Muhliansyah Muhliansyah
Universitas Mulawarman

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Psikodrama: Budaya Kalimantan Timur Untuk Meningkatkan Literasi Budaya Pada Gen Milenial Ayunda Ramadhani; Yolanda Sonia Cindy Putri; Aditya Ramadhan; Sarah Maulida; Muhliansyah Muhliansyah
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Issue 1, June 2018
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v7i1.2394

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan tingkat literasi budaya pada mahasiswa psikologi Universitas Mulawarman. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa psikologi angkatan 2017 Universitas Mulawarman dengan jumlah sampel 32 mahasiswa yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data yang didapat dianalisis dengan bantuan program Statistical Package for Social Sciences (SPSS) 21.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada perbedaan tingkat literasi budaya setelah diberikan perlakuan psikodrama dengan t hitung = -5,762 < t tabel = 2,042 dan ???? = 0,000 (???? > 0.05). (2) tidak ada perbedaan tingkat literasi budaya pada post test dan follow up setelah diberikan perlakuan berupa psikodrama dengan t hitung = 1,017 < t tabel =2,042 dan ???? = 0,325 (???? > 0.05). (3) ada perbedaan tingkat literasi budaya setelah diberikan perlakuan berupa mendengarkan rekaman suara psikodrama dengan t hitung = 4,267 > t tabel = 2,042 dan ???? = 0,000 (???? > 0.05). (4) ada perbedaan tingkat literasi budaya post test dan follow up diberikan perlakuan berupa mendengarkan rekaman suara t hitung = -0,328 < t tabel =2,042 dan ???? = -0,188 (???? < 0.05). (5) tidak ada perbedaan tingkat literasi budaya pada post test antara perlakuan berupa psikodrama dan mendengarkan rekaman suara dengan t hitung = 1,230 < t tabel = 2,042 dan ???? = 0,228 (???? > 0.05). (6) tidak ada perbedaan tingkat literasi budaya pada post test antara perlakuan berupa psikodrama dan mendengarkan rekaman suara dengan t hitung = 1,119 < t tabel = 2,042 dan ???? = 0,272 (???? > 0.05).
Gelar Kebangsawanan Kesultanan Kutai Kartanegara Sebagai Status Sosial Lisda Sofia; Afif Husniyatur Rosyida; Nikmatul Hidayati Sholikhatin; Novia Satya Ariyanti; Muhliansyah Muhliansyah
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Issue 2, December 2017
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v6i2.2371

Abstract

Gelar bangsawan adalah penanda darah atau keturunan dengan istana sebagai bentuk penghargaan yang diberikan agar memiliki gelar bangsawan, individu harus merupakan keturunan atau orang biasa yang diberi gelar oleh Sultan. Gelar yang dipegang oleh individu dapat membentuk status sosial mereka dalam ke-hidupan masyarakat. Dimana status sosial ini dapat mempengaruhi individu dalam berperilaku dan berperilaku di zaman modern sekarang ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah gelar bangsawan Kesultanan Kutai Kartanegara dapat membentuk status sosial dan penghargaan dalam masyarakat modern. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif tipe fenomenologi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah orang yang memiliki gelar bangsawan Kesultanan Kutai Kartanegara dengan jumlah subjek empat orang, yang memiliki gelar Aji Pangeran, Aji Raden, Aji Bambang dan Aji. Data yang terkumpul dianalisis melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa derajat kebangsawanan yang dimiliki memiliki pengaruh dalam status sosial seperti penghargaan, kehormatan, kebanggaan, dan pengabdian. Namun di zaman modern sekarang ini para pemilik gelar mulai dipengaruhi oleh apresiasi terhadap gelar dalam hal substansi budaya, cara berpikir dan nilai-nilai sosial tidak lagi menjunjung tinggi kearifan bu-daya yang ada seperti sebelumnya
Pengaruh Keyboard Warna Merah dan Biru Terhadap Performa Motorik Halus (Kecepatan dan Akurasi Mengetik) Muhliansyah Muhliansyah; Muhammad Yasser Arafat; Ghali Hadafi; Rusyidina Rusyidina; Bunga Kharima Finnisa
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 4, No 2 (2015): Volume 4, Issue 2, December 2015
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v4i2.2272

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui antara warna merah dan biru pada keyboard terhadap performa motorik halus dalam segi kecepatan dan akurasi mengetik. Sampel dalam penelitian ini adalah 32 siswa jurusan multimedia. Metode pengumpulan data aplikasi typing master yang dibuat untuk mengukur suatu kecepatan dan akurasi dalam mengetik sehingga mendapatkan sebuah hasil yang dapat di uji dalam sebuah pengambilan data. Teknik Analisa data menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian kecepatan dan akurasi mengetik siswa dapat meningkat dengan menggunakan keboard berwarna merah dan kecepatan sertaakurasi mengetik siswa dapat menurun dengan menggunakan keboard berwarna biru.