Pasien yang datang diunit gawat darurat harus segera ditolong karena setiap detik, menit dan waktu sangat berharga bagi pasien dalam keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan resusitasi, keluarga pasien merasa takut kehilangan pasien yang menjalani tindakan diruang resusitasi dan umumnya keluarga mengalami kecemasan yang bervariasi. Hasil observasi dan pengamatan klinik penulis di UGD RSUD Piru melihat banyak hal yang dapat menimbulkan kecemasan pada keluarga terhadap tindakan resusitasi yaitu cemas akan kematian pasien, pengobatan yang diberikan, penyakit pasien, dan lingkungan ruang gawat darurat yang sibuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tindakan resusitasi dengan tingkat kecemasan keluarga pasien di UGD RSUD Piru Kab SBB. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif non eksperimental dengan metode cross sectional. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan observasi tingkat kecemasan menurut HARS, sampel berjumlah 32 orang keluarga pasien di UGD RSUD Piru. Kecemasan yang dialami responden sebagian besar mengalami kecemasan ringan sebanyak 24 orang (75%), kecemasan sedang sebanyak 8 orang (25%), tindakan resusitasi yang dilakukan oleh perawat diruang resusitasi sebanyak 17 orang (53.1%). Analisis fisher’s exact tes didapatkan tingkat kemaknaan pValue = 0,031 (p