Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENINGKATAN HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIME TOKEN Wardoyo Wardoyo
Jurnal Dikdas Bantara Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/dikdasbantara.v4i1.1235

Abstract

Penelitian ini bertujuan menerapkan model pembelajaran kooperatif Time Token untuk meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris kelas VIII B SMP Negeri 2 Nguter tahun pelajaran 2017/ 2018.  Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di kelas VIII B semester I SMP Negeri 2 Nguter tahun pelajaran 2017/ 2018, sejumlah 32 siswa. Instrumen penelitian menggunakan tes, observasi, dan dokumentasi. Tahap-tahap analisis data dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa  hasil belajar bahasa Inggris pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 2 Nguter dapat ditingkatkan dengan penerapan model pembelajaran kooperatif Time Token. Persentase ketuntasan belajar siswa, yaitu: sebelum tindakan 20 siswa atau 62,5%, pada siklus I sebanyak 24 siswa atau 75% dan pada siklus II sebanyak 31 siswa atau 96,9%. Sedangkan rata-rata hasil belajar Bahasa Inggris siswa sebelum tindakan sebesar 70,9, pada siklus I sebesar 73,4, dan pada siklus II sebesar 81,7. Kata Kunci: model pembelajaran kooperatif Time Token, hasil belajar bahasa Inggris.
MASYARAKAT EKONOMI ASEAN: HARAPAN DAN TANTANGAN BAGAIMANA DAYA SAING INDONESIA DI ASEAN Wardoyo Wardoyo
JMB : Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 6, No 2 (2017): JMB : Jurnal Manajemen dan Bisnis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jmb.v6i2.1559

Abstract

Asean Economic Community (AEC) was officially started on 31December 2015. The objectives of AEC were to integrate diversity ofAsean economy into a single market with 625 million people ofinhabitant. AEC is expected to be a new market force in Asean andimprove economic development of Asean member countries. AEC willallow a free movement of goods and services, skilled labors and flow ofcapital in Asean countries. However, implementation of the AECframework is not an easy task; Trade policies, mobility of workers,diversity on politic, social, and economy including rapid growth ofeconomic development in China are some challenges to fully integrateAsean countries in a single market of AEC. For Indonesia, AEC providesopportunities to enhance export of goods and services in Aseancountries. Therefore competitiveness of Indonesian products in the AECmarket should be improved. Based upon components of competitivessreported by World Economic Forum (2014), Indonesia was in the top 5among Asean member countries, except competitiveness on efficiency inlabor market that was in the lowest position.
PERUBAHAN IKLIM DAN PERDAGANGAN KARBON DARI PENURUNAN EMISI GAS RUMAH KACA (GRK) Wardoyo Wardoyo
JMB : Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 5, No 1 (2016): JMB : Jurnal Manajemen dan Bisnis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jmb.v5i1.1993

Abstract

Green house gases (GHG) in the atmosfer increase rapidly as a result of human activities such as the use of fossil energy for industry, power, and transportation, as well as the change of land uses for settlement, crop estates, buildings and others. Increase of GHG on air will rise temperature up, and change climate on earth. Scientific evidence indicated that climate change is a serious threat and needs urgent action. An increase in temperature for 2o celcius may cause a severe disaster such as flooding along shore lines and small islands, extinction of 15% - 40% species, and decrease of 20% agricultural products. GHG emissions can be reduced in several ways among other things are by decreasing demand on goods and services that causes intensive emissions, and avoiding activities that change land uses i.e., deforestation, estate crop development and mining. Markets for carbon trading are available in Tokyo, New York, Chicago, and this market encourages efficient GHG emission reduction. REDD is another scheme of carbon trading. In this scheme carbon emissions reduction from the forests will receive incentive/compensation (in financial value). However, the scheme is still in a process of development in global negotiation. This paper highlighted and described background on climate change, efforts toreduce GHG emissions, REDD scheme and problems in its implementation.
Animo Orang Tua Menyekolahkan Anak di Madrasah Ibtidaiyah Nahdlotur Rijal Kroya Indramayu Wardoyo Wardoyo; Irvan Iswandi; Kartini Kartini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin Vol. 3 No. 1 (2023): Januari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/wrd.v2i1.260

Abstract

Pendidikan merupakan sarana utama dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sekolah sebagai lembaga pendidikan yang dituntut untuk selalu meningkatkan kualitas atau mutu suatu sekolah. Orang tua semakin dituntut untuk memiliki animo dan strategi khusus dalam memilih sekolah bagi masa depan anak-anaknya. Sekarang ini begitu banyak orang tua yang termotivasi untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah berbasis Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar animo dan faktor-faktor yang mempengaruhi orang tua untuk menyekolahkan anaknya di Madrasah Ibtidaiyah Nahdlotur Rijal Kecamatan Kroya Kabupaten Indramayu. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian deskriptif kualitatif dengan rancangan studi kasus. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa animo orang tua sangat tinggi untuk menyekolahkan anak di Madrasah Ibtidaiyah Nahdlotur Rijal Kroya Indramayu. Hal ini karena; 1) Ingin anaknya memiliki pengetahuan agama, 2) MI Nahdlotur Rijal memiliki kualitas KBM yang baik. 3) Lokasi madrasah dekat tempat tinggal. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi diantaranya; 1) Animo masyarakat Desa Kroya, 2) Latar belakang pendidikan orangtua dan anak, 3) Lingkunga keluarga dan masyarakat Desa Kroya, 4) Sarana dan prasarana MI Nahdlotur Rijal.