Hirzi Fathul Hakim
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemetaan Kualitas Tanah dengan Analisis Sistem Informasi Geografis di Kota Samarinda Rabiatul Jannah; Donny Dhonanto; Hirzi Fathul Hakim
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 4, No 1 (2021): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 4 Nomor 1 Agustus 2021
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jatl.4.1.2021.5797.%p

Abstract

Tanah merupakan salah satu dari sumberdaya alam yang berperan penting bagi kehidupan manusia terutama sebagai tempat kegiatan hidup. Pemanfaatan sumberdaya alam tersebut seringkali tidak disertai pemeliharaan, akibatnya lingkungan alam yang menopang kehidupan manusia menjadi rusak. Kualitas tanah adalah kapasitas tanah yang berfungsi mempertahankan fungsinya. Kualitas tanah yang semakin baik akan mendukung kerja fungsi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memetakan status kualitas tanah di Kota Samarinda. Penelitian ini telah dimulai dari bulan Maret 2019 sampai Desember 2019 di Laboratorium Tanah dan Laboratorium Kartografi dan SIG Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif eksploratif yang pendekatan variabelnya dilakukan melalui survei lokasi penelitian dan didukung hasil analisis sifat fisik dan kimia tanah. Penentuan titik lokasi sampel tanah dilakukan dengan metode purposive random sampling mengikuti setiap satuan peta lahan (SPL) yang dibuat. Variabel dari SPL yang dibuat yaitu jenis tanah, penggunaan lahan, dan lereng. Sampel tanah dianalisis dengan parameter berat volume, tekstur, pH, porositas, N-total, P-tersedia, K-tersedia, C-organik dan kedalaman perakaran. Penentuan skor berkisar antara 0-1. Hasil analisis skoring dan fungsi tanah terpilih dijumlahkan untuk menentukan kriteria Indeks Kualitas Tanah (IKT). Hasil penelitian menunjukan terdapat 4 satuan peta lahan jenis tanah Inceptisols di Kota Samarinda. Terdapat satu satuan lahan yang memiliki kriteria kualitas tanah “baik” yaitu satuan peta lahan 2 dengan jenis tanah Aquic Dystrudepts (IKT = 0,61). Sedangkan ketiga satuan lahan lainnya memiliki kriteria kualitas tanah “sedang”, yaitu satuan peta lahan 1 dengan jenis tanah Typic Endoaquepts (IKT = 0,44), satuan peta lahan 3 dengan jenis tanah Typic Dystrudepts (IKT = 0,46), satuan peta lahan 4 dengan jenis tanah Oxic Dystrudepts (IKT = 0,52).
DEVELOPMENT MODEL OF TRANSMIGRATION AREA BASED ON LEADING COMMODITIES IN MUARA KOMAM SUB-DISTRICT Buchari, Ahmad; Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara; Niken Nurmiyati; Hirzi Fathul Hakim; Iqbal Saputra Zana
Journal of Indonesian Rural and Regional Government Vol 9 No 1 (2025): Special Issue
Publisher : Magister Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa "APMD" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jirreg.v9i1.761

Abstract

This study aims to formulate a development model for transmigration areas based on superior commodities in Muara Komam District, Paser Regency, East Kalimantan. The research employs a descriptive qualitative method, using data from document analysis, in-depth interviews, and focus group discussions with local stakeholders, and analyzes official government documents to map the existing superior commodities. The findings indicate that strengthening key commodities, such as horticulture, perennial fruits, biopharmaceutical plants, and livestock, is a major driver of economic growth and improved welfare among transmigrant communities. The proposed development model adopts spatial, regional economic, infrastructure, investment, and area management approaches, integrating an agropolitan system and regional economic networks as the main development drivers. Community-based development is identified as a key element for maintaining the region’s socio-economic sustainability through active participation, agricultural innovation, and equitable resource management. The study recommends policy directions that emphasize synergy among government, investment, and community actors to establish a self-reliant, competitive, and sustainable transmigration area in Muara Komam.