This research is motivated by the results of initial observations that show that employee performance at PT. Taxsys Indonesia in South Tangerang City is in the good category and has increased from year to year, especially in the aspects of responsibility, work quality, and cooperation, but the aspect of work quantity is still relatively lower than other aspects. This study aims to determine the influence of compensation and organizational culture on employee performance both partially and simultaneously. The research method used was quantitative with data collection techniques through initial observation and distribution of questionnaires to 55 respondents. The data analysis technique used simple linear regression and multiple linear regression. The results showed that partially compensation did not have a significant effect on employee performance with a t-value of -0.270 and a significance of 0.788 > 0.05, while organizational culture had a positive and significant effect on employee performance with a t- value of 11.242 and a significance of 0.000 < 0.05. Simultaneously, compensation and organizational culture had a significant effect on employee performance with an F value of 65.475 and a significance of < 0.001. A correlation coefficient value (R) of 0.846 indicates a very strong relationship, while an R-Square value of 0.716 indicates that 71.6% of employee performance variations can be explained by both variables and the remaining 28.4% are influenced by other factors outside the study. Thus organizational culture is the dominant factor in improving employee performance, while compensation has not shown a significant influence partially. Keywords: : Compensation, Organizational Culture, Employee Performance Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi awal yang menunjukkan bahwa kinerja karyawan pada PT. Taxsys Indonesia di Kota Tangerang Selatan berada dalam kategori baik dan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, terutama pada aspek tanggung jawab, kualitas kerja, dan kerja sama, namun aspek kuantitas kerja masih relatif lebih rendah dibandingkan aspek lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompensasi dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan baik secara parsial maupun simultan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi awal dan penyebaran kuesioner kepada 55 responden. Teknik analisis data menggunakan regresi linear sederhana dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kompensasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai t hitung -0,270 dan signifikansi 0,788 > 0,05, sedangkan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai t hitung 11,242 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Secara simultan kompensasi dan budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai F hitung 65,475 dan signifikansi < 0,001. Nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,846 menunjukkan hubungan yang sangat kuat, sedangkan nilai R Square sebesar 0,716 mengindikasikan bahwa 71,6% variasi kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut dan sisanya 28,4% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian budaya organisasi menjadi faktor dominan dalam meningkatkan kinerja karyawan, sementara kompensasi belum menunjukkan pengaruh signifikan secara parsial.