Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

MENJAGA KESEHATAN DI TENGAH PANDEMI COVID-19 DENGAN MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT Ramadhani, Ayunda; Sofia, Lisda; Rifayanti, Rina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.837 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.4872

Abstract

Abstrak: Permasalahan yang diangkat dalam program pengabdian kepada masyarakat kondisi luar biasa tahun 2020 adalah kurangnya rasa kesadaran masyarakat pentingnya menaati protokol kesehatan dalam mencegah resiko terjankitnya virus COVID-19. Hal ini dikarenakan pada masa pandemi COVID-19 banyak masyarakat yang acuh seperti lalai dalam memakai masker, jarang mencuci tangan saat keluar dari rumah, warga masih sering berkerumun, dan tidak menjaga jarak satu sama lain. Masalah ini terjadi di Kelurahan Mesjid, Kota Samarinda. Oleh karena itu kami memberikan sebuah edukasi agar masyarakat bisa memahami dan mematuhi protokol kesehatan. Program Pengabdian kepada Masyarakat bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya menaati protokol kesehatan serta menjaga pola hidup. Program Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan di Desa Kelurahan Mesjid dengan metode (1) Daring (2) Laring (3) Membuat banner tentang protokol kesehatan dan memberikan masker serta faceshield kepada masyarakat agar meningkatkan kesadaran akan pentingnya menaati protokol kesehatan. Hasil dari pengabdian ini didapatkan bahwa adanya dampak positif karena masker dan faceshield tersebut dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah terjangkitnya virus COVID-19 kepada masyarakat kelurahan Mesjid Abstract: The problem raised in the community service program for extraordinary conditions in 2020 is the lack of public awareness of the importance of obeying health protocols in preventing the risk of contracting the COVID-19 virus. This is because during the COVID-19 pandemic, many people were indifferent such as neglecting to wear masks, rarely washing their hands when leaving the house, residents still often crowded together, and did not keep their distance from each other. This problem occurred in the Mesjid Village, Samarinda City. Therefore, we provide an education so that people can understand and comply with health protocols. The Community Service Program aims to increase public awareness of the importance of obeying health protocols and maintaining a lifestyle. The Community Service Program was carried out in the Mesjid Village Village with the method (1) Online (2) Laring (3) Making banners about health protocols and providing masks and faceshields to the community to increase awareness of the importance of obeying health protocols. The results of this service show that there is a positive impact because the masks and faceshields can increase awareness of the importance of maintaining health and preventing the spread of the COVID-19 virus to the community of the Mosque village.
“One Hour Rule” Sebagai Self-Regulation Pada Mahasiswi Dengan Cinderella Complex Lisda Sofia; Nurhalisa Mulyana; Andika Litsea Firma; Astrid Verlanda
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 6, No 1 (2017): Volume 6, Issue 1, June 2017
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v6i1.2358

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan “one-hour rule” sebagai self-regulation pada mahasiswi dengan Cinderella Complex. Subjek penelitian ini adalah mahasiswi program studi Ilmu Komunikasi Universitas Mulawarman Samarinda sebanyak 30 orang yang terbagi dalam dua ke-lompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Alat ukur penelitian menggunakan skala Cinder-ella Complex. Skala tersebut disusun dengan penskalaan model likert dan analisis statistiknya menggunakan komputer dengan bantuan program Statistical Package for Social Sciences (SPSS) 21.0 for Windows. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa didapatkan hasil bahwa pada pre-test dan post-test kelompok eksperimen terlihat bahwa p = 0.000 (p < 0,05). Hal ini bermakna ada ada penurunan tingkat Cinderella Complex pada mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Mulawarman setelah diberikan perlakuan berupa “One Hour Rule”. Sedangkan pada kelompok kontrol terlihat bahwa pada pre-test dan post-test p = 0,182 (p > 0,05). Hal ini bermakana tidak ada penurunan tingkat Cinderella Complex pada mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Mulawarman yang tidak diberikan perlakuan “One Hour Rule”.
Gelar Kebangsawanan Kesultanan Kutai Kartanegara Sebagai Status Sosial Lisda Sofia; Afif Husniyatur Rosyida; Nikmatul Hidayati Sholikhatin; Novia Satya Ariyanti; Muhliansyah Muhliansyah
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Issue 2, December 2017
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v6i2.2371

Abstract

Gelar bangsawan adalah penanda darah atau keturunan dengan istana sebagai bentuk penghargaan yang diberikan agar memiliki gelar bangsawan, individu harus merupakan keturunan atau orang biasa yang diberi gelar oleh Sultan. Gelar yang dipegang oleh individu dapat membentuk status sosial mereka dalam ke-hidupan masyarakat. Dimana status sosial ini dapat mempengaruhi individu dalam berperilaku dan berperilaku di zaman modern sekarang ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah gelar bangsawan Kesultanan Kutai Kartanegara dapat membentuk status sosial dan penghargaan dalam masyarakat modern. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif tipe fenomenologi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah orang yang memiliki gelar bangsawan Kesultanan Kutai Kartanegara dengan jumlah subjek empat orang, yang memiliki gelar Aji Pangeran, Aji Raden, Aji Bambang dan Aji. Data yang terkumpul dianalisis melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa derajat kebangsawanan yang dimiliki memiliki pengaruh dalam status sosial seperti penghargaan, kehormatan, kebanggaan, dan pengabdian. Namun di zaman modern sekarang ini para pemilik gelar mulai dipengaruhi oleh apresiasi terhadap gelar dalam hal substansi budaya, cara berpikir dan nilai-nilai sosial tidak lagi menjunjung tinggi kearifan bu-daya yang ada seperti sebelumnya
Hubungan Antara Efikasi Diri Dengan Orientasi Masa Depan Pada Siswa SMA Negeri X Samarinda Mega Puspita Latisi; Lisda Sofia; Aulia Suhesty
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 9, No 1 (2021): Volume 9, Issue 1, Maret 2021
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v9i1.5679

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan orientasi masa depan pada siswa SMA Negeri X Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah sebanyak 152 siswa yang dipilih dengan menggunakan teknik random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala orientasi masa depan dan skala efikasi diri. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji analisis korelasi product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai r hitung = 0.643 lebih besar dari r tabel dan nilai sig = 0.000 kurang dari 0.05, dimana angka ini menunjukkan adanya korelasi atau hubungan yang positif antara efikasi diri dengan orientasi masa depan, artinya semakin tinggi efikasi diri maka semakin tinggi orientasi masa depan.
MENJAGA KESEHATAN DI TENGAH PANDEMI COVID-19 DENGAN MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT Ayunda Ramadhani; Lisda Sofia; Rina Rifayanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.816 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5055

Abstract

Abstrak: Permasalahan yang diangkat dalam program pengabdian kepada masyarakat kondisi luar biasa tahun 2020 adalah kurangnya rasa kesadaran masyarakat pentingnya menaati protokol kesehatan dalam mencegah resiko terjankitnya virus COVID-19. Hal ini dikarenakan pada masa pandemi COVID-19 banyak masyarakat yang acuh seperti lalai dalam memakai masker, jarang mencuci tangan saat keluar dari rumah, warga masih sering berkerumun, dan tidak menjaga jarak satu sama lain. Masalah ini terjadi di Kelurahan Mesjid, Kota Samarinda. Oleh karena itu kami memberikan sebuah edukasi agar masyarakat bisa memahami dan mematuhi protokol kesehatan. Program Pengabdian kepada Masyarakat bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya menaati protokol kesehatan serta menjaga pola hidup. Program Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan di Desa Kelurahan Mesjid dengan metode (1) Daring (2) Laring (3) Membuat banner tentang protokol kesehatan dan memberikan masker serta faceshield kepada masyarakat agar meningkatkan kesadaran akan pentingnya menaati protokol kesehatan. Hasil dari pengabdian ini didapatkan bahwa adanya dampak positif karena masker dan faceshield tersebut dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah terjangkitnya virus COVID-19 kepada masyarakat kelurahan Mesjid Abstract: The problem raised in the community service program for extraordinary conditions in 2020 is the lack of public awareness of the importance of obeying health protocols in preventing the risk of contracting the COVID-19 virus. This is because during the COVID-19 pandemic, many people were indifferent such as neglecting to wear masks, rarely washing their hands when leaving the house, residents still often crowded together, and did not keep their distance from each other. This problem occurred in the Mesjid Village, Samarinda City. Therefore, we provide an education so that people can understand and comply with health protocols. The Community Service Program aims to increase public awareness of the importance of obeying health protocols and maintaining a lifestyle. The Community Service Program was carried out in the Mesjid Village Village with the method (1) Online (2) Laring (3) Making banners about health protocols and providing masks and faceshields to the community to increase awareness of the importance of obeying health protocols. The results of this service show that there is a positive impact because the masks and faceshields can increase awareness of the importance of maintaining health and preventing the spread of the COVID-19 virus to the community of the Mosque village. 
Pelatihan Komunikasi Interpersonal untuk Komunikasi Efektif Lisda Sofia; Maulidya Shalzabila Indah; Arina Sabila; Stefanny Ayu Danny Mulyanto
PLAKAT : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2020): Volume 2, Nomor 1 Juni Tahun 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v2i1.3826

Abstract

Komunikasi menjadi sebuah media yang digunakan individu sebagai mahluk sosial untuk mempermudah berinteraksi dengan orang lain. Kemampuan komunikasi menjadi salah satu kemampuan yang diperlukan untuk menunjang profesi satpam dalam bidang keamanan. Satpam harus selalu siap untuk berkomunikasi dengan lingkungannya, baik itu terhadap masyarakat umum, atasan, rekan kerja, teman dekat, dan keluarga. Kemampuan komunikasi dianggap penting bagi satpam karena mereka harus paham cara bernegoisiasi, menangani dan mengendalikan situasi. Dari penggunaan komunikasi, komunikasi interpersonal dapat dikatakan menjadi kemampuan yang akan berguna bagi satpam. Terutama bila yang diharapkan adalah terjadinya komunikasi efektif, maka komunikasi interpersonal menjadi salah satu metode yang bisa mencapai tujuan tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah dan meningkatkan pengetahuan serta kemampuan komunikasi yang efektif pada lingkungan masyarakat utamanya pada satuan pengaman GADA PRATAMA Kalimantan Timur.
Mengelola Overthinking untuk Meraih Kebermaknaan Hidup Lisda Sofia; Ayunda Ramadhani; Elda Trialisa Putri; As`liyanti Nor
PLAKAT : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2020): Volume 2, Nomor 2 Desember Tahun 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v2i2.4969

Abstract

Pandemi covid-19 menjadi permasalahan salah satunya adalah keadaan untuk adaptasi kebiasaan baru menuntut individu untuk terus dapat meningkatkan kemampuan bertahan di keadaan saat ini. Belajar dari rumah dapat menjadi suatu hal yang positif namun bisa menjadi hal yang negatif tergantung pemaknaannya, ditambah banyaknya kondisi saat ini yang tidak menentu dan mengalami banyak perubahan. Keadaan seperti hal tersebut sehingga memunculkan banyak sekali pemikiran negatif dan masyarakat menjadi overtinking. Melihat fenomena tersebut maka dilaksanakan pengabdian masyarakat dengan seminar secara daring (webinar) mengelola overtinking untuk meraih kebermaknaan hhidup. Tujuan dari seminar daring ini untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman bagaiamana mengelola overtinking agar terhindar dari pemikiran yang berlebihan. Hasil analisis data ditemukan nilai sig (p) = 0.000 (p < 0.05) hal ini bermakna bahwa terdapat perbedaan antara pretest dengan pos test, hal tersebut dilihat dari adanya kenaikan nilai mean skor pretest sebelum webinar sebesar 34.55 mengalami kenaikan menjadi 40.83 setelah mengikuti webinar mengolah overthinking untuk meraih kebermaknaan hidup.
GAMBARAN PERILAKU DISIPLIN BERLALU LINTAS DAN PENYEBAB KECELAKAAN LALU LINTAS DI JALAN NASIONAL KOTA SAMARINDA Tiopan Herny Manto Gultom; Lisda Sofia; Tri Tjahjono; Sonya Sulistyono
Journal of Indonesia Road Safety Vol 2 No 1 (2019): Journal of Indonesia Road Safety
Publisher : Traffic Accident Research Center, Indonesia Traffic Police Corps and University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/korlantas-jirs.v2i1.15044

Abstract

Study-the purpose of this is to find out how the level of traffic discipline behavior and the factors that cause it to occur on the national road Samarinda City in 2019 East Kalimantan Province. Research using mixed methods research. Quantitative research methods used are descriptive survey types, while qualitative uses the case study type. The data collection method in this study uses a scale of traffic discipline behavior and documentation obtained from the Samarinda Police Traffic Unit. The survey results showed that the research subjects tended to have the most dominant traffic discipline behavior in the high category, with as many as 203 respondents or around 60.4 percent. If you see the results of the documentation, the cause was then caused by several factors. First, the aspect of the lack of individual rider quality. Second, the aspect of lack of vehicle structuring. Third, the lack of awareness of the arrangement of roads and traffic signs. This can be concluded and in accordance with the documentation data only and then that the main factor causing an accident then is the human factor. Tujuan penelitian adalah mengetahui bagaimana gambaran tingkat perilaku disiplin berlalu lintas dan faktor penyebab laka lantas yang terjadi di jalan nasional Wilayah Kota Samarinda tahun 2019 Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian menggunakan metode campuran (mixed methods research). Metode penelitian kuantitatif yang digunakan adalah tipe survey deskriptive sedangkan kualitatif menggunakan tipe studi kasus. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala perilaku disiplin berlalu lintas dan dokumentasi yang didapatkan dari unit Laka Lantas Polresta Samarinda. Hasil penelitian survey menunjukkan bahwa subjek penelitian cenderung memiliki perilaku disiplin lalu lintas yang paling dominan berada pada kategori tinggi dengan sebanyak 203 responden atau sekitar 60.4 persen. Jika dilihat hasil dokumentasi, penyebab laka lantas disebabkan beberapa faktor. Pertama, aspek kurangnya kualitas individu pengendara. Kedua ,aspek kurangnya penataan kendaraan. Ketiga, kurangnya kesadaran untuk berhati-hati di jalan raya. Oleh sebab itu dapat disimpulkan faktor utama penyebab terjadinya laka lantas adalah faktor manusianya.
Maskulinitas Beracun dan Kecenderungan Melakukan Perundungan Pada Santri Senior Laki-Laki di Pesantren X Fergie Fernando Hesfi; Lisda Sofia
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 3 (2022): Volume 10, Issue 3, September 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i3.8466

Abstract

Bullying that occurs in the boarding school environment can occur due to the seniority culture that occurs in that environment. This seniority can occur because there is a misunderstanding about the concept of masculinity that is understood by senior students. So that from this wrong concept, bullying acts carried out by seniors with excuses to make junior students become more disciplined. This study aims to determine the correlation between toxic masculinity and the tendency to bully male senior students in Islamic boarding school X. This study uses a quantitative approach, this study using likert scale that is bullying scale and toxic masculinity scale. The population in this study amounted to 160 students and the sample of this study was 104 male senior students selected using purposive sampling technique. The data collection method used is the scale of bullying and toxic masculinity. The result showed that the value of r count = 0.617 and p = 0.000 < 0.05. The results of these calculations show that there is a relationship between toxic masculinity and bullying tendencies in male senior students at Islamic boarding school X. Perundungan yang terjadi di lingkungan pesantren dapat terjadi dikarenakan adanya budaya senioritas yang terjadi dilingkungan tersebut. Senioritas tersebut dapat terjadi dikarenakan terjadi kesalahpahaman mengenai konsep maskulinitas yang dipahami oleh para santri senior. Sehingga dari konsep yang salah tersebut munculnya tindakan-tindakan perundungan yang dilakukan oleh senior dengan beralasan untuk membuat para santri junior menjadi lebih disiplin. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara maskulinitas beracun dengan kecenderungan melakukan perundungan pada santri senior laki-laki di pesantren X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini menggunakan skala likert yaitu skala perundungan dan skala maskulinitas beracun. Populasi pada penilitian ini berjumlah 160 santri dan sample penelitian ini adalah sebanyak 104 santri senior laki-laki dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala perundungan dan maskulinitas beracun. Hasil penelitian didapatkan nilai r hitung = 0.617 dan p = 0.000 < 0.05. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan adanya hubungan antara maskulinitas beracun dengan kecenderungan perundungan pada santri senior laki-laki di pesantren X.
Overview of Stress During Work and Study from Home Reviewed from the Academic Community and Mulawarman University Students Lisda Sofia; Muhammad Sultan; Muhammad Khairul Nuryanto; Dina Lusiana Setyowati; Fergie Fernando Hesfi
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 4: December 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.739 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i4.1459

Abstract

Large-scale social restriction policies during the Covid-19 pandemic. demands that all societies reduce interaction with each other. However, the existing changes have caused a lot of pressure, especially in the field of education, among universities. The existing pressure is a source of stress for education workers and students. The purpose of this study was to find out the picture of stress during work and study from home. The subjects involved were 746 people, including the academic community and students at Mulawarman University. The findings found that 43% consisted of an age range of 20-24 years. Age has a weak correlation to WFH and LFH stress. The majority of 389 female respondents had moderate stress levels. Gender is not correlated with stress during WFH and SFH. that the level of education has a weak negative relationship with stress. The majority of job status as students have WFH and SFH stress. Employment status is negatively correlated weakly to WFH and SFH stress. At the level of education as many as 316 people have moderate stress. Employment status is negatively correlated weakly to WFH and SFH stress. The final analysis showed that body mass index had no relationship with WFH and SFH stress. Abstrak: Kebijakan pembatasan sosial berskala besar di masa pandemi Covid-19. menuntut semua masyarakat mengurangi interaksi satu sama lain. Akan tetapi perubahan yang ada menimbulkan banyak tekanan khususnya dalam bidang pendidikan, di kalangan perguruan tinggi. Tekanan yang ada menjadi sumber stres bagi tenaga pendidikan dan pelajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran stres selama bekerja dan belajar dari rumah. Subjek yang terlibat sebanyak 746 orang, merupakan civitas akademik dan mahasiswa di Universitas Mulawarman. Hasil temuan didapatkan bahwa 43% terdiri dari rentang usia 20-24 tahun. Usia memiliki korelasi yang lemah terhadap stres WFH dan LFH. 389 responden perempuan mayoritas memiliki tingkat stres sedang. Jenis kelamin tidak berkorelasi dengan stres selama WFH dan SFH. bahwa tingkat pendidikan memiliki hubungan negatif yang lemah dengan stres. Mayoritas status pekerjaan sebagai mahasiswa memiliki stres WFH dan SFH. Status pekerjaan berkorelasi negatif lemah terhadap stres WFH dan SFH. Pada tingkat pendidikan sebanyak 316 orang memiliki stres sedang. Status pekerjaan berkorelasi negatif lemah terhadap stres WFH dan SFH. Analisis terakhir menunjukkan bahwa indeks masa tubuh tidak memiliki hubungan dengan stres WFH dan SFH.