurnal Akuntansi Multiparadigma

YADNYA SEBAGAI PEMAKNAAN LAIN ATAS NILAI WAJAR HARTA AMNESTI PAJAK I Nyoman Darmayasa
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1089.158 KB) | DOI: 10.18202/jamal.2017.04.7046

Abstract

Abstrak: Yadnya sebagai Pemaknaan Lain atas Nilai Wajar Harta Amnesti Pajak. Penelitian ini bertujuan menawarkan pemaknaan lain atas nilai wajar harta yang diungkapkan dalam amnesti pajak. Nilai wajar harta merupakan simbol “kuasa” pemerintah. Nilai Yadnya digunakan untuk membalik hierarki nilai wajar materialitas yang diistimewakan oleh “kuasa”. Informan penelitian meliputi representasi dari “kuasa” pemerintah dan “kuasa” wajib pajak. Pemaknaan lain yang dihasilkan dari penelitian ini adalah pengungkapan nilai wajar harta dalam amnesti pajak berdasarkan pada nilai kejujuran dan ketulusan Wajib Pajak. Kedua nilai ini mampu mengeliminasi unsur ekonomi, materialitas, serta kebebasan yang bablas dari karakter wajib pajak. Abstract: Yadnya is as a New Meaning of Fair Value on Tax Amnesty Asset. This study aims to offer a new meaning of fair value of tax amnesty assets disclosed. Fair value of assets is as a symbol “authority” government. Yadnya values uses to hierarchy reverse of materiality fair value which is concentrated by the "authority". Research informants are consisting of representation of “authority” government and “authority” taxpayers.  New meaning of this research which is fair value of tax amnesty assets disclosed is based on the value of taxpayers’ honesty and sincerity. Both of those values are able to eliminate economic, materiality, and wild self assessment of taxpayers’ character.
PRESKRIPTIF KETENTUAN UMUM PERPAJAKAN PADA PERSPEKTIF AKUNTANSI PANCASILA I Nyoman Darmayasa
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18202/jamal.2019.04.10002

Abstract

Abstrak: Preskriptif Ketentuan Umum Perpajakan pada Perspektif Akuntansi Pancasila. Penelitian ini bertujuan memproyeksi revisi ketentuan umum perpajakan dengan perspektif akuntansi Pancasila. Proyeksi preskriptif Pancasila digunakan sebagai metode. Hasil penelitian menunjukkan penyeimbangan government-centered (objektivitas) dengan pembentukan karakter wajib pajak (subjektivitas) merupakan perwujudan akuntansi berkesadaran dan kebijakan yang berpihak. Preskriptif revisi ketentuan umum perpajakan mampu membentuk karakter wajib pajak. Karakter wajib pajak yang menggunakan akuntansi berkesadaran berlandaskan Pancasila membentuk kesadaran inklusi. Kesadaran inklusi merupakan pondasi kepatuhan sukarela wajib pajak dengan harapan optimalisasi penerimaan pajak jangka panjang bisa terwujud. Abstract: The Prescriptive of General Taxation Provisions in Pancasila Accounting Perspective. This study aims to project a revision of the general provisions of taxation with the perspective of Pancasila accounting. The Pancasila prescriptive projection is used as a method. The results show that government-centered balancing (objectivity) with the formation of taxpayer character (subjectivity) is a manifestation of conscious accounting and siding policies. Prescriptive revisions to the general provisions of taxation can shape the character of taxpayers who use conscious accounting based on Pancasila. This character forms inclusion awareness. This awareness is the foundation of voluntary compliance in the hope that the optimization of long-term tax revenues can be realized.
THE ROLE OF LOCAL WISDOM TO TAX COMPLIANCE I Nyoman Darmayasa; Yuyung Rizka Aneswari
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.559 KB) | DOI: 10.18202/jamal.2016.04.7010

Abstract

Abstrak: Peran Kearifan Lokal Terhadap Kepatuhan Pajak. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran kearifan lokal terhadap kepatuhan pajak berdasar Self Assessment System (SAS) di Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Legian Bali. Melalui paradigma interpretif dengan metode studi kasus, hasil penelitian menunjukkan bahwa makna kepatuhan pajak dideskripsikan sebagai kesadaran LPD untuk membayar pajak yang ditunjukkan melalui CSR berdasar Tri Hita Karana (THK). Implikasi teoretis dari penelitian ini terkait dengan makna dan perilaku kepatuhan pajak dari perspektif kearifan lokal. Hasil penelitian dapat dijadikan pertimbangan pembuat kebijakan untuk mempertimbangkan kearifan lokal dalam rangka meningkatkan kepatuhan pajak. Abstract: The Role of Local Wisdom on Tax Compliance. This study is intended to deepen our understanding about the meaning of the role of local wisdom on tax compliance in a village financing institution  (LPD) at Legian Bali. The research employed interpretive paradigm through case study. Results show that the meaning of tax compliance is described as awareness of LPD to pay taxes that is manifested in the implementation of CSR based on Tri Hita Karana (THK) as local wisdom. Theoretical implications of this research is an alternative meaning and behavior of tax compliance from the perspective of local wisdom. The results can be used as consideration for taxation policy makers to raise local wisdom to encourage tax compliance.
HISTORISITAS FILOSOFIS KONSEP PEMAJAKAN DIVIDEN PADA UNDANG-UNDANG CIPTA KERJA Made Sudarma; I Nyoman Darmayasa
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2021 - Desember 2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2021.12.2.18

Abstract

Abstrak - Historisitas Filosofis Konsep Pemajakan Dividen Pada Undang-Undang Cipta Kerja Tujuan Utama - Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri historisitas filosofis konsep pemajakan dividen pada undang-undang cipta kerja.Metode - Historisitas merupakan metode penelusuran filosofis yang komprehensif terhadap konsep pemajakan dividen dari naskah akademis hingga perilaku wajib pajak. Penggalian data dilakukan dengan mewawancarai peneliti dan akademisi perpajakan.Temuan Utama – Hasil penelusuran historisitas memberikan gambaran adanya lompatan perubahan konsep pemajakan dividen dari classical system menuju one-tier system. Pergeseran kebijakan pemajakan dividen belum dilengkapi dengan naskah akademis yang komprehensif. Konsep pemajakan dividen pada undang-undang cipta kerja tidak serta merta menghilangkan praktik akuntansi kreatif.Implikasi Teori dan Kebijakan – Loncatan konsep pemungutan pajak dividen berimplikasi pada aspek psikologis perilaku kreatif wajib pajak. Pengawasan praktik akuntansi kreatif wajib pajak diperlukan melalui kebijakan yang humanis.Kebaruan Penelitian – Penelusuran historisitas konsep pemajakan dividen pada undang-undang cipta kerja merupakan kebaruan pada penelitian ini. Abstract - Historical Philosophical of Dividend Taxation Concept in Job Creation ActMain Purpose - This research aims to explore the philosophical historicity of dividend taxation in the job creation act.Method - Historically is a comprehensive philosophical method of tracing dividend taxation. The data is obtained by interviewing tax researchers and academics.Main Findings - The results of historicity tracing provide an overview of the change in the concept of dividend taxation from the classical system to the one-tier system. A comprehensive academic text has not accompanied the shift in dividend taxation policy. The dividend taxation concept in the job creation act does not automatically avoid creative accounting practice. Theory and Practical Implications - The leap of the concept of dividend tax collection has implications for the psychological aspects of the taxpayer's creative behavior. It is necessary to supervise the taxpayer's creative accounting practices through humanist policies.Novelty - Tracing the historicity of dividend taxation in the job creation act is a novelty in this research.
REALITAS AUDIT UMUM DAN INVESTIGASI PADA LEMBAGA PERKREDITAN DESA I Nyoman Darmayasa
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2023 - Agustus 2023)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2023.14.1.07

Abstract

Abstrak – Realitas Audit Umum dan Investigasi pada Lembaga Perkreditan DesaTujuan Utama – Penelitian ini berupaya untuk memahami kondisi nyata audit umum dan investigasi pada lembaga perkreditan desa.Metode – Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Informan penelitian ini adalah sejumlah pelaku dan praktisi lembaga perkreditas desa.Temuan Utama – Penelitian ini menemukan adanya keseimbangan vertikal parahyangan pada lembaga perkreditas desa dengan berorientasi nonlaba. Selain itu, terdapat keseimbangan horizontal pawongan yang tercermin kepada kepatuhan terhadap kepatuhan pada standar akuntansi keauangan dan adopsi teknologi support decision system. Pada sisi lainnya, harmonisasi hubungan vertikal dan horizontal mewajibkan adanya audit umum, sedangkan disharmonisasi kedua hubungan tersebut mewajibkan adanya audit investigasi.Implikasi Teori dan Kebijakan – Penelitian ini membuktikan relevansi teori agensi yang disesuaikan dengan karakteristik entitas komunitas. Implikasi pada kebijakan sebagai referensi peninjauan kebijakan dan prosedur pengelolaan entitas komunitas.Kebaruan Penelitian – Penelitian ini menawarkan kondisi dan kriteria audit umum dan investigasi suatu entitas komunitas dengan nilai lokalitas. Abstract – Reality of General and Investigation Audit in Village Credit InstitutionsMain Purpose – This study seeks to understand the actual condition of general audits and investigations at village credit institutions.Method – This study uses a qualitative descriptive method. The informants of this study are several actors and practitioners of village credit institutions.Main Findings – This study finds a vertical balance of “parahyangan” in village credit institutions with a non-profit orientation. In addition, a horizontal balance of “pawongan” is reflected in compliance with financial accounting standards and the adoption of technology-support decision systems. On the other hand, the harmonization of vertical and horizontal relationships requires a general audit, while the disharmony of the two relationships requires an investigative audit.Theory and Practical Implications – This study proves the relevance of agency theory adjusted to the characteristics of community entities. Implications on policies as a reference for reviewing policies and procedures for managing community entities.Novelty – This study offers conditions, general audit criteria, and investigations of a community entity with a locality value.
PARADIGMA INTERPRETIF PADA PENELITIAN AKUNTANSI INDONESIA I Nyoman Darmayasa; Yuyung Rizka Aneswari
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 6, No 3 (2015): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.009 KB) | DOI: 10.18202/jamal.2015.12.6028

Abstract

Abstrak: Paradigma Interpretif pada Penelitian Akuntansi Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperdalam pemahaman mengenai Penelitian Akuntansi Interpretif (PAI), memberikan penjelasan mengenai keunggulan dan keterbatasan PAI dan menelisik kurangnya PAI di Indonesia berdasarkan penelitian yang terbit pada SNA, SNAV (2013-2015), dan jurnal akuntansi terakreditasi nasional (2012-2014). Penelitian menggunakan metode studi kasus. Penelitian menunjukkan bahwa praktik akuntansi yang berkaitan dengan manusia, budaya dan agama merupakan alasan bahwa paradigma interpretif merupakan metode penelitian yang tepat. Namun, jumlah PAI di Indonesia sangat rendah dibandingkan dengan dominasi penelitian positif.  Abstract: Interpretive Paradigm on Indonesia Accounting Research. The objectives of this study is to deepen our understanding about Interpretive Accounting Research (IAR)  and provide brief explanation about advantages and limitations of  IAR and investigate the lack of IAR in Indonesia according to research published in SNA, SNAV (2013-2015), and national accredited accounting  journal (2012-2014). Research was conducted case study method. The research found that accounting practises are closely related to human, environment, culture and religion are the reason that the interpretive paradigm is an appropriate  research method. But the number of IAR in Indonesia is very low when compared with the dominance of positive research.  
FONDASI TRI KAYA PARISUDHA BAGI MAHASISWA AKUNTANSI DI ERA AI Cahyani, Gusti Ayu Made Diva; Apriliani, Putu Ayu Dewi Uliasari; Hartana, Ni Putu Diva Mahayanti Giri; Putriyani, Ni Putu Anindia; Sumantri, Siska Maretha Novia; Darmayasa, I Nyoman
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 15, No 2 (2024): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2024 - Desember 2024)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2024.15.2.24

Abstract

Abstrak - Fondasi Tri Kaya Parisudha bagi Mahasiswa Akuntansi di Era AITujuan Utama - Penelitian ini berupaya untuk menginternalisasikan nilai Tri Kaya Parisudha dalam model mahasiswa akuntansi berprestasi di era artificial intelligence (AI).Metode – Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Beberapa mahasiswa akuntansi berprestasi menjadi informan dalam penelitian ini.Temuan Utama – Internalisasi nilai Tri Kaya Parisudha yang menjiwai masing-masing mahasiswa sebagai fondasi mahasiswa akuntansi di era AI merupakan hasil penelitian ini. Penggunaan AI menjadi usulan model mahasiswa akuntansi berprestasi. Usulan model mahasiswa akuntansi berprestasi mengandung strategi kebijakan yang berlandaskan nilai lokalitas.Implikasi Teori dan Kebijakan – Penelitian ini berkontribusi pada landasan kebijakan sebagai referensi penggunaan AI yang etis dan bijak. Penggunaan AI berlandaskan nilai Tri Kaya Parisudha diharapkan mampu mengantarkan pada mahasiswa akuntansi yang berkualitas.Kebaruan Penelitian – Kebaruan dalam penelitian ini berupa nilai Tri Kaya Parisudha yang digunakan sebagai fondasi penggunaan AI oleh mahasiswa akuntansi. Abstract - "Tri Kaya Parisudha" as Foundation for Accounting Students in the AI EraMain Purpose - This research seeks to internalize the value of "Tri Kaya Parisudha" in the model of outstanding accounting students in the artificial intelligence (AI) era.Method - This research uses a qualitative descriptive method. Several outstanding accounting students became informants in this study.Main Findings—This study's result is the Internalisation of the "Tri Kaya Parisudha" value that animates each student as the foundation of accounting students in the AI era. The use of AI is the proposed model for outstanding accounting students, which contains policy strategies based on local values. Theory and Practical Implications - This research contributes to the policy foundation as a reference for AI's ethical and wise use. AI based on the value of "Tri Kaya Parisudha" is expected to lead to quality accounting students.Novelty—The novelty is the "Tri Kaya Parisudha" value, which is used as the foundation for accounting students' use of AI.
ACCRUAL ACCOUNTING BIAS PRACTICES AS RISK MITIGATION IN MICROFINANCE INSTITUTIONS Bagiada, I Made; Sukarta, Made Andy Pradana; Hardika, Nyoman Sentosa; Darmayasa, I Nyoman
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 16, No 2 (2025): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2025 - Desember 2025)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2025.16.2.18

Abstract

Abstrak – Praktik Bias Akuntansi Akrual sebagai Mitigasi Risiko Pada Lembaga Keuangan MikroTujuan Utama - Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap mitigasi risiko pada Lembaga Keuangan Mikro melalui praktik bias akuntansi akrual.Metode – Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Informan yang digunakan adalah sejumlah individu yang terkait dengan lembaga keuangan mikro.Temuan Utama – Penelitian ini menemukan bahwa teori legitimasi, stakeholder, dan agensi menggambarkan fenomena praktik bias akuntansi akrual pada lembaga keuangan mikro. Potensi konflik mengacu pada teori agensi tipe tiga. Kecenderungan akuntansi akrual terhadap pengakuan pendapatan berbasis kas merupakan strategi mitigasi risiko likuiditas yang menggunakan konsep pencocokan biaya dengan pendapatan.Implikasi Teori dan Kebijakan – Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teori legitimasi, stakeholder, dan agensi berbasis kepemilikan masyarakat adat. Selain itu, penelitian ini mengusulkan adanya sistem checks and balances yang melibatkan pemangku kepentingan komunitas untuk mencegah potensi konflik dan bias akuntansi akrual.Kebaruan Penelitian – Penelitian ini mengungkapkan potensi konflik pada lembaga keuangan mikro yang tercermin melalui praktik bias akuntansi akrual. Abstract – Accrual Accounting Bias Practices as Risk Mitigation in Microfinance InstitutionsMain Purpose – The purpose of this study is to examine risk mitigation strategies in microfinance institutions through the adoption of accrual accounting bias practices.Method – This research employed a case study methodology. Informants comprised individuals associated with microfinance institutions.Main Findings - This study found that legitimacy, stakeholder, and agency theories describe the phenomenon of accrual accounting bias in microfinance institutions. The potential for conflict refers to type three agency theory. The tendency of accrual accounting towards cash-based revenue recognition is a liquidity risk mitigation strategy that uses the concept of matching costs with revenues.Theory and Practical Implications – This study contributes to legitimacy, stakeholder, and agency theories by grounding them in indigenous community ownership. Furthermore, it proposes a system of checks and balances that engages community stakeholders to mitigate potential conflicts and bias in accrual accounting.Novelty - This study reveals the potential for conflict within microfinance institutions, as reflected in the use of accrual-bias practices.