Tanto Aljauharie Tantowie
Universitas Islam Darussalam Ciamis

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Ethics of Reproductive Education for Children According to the Book of Tarbiyat al-Aulad fi al-Islam by Abdullah Nashih ‘Ulwan Nurjanah, Nunung; Tantowie, Tanto Aljauharie
JPPI | Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2018): Juli-Desember 2018
Publisher : Graduate Program, Darussalam Institut for Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.023 KB)

Abstract

One of the problems of child education that is very serious in the environment of Islamic education institutions is about sexual education. There are views that are pro and contra to the implementation of sexual education in Islamic education institutions. However, as long as sexual education is carried out based on ethical norms, sexual education remains important for children. This study succeeded in exploring a number of ethics that can be used as the basis for the implementation of sexual education for children.
Penggunaan Metode Kata Lembaga untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Peserta Didik Nurjanah, Nisa; Ainusyamsi, Fadlil Yani; Tantowie, Tanto Aljauhari
Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Graduate Program, Universitas Islam Darussalam (UID) | Islamic University of Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB)

Abstract

This study is a classroom action research with two cycles in MIN Rajadesa Ciamis. The study succeeded in increasing the ability to read the beginning of learners through the application of methods of kata lembaga. From the aspect of early reading skills of students on an individual basis, in the first cycle only 4 learners who reach the level of completeness (40%) and the second cycle, all students have achieved mastery (100%). Additionally, the performance of teachers in the implementation of learning Indonesian by using the kata lembaga, also experienced a discernable rise from an average score of 4.12 in the first cycle to 4.88 in the second cycle.
PENDIDIKAN SEKS BAGI ANAK Fitri, Sofia Ratna Awaliyah; Tantowie, Tanto Aljauharie
Tarbiyat al-Aulad: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 2 No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.923 KB)

Abstract

Dewasa ini perkembangan ilmu dan teknologi telah membuat dunia serba transparan, mudah, dan cepat diakses oleh siapa, kapan, di mana saja. Informasi dan pengalaman seksual bisa diperoleh secara bebas, dan tanpa filter. Akses informasi seks sangatlah mudah dan cepat dari berbagai media, informasi tersebut dengan mudah didapat melalui internet, Handphone, majalah, serta media lainnya. Maka selayaknya orang tua sebagai pihak pertama yang bertanggung jawab terhadap keselamatan putra putrinya dalam menjalani tahapan-tahapan perkembangan (fisik, emosional, intelektual, seksual, sosial, dan lain sebagainya) yang harus mereka lalui, dari mulai masa anak-anak sampai dengan dewasa. Agama Islam adalah salah satu agama yang mengajarkan kesatuan di dalam mempelajari pengetahuan apapun terlebih soal pendidikan seks. Banyaknya informasi tentang seks yang dipahami oleh remaja muslim yang demikian apa adanya mendorong pendidikan dalam dunia Islam untuk merumuskan pendidikan seks dengan demikian diharapkan mereka mampu membedakan dengan jelas dan tegas mana pendidikan seks yang mencakup nilai-nilai Islam dengan pendidikan seks yang sekuler dan terkandung cenderung menafikan kaidah kesatuan yang ada dalam nilai-nilai ajaran agama Islam. Artikel ini akan membahas pendidikan seks bagi anak dari sudut pandang Islam.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM AL-QURAN SURAH AL-AN’AM AYAT 151-153 DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (Studi Analisis terhadap Tafsir Al-Munir Karya Wahbah Az-Zuhaili) Sofia Ratna Awaliyah Fitri; Tanto Aljauharie Tantowie
Tarbiyat al-Aulad: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 1 No 1 (2016): Februari 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.934 KB)

Abstract

Pada pendidikan Islam, karakter merupakan salah satu bagian yang sangat diperhatikan dalam Al-Qur’an. Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam merupakan salah satu sarana pengembangan karakter. Oleh karena itu pengembangan pendidikan karakter yang sesuai dengan Al-Qur’an mutlak dilakukan. Di dalam Al-Qur’an ada begitu banyak nilai-nilai karakter yang dapat diacu dalam melaksanakan pendidikan Islam, yang mana nilai-nilai tersebut tentunya akan lebih relevan dan sejalan dengan tujuan pendidikan Islam. Q.S Al-An’am ayat 151-153 memiliki kandungan nilai-nilai karakter yang patut untuk digali dan dikembangkan lebih lanjut, karena itu penelitian ini diharapkan dapat menggali nilai-nilai karakter yang ada di dalamnya, dan mengimplementasikannya dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) tafsir dan kandungan Q.S.Al-An’am ayat 151-153 yang terdapat dalam tafsir al-Munir, 2) nilai pendidikan karakter dalam Q.S.Al-An’am ayat 151-153 yang terdapat dalam tafsir al-Munir, 3) implementasi nilai-nilai pendidikan karakter tersebut dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis isi (content analysis), karena penelitian ini menganalisis interpretasi Wahbah az-Zuhaili terhadap Q.S. Al-An’am ayat 151-153 dalam tafsir al-Munir. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan. Data-data yang terkumpul lalu dianalisis dengan pemrosesan satuan, kategorisasi, dan penafsiran data. Dari hasil penelitian dapat diperoleh kesimpulan bahwa penelitian menunjukkan terdapat nilai-nilai pendidikan karakter dalam Q.S. Al-An’am ayat 151-153. Nilai-nilai tersebut adalah: takwa, kasih sayang, tanggung jawab, cinta damai, peduli sosial, dan adil. Nilai takwa yang terdapat pada karakter religius merupakan karakter yang kompleks. Tidak hanya sebatas penyembahan terhadap Allah, tetapi juga berimplikasi pada karakter yang lain. Nilai-nilai pendidikan karakter tersebut dapat diimplementasikan tidak hanya dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas, tetapi juga lewat lingkungan pendidikannya yaitu sekolah, serta pendidiknya. Dalam pendidikan karakter beberapa metode yang dapat dipakai antara lain metode targhib, kisah, pembiasaan,perintah, larangan, dialog (debat) dan qudwah
PENDIDIKAN ANAK USIA SD/MI DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN SURAT AN-NISA AYAT 9 (Analisis Tafsir Al-Mishbah Karya M. Quraish Shihab) Mia Muyasaroh; Tanto Aljauharie Tantowie; Sri Meidawaty
Tarbiyat al-Aulad: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 4 No 2 (2019): November 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Education is the determinant of human life, good education will lead to a better standard of life, both from a spiritual and material perspective, without education, humans are just like animals. If we look at the modern era or what is better known as the era of globalization, we have encountered a lot of criminal acts (crimes) committed by a child. Elementary school (SD) children bully their younger siblings, junior high school (SMP) children dare to fight their parents, dare to take belongings of their friends and high school (SMA) children without being embarrassed to be alone with the opposite sex who is not a mahrom, are involved in brawls between students, illegal races, motorcycle gangs, promiscuity, drugs and so on are increasingly troubling parents and society. Therefore, the Al-Mishbah exegesis offers a solution to these problems because the Al-Qur ‟an surah An-Nisa Verse 9 in Al-Mishbah's interpretation of basic education is to build a better generation. The objectives of this study are 1) Knowing the interpretation of Surat An-Nisa verse 9 in Tafsir Al-Mishbah by M. Quraish Shihab, 2) Knowing education for elementary age children in Tafsir Al-Mishbah by M. Quraish Shihab. In this study the authors used a type of library research (library research). The explanation in this scientific paper uses the Content Analysis method, which is research that is in-depth discussion of the content of written information in printed media. The source of the data in this study, the writer got through the research library (literature review), the author collected a number of books, interpretations and scientific works that explain the letter An-Nisa verse 9. The data source used is the data source of the data. primary (Tafsir Al-Mishbah) or secondary data or from libraries, journals or others. The data collection technique carried out by the author is documentation, namely by collecting materials and data through reading and examining interpretations, books, journals and other information materials. While the author's data analysis techniques through the following steps: data interpretation, categorization and data processing. The results of this study found that in the Al-Qur ‟an Surat An-Nisa verse 9 according to the interpretation of Al-Mishbah by M. Quraish Shihab as follows: First, that this verse is related to the responsibility of parents towards future generations which are material in nature. But in verse 9 it is implied that the responsibility towards offspring is not only material, but also immaterial such as education and cultivation of piety. Second, the concept of education contained in the letter An-Nisa verse 9 states that parents have a duty and responsibility to educate their children so that the attitudes and behavior and personality of children in the future will be better; implementation of piety for parents in educating children, as well as; educational methods that must be done by parents in educating children.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KEDISIPLINAN DALAM AL-QUR’AN SURAT AL-‘ASHR AYAT 1-3 MENURUT TAFSIR AL-MARAGHI Sofia Ratna Awalaiyah Fitri; Tanto Aljauharie Tantowie
Tarbiyat al-Aulad: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 2 No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.938 KB)

Abstract

Ahmad Musthafa Al-Maraghi dalam tafsir Al-Maraghi menjelaskan bahwa untuk memahami hakikat dari nilai pendidikan kedisiplinan antara lain seperti yang telah dideskripsikan Allah dalam Q.S Al-’Ashr ayat 1-3, yang menjelaskn bahwa Allah telah bersumpah atas nama waktu, celakalah bagi manusia yang menyia-nyiakan waktu untuk hal kurang bermanfaat, kecuali orang yang memiliki keiman, selalu beramal soleh saling berwaiat terahdap kebenaran dan kesabaran. Metode yang digunakan adalah metode content analysis, karena penelitian ini bersipat normatif dan berkaitan dengan teks, yakni mengenai interprestasi Ahmad musthofa Al-Maraghi terhadap Q.S Al-’Ashr ayat 1-3 dalam tafsir Al-Maraghi. Teknik pengumpulan data yang di pergunakan adalah studi kepustakaan. Kesimpulan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Tafsir Al-Qur’an surat Al-’Ashr ayat 1-3 menurut tafsir Al-Maraghi adalah sebagai berikut: a) Ayat 1 surat Al-’Ashr berisi pentingnya (makna) waktu dalam kehidupan manusia. b) Ayat 2 berisi manusia dalam keadaan merugi, kecuali orang yang Allah kecualikan. c) Pada ayat 3 menjelaskan 3 cara yang harus dilakukan agar tidak termasuk orang yang rugi, yaitu: Beriman dan beramal soleh,Saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. 2) Nilai-nilai pendidikan kedisiplinan dalam Q.S Al-’Ashr ayat 1-3 menurut tafsir Al-Maraghi adalah sebagai berikut: a) Disiplin adalah suatu keimanan yang kuat, yang menimbulkan dorongan untuk adanya niat memanfaatkan waktu. b) nilai kedisiplinan membuat seseorang mempunyai planing masa depan yang akan ditempuh, supaya memiliki tujuan jelas dan terarah. c) Prinsip disiplin dengan pemanfaatan waktu seefektif dan seefisien mungkin meminimalisir waktu tidak berguna yang menimbulkan penyesalan di kemudian hari. d) Apabila tertanam sifat disiplin akan menanamkan kedisiplinan kepada orang lain dengan saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. 3) Implikasi nilai-nilai pendidikan kedisiplinan dalam Q.S Al-’Ashr Ayat 1-3 adalah sebagai berikut: a) Niat disiplin akan timbul keikhlasan, ketenangan, dan kenyamanan. b) Membuat planing maka hidup akan jelas dan terarah dan adanya persiapan. c) Disiplin yang terjaga akan memiliki ketegasan dan kesuksesan. d) Menanamkan disiplin kepada orang lain maka akan meluasnya kedinamisan sifat memanfaatkan waktunya, akan banyak saudara sepemikiran dan keyakinan kuat dalam upaya melatih dirinya berbuat kebaikan, dan akan muncul menjadi suatu gerakan yang berupaya mengembalikan identitas diri manusia sebagai makhluk yang paling mulia dimuka bumi.
ETIKA PENDIDIKAN SEKS BAGI ANAK MENURUT ABDULLAH NASHIH ‘ULWAN Nunung Nurjanah; Tanto Aljauharie Tantowie
Tarbiyat al-Aulad: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 4 No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This literature research aims to find out Abdullah Nashih ‘Ulwan's views on sex education for children. The results showed that: First, educational ethics are all actions that are in accordance with ethics in the world of education, so as to form qualified and moral human beings. Educational ethics that must be taught to children in general, namely the ethics of children to parents, the personal ethics of a student, the ethics of children to teachers, and the ethics of children when learning. Second, the ethics of sex education that is appropriate for children according to Abdullah Nashih 'Ulwan, namely: 1) Teach ethics asking permission to enter (into the room of parents and others) within 3 times, namely: a) before the dawn prayer, because that time is the time when the husband and wife are still in bed, b) noon, because usually at that time is the time the husband / wife strips off their marriage with their partner, and c) after the evening prayer, because that time is the time to sleep and rest. 2) Ethics see as: ethics sees mahram, ethics sees fiancee, ethics sees wife, ethics sees women who are not mahram, ethics of men sees men, ethics of women sees women, ethics of non-Muslim women sees Muslim women, ethics of seeing children teenagers who are handsome, women's ethics see men who are not mahram, ethics see the genitals of small children, forced situations that are allowed to see, see with the aim to treat, and see with the aim of giving decisions and testimonies in court. 3) Keep the child away from anything that leads to sex; and 4) Teach the child the syar'i laws relating to adolescence and adulthood
KURIKULUM PAI DI PESANTREN SALAF: OBSERVASI LAPANGAN DI PONDOK PESANTREN RIYADLUL ULUM TEMPURSARI Muhammad Rofi Shohibuddin; Tanto Aljauharie Tantowie
As-Sulthan Journal of Education Vol. 3 No. 1 (2026): Januari
Publisher : As-Sulthan Journal of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di Pesantren Salaf berdasarkan hasil observasi lapangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan wawancara yang dilakukan di Pondok Pesantren Riyadlul Ulum Tempursari, Desa Panaragan, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis. Fokus kajian meliputi desain pengembangan kurikulum, pendekatan pengembangan kurikulum, tujuan PAI, isi atau materi pembelajaran, proses belajar mengajar, serta evaluasi kurikulum PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum PAI di Pesantren Salaf tidak disusun dalam bentuk dokumen tertulis, melainkan berkembang secara tradisional melalui alur pengajian kitab kuning yang diwariskan secara turun-temurun dan berada di bawah otoritas pengasuh pesantren. Pendekatan pengembangan kurikulum bersifat tradisional-transmisi yang menekankan tafaqquh fi al-din, namun tetap adaptif terhadap kebutuhan sosial santri. Tujuan PAI diarahkan pada pembentukan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia santri secara holistik. Materi PAI berfokus pada ilmu-ilmu keislaman klasik yang bersumber dari kitab turats, sementara proses pembelajaran dilakukan melalui metode bandongan, sorogan, dan halaqah yang dipadukan dengan pembiasaan dan keteladanan. Evaluasi kurikulum dilaksanakan secara kualitatif dan berkelanjutan dengan menekankan pemahaman kitab dan pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini menegaskan bahwa kurikulum PAI di Pesantren Salaf memiliki karakteristik khas yang berorientasi pada pembentukan kepribadian Islami dan kesalehan sosial santri.
INTEGRASI KURIKULUM ISMUBA DALAM MEMBENTUK ETOS KERJA PROFESIONAL SISWA: STUDI KASUS DI SMK MUHAMMADIYAH TASIKMALAYA Andri Iskandar; Tanto Aljauharie Tantowie
As-Sulthan Journal of Education Vol. 3 No. 2 (2026): Maret
Publisher : As-Sulthan Journal of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to explore the mechanism of the integration of the Al-Islam, Kemuhammadiyahan, and Arabic Language (ISMUBA) curriculum in shaping the professional work ethic of students at SMK Muhammadiyah Tasikmalaya. The main challenge for vocational school graduates today is the need for moral integrity and a work ethic that aligns with the demands of the industrial world. This study uses a descriptive qualitative approach with a field study method. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation with research subjects including the Principal and Islamic Religious Education (PAI) teachers. The results show that the integration of the ISMUBA curriculum is implemented as a "spirit" that animates technical competencies through the synchronization of theological values ​​​​with vocational practices. The formation of students' professional character is strengthened through spiritual habituation programs such as One Day Five Ayat (ODFA) to train accuracy, Duha Prayer for discipline, and Al-Islam Development Night (MPA) to organize work intentions as worship. In addition, students' independence and social intelligence are developed through the activities of the Autonomous Organization (Ortom) and the Lazismu Infaq Movement. This synergy has proven effective in producing graduates who are not only technically competent, but also possess strong moral integrity in accordance with the vision of "Progressive Islam".
PENGEMBANGAN KURIKULUM PAI DI RA AL-FADLILIYAH DARUSSALAM CIAMIS Asep Samsul Umam; Melly Oktaviani; Tanto Aljauharie Tantowie
As-Sulthan Journal of Education Vol. 3 No. 2 (2026): Maret
Publisher : As-Sulthan Journal of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to evaluate the implementation of the Islamic Religious Education (IRE) curriculum at RA Al-Fadliliyah Darussalam through field observations and comprehensive analysis of the curriculum's design, approach, objectives, materials, learning process, and evaluation. The results show that the implementation of the IRE curriculum at this RA has been carried out comprehensively and integratively, in accordance with the principles of early childhood education. The adopted curriculum design combines the Merdeka Curriculum, the CINTA-Based Curriculum, and pesantren characteristics, which focus not only on knowledge but also on the formation of morals and Islamic values.  The approach used is thematic-integrative and play-based learning, where religious values are internalized through daily routines, motor activities, games, stories, and projects. Flagship programs such as IQRA, prayer memorization, pesantren-based schools, and the adiwiyata curriculum demonstrate the institution's commitment to building religious character, love for the environment, and love for Indonesia. Overall, RA Al-Fadliliyah Darussalam has effectively implemented the PAI curriculum with consistent habits and a religious learning environment. Continuous evaluation also contributes positively to improving the learning design, so that this curriculum has had a positive impact on the religious and personal development of students.