Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENDIDIK DALAM PENDIDIKAN ISLAM PADA MASYARAKAT Hasruddin Dute; Zaidir Zaidir
Jurnal Kajian Agama Hukum dan Pendidikan Islam (KAHPI) Vol 3, No 1 (2021): VOL 3, NO 1, JULI 2021: JURNAL KAJIAN AGAMA HUKUM DAN PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : Lembaga Kajian Keagamaan Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/kahpi.v3i1.p34-45.12952

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan fungsi seorang pendidik di masyarakat. Pada dasarnya pendidikan Islam merupakan suatu proses yang berlangsung secara terus menerus dan mengalir ke dalam kehidupan manusia dan berlangsung sepanjang hayat. Tugas dan fungsi pendidikan ditujukan kepada anak sekolah yang berkembang danberkembang secara dinamis dari isi sampai akhir hayat dan yang tidak dapat memisahkan keberhasilan pendidikan dari sisi pedagogis. Pendidik pada hakikatnya adalah orang yang diamanahkan yang bertanggung jawab atas dunia akhirat dengan mendidik, membimbing,membimbing dan menuntun peserta didik ke pintu gerbang kesuksesan baik dunia maupun akhirat. Untuk menjadi berkualitas dan profesional, kriteria dan persyaratan tertentu harus dipenuhi dalam konteks tujuan hidup dan juga kualitas yang harus dibawa oleh pendidik dalam melaksanakan tugasnya dan sebagai pendidik. Metode yang dipakai didalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan, atau dapat digunakan dalam bahan pustaka sebagai sumber informasi untuk menjawab permasalahan tentang pendidik dalam pendidikan. Sebagai seorang pendidik seorang guru memainkan peran yang sentral bagipeserta didik. Peran guru dalam membina siswa agar menjadi manusia yang berkarakter sangat dibutuhkan. Pertama sebagai pendidik dan pengajar. Kedua sebagai pemberi keteladanan dan menjadi teladan. Ketiga, menjadi solusi di tengah-tengah masyarakat.Kata Kunci: Pendidik; Pendidikan Islam.
Kontribusi masjid jami’ NU pada perkembangan pendidikan Islam di Papua Hasruddin Dute
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 18, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v18i2.1999

Abstract

Penelitian ini berkaitan dengan Masjid Jami 'sebagai masjid pertama di Jayapura yang eksistensinya bukan saja sebagai sarana tempat ibadah kaum muslimin namun juga sebagai pencetus berdirinya sekolah dibawah lembaga pendidikan formal Ma'arif NU Papua. masjid ini masih ada hingga sekarang yang hadir sebagai bagian dari sejarah Islam yang ada di provinsi Papua, khususnya di Kota Jayapura yang ada sejak pra kemerdekaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kehadiran masjid Jami sebagai masjid pertama di Kota Jayapura dan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan Islam di dalam masyarakat di kota Jayapura. Sebagai pencetus berdirinya sekolah formal Ma'arif NU Papua. juga bertujuan untuk memberikan pengetahuan bagi generasi sekarang dan akan datang tentang peran masjid sebagai lembaga pendidikan di dalam mempertahankan persatuan dalam kerangka kehidupan berbangsa melalui lembaga lembaga pendidikan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan sejarah. Metode penelitian observasi observasi dan wawancara mendalam dengan narasumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Masjid Jami NU Jayapura sebagai tempat ibadah dalam bentuk masjid yang pertama yang ada di kota Jayapura. Berdiri tahun 1943 sebelum Indonesia merdeka. Walau diawal kehadirannya bukan sebagai masjid, melainkan sebagai gudang yang kemudian difungsikan sebagai tempat ibadah oleh buruh yang bekerja di pelabuhan kapal dekat masjid Jami '. Di samping sebagai masjid jami sebagai tempat ibadah,
Islam dan Pluralisme Pendidikan Agama Hasruddin Dute
Al-Riwayah : Jurnal Kependidikan Vol 13 No 2 (2021): Al-Riwayah: Jurnal Kependidikan
Publisher : LPPM IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/al-riwayah.v13i2.423

Abstract

This study aims to explain Pluralism and Islam as inseparable entities. Can be distinguished conceptually but cannot be separated in real reality. The method used. The method used in this research is library research, or can be used in library materials as a source of information to answer problems about educators in education. Islam and Religious Education Pluralism make religion a concept to create a sense of unity in the realm of ukhuwah basyariyah in advancing and improving the quality of education; Therefore, it is the education system that makes religion a moral value and not a formal institution that is formed. Penelitian bertujuan untuk menjelaskan Pluralisme dan Islam sebagai entitas yang tidak bisa dipisahkan. Dapat dibedakan secara konseptual namun tidak bisa dipisahkan dalam realitas nyata. Metode yang dipakai. Metode yang dipakai di dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan, atau dapat digunakan dalam bahan pustaka sebagai sumber informasi untuk menjawab permasalahan tentang pendidik dalam pendidikan. Islam dan Pluralisme Pendidikan Agama menjadikan agama sebagai konsep untuk menimbulkan rasa persatuan dalam ranah ukhuwah basyariyah dalam memajukan dan meningkatkan mutu pendidikan; Oleh karena itu, sistem pendidikanlah yang menjadikan agama sebagai nilai moral dan bukan lembaga formal yang terbentuk.
Sinkretisme NU dan Muhammadiyah dalam Pendidikan Islam Papua Hasruddin Dute; M. Zainul Hasani Syarif; Muhamad Thoif
Al-Fikr: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2021): Al-Fikr
Publisher : IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32489/alfikr.v7i2.225

Abstract

Syncretism from the past until now is still a topic of discussion in a study. At first syncretism existed only in the fields of religion and philosophy, but now it is developing in the educational aspect. This can be seen in educational institutions in Papua, especially the Papuan Islamic Education Foundation. This study uses qualitative analytical research with a historical approach. The results of this study indicate that Yapis Papua was founded on the initiation of community organizations and Islamic leaders who are in the NU and Muhammadiyah community organizations. The two organizations and Islamic leaders together building the Papuan community through education by establishing the Yapis Papua educational institution and now there are 193 schools and 5 universities in Papua. This collaboration occurs because the existing Islamic schools have not been recognized because they are only local and partial so they do not have a parent foundation throughout the land of Papua.