This study aims to analyze the cognitive mechanisms in the mental steps of fastcalculations of tradisional market traders through an ethnomathematics perspective. The study reveals the stages of thinking that enable traders to perform calculations quickly and accurately without relying on calculations tools. Using a qualitative approach with the Spradley ethnographic method, the study involved six traders at Pasar Baru Majenang who had 15-25 years of trading experience. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation. The results of this study indicate that the traders’ fast calculation abilities are formed through long practical experience and involving four mental steps: (1) identifying information in the from of remembering quantity and prices; (2) selecting strategy through non-proportional reduction and simplification; (3) execution calculations by untilizing the properties of arithmetic operations; and (4) checking the reasonableness of the results as a from of monitoring to ensure calculation accuracy. The novelty of this study comfirms that these mental steps reprsent a structured practical mathematical system, which complements formal procedures through the adaptation of efficient cognitive strategies in economic activities. Practically, these findings contribute to educators’ efforts to integrate the trader’s “intuitive simplification” strategy into numeracy instruction. This aims to transform strudents’ learning orientation, shifting from being fixated on standard procedures to developing fiexible reasoning and adaptive self monitoring in various calculation contexts.Mekanisme Kognitif Berhitung Cepat Pedagang Pasar Tradisional: Studi Etnomatematika di Pasar Baru MajenangABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme kognitif dalam langkah-langkah mental berhitung cepat pedagang pasar tradisional melalui perspektif etnomatematika. Penelitian ini mengungkap tahapan berpikir yang memungkinkan pedagang melakukan perhitungan secara cepat dan akurat tanpa bergantung pada alat hitung. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi Spradley, penelitian melibatkan enam pedagang di Pasar Baru Majenang dengan pengalaman berdagang selama 15-25 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berhitung cepat para pedagang terbentuk melalui pengalaman praktis yang panjang dan melibatkan empat langkah mental, yaitu: (1) identifikasi informasi berupa remembering kuantitas dan harga; (2) pemilihan strategi melalui non-proportional reduction dan penyederhanaan; (3) eksekusi perhitungan dengan memanfaatkan sifat operasi hitung secara intuitif; dan (4) pengecekan kewajaran hasil sebagai bentuk monitoring untuk memastikan akurasi perhitungan. Kebaruan penelitian ini menegaskan bahwa langkah-langkah mental tersebut merepresentasikan sebuah sistem matematika praktis yang terstruktur, yang melengkapi prosedur formal melalui adaptasi strategi kognitif yang efisien dalam aktivitas ekonomi. Secara praktis, temuan ini memberikan kontribusi bagi pendidik untuk mengintegrasikan strategi “penyederhanaan intuitif” pedagang ke dalam pembelajaran numerasi. Hal ini bertujuan untuk mentransformasikan orientasi belajar siswa agar tidak hanya terpaku pada prosedur baku, tetapi mampu mengembangkan fleksibilitas penalaran dan self-monitoring yang adaptif terhadap berbagai konteks perhitungan.Kata Kunci :Etnomatematika, Berhitung Cepat; Langkah Mental; Pedagang Pasar