Anna Sunita
Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Respati Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Personal Hygiene Terhadap Terjadinya Penyakit Kusta di Wilayah Kerja Puskesmas Sukatani Kabupaten Purwakarta Tahun 2020 Zaelani Ahmad; Anna Sunita; Sri Utami
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 11, No 2 (2021): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v11i2.1389

Abstract

Indonesia is ranked third in leprosy cases number. Leprosy causes damage to skin, nerves, limbs and eyes. Personal hygiene affects healing success, and about 70% heal itself (determinate). This study aims to determine effect of personal hygiene on leprosy incidence in Sukatani Public Health Center, Purwakarta Regency, 2020. This study used quantitative method with case control design. Data collection techniques using questionnaire. Sample were 116 respondents with ratio 1:3, consist of 29 cases and 87 controls. Sampling technique was based on leprosy cases list at Health Center. Control is closest neighbor. Multivariate analysis using binary logistic regression test. Results showed that there was significant relationship between work type (p=0.023), knowledge (p=0.007), contact history (p=0.000), house’s physical condition (p=0.001), clean water sources (p=0.005), humidity (p=0.006), and room temperature (p=0.028). There is effect of personal hygiene (p = 0.003), with an OR of 4.295 (95% CI: 1.708 - 10.803), meaning that respondents who have poor personal hygiene risked 4.295 times for leprosy compared to respondents who have good personal hygiene, after being controlled by contact history, knowledge, room humidity, house’s physical condition, and working type. It is recommended to improve population personal hygiene through health promotion regarding knowledge of leprosy, as well as the provision of clean water sources.
Eksplorasi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Terhadap Terapi Antiretroviral pada Orang dengan HIV di Papua Barat Since Ivana Rumbiak; Cicilia Windiyaningsih; Anna Sunita
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i2.33956

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) tetap menjadi masalah kesehatan global, dengan tingkat kepatuhan terhadap terapi antiretroviral (ART) yang masih rendah, termasuk di Provinsi Papua Barat, Indonesia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor psikososial dan lingkungan yang memengaruhi kepatuhan terhadap ART pada orang dengan HIV (ODHIV) di Rumah Sakit Provinsi Papua Barat dengan menggunakan Integrated Behavioral Model (IBM). Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis. Sebanyak 38 partisipan terlibat, terdiri atas 31 informan utama (ODHIV) dan 7 informan pendukung yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara tematik menggunakan manual coding. Hasil: Analisis menghasilkan beberapa tema utama yang mendukung kepatuhan terhadap ART, antara lain sikap positif terhadap pengobatan, niat kuat untuk sembuh, kemampuan mengendalikan perilaku secara efektif, rutinitas minum obat yang konsisten, pengetahuan yang memadai, kondisi fisik yang mendukung, dukungan keluarga, keterlibatan tenaga kesehatan, dan penerimaan sosial. Sebaliknya, stigma dan diskriminasi muncul sebagai hambatan utama terhadap kepatuhan. Kesimpulan: Kepatuhan terhadap ART pada ODHIV di Papua Barat dipengaruhi oleh motivasi pribadi, keterlibatan keluarga, dan penerimaan masyarakat. Penguatan intervensi berbasis keluarga dan komunitas, peningkatan strategi edukasi untuk memperkuat niat pengobatan, serta promosi layanan kesehatan yang inklusif dan empatik sangat penting untuk mempertahankan kepatuhan terhadap ART.