Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Nursing Inside Community

Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Perkembangan Kognitif Anak Usia Prasekolah Di TK AL-Muhajirin Kota Makassar Alfiah A
Nursing Inside Community Vol. 3 No. 1 (2020): Nursing Inside Community
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola asuh orang tua adalah suatu cara yang ditempuh oang tua dalam membantu kemampuan berfikir anak untuk lebih baik. Orang tua memiliki cara sendiri dalam mengasuh anak dan mendidik anak. Usia prasekolah adalah usia dini dimana anak sebelum menginjak masa sekolah, Satu kemampuan yang sedang berkembang saat usia taman kanak-kanak adalah kognitif. Selama tahun-tahun prasekolah hubungan dengan orang tua atau pengasuh merupakan dasar bagi perkembangan anak. Kasih sayang orang tua atau pengasuh selama beberapa tahun pertama kehidupan merupakan kunci utama perkembangan kognitif anak. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan kognitif anak usia prasekoah di TK Al-Muhajirin Kota Makassar. Metode penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan Cross Sectional, populasi dalam penelitian sebanyak 60 orang tua yang memiliki anak di TK Al-Muhajirin Makassar dengan sampel 52 orang tua. Pengambilan sampel menggunakan tehnik Purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, pengelolaan data menggunakan program komputer, disajikan dalam bentuk tabel dan narasi analisis yang digunakan adalah analisis statistik dengan menggunakan uji chi-Square (a=0,05). Hasil penelitian didapatkan hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan kognitif anak yaitu otoriter p=0,467, pola asuh demokrasi p=0,000 dan pola asuh permisif p= 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pola asuh orang tua (Demokrasi dan Permisif) dengan perkembangan kognitif anak usia prasekolah di TK Al-Muhajirin Kota Makassar.
Hubungan Antara Lama Menderita Hipertensi Dan Motivasi Berobat Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Hipertensi Merlis Simon; Alfiah A Alfiah A
Nursing Inside Community Vol. 5 No. 1 (2022): Nursing Inside Community
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

World Health Organization melaporkan 1,13 miliar orang menderita hipertensi, sebagian besar (dua pertiga) tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah, dimana 1 dari 4 pria dan 1 dari 5 wanita menderita hipertensi dan sebanyak 9,4 juta orang meninggal setiap tahunnya akibat hipertensi dan komplikasinya. Secara global kejadian hipertensi sebesar 22% dari penduduk dunia. Tertinggi di Afrika (27%), Asia Tenggara (26%), Asia Timur (25%), Eropa (23%), Pasifik (19%) dan 2 Amerika (18%). Laporan Kemenkes RI menunjukkan penderita hipertensi di Indonesia sekitar 34,1%. Kejadian hipertensi di Provinsi Papua Barat berada pada urutan ke 23 tertinggi dari 34 Provinsi dengan jumlah penderita hipertensi sebanyak 7,4%. Data Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat tahun 2021 melaporakan kejadian hipertensi sebanyak 3.178 kasus. Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari melaporkan penderita hipertensi naik dua kali lipat dari tahun 2018 (2,3%) terutama pada penduduk lansia Kabupaten Manokwari menderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama menderita dan motivasi berobat dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di RSUD Manokwari. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di RSUD Manokwari pada bulan Februari sampai Maret 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita hipertensi dengan jumlah sampel sebanyak 49 orang dan penarikan sampel menggunakan total sampling. Berdasarkan hasil analisa uji chi-square diperoleh nilai p = 0,454 > 0,05 artinya tidak ada hubungan lama menderita dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi dan nilai p = 0,000 < 0,05 artinya ada hubungan motivasi berobat dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi. Kesimpulan penelitian tidak ada hubungan lama menderita dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di RSUD Manokwari dan ada hubungan motivasi berobat dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di RSUD Manokwari.