Endah Fitriasari
Program Studi Ilmu Keperawatan, STIKes Maluku Husada

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor yang Berhubungan dengan Stigma Masyarakat terhadap Perawat Covid-19 di Kota Ambon berdasarkan Teori Health Belief Model (HBM) La Rakhmat Wabula; Endah Fitriasari
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12nk342

Abstract

Stigma and discrimination as well as changes in people's lifestyles have been the most felt impact since Covid- 19 became a pandemic that attacked various countries. The Health Belief Model (HBM) is one of the most frequently used theories in understanding health and disease behavior. The purpose of this study was to analyze factors related to community stigma against COVID-19 nurses in Ambon City based on the Health Belief Model (HBM) theory. The design of this research is descriptive correlation with a cross-sectional research approach. This study uses a questionnaire instrument as a measuring tool developed by researchers based on the theoretical framework of the Health Belief Model, namely measuring perceptions of vulnerability, seriousness, benefits, obstacles, beliefs, threats and questionnaires about community stigma.The population in this study is the community in Batu Merah Village, Ambon City, with a sample of 55 respondents based on the calculation of the sample calculation formula for the Ordinal-Ordinal Correlative Descriptive research. This research has received ethical approval from the Health Research Ethics Committee of STIKes Maluku Husada with No. RK.018/KEPK/STIK/VIII/2021. The results of the analysis show that knowledge does not have a significant effect on confidence (vulnerability (0.178), seriousness (0.160), advantage (0.055), barriers(0.610),self- confidence (0.199);threat does not have a significant effect on stigma as indicated by a p value of 0.417.Keywords: covid-19; stigma; health belief modelABSTRAKStigma dan diskriminasi serta perubahan pola hidup masyarakat menjadi dampak yang paling dirasakan sejak Covid19 menjadi pandemic yang menyerang diberbagai Negara. Health Belief Model (HBM) menjadi salah satu teori yang paling sering digunakan dalam memahami perilaku kesehatan dan penyakit. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor yang berhubungan dengan stigma masyarakat terhadap perawat covid-19 di Kota Ambon berdasarkan teori Health Belief Model (HBM). Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan penelitian cross-sectional. Penelitian ini menggunakan instrument kuesioner sebagai alat ukur yang dikembangkan oleh peneliti berdasarkan kerangka kerja teori Health Belief Model yakni mengukur persepsi kerentanan, keseriusan, keuntungan, hambatan, kepercayaan, ancaman dan kuesioner tentang stigma masyarakat. Populasi pada penelitian ini adalah masyarakat di Desa Batu Merah Kota Ambon, dengan sampelsebanyak 55 responden berdasarkan perhitungan sampel perhitungan rumus besar sampel untuk penelitian Deskriptif Korelatif Ordinal- Ordinal. Penelitian ini telah mendapatkan persetujuan etik dari Komite Etik Penelitian Kesehatan STIKes Maluku Husada dengan No. RK.018/KEPK/STIK/VIII/2021. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa pengetahuan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keyakinan (kerentanan (0,178), keseriusan (0,160), keuntungan (0,055), hambatan (0,610), kepercayaan diri (0,199)); ancaman tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap stigmaditunjukkan dengan nilai p 0,417.Kata kunci: covid-19; stigma; health belief model
HUBUNGAN TINDAKAN RESUSITASI DENGAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN DI UGD RSUD PIRU KAB SBB PROPINSI MALUKU Endah Fitriasari; Muhammad Taufan Umasugi; Gwenda L. Dady
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.809 KB) | DOI: 10.33846/ghs5106

Abstract

Pasien yang datang diunit gawat darurat harus segera ditolong karena setiap detik, menit dan waktu sangat berharga bagi pasien dalam keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan resusitasi, keluarga pasien merasa takut kehilangan pasien yang menjalani tindakan diruang resusitasi dan umumnya keluarga mengalami kecemasan yang bervariasi. Hasil observasi dan pengamatan klinik penulis di UGD RSUD Piru melihat banyak hal yang dapat menimbulkan kecemasan pada keluarga terhadap tindakan resusitasi yaitu cemas akan kematian pasien, pengobatan yang diberikan, penyakit pasien, dan lingkungan ruang gawat darurat yang sibuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tindakan resusitasi dengan tingkat kecemasan keluarga pasien di UGD RSUD Piru Kab SBB. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif non eksperimental dengan metode cross sectional. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan observasi tingkat kecemasan menurut HARS, sampel berjumlah 32 orang keluarga pasien di UGD RSUD Piru. Kecemasan yang dialami responden sebagian besar mengalami kecemasan ringan sebanyak 24 orang (75%), kecemasan sedang sebanyak 8 orang (25%), tindakan resusitasi yang dilakukan oleh perawat diruang resusitasi sebanyak 17 orang (53.1%). Analisis fisher’s exact tes didapatkan tingkat kemaknaan pValue = 0,031 (p