Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pemurnian Garam Lokal Untuk Konsumsi Industri Syafruddin, Syafruddin; Munawar, Munawar
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 2, No 2 (2004): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v2i2.74

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemurnian produk garam lokal, sehingga memenuhi standar sebagai garam untuk konsumsi industri. Penelitian dilakukan dalam 4 tahapan kegiatan yaitu pelarutan bahan baku, penyaringan, dan kristalisasi, serta analisis produk. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kemurnian garam lokal dapat ditingkat hingga kadar NaCl mencapai 98 %, dengan kadar CaCl2 0,22 %, MgCl2 0,14 %, dan total impurities 1,74 %.Kata kunci : pemurnian, garam lokal, kadar NaCl, total impurities
Kesetimbangan sorpsi ion seng(ii) pada partikel gambut M Munawar
Jurnal Teknik Kimia Indonesia Vol 9, No 3 (2010)
Publisher : ASOSIASI PENDIDIKAN TINGGI TEKNIK KIMIA INDONESIA (APTEKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jtki.2010.9.3.3

Abstract

Extensive exposure of  zinc(II) ions  may cause eminent health problems, such as stomach cramps, skin irritations, vomiting, anaemia, a damage of pancreas, the disturbance of protein metabolism, and also respiratory disorders. Due to these problems, zinc(II) concentration in drinking water should be controlled. Peat is one of the material that can be used  to minimize zinc(II)  ions from  a solution. The study was done to determine the performance and sorption equilibrium of zinc ions onto oligothropic peat particles. The sorption experiments were conducted in a several batch reactor of erlenmeyer flask at a constant temperature of 26 ± 3 oC. The initial zinc ions concentration and pH were varied. Response variable was residual zinc concentration that was measured spectrophotometrically. Experimental data show that the optimum sorption efficiency was about 90% for the initial zinc(II) concentration of 50 mg/L. Sorption equilibrium can be represented by the Freundlich and Langmuir isotherm models. For the initial pH of 6, the optimum sorption capacity, qo was 3,736 mg/g, and the Freundlich’s characteristic  constant, Kf was about 0,342 L/g.    Key words : peat, sorption equilibrium, sorption isotherm, zinc(II) ions AbstrakPaparan ion seng(II) pada kadar tertentu dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti kram perut, iritasi kulit, batuk, anemia, kerusakan pankreas, gangguan metabolisme protein, penyumbatan pembuluh darah, hingga kerusakan sistem pernafasan. Karena itu, seng(II) termasuk kategori unsur yang harus dibatasi konsentrasinya dalam air minum. Gambut adalah salah satu material yang dapat digunakan untuk mengurangi ion seng dari larutan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari performansi dan kesetimbangan sorpsi ion seng(II) pada partikel gambut oligotropik Indonesia. Penelitian dilakukan secara batch di dalam sejumlah labu erlenmeyer pada temperatur konstan 26 ± 3 oC. Eksperimen dilakukan dalam beberapa variasi konsentrasi awal ion seng dan pH. Data primer adalah konsentrasi residual seng dalam larutan yang diukur secara spektrofotometrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi optimum sorpsi mencapai lebih dari 90% untuk konsentrasi awal seng 50 mg/L. Kesetimbangan sorpsi logam seng(II) pada partikel gambut dapat direpresentasikan dengan baik oleh model isoterm Freundlich dan Langmuir. Untuk rentang pH awal 6, nilai kapasitas sorpsi optimum, qo adalah 3,736 mg/g, sedangkan nilai konstanta karakteristik Freundlich, Kf  adalah 0,342 L/g. Kata kunci : efisiensi sorpsi, gambut, isoterm sorpsi, ion seng(II)
PENGARUH LAJU AIR PENDINGIN (COOLING WATER) TERHADAP PERFORMANSI PROSES DESALINASI AIR PAYAU SECARA EVAPORASI DAN KONDENSASI Munawar Munawar; Alif Taqy Malik; Ramzi Jalal
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 16, No 1 (2018): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v16i1.1278

Abstract

Air payau merupakan air yang memiliki salinitas berlebih sehingga air ini tidak dapat di kategorikan sebagai air bersih. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi laju cooling water terhadap laju produk dan mengetahui laju cooling water terhadap kebutuhan energi bahan bakar. Energi bahan bakar yang divariasikan berupa energi listrik (heater) dan biomassa. Sistem kerja berawal dari pendidihan hingga menjadi uap dan kemudian uap didinginkan dengan melewati kondensor hingga menjadi air produk. Hasil dari penelitian ini menunjukkan laju air produk  optimum menggunakan energi listrik sebesar 2,235 mL/menit dan energi biomassa sebesar 4,973 mL/ menit. Kebutuhan energi listrik optimum sebesar 7772,741 KJ/Kg dan energi biomassa 9804,607 KJ/Kg. Hasil pengujian produk air menunjukkan bahwa kualitas air telah memenuhi standar baku air minum permenkes No. 492/ menkes/per/IV/2010.
Optimalisasi Isolasi Patchouli Alkohol Dari Minyak Nilam (Patchouli Oil) Dengan Metode Distilasi Vakum M. Yunus; Munawar Munawar; Haris Z.A
Jurnal Teknologi Vol 21, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.964 KB) | DOI: 10.30811/teknologi.v21i1.2195

Abstract

This study aims to isolate the alcoholic patchouli from patchouli oil using a vacuum distillation method using vacuum distillation unit. The isolation process is conducted by varying vacuum pressure, distillate volume, and remaining residue volume. The vacuum pressure variated at 1, 1,5, 2, and 2,5 mmHg, distillate volume by 70, 80, and 90 ml, while remaining residue volume at 10, 20, and 30 ml. Samples were analyzed using GC-MS to determine the concentration of patchouli alcohol and analyzed using a pycnometer to determine its density. The results showed that the use of low pressure affected separating patchouli alcohol from patchouli oil. The highest patchouli alcohol content from the isolation results is 100% obtained in 10 ml of remaining residue volume at a pressure of 2 mmHg. This vacuum distillation method is quite effective.
Analisis Volume LNG Ideal untuk Cooling Down Fasilitas LNG Hub Dhian Nugraha; Harunsyah Harunsyah; Munawar Munawar
Jurnal Teknologi Vol 23, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/teknologi.v23i1.3687

Abstract

The LNG Receiving Hub facility is an existing facility that has not been used for a long time. In order for this facility can be used again, all equipment and piping systems must first be conditioned to a temperature close to the operational temperature of LNG, which is -160 oC. The purpose of this approach is to determine the theoretical and actual volume of LNG used for the cooling down process of the LNG Hub facility, as well as to compare it with the cooling down process for the regasification facility. An analytical approach is used in this study to determine the ideal amount of LNG needed for cooling down the facility and compare it with the actual amount of LNG that is being used for cooling down the facility. From the results of the analysis, the theoretical LNG volume needed for cooling down the LNG Hub facility is 8,176 m3 and the actual volume is 7,013.6620 m3, while the actual value for cooling down the regasification facility is 11,573.19 m3. The actual volume for the LNG Hub facility is smaller compared to regasification which can be caused by the smaller volume of pipelines and the difference in the cooling down mechanism in both facilities.
PEMBUATAN UNIT DESALINASI BERBASIS ENERGI BIOMASSA UNTUK KAWASAN AIR PAYAU Munawar Rusli
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 10, No 4 (2022)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v10i4.2366

Abstract

Indonesia adalah negara kepulauan yang 70% wilayahnya merupakan daerah perairan. Negara ini memiliki wilayah pesisir yang tersebar cukup luas di seantero negeri. Permasalahan khas wilayah pesisir umumnya adalah minimnya sumber air tawar, sehingga masyarakat di wilayah tersebut mengalami kesulitan air bersih. Pada wilayah yang tidak terjangkau instalasi air bersih (PDAM), permasalahan akan meningkat menjadi krisis air. Kondisi seperti ini cukup banyak dijumpai di kawasan pantai utara-timur Aceh. Dalam banyak hal, kondisi air payau menimbulkan dampak yang sangat luas terhadap berbagai aspek kehidupan, seperti gangguan kesehatan, penurunan kesuburan tanah, kerusakan bangunan dan lain sebagainya. Kawasan seperti ini tentu saja sangat membutuhkan berbagai inovasi teknologi yang memungkinkan peningkatan akses terhadap air bersih. Salah satu solusi untuk mengatasi krisis air bersih di kawasan air payau adalah penggunaan teknologi desalinasi dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal yang masih banyak tersedia, seperti sumber energi biomassa. Kegiatan Ipteks bagi Masyarakat ini bertujuan memberikan solusi yang ramah lingkungan terhadap krisis air bersih bagi masyarakat di kawasan air payau, melalui pembuatan paket teknologi desalinasi berbasis energi terbarukan (biomassa). Kegiatan dilakukan dalam 4 (empat) tahapan, meliputi: (1) Penyediaan alat pengolah air payau (desalinator) berbasis energi biomassa yang dapat mengolah air payau menjadi air bersih; (2) Perbaikan sumur, berupa pemasangan cincin sumur, sehingga layak digunakan sebagai sumber air rumah tangga, dan mempermudah instalasi sistem pengolahan air payau; (3) Pelatihan transfer ipteks kepada mitra, berupa pelatihan teknik pengoperasian dan maintenance, sehingga mitra mampu mengoperasikan dan merawat paket iptek yang dikembangkan. (4) Evaluasi keberhasilan kegiatan, untuk mengetahui dampak pelaksanaan kegiatan ini terhadap penyelesaian persoalan warga. Dari kegiatan yang telah dilakaukan, suatu sistem pengolahan air payau berbasis biomassa telah berhasil dibangun untuk mitra di kawasan tersebut, yang terdiri dari unit penyedia air baku (sumur air) serta unit desalinasi air payau. Hasil pengujian peralatan menunjukkan bahwa sistem ini dapat memproduksi air bersih antara 5-10 liter/jam, dengan kebutuhan bahan bakar sebesar 1,1 kg biomassa/L produk. Hasil pengujian produk air menunjukkan bahwa performansi desalinator tergolong sangat baik, di mana kualitas air baku telah dapat ditingkatkan, sehingga beberapa parameter seperti salinitas, rasa, TDS, kekeruhan, warna dan bakteriologis telah memenuhi baku mutu air minum sesuai dengan Kepmenkes RI No. 907 Tahun 2002.
PEMBUATAN SISTEM PENYEDIA AIR WUDHU’ (SPAW) UNTUK BALAI PENGAJIAN BABUL MUTA’ALIMIN DESA BLANG AWE Munawar Munawar; Syafruddin Syafruddin; Irwan Irwan; Alfian Putra; Munardy Munardy
Jurnal Vokasi Vol 7, No 3 (2023): Jurnal Vokasi (November)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v7i3.3995

Abstract

Balai pengajian Babul Muta’allimin merupakan salah satu balai pendidikan agama yang terdapat di Desa Blang Awe, Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara. Sekalipun sudah berkiprah lebih dari 20 tahun, balai pengajian Babul Muta’allimin sampai saat ini sama sekali tidak memiliki sarana wudhu yang memadai untuk santri. Padahal, sarana tersebut meruapakan salah satu kebutuhan utama bagi para santri yang belajar AlQurán dan sholat di balai pengajian tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan suatu sistem Penyedia Air Wudhu (SPAW) berbasis sumber daya lokal, yang dapat dikelola dan dirawat secara mandiri oleh mitra. Kegiatan PkM dilaksanakan dalam 3 (tiga) tahapan, meliputi: (1) Pengembangan Sistem Penyedia Air Wudhu (SPAW) untuk mitra; (2) Pembekalan pengetahuan dasar tentang operasional dan perawatan paket teknologi yang dikembangkan, serta; (3) Evaluasi keberhasilan kegiatan, menggunakan kuisioner. Setelah kegiatan PkM diselesaikan, suatu Sistem Penyedia Air Wudhu’ (SPAW) berbasis sumber daya lokal sudah tersedia untuk mitra kegiatan. Sistem tersebut mampu menyediakan air wudhu’dengan kapasitas 2,14 liter/menit pada 7 titik akses terintegrasi, dengan kualitas air yang memenuhi baku mutu air untuk keperluan hygiene sanitasi menurut Kepmenkes RI No. 32 tahun 2017. Hasil evaluasi kepuasan mitra menunjukkan bahwa mitra memberi apresiasi positif terhadap kegiatan PkM yang telah dilaksanakan.
Analisa Ekonomi dan Rencana Pra-Rancang Recycle LPG Liquid yang Tersisa di V-6410 Maulana, Rahmat Reza; Munawar, Munawar; Elwina, Elwina
Jurnal Teknologi Vol 25, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/teknologi.v25i1.6243

Abstract

This study focuses on the pre-design of a recycling system for the remaining Liquefied Petroleum Gas (LPG) in the inboard arm of V-6410 to optimize resource utilization and reduce environmental impact. Currently, remaining LPG during the loading process is disposed of via flaring or blowdown to the sea, leading to resource loss and potential environmental harm. The research identified a remaining LPG volume of 0.896 MT. To recycle this LPG to D-6456, a 177.9 m pipeline with a 2-inch NPS diameter is required, achieving a flow velocity of 3.266 m/s and a flow rate of 100.8 m³/h. The system exhibits turbulent flow with a Reynolds number of 9 × 10⁵ and a total friction loss of 85.21 m. Mass and energy balance calculations confirmed equilibrium, with incoming and outgoing mass flow rates of 123,924.047 kg/h and energy rates of 766,778.213 kJ/h. Economic feasibility analysis shows the project requires an investment of IDR 360,769,947.4, generating annual revenue of IDR 1,797,440,881. The Payback Period (PBP) is 2.1 months, with a positive Net Present Value (NPV) of IDR 362,761,862 and an Internal Rate of Return (IRR) of 17%, proving economic viability. The proposed design offers a sustainable solution by reducing waste, minimizing environmental impact, and increasing profitability. This study provides a practical framework for implementing resource optimization strategies in industrial LPG handling systems.
SISTEM PENYEDIA AIR BERSIH UNTUK MASYARAKAT DI KAWASAN PEMUKIMAN AIR PAYAU DESA KUALA rusli, munawar; Yunus, M; Irwansyah, Abdullah
Jurnal Vokasi Vol 4, No 1 (2020): April
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v4i1.1506

Abstract

Kegiatan penerapan ipteks ini bertujuan menyelesaikan persoalan prioritas yang dihadapi sebagian warga Desa Kuala, yang mengalami krisis air bersih, akibat buruknya kualitas sumber air baku warga yang bersifat payau, sehingga berpengaruh terhadap kualitas hidup mereka. Solusi permasalahan yang ditawarkan adalah menyediakan sistem penyediaa air bersih berbiaya murah, dengan memanfaatkan potensi sumber daya air tawar, di desa mereka sendiri, sebagai solusi alternatif untuk menangani permasalahan air bersih yang dihadapi warga. Kegiatan dilakukan dalam 3 (tiga) tahapan, meliputi: (1) Penyediaan jaringan perpipaan; (2) Pembuatan reservoir induk, serta; (3) Penyiapan titik akses air bersih. Untuk mempersiapkan skill warga, dilakukan pelatihan transfer ipteks kepada mitra, berupa pelatihan teknik pengoperasian dan maintenance, sehingga mitra mampu mengoperasikan dan merawat paket iptek yang dikembangkan. Dari kegiatan PKM, telah dihasilkan suatu sistem penyedia air bersih yang dapat memenuhi sebagian kebutuhan warga terhadap air bersih.