JUMAHIR JUMAHIR
Universitas Muhammadiyah Luwuk

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

STRATEGI MANAJEMEN KOMUNIKASI PSIKOLOGI PENDIDIKAN ANTARA GURU DAN SISWA DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR DI MTs NEGERI 1 BANGGAI JUMAHIR JUMAHIR
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL-ILMI Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.201 KB) | DOI: 10.32529/al-ilmi.v1i2.257

Abstract

Abstrak : Penelitian ini berkenaan dengan Strategi Manajemen Komunikasi Psikologi Pendidikan Antara Guru Dan Sisa Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Di MTs Negeri 1 Banggai. Uraian penelitian ini berangkat dari rumusan masalah yakni: Bagaimana Strategi Manajemen Komunikasi Psikologi Pendidikan Antara Guru Dan Siswa Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Di MTs Negeri 1 Banggai?. Untuk menjawab masalah tersebut digunakanlah penelitian metode kualitatif dengan analisis manajemen pendidikan Islam. Adapun teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian sebagai berikut: Strategi manajemen komunikasi psikologi pendidikan antara guru dan siswa dalam mengatasi kesulitan belajar di MTs Negeri 1 Banggai, sebagai berikut: Penanganan kasus siswa yang bermasalah yang dilakukan oleh Guru BK setelah mendapat laporan dari guru bidang studi dan wali kelas, sebelum melaporkan siswa terlebih dahulu masalah tersebut diselesaikan oleh guru dan wali kelas, Untuk menyelesaikan masalah siswa, guru BK mendalami permasalahan tersebut dengan mencari informasi dari guru yang melapor maupun dari siswa, dengan cara: 1, Guru BK memulihkan mental siswa yang bermasalah, kerena siswa yang bermasalah memiliki mental yang tidak stabil. 2. Mendalami masalah yang dialami oleh siswa. 3. Memberikan solusi berdasarkan permasalahan yang timbul. 4. Melakukan bimbingan kepada siswa secara kontinyu sampai maslah  tersebut selesai dan 5. Membangun komunikasi dengan siswa dan meminta guru atau wali kelasnya untuk memberikan perhatian lebih selama proses komunikasi berlangsung. Kata kunci : Strategi manajemen komunikasi psikologi pendidikan
RESPON SISWA TERHADAP STRATEGI MANAJEMEN KOMUNIKASI PSIKOLOGI PENDIDIKAN ANTARA GURU DAN SISWA DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR DI MTS NEGERI 1 BANGGAI JUMAHIR JUMAHIR
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL-ILMI Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.445 KB) | DOI: 10.32529/al-ilmi.v2i1.264

Abstract

Abstrak : Penelitian ini berkenaan dengan Respon siswa terhadap strategi manajemen komunikasi psikologi pendidikan antara guru dan siswa dalam mengatasi kesulitan belajar di MTs Negeri 1 Banggai?. Untuk menjawab masalah tersebut digunakanlah penelitian metode kualitatif dengan analisis manajemen pendidikan Islam. Adapun teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian sebagai berikut: Adapun respon siswa terhadap strategi manajemen komunikasi psikologi pendidikan antara guru dan siswa dalam mengatasi kesulitan belajar di MTs Negeri 1 Banggai, sebagai berikut: 1 Awalnya siswa bersikap acuh tak acuh dengan proses pembimbingan, namun karena terus dibimbing dan diarahkan secara kontinyu sikap tersebut berubah menjadi lebih bersunggu-sungguh dalam melaksanakan saran dari guru BK, 2. Merasa senang karena permasalahan yang dialami dapat terselesaikan 3. Siswa merasa lebih dekat dengan guru, karena telah terbangun komunikasi yang baik 4. Siswa merasa senang karena hubungannya dengan guru dapat diperbaiki melalui komunikasi psikologi pendidikan dan 5. Siswa merasa terbantu dalam menyelesaikan masalah pelajaran yang dianggap sulit melalui pembentukan kelompok belajar.Kata kunci : Respon, Strategi, Komunikasi, Psikologi
PENERAPAN KEGIATAN IMTAQ DALAM MENANAMKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA DI SMA Jumahir Jumahir
Damhil Education Journal Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.16 KB) | DOI: 10.37905/dej.v2i1.1396

Abstract

Pengembangan karakter pada lingkungan sekolah pada siswa merupakan tanggungjawab sekolah itu sendiri, melalui kegiatan imtaq secara rutin. Kegiatan Imtaq dalam menanamkan karakter religius siswa di SMA Muhammadiyah Luwuk melalui kegiatan program sekolah. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan kegiatan imtaq dalam menanamkan karakter religius siswa di SMA Muhammadiyah Luwuk. Untuk menjawab masalah tersebut digunakanlah penelitian metode kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data melalui observasi, dan wawancara. Hasil penelitian Penerapan kegiatan imtaq dalam menanamkan karakter religius siswa, sebagai berikut: Penerapan kegiatan Imtaq di SMA Muhammadiyah Luwuk berjalan dengan baik, dilakukan setiap Jum’at pagi sebelum pembelajaran dimulai. Dengan adanya program Imtaq ini siswa dapat mencerminkan karakter yang religius. Namun dibalik telah berjalannya kegiatan imtaq masih terdapat kendala yang dihadapi dalam kegiatan imtaq, yakni: Terdapat beberapa siswa dan guru yang kurang aktif tidak ikut serta dalam proses kegiatan imtaq. Dengan adanya kendala tersebut maka kepala sekolah mencari solusi yang tepat agar kegiatan imtaq berjalan dengan baik, yakni: Kepala sekolah memberikan arahan kepada semua guru-guru terutama guru pendidikan agama Islam supaya terlibat langsung dalam kegiatan imtaq, karena guru harus memberikan contoh teladan yang baik terhadap siswa dengan ikut terlibat dalam kegiatan imtaq sehingga dapat memotivasi siswa untuk tetap melaksanakan kegiatan imtaq.
PERAN GURU DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA DI ERA MODERNISASI Farid Haluti; Nimim Ali; Jumahir Jumahir; Suma K Saleh; Ni'mah Wahyuni
JURNAL PENDIDIKAN GLASSER Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/glasser.v7i1.2467

Abstract

The modernization era is an era where there is a change from traditional to advanced (modern) as it is today which can be seen from various aspects including education. In the era of modernization, the educational aspect focuses on character education. This is because character education has the aim of shaping the character of students to become good individuals and be able to keep up with the times, and it can be formed by the role of teachers. This study aims to be able to know and describe the role of teachers in shaping student character in the modernization era. The research method is carried out qualitatively, namely with a literature study approach (literature study). The results of this study show that the role of teachers in the field of education in an effort to shape the character of students in the modernization era as it is today is very important in order to realize the purpose of character education. From the results of the study, it can be concluded that shaping the character of students, is carried out with the efforts of the teacher so that they can shape the character of students into good individuals and are able to keep up with the times.
PENERAPAN METODE PENDEKATAN KECERDASAN EMOSIONAL DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Farid Haluti; Erniwati La Abute; Jumahir Jumahir; Masrion Tahawali; Sukmawati Sukmawati
Damhil Education Journal Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/dej.v3i2.2296

Abstract

Untuk membangkitkan motivasi belajar siswa, perlu adanya pendekatan yang strategis dari guru. Pendekatan emosional dapat menjadi salah satu cara dalam masalah ini. Hal ini juga diterapkan oleh guru Pendidikan Agama Islam di SMP Cokroaminoto Luwuk Banggai dimana dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didiknya menggunakan pendekatan emosional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana guru Pendidikan Agama Islam di SMP Cokroaminoto Luwuk Banggai dalam meningkatkan motivasi belajar siswa melalui pendekatan emosional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data antara lain observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran PAI di SMP Cokroaminoto. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber, yaitu observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini meliputi: (1) Penerapan pendekatan emosional penting untuk dilakukan guna membangun kedekatan antara guru dan siswa, (2) Motivasi belajar siswa berbeda-beda dengan adanya pengaruh faktor internal dan eksternal dari siswa, (3) Dengan melakukan pendekatan emosional guru dapat mengetahui bagaimana cara meningkatkan motivasi belajar siswa.
Integration of Islamic Values in Secondary School Curriculum: A Case Study in Public Schools Jumahir Jumahir; Mukhtar Muhammad Mahdar Ahmad; Hasrat A Aimang
Journal Evaluation in Education (JEE) Vol 7 No 2 (2026): April
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jee.v7i2.2961

Abstract

Purpose of the study: This study aims to describe and analyze how Islamic values are integrated into the curriculum at public junior high schools in the Luwuk sub-district, and to identify the supporting and inhibiting factors in their implementation. Methodology: This research employs a qualitative case study approach. Data were collected through in-depth interviews with teachers and school principals, direct classroom observations, and analysis of curriculum documents and syllabi. Data were analyzed descriptively through data reduction, presentation, and conclusion drawing. Main Findings: The findings reveal that the integration of Islamic values is carried out implicitly through character strengthening, habituation programs, and contextual approaches across various subjects. Although not all schools apply this integration systematically, educators consistently strive to instill values such as honesty, responsibility, and tolerance. Key supporting factors include teachers' commitment and the reinforcement of school culture, while the main challenges involve limited training opportunities and the absence of standardized curriculum guidelines. Novelty/Originality of this study: This study offers new insights into the practice of integrating Islamic values into formal education at the junior high school level, focusing on local-level factors influencing its implementation. It also highlights the importance of empowering teachers and formulating clearer curricular policies to support the successful integration of these values.
PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP PENGEMBANGAN KARAKTER SOSIAL SISWA Hasna Koba'a; Jumahir Jumahir; Mawaddah Mawaddah
Damhil Education Journal Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/dej.v5i2.3039

Abstract

Perubahan sosial dan tantangan perilaku remaja, seperti meningkatnya kasus perundungan dan lemahnya kemampuan kerja sama di sekolah, menegaskan urgensi penguatan karakter sosial melalui model pembelajaran yang lebih kontekstual dan kolaboratif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PjBL) terhadap pengembangan karakter sosial siswa SMP Muhammadiyah Luwuk. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu pretest–posttest control group. Subjek penelitian adalah siswa SMP Muhammadiyah Luwuk yang dipilih dengan teknik purposive sampling, masing-masing 30 siswa untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui angket karakter sosial berskala Likert yang memuat indikator kerja sama, empati, komunikasi interpersonal, tanggung jawab sosial, dan toleransi, serta diperkuat dengan observasi selama proses pembelajaran. Analisis data dilakukan dengan uji-t berpasangan dan uji-t independen untuk melihat perbedaan peningkatan karakter sosial intra dan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor karakter sosial siswa pada kelas eksperimen meningkat secara signifikan dibandingkan kelas kontrol, dengan nilai p < 0,05. Temuan ini mengindikasikan bahwa PjBL efektif dalam mengembangkan karakter sosial siswa melalui aktivitas kolaboratif dan projek kontekstual. Disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis proyek dapat dijadikan strategi utama penguatan karakter sosial di sekolah berbasis keagamaan. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain mixed-methods dan cakupan sekolah yang lebih luas untuk menggali proses internalisasi karakter secara lebih mendalam
MODEL PENGELOLAAN PENDIDIKAN INKLUSIF DI SEKOLAH UMUM: TANTANGAN DAN SOLUSI Jumahir Jumahir; Masrion Tahawali; Farid Haluti
Damhil Education Journal Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/dej.v5i2.2979

Abstract

Pendidikan inklusif menjadi salah satu tantangan besar dalam sistem pendidikan Indonesia, khususnya di daerah terpencil seperti Kecamatan Luwuk. Meskipun kebijakan inklusi telah diterapkan, banyak sekolah yang masih menghadapi kendala dalam mengimplementasikannya secara efektif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji model pengelolaan pendidikan inklusif di sekolah umum di Kecamatan Luwuk, serta mengidentifikasi tantangan dan solusi yang diterapkan dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan orang tua, serta observasi di lapangan. Analisis tematik dilakukan untuk mengidentifikasi pola dan tema dalam data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada kebijakan yang mendukung, penerapan pendidikan inklusif di Kecamatan Luwuk masih terbatas oleh kurangnya pelatihan guru, fasilitas yang tidak memadai, dan budaya sekolah yang belum sepenuhnya inklusif. Namun, beberapa sekolah berhasil mengembangkan model pengajaran kolaboratif antara guru umum dan guru pendamping, serta mengintegrasikan kurikulum yang lebih fleksibel untuk mendukung keberagaman kebutuhan siswa. Temuan ini menunjukkan pentingnya pelatihan berkelanjutan bagi guru dan penyediaan fasilitas yang ramah disabilitas untuk meningkatkan efektivitas pendidikan inklusif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa meskipun tantangan besar masih ada, model-model pendidikan inklusif yang efektif dapat dikembangkan dengan dukungan yang memadai. Untuk itu, disarankan agar kebijakan dan pelaksanaan pendidikan inklusif lebih difokuskan pada peningkatan kapasitas guru dan penyediaan fasilitas yang lebih baik. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggali lebih dalam faktor-faktor lain yang memengaruhi keberhasilan pendidikan inklusif, serta menerapkan pendekatan yang lebih luas di berbagai daerah.