Muhammad Taufan Umasugi
Program Studi Ilmu Keperawatan, STIKes Maluku Husada

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Multimedia Compaign Akronim FAST (SeGeRa) untuk Meningkatkan Pengetahuan Kegawatdaruratan Stroke pada Masyarakat di Desa Rohmoni, Maluku Muhammad Taufan Umasugi; Endah Fitriasari; Leni Nurdiyanti Sangadji
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 2 (2022): April 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i2.1729

Abstract

Stroke is a major health problem in the community that can cause disability and decrease a person's quality of life, even to death. The impact caused by the emergency of a stroke can be minimized with the knowledge by the family or the community in assessing the early signs and symptoms of a stroke, so that efforts to seek treatment can be made immediately. The purpose of this study was to analyze the effect of the Multimedia Compaign Acronym FAST (SeGeRa) on knowledge of stroke emergencies in the community in Rohmoni Village, Maluku. The design of this research is one group pre-post test without control group. The subjects of this study were 91 Rohmoni villagers who were selected using a simple random sampling technique. Knowledge data before and after treatment were collected through filling out a questionnaire, then analyzed using the Wilcoxon test. The results showed that there was an increase in knowledge after the intervention was indicated by the value of p = 0.000. Furthermore, it can be concluded that the Multimedia Campaign Acronym FAST (SeGeRa) is effective in increasing public knowledge about early detection of stroke. It is hoped that the public can apply knowledge about the early signs and symptoms of stroke as an effort to reduce the rate of disability and death due to delays in handling stroke patients.Keywords: FAST method; knowledge; strokeABSTRAK Stroke merupakan masalah kesehatan uatama di masyarakat yang dapat menyebabkan kecacatan serta menurunnya kualitas hidup seseorang, bahkan sampai pada kematian. Dampak yang ditimbulkan oleh kegawatdaruratan stroke ini dapat diminimalisir dengan adanya pengetahuan oleh keluarga atau masyarakat dalam menilai tanda dan gejala awal serangan stroke, sehingga upaya mencari pengobatan dapat dilakukan dengan segera. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh Multimedia Compaign Akronim FAST (SeGeRa) terhadap pengetahuan kegawatdaruratan stroke pada masyarakat di Desa Rohmoni, Maluku. Rancangan penelitian ini adalah one group pre-post test without control group. Subyek penelitian ini adalah 91 masyarakat desa Rohmoni yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data pengetahuan sebelum dan sesudah perlakuan, dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, lalu dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan setelah dilakukan intervensi yang ditunjukkan dengan nilai p = 0,000. Selanjutnya dapat disimpulkan bahwa Multimedia Campaign Akronim FAST (SeGeRa) efektif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang deteksi dini stroke. Diharapkan masyarakat dapat mengaplikasikan pengetahuan tentang tanda dan gejala awal stroke sebagai upaya dalam menurunkan angka kecacatan dan kematian akibat keterlambatan dalam penanganan pada pasien stroke.Kata kunci: metode FAST; pengetahuan; stroke
HUBUNGAN TINDAKAN RESUSITASI DENGAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN DI UGD RSUD PIRU KAB SBB PROPINSI MALUKU Endah Fitriasari; Muhammad Taufan Umasugi; Gwenda L. Dady
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.809 KB) | DOI: 10.33846/ghs5106

Abstract

Pasien yang datang diunit gawat darurat harus segera ditolong karena setiap detik, menit dan waktu sangat berharga bagi pasien dalam keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan resusitasi, keluarga pasien merasa takut kehilangan pasien yang menjalani tindakan diruang resusitasi dan umumnya keluarga mengalami kecemasan yang bervariasi. Hasil observasi dan pengamatan klinik penulis di UGD RSUD Piru melihat banyak hal yang dapat menimbulkan kecemasan pada keluarga terhadap tindakan resusitasi yaitu cemas akan kematian pasien, pengobatan yang diberikan, penyakit pasien, dan lingkungan ruang gawat darurat yang sibuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tindakan resusitasi dengan tingkat kecemasan keluarga pasien di UGD RSUD Piru Kab SBB. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif non eksperimental dengan metode cross sectional. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan observasi tingkat kecemasan menurut HARS, sampel berjumlah 32 orang keluarga pasien di UGD RSUD Piru. Kecemasan yang dialami responden sebagian besar mengalami kecemasan ringan sebanyak 24 orang (75%), kecemasan sedang sebanyak 8 orang (25%), tindakan resusitasi yang dilakukan oleh perawat diruang resusitasi sebanyak 17 orang (53.1%). Analisis fisher’s exact tes didapatkan tingkat kemaknaan pValue = 0,031 (p