Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Respon Hasil Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) pada Umur Pemangkasan Pucuk Dan Dosis TrichokomposRespon Hasil Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) pada Umur Pemangkasan Pucuk Dan Dosis Trichokompos Putri, Mila Yunianysyah; Dewanti, F. Deru; Hidayat, Ramdan
BIOEDUSCIENCE Vol 8 No 3 (2024): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jbes/14672

Abstract

Background: Increasing the productivity of Chili pepper plants can be done by pruning shoots and using trichotomous biofertilizer as an alternative to chemical fertilizers. This study aims to determine the effect of treating shoot pruning age and adding trichotomous doses on Chili pepper plant yields. Methods: This experiment used a Randomized Block Design with two factors. The first factor is the age of shoot pruning, which consists of 4 treatment levels, namely P0 = No pruning, P1 = shoot pruning 14 HST, P2 = shoot pruning 21 HST, P3 = shoot pruning 28 HST and trichotomous dose as the second factor consisting of 4 treatment levels, namely T0 = Without trichotomous, T1 = 600g/plant, T2 = 800 g/plant, and T3 = 1000 g/plant, so that 16 treatment combinations were obtained with three replications. Results: The results showed that the combination of pruning age treatment of 28 HST and trichotomous dose of 800g/plant produced the best number of flowers. A pruning age of 28 HST gave the best results on the number of leaves, leaf area, productive branches, total number of fruits per plant, and total fruit weight per plant. A trichotomous dose of 800 g/plant gave the best results on plant height, number of productive branches, total number of fruits per plant, and total fruit weight per plant. Conclusion: The pruning age of shoots and trichotomous doses affect the yield of Chili pepper plants.
Pengaruh Jenis Bahan Setek dan Konsentrasi IBA (Indole Butyric Acid) terhadap Pertumbuhan Tanaman Mint (Mentha arvensis) Shofia, Hanifah Salsabila; Dewanti, F. Deru; Sukendah
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 13 No. 1: Januari 2025
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v13i1.217

Abstract

Tanaman mint (Mentha arvensis) merupakan bahan baku pembuatan minyak atsiri yang memiliki tingkat kebutuhan tinggi di pasar internasional. Pemenuhan kebutuhan tersebut dapat diwujudkan melalui peningkatan produktivitas tanaman seperti seleksi bahan tanam dan penggunaan zat pengatur tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis bahan setek dan penambahan IBA (Indole Butyric Acid) dengan konsentrasi yang berbeda dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman mint. Penelitian ini dilaksanakan pada Oktober 2023 hingga Februari 2024 di wilayah Kota Blitar, Jawa Timur. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap 2 faktor yaitu jenis bahan setek serta konsentrasi IBA. Kombinasi setek pucuk dan IBA 20 ppm meningkatkan persentase setek hidup. Kombinasi setek batang dan IBA 20 ppm meningkatkan jumlah tunas pada 4 MST (minggu setelah tanam). Penggunaan setek batang menghasilkan jumlah tunas dan daun yang lebih tinggi pada 4 MST sedangkan setek pucuk menghasilkan jumlah tunas dan daun yang lebih tinggi pada umur 12 hingga 16 MST. Pemberian IBA sebesar 20 ppm mampu meningkatkan jumlah tunas dan jumlah daun pada 4 MST.
Pengembangan dan peningkatan kualitas usaha kerajinan berbasis limbah kayu jati Dewanti, F. Deru; Guniarti, Guniarti; Sulistyono, Agus; Koentjoro, Yonny; Liliek, Liliek
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v4i1.9108

Abstract

The problem is the abundance of untapped teak wood waste that has an impact on environmental pollution. The purpose of this community service activities is to develop an agro-industrial area and become a marketing platform for wood waste processing products. The service activities include: (1) programing preparation and socialization stage, (2) programing and to do exhibition assistance training, (3) monitoring and evaluation, (4) Marketing and promotion. The results obtained from processed teak waste are in the form of vehicle souvenirs such as cars, vespa, motorbikes, rickshaws, mineral water containers, fruit containers, and ashtrays which have been exhibited as superior products at the sub-district level. This program is implemented by UPN Veteran East Java together with Soerja Ngawi University and the Ngawi Food Security Agency. Activities carried out include comparative studies, mentoring, apprenticeship, procurement of tools and training for making souvenirs from waste, and marketing for groups of craftsmen. Waste processing is beneficial for the community in increasing knowledge and skills, increasing community income, and making the regional superior product of Ngawi Regency. Environmental pollution can be overcome by utilizing waste into superior products.
Respon Macam Pupuk terhadap Pertumbuhan, Hasil dan Omega-3 pada Tanaman Krokot (Portulaca oleracea L.) Nabilah, Lutfiah; Dewanti, F. Deru; Koentjoro, Yonny; Tarigan, Puji Lestari
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v6i3.1290

Abstract

Tanaman Krokot (Portulaca oleracea L,) salah satu jenis tanaman liar yang dapat digunakan sebagai obat. Krokot dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat karena memiliki banyak kandungan gizi. Kandungan vitamin dalam krokot dapat digunakan sebagai antioksidan senyawa yang dapat melindungi sel dari kerusakan yang berasal dari radikal bebas. Kandungan gizi yang banyak pada tanaman krokot menjadikan alasan bahwa tanaman krokot dapat dijadikan sebagai tanaman budidaya. Budidaya tanaman membutuhkan pupuk untuk menambah nutrisi tanaman. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pupuk yang paling baik terhadap pertumbuhan dan hasil pada tanaman krokot. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Agroklimatologi UPN “Veteran” Jawa Timur. Perlakuan ini terdiri dari faktor yaitu macam pupuk yang terdiri dari 5 perlakuan P0 : tanpa pupuk (kontrol), P1 : pupuk kandang sapi, P2 : pupuk kandang kambing, P3 : pupuk kandang ayam dan P4 : pupuk kascing. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang kambing mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman krokot. 
Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Pemberian Dosis Pupuk Guano Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Krokot (Portulaca oleracea L.) Dewi, Amniresta Syahda; Dewanti, F. Deru; Triani, Nova; Tarigan, Puji Lestari
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v6i3.1255

Abstract

Krokot merupakan tanaman gulma yang memiliki banyak kandungan yang baik untuk tubuh. Krokot dapat dikonsumsi sebagai bahan pangan dan dijadikan obat herbal. Banyaknya manfaat yang terkandung dalam krokot, tanaman ini memiliki potensi untuk pemanfaatannya sehingga dapat dibudidayakan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui komposisi media tanam dan dosis pupuk guano yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman krokot. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Jawa Timur pada bulan Agustus hingga September 2022. Faktor pertama adalah komposisi media tanam (M) yang terdiri dari 3 taraf yaitu M1 : tanah + arang sekam (1:1), M2 : tanah + arang sekam + pupuk kandang ayam (1:1:1), M3 : tanah + arang sekam + pupuk kandang sapi (1:1:1) dan dosis pupuk guano (D) sebagai faktor kedua yang terdiri dari 4 taraf yaitu D0 : tanpa pupuk guano (kontrol), D1 : dosis pupuk guano 15 g.polybag-1, D2 : dosis pupuk guano 20 g.polybag-1, D3 : dosis pupuk guano 25 g.polybag-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tanam tanah : arang sekam : pupuk kandang sapi (1:1:1) dan dosis pupuk guano 15 g.polybag-1 memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah daun, jumlah cabang, diameter tajuk tanaman dan berat segar tanaman krokot.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PARIA (Momordica charantia L.) TERHADAP MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI PGPR Armadianty, Fany Risma; Dewanti, F. Deru; Pribadi, Didik Utomo; Wiyatiningsih, Sri
Agrika Vol. 19 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i1.6629

Abstract

Paria (Momordica charantia L.) merupakan tanaman pertanian hortikultura, memiliki rasa pahit, dan dimanfaatkan sebagai bumbu masak. Paria juga memiliki potensi sebagai alternatif obat herbal karena antioksidan tanaman ini berfungsi sebagai antikanker, antiinflamasi, antimikroba, dan penangkal radikal bebas. Pertanian organik membantu meningkatkan produksi paria yang optimal dengan penggunaan media tanam dan PGPR. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan Agustus di Kebun Rakyat Brenjonk Organic Farming di Trawas, Mojokerto. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang dirancang menggunakan Rancangan Blok Lengkap Acak dua faktor dengan yang pertama adalah kombinasi media tanam (M) yang terdiri dari empat taraf yaitu M1 (tanah), M2 (tanah: arang sekam), M3 (tanah: pupuk kandang sapi), dan M4 (tanah: arang sekam: pupuk kandang sapi). Faktor kedua adalah konsentrasi PGPR (T) yang terdiri dari tiga taraf yaitu T1 (5 ml/l), T2 (10 ml/l), dan T3 (15 ml/l), sehingga diperoleh 12 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Interaksi kedua perlakuan tidak memberikan pengaruh yang nyata. Perlakuan media tanam memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan panjang buah. Perlakuan konsentrasi PGPR memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan media tanam M3 dan M4 dan konsentrasi PGPR T3 (15 ml/l).
Pengenalan Budidaya Hidroponik pada Warga Pandugo RT 07 Kota Surabaya sebagai Upaya Peningkatan Gizi Keluarga Suryandika, Fadila; Dewanti, F. Deru; Tarigan, Puji Lestari
Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi : Agrisevika Vol. 1 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/agrisevika.v1i2.12

Abstract

Wilayah Pandugo merupakan pemukiman padat penduduk yang berada di timur Kota Surabaya. Meski merupakan pemukiman padat, sebagian rumah warga RT 07 masih memiliki lahan sempit yang dapat dimanfaatkan untuk urban farming. Sehingga, hidroponik merupakan solusi bertani secara urban farming yang mudah dan efisien tempat. Selain itu, dengan budidaya hidroponik mandiri bermanfaat memberi kepastian bahan pangan yang aman untuk peningkatan gizi anggota keluarga. Pengenalan budidaya secara hidroponik dilakukan melalui pemaparan materi kemudian dilanjutkan dengan praktek langsung menanam secara hidroponik oleh warga RT 07. Kegiatan pengenalan budidaya hidroponik mendapat antusiasme yang cukup tinggi dari warga, terbukti dengan sebagian besar warga tertarik untuk mengikuti praktek langsung kegiatan menanam secara hidroponik.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK SILIKA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KROKOT (Portulaca oleracea L.) PADA BEBERAPA TINGKAT SALINITAS TANAH Sarirukhoyyatin, Erli; Dewanti, F. Deru; Triani, Nova
Agrika Vol. 19 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i2.7361

Abstract

Cekaman salinitas merupakan salah satu cekaman abiotik di mana kondisi tanah kelebihan kadar garam dan menjadi masalah di lahan pertanian semua negara. Cara untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan menggunakan tanaman yang tahan cekaman dan dengan pemberian pupuk silika. Pupuk silika mampu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap cekaman biotik dan abiotik. Krokot merupakan tanaman halofit potensial. Selain itu tanaman krokot juga kaya nutrisi karena memiliki kandungan nutrisi omega-3 dan vitamin. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial. Faktor pertama yaitu tingkat salinitas (N) terdiri dari 3 taraf yaitu NaCl 0 dS/m (tanpa NaCl), NaCl 5 dS/m, NaCl 10 dS/m. Faktor kedua yaitu konsentrasi pupuk silika (S) terdiri dari 4 taraf yaitu 0 g/liter (tanpa pupuk silika), pupuk silika 1 g/liter, pupuk silika 2 g/liter, pupuk silika 3 g/liter. Terjadi interaksi nyata antara perlakuan tingkat salinitas dan konsentrasi pupuk silika terhadap bobot basah tajuk tanaman krokot. Berat basah tajuk pada interaksi perlakuan konsentrasi pupuk silika 1-3 g/liter dengan tanpa NaCl serta  interaksi perlakuan 3 g/liter Silika & NaCl 5 dS/m memberikan berat basah krokot yang paling tinggi dengan rentang berat 117.44 g/tanaman sampai 124.40 g/tanaman. Analisa regresi antara jumlah cabang dan jumlah daun mendapatkan nilai koefisien determinan (R2) sebesar 0.6492, dan pada analisis regresi antara jumlah daun dan berat basah tajuk diperoleh nilai koefisien determinan (R2) sebesar 0.5937.
PENGARUH INTERVAL PENYIRAMAN AIR DAN PEMBERIAN PUPUK SILIKA TERHADAP PRODUKSI DAN KANDUNGAN VITAMIN C PADA TANAMAN KROKOT (Portulaca oleracea L.) Tengtarto, Sefi Gamas; Dewanti, F. Deru; Wurjani , Widi
Agrika Vol. 19 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i2.7364

Abstract

Krokot (Portulaca oleracea L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki potensi besar sebagai tanaman sayuran maupun obat herbal. Krokot memiliki banyak manfaat yang sangat berharga baik dalam aspek kesehatan, tetapi tidak banyak masyarakat yang mengetahui potensi tersebut sehingga masih kurang maksimal dalam pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh interval penyiraman air dan pemberian pupuk silika terhadap produksi dan kandungan vitamin C pada tanaman krokot. Penelitian dilaksanakan di Greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur pada Bulan Juli-September 2024. Penelitian menggunakan percobaan faktorial yang disusun berdasarkan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor utama, yaitu interval penyiraman air (A1 = 2 hari sekali, A2 = 4 hari sekali dan A3 = 6 hari sekali) dan dosis pupuk silika (S1 = tanpa pupuk, S2 = 10 g/polibag, S3 = 15 g/polibag dan S4 = 20 g/polibag). Parameter yang diamati adalah jumlah daun, jumlah cabang, diameter tajuk, bobot basah dan kandungan vitamin C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh interaksi yang nyata antara perlakuan interval penyiraman air dan pemberian pupuk silika terhadap parameter jumlah daun, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang, diameter tajuk, bobot basah dan kandungan vitamin C. Hasil analisis regresi antara jumlah daun dan bobot basah tanaman menghasilkan nilai koefisiensi (R2) sebesar 0.9795.