Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembinaan Keluarga Sakinah Bebas Kekerasan Dalam Rumah Tangga Marwin, Yufi Wiyos Rini Masykuroh, Muslim
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 3 Nomor 2 Agustus 2023
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v3i2.1472

Abstract

Dibandingkan dengan data yang didapatkan dari hasil wawancara pada awal pelaksanaan kegiatan dengan beberapa peserta, dapat dikatakan bahwa setelah mengikuti pemaparan materi yang disampaikan selama pelaksanaan kegiatan, terdapat perubahan perubahan pengetahuan yang cukup signifikan pada peserta. Peserta dalam hal ini ibu-ibu jamaah majelis taklim telah memiliki pengetahuan yang memadai tentang bagaimana mewujudkan terbentuknya keluarga sakinah, dan bagaimana cara untuk menyelesaikan konflik yang terjadi dalam rumah tangga (keluarga). Berkenaan dengan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pemahaman peserta terhadap KDRT bukan lagi hanya sebatas pengetahuan bahwa KDRT adalah kekerasan fisik saja, tetapi peserta juga sudah mengetahui bahwa KDRT juga bisa berupa kekerasan psikis, kekerasan seksual, dan penelantaran dalam keluarga. Dengan demikian peserta sudah memahami bahwa KDRT bukan hanya sebatas kekerasan fisik, tetapi juga ada bentuk-bentuk KDRT yang lainnya. Jika semula peserta hanya mengetahui bahwa pelaku KDRT adalah suami, sedangkan istri adalah korban KDRT yang dilakukan suami. Maka setelah mengikuti pemberian materi oleh para narasumber, peserta sudah mengetahui bahwa pihak lain dalam keluarga seperti ayah (suami), ibu (istri), dan juga anak bisa menjadi pelaku dan juga korban KDRT.
PRAKTIK BAGI HASIL ANTARA PETANI DAN PEMILIK KEBUN TEBU DALAM TINJAUAN FIKIH MUAMALAH: (Studi di Desa Sribasuki Kecamatan Negeri Besar Kabupaten Way Kanan) Dwi Ermawati; Marwin Marwin; Helma Maraliza
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 3 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Maret 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i3.1240

Abstract

Penelitian ini membahas praktik bagi hasil antara petani penggarap dan pemilik kebun tebu di Desa Sribasuki, Kecamatan Negeri Besar, Kabupaten Way Kanan dalam perspektif fikih muamalah, khususnya akad mukhabarah. Praktik kerja sama pertanian ini telah berlangsung secara turun-temurun dan menjadi salah satu sumber penghidupan utama masyarakat setempat. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan perbedaan pemahaman terkait mekanisme akad dan pembagian hasil, sehingga perlu dilakukan kajian berdasarkan ketentuan syariat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme praktik bagi hasil yang diterapkan serta menganalisis kesesuaiannya dengan prinsip akad mukhabarah dalam fikih muamalah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Populasi penelitian meliputi petani penggarap dan pemilik kebun tebu di Desa Sribasuki, dengan sampel yang ditentukan secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung di lokasi kebun tebu, serta dokumentasi sebagai data pendukung. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kualitatif dengan membandingkan praktik di lapangan dengan konsep akad mukhabarah menurut fikih muamalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik bagi hasil dilakukan berdasarkan kesepakatan lisan dengan pembagian hasil yang bervariasi sesuai kebiasaan masyarakat setempat. Ditinjau dari fikih muamalah, praktik tersebut pada dasarnya termasuk dalam akad mukhabarah dan diperbolehkan. Namun, masih terdapat beberapa aspek yang belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip syariat Islam, terutama terkait kejelasan akad, pembagian risiko, serta penetapan hak dan kewajiban para pihak. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai akad mukhabarah agar praktik bagi hasil dapat berjalan lebih adil dan sesuai dengan ketentuan Islam.