Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

EXPRESSIONS of CARING PADA PERAWAT MUSLIM Putri Mayasari; Urai Hatthaki; Pratyanan Thianchanya
Idea Nursing Journal Vol 9, No 2 (2018): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.624 KB) | DOI: 10.52199/inj.v9i2.14027

Abstract

Pelayanan keperawatan merupakan bagian dari keberhasilan suatu pelayanan kesehatan di rumah sakit sehingga peran perawat dinilai sangat penting dalam meningkatkan serta mewujudkan kesehatan klien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekspresi caring antar perawat muslim di Indonesia. Metodelogi penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di rumah sakit pendidikan di Banda Aceh- Aceh Indonesia pada 50 orang perawat muslim sebagai informan. Pengumpulan data dilakukasn dengan metode focus group discussions (FGD) dan dilengkapi dengan wawancara perorangan. Analisa data dilakukan dengan content analysis dari McCain. Hasil penelitian menunjukkan: ekspresi caring diklasifikasikan kedalam empat item mengikuti konsep Barolia dan Karmaliani yaitu: (1) ekspresi caring pada teman perawat ketika mereka sakit, (2) ekspresi caring pada teman perawat dalam melaksanakan Sholat, (3) ekspresi caring dalam melakukan hal positif pada teman perawat; kejujuran, tidak menyakit orang lain, pemerataan, dan keadilan (4) ekspresi perawat pada teman yang memiliki anggota keluarga yang sakit atau meninggal. Kata Kunci : caring, ekspresi caring, Islam, kolega perawat ABSTRACTNursing services are part of the success of a health service in a hospital so the role of nurses is considered important in improving and creating client’s health. This study aims to explore expressions of caring among Muslim nurses in Indonesia. The research method was descriptive qualitative study was conducted in a teaching hospital in Banda Aceh – Aceh , Indonesia with fifty Muslim nurses as informants. Data were collected using focus group discussions complemented by individual interviews. The data were analyzed using content analysis according to McCain. The results of this study showed that: The caring expressions were classified into four themes following the Islamic concept of Barolia and Karmaliani: (1) expressions of caring for nurse colleagues who were in pain; (2) expressions of caring for nurse colleagues in performing Salaah as duties toward Allah; (3) expressions of caring in positive doing to colleagues; expressions of caring in honesty, expressions of caring when colleagues doing harmful for others, expressions of caring in equity, and expressions of caring in justice; and (4) expressions of caring for nurse colleagues who were having a serious sickness or the death of a family member.Keywords: caring, caring expression, Islam, nurse colleagues.
Model Pembelajaran Creative Problem Solving Untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Dan Keterampilan Generik Sains Siswa SMP Putri Mayasari; A. Halim; Suhrawardi Ilyas
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 1, No 1 (2013): OKTOBER 2013
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.884 KB)

Abstract

Penelitian ini adalah implementasi model pembelajaran Problem Solving Kreatif (PSK) dalampembelajaran konsep tekanan. Tujuan penelitian adalah untuk melihat efektivitas penggunaanmodel penyelesaian masalah kreatif dan juga untuk meningkat pemahaman konsep danketrampilan generic sains pada konsep tekanan siswa Sekolah Menengah Atas. Pelaksamaampenelitian menggunakan metode penelitian “the matching-only pretest-posttest control group”.Penelitian dilakukan pada kelas VIII siswa Sekolah Menengah Pertama tahun ajaran 2012/2013.
The Relationship of Nurses Response Time With Family Anxiety of Ed Patients Based on Triage at RSU Muslimat Ponorogo Rahmania Ambarika; Putri Mayasari; Novita Ana Anggraini
Journal of Global Research in Public Health Vol. 9 No. 1 (2024): June
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jgrph.v9i1.501

Abstract

The patient's response time is required ≤ 5 minutes to get help appropriate to the emergency to increase safety. Opportunities can be increased with prompt handling. The tendency for patients treated in the ER to expect quick treatment. Perceptions of delays in treatment can cause patient anxiety. The aim of this research is to analyze the relationship between nurse response time and emergency room patient family anxiety based on triage at RSU Muslimat Ponorogo. This research design is cross sectional with a sample size of 123 respondents. The sampling technique uses purposive sampling. Research questionnaires use questionnaires to test clinical profile correlations. Slow response time will be perceived by the patient's family as having no acceptance or rejection of him and is a factor in increasing anxiety. This will cause an increase in sympathetic nerves which will cause symptoms such as dizziness, shaking, headaches, sweating, and increased pulse rate. From this research data, it shows that the nurse's response time is slow, and the patient's family experiences severe anxiety. Based on the results of the Spearment correlation test, P value = 0.024 (<0.05), which means that H0 is rejected and H1 is accepted, which means there is a relationship between nurse response time and patient family anxiety in the emergency room at RSU Muslimat Ponorogo. In each triage, there are differences in the level of anxiety felt by the patient's family. in the green triage most experienced mild anxiety, in the yellow triage most experienced moderate anxiety, in the red triage most experienced severe anxiety and in the black triage the majority experienced very severe anxiety.   
Gambaran Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Kesehatan di Ruang Rawat Inap Aqsha 1 Rumah Sakit Pemerintah Aceh Rahmah Adilah; Ardia Putra; Hajuul Kamil; Putri Mayasari
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Bulan Oktober
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i2.232

Abstract

Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Salah satu metode yang digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan tersebut adalah melalui Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Penilaian ini mencerminkan persepsi pasien terhadap pelayanan yang diberikan oleh perawat selama menjalani perawatan di ruang rawat inap. Karya ilmiah akhir ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan pasien dengan menggunakan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap Pelayanan Kesehatan di Ruang Rawat Inap Aqsha 1 Rumah Sakit Pemerintah Aceh. Desain studi kasus yang digunakan adalah cross-sectional study. Sampel studi kasus berjumlah 24 responden pasien yang dirawat di ruangan tersebut. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dan dianalisis secara deskriptif. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa secara umum tingkat kepuasan pasien berada dalam kategori sangat baik, dengan nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 81,83%. Unsur pelayanan dengan kategori sangat baik terdapat pada biaya/tarif. Sementara itu, pada kategori baik, yaitu perilaku petugas, persyaratan pelayanan, kompetensi petugas, standar pelayanan, prosedur pelayanan, serta sarana prasarana. Adapun unsur yang berada pada kategori kurang baik yaitu penanganan pengaduan dan waktu pelayanan. Kesimpulan dari studi ini adalah pelayanan kesehatan di Ruang Rawat Inap Aqsha 1 berada pada kategori sangat baik dan telah memenuhi harapan sebagian besar pasien. Namun demikian, peningkatan mutu pelayanan tetap diperlukan terutama pada aspek kecepatan pelayanan dan penanganan pengaduan guna meningkatkan kepuasan pasien secara optimal dan berkelanjutan. 
GAMBARAN PENERAPAN PRE-POST CONFERENCE DI RUANG RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT Anggariswa Anggariswa; Rachmah Rachmah; Putri Mayasari; Muhammad Yusuf
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5401

Abstract

Pre dan post conference merupakan bagian penting dalam komunikasi klinis tim keperawatan yang bertujuan untuk menjamin kesinambungan, efektivitas, dan standar keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pre dan post conference di Ruang Rawat Inap di Rumah Sakit. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus observasional menggunakan form yang merujuk pada MPKP. Observasi dilakukan selama 3 hari pada 9 shift. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pre conference hanya 22,2% dan post conference 55,6%. Pelaksanaan kegiatan tersebut perlu perbaikan melalui langkah strategis. Rumah sakit perlu menjadwalkan pre dan post conference secara rutin tiap shift, meningkatkan kehadiran perawat, serta memperkuat peran kepala ruangan dan ketua tim dalam supervisi.
GAMBARAN PENERAPAN PRE-POST CONFERENCE DI RUANG RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT Anggariswa Anggariswa; Rachmah Rachmah; Putri Mayasari; Muhammad Yusuf
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5401

Abstract

Pre dan post conference merupakan bagian penting dalam komunikasi klinis tim keperawatan yang bertujuan untuk menjamin kesinambungan, efektivitas, dan standar keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pre dan post conference di Ruang Rawat Inap di Rumah Sakit. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus observasional menggunakan form yang merujuk pada MPKP. Observasi dilakukan selama 3 hari pada 9 shift. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pre conference hanya 22,2% dan post conference 55,6%. Pelaksanaan kegiatan tersebut perlu perbaikan melalui langkah strategis. Rumah sakit perlu menjadwalkan pre dan post conference secara rutin tiap shift, meningkatkan kehadiran perawat, serta memperkuat peran kepala ruangan dan ketua tim dalam supervisi.