Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

The Relationship between Mother's Attitudes about Oxytocin Massage and the Smoothness of Exclusive Breastfeeding at PMB Ernita Pekanbaru Rika Andriyani; Risa Pitriani
Science Midwifery Vol 9 No 2 (2021): April: Science Midwifery
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Breast milk production is stimulated by breast emptying and the principle of supply and demand applies, so that the more milk is released, the more milk is released. Oxiton massage is one way to increase and increase milk production. The research objective was to determine the relationship between mother's attitude about oxytocin massage to the smoothness of exclusive breastfeeding at PMB Ernita Pekanbaru. This research has a type of quantitative analytic research using a cross sectional research design, the study was conducted on 15 November - 15 December 2020, the sample of this study were some breastfeeding mothers whose babies were exclusively breastfed who visited PMB Ernita, the sampling technique was in this study. is a consecutive random sample, the number of samples in this study was 38 people. The results of the research from the chy square test results obtained p value 0.011 which means that there is a significant relationship between attitudes towards oxytocin massage and the smoothness of exclusive breastfeeding. The conclusion from the results of the research that has been conducted shows that from 38 respondents, of which 16 respondents have a positive attitude towards oxytocin massage, there are 22 respondents who smoothly provide exclusive breastfeeding. This shows that respondents who have a positive attitude towards oxytocin massage have a 5.8 times chance of fluently providing exclusive breastfeeding, which means that there is a significant relationship between attitudes towards oxytocin massage and the smoothness of exclusive breastfeeding carried out at PMB Ernita Pekanbaru in 2020.
The Effectiveness of Dragon Fruit Consumption For Increasing Haemoglobin Levels In Pregnancy Women With Light Anemia Symptoms Miratu Megasari; Risa Pitriani
Science Midwifery Vol 10 No 1, October (2021): Science Midwifery
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia in pregnant women often occurs due to changes in the cardiovascular system that cause haemodilution, resulting in reduced oxygen levels in the blood. A solution to prevent anemia in pregnant women is to consume fruits that contain high iron and vitamin C such as dragon fruit which is needed to synthesize haemoglobin. From a preliminary study at the Pramuka Primary clinic, 8 out of 15 pregnant women had Hb levels <11.5 g/dl. Based on the author's experience, there are still pregnant women who do not consume blood-boosting tablets because the side effects of these tablets causing nausea, black stools. The population in this study were all pregnant women who were recorded at the Pratama Primary Clinic. The sample in this study was pregnant women in the first trimester who experienced anemia. The sampling technique used is accidental sampling. The method used in this study is a quasi-experimental. The type of design in this study was in the form of a non-equivalent design (pretest and post-test). The results of this study showed that the average hemoglobin level of pregnant women before consuming dragon fruit was 9.17 gr%, while the average hemoglobin level of pregnant women after consuming dragon fruits was 10.15gr%. The results of the statistical test value of 0.001 means that there is a significant difference between Hb levels before and after consuming dragon fruits.
ASUHAN KEBIDANAN PADA REMAJA PUTRI DENGAN KEPUTIHAN Risa Pitriani
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v11i1.160

Abstract

Latar Belakang Studi Kasus: Sekitar 70% remaja putri mengalami masalah keputihan. Keputihan yang terjadi pada remaja putri tersebut kebanyakan disebabkan oleh masih minimnya kesadaran untuk menjaga kesehatan terutama dalam kebersihan organ genetalia. Tujuan Studi Kasus: Untuk melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu remaja putri dengan keputihan menggunakan metode SOAP.Metode Studi Kasus: Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan Continuity Of Care diberikan pada siswi kelas X SMAN 6 Pekanbaru Jl. Bambu Kuning No 28, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru dari 03-10 Juli 2019. Subyeknya Nn. S Umur 17 tahun. Jenis data primer. Cara pengumpulan data anamnesa, observasi, pemeriksaan dan dokumentasi. Analisa data dengan membandingkan antara data yang diperoleh dengan teori yang ada.Laporan Kasus dan Bahasan: Saat ditanyakan Nn.S mengatakan telah mengalami keputihan sejak 3 bulan yang lalu, keputihan yang dilami yaitu sebelum menstruasi dan saat stress, keputihan berbentuk encer, keputihannya tidak berbau dan tidak gatal.Simpulan: Asuhan kebidanan dilaksanakan menggunakan pendekatan dengan pendokumentasian SOAP (Subjektif, Objektif, Asesmen, Penatalaksanaan). Tidak ditemukan kesenjangan pada hasil data Subjektif dan Objektif. Sehingga setelah semua data terkumpul dapat disimpulkan Analisa dan melakukan Penatalaksanaan sesuai dengan teori.Saran: Diharapkan pihak Sekolah SMAN 6 Pekanbaru, dapat meningkatkan pendidikan dan pengetahuan siswi dengan melibatkan tenaga kesehatan setempat dengan cara memberikan penyuluhan, poster, leaflet khususnya tentang penanganan keputihan pada remaja putri.
Pemberdayaan Ayah ASI Melalui Pelatihan Pijat Oksitosin Untuk Meningkatkan Produksi ASI Pada Ibu Nifas Risa Pitriani; Rika Andriyani
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 3 No. 2 (2022): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v3i2.838

Abstract

ASI Eksklusif mengalami penurunan setiap tahunnya. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) memperlihatkan terjadinya penurunan prevalensi ASI eksklusif dari 32% pmenjadi 27%. Menurut Riset Kesehatan dasar menjelaskan bahwa cakupan ASI eksklusif masih belum maksimal hanya mencapai 30,2%. Menurut Profil Kesehatan Indonesia pada jumlah ASI eksklusif di Indonesia dari lebih dari tiga juta bayi yang ada di 34 provinsi di Indonesia, terdapat sekitar satu juta bayi saja yang mendapat ASI eksklusif dengan persentase 55,7%. Angka tersebut membuktikan bahwa target 80% cakupan ASI eksklusif masih sangat jauh dari kenyataan. Produksi ASI  dirangsang oleh pengosongan payudara dan berlaku prinsip suplly and demand, sehingga semakin banyak ASI dikeluarkan, maka semakin banyak ASI  yang dikeluarkan. Pijat oksiton merupakan salah satu cara untuk dapat memperbanyak dan memperlancar produksi ASI. Tujuan kegiatan ini diharapkan kepada para ayah dapat melakukan pijat oksitosin pada istrinya yang memiliki bayi untuk memperlancar ASI. Tahapan metode pengabdian, yaitu: 1) Mengadakan penyuluhan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan pada Kader dan Ayah ASI, kader yang ikut pada penyuluhan ada 6 orang, untuk ayah ASI atau yang memiliki bayi yang berusia 0-6 bulan yang berada pada RW 11 ada 10 orang, 2) Mengadakan pelatihan dengan dibantu oleh terapis terlatih yang mempunyai sertifikat pelatihan massase, dan 3) Melakukan Pembinaaan yang dilakukan melalui pertemuan rutin di posyandu , pemantauan dimaksudkan untuk mengamati kegiatan yang dilakukan kader terhdap para suami, dan evaluasi melihat hasil yang dilakukan terhadap keberhasilan pemberian ASI apakah sudah berhasil yang di pantau secara langsung oleh kader yang berada di RW 11. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 7-16 Februari 2022. Diharapkan pada kader membuat posko/pokok Ayah ASI untuk konsultasi atau memberikan edukasi terhadap Ayah ASI yang lain. Kata  Kunci : Pijat Okitosin, Ayah ASI, Produksi ASI, Ibu Nifas
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS DENGAN PEMBERIAN KOMPRES DINGIN TERHADAP PENURUNAN NYERI LUKA PERINEUM DI PMB ONNI DILLA ROZA Nyimas Siti Wahyuni; Risa Pitriani
Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Kebidanan Terkini
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jkt/Vol2.Iss2.1022

Abstract

Robekan jalan lahir merupakan salah satu infeksi yang terjadi pada masa nifas. Ibu nifas dengan robekan jalan lahir atau luka perineummengakibatkan ketidaknyamanan dalam beraktifitas ataupun duduk. Salah satu upaya penanganan secara nonfarmakologis yaitu dengan kompres dingin. Asuhan ini bertujuan untuk mengetahui manfaat dalam memberikan kompres dingin untuk menurunkan nyeri pada luka. Kompres dingin akan menimbulkan efek analgetik karena dapat memperlambat kecepatan syaraf sehingga impuls nyeri yangdisampaikan ke otak lebih sedikit sehingga menurunkan sensasi nyeri. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan carakompres dingin dengan kriteria pasien nifas dengan nyeri luka perineum derajat I atau II. Pengambilan kasus dilaksanakan dengan mendatangi PMB Onni Dilla Roza. Selanjutnya penulis melakukan kontak pertama dengan pasien dan membuat kesepakatan denganpasien. Setelah itu pasien setuju dengan kesepakatan yang telah dibuat dan menandatangani informed consent. Asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan kompres dingin untuk menurunkan nyeri luka perineum dilakukan selama 2 kali kunjungan. Evaluasi asuhanyang diberikan kepada pasien dengan lembar skala nyeri dan skala REEDA. Hasil pada kajian 1, nyeri luka perienum dirasakan sebelum diberikan kompres dingin berada di skala 4 dengan nilai skala REEDA 3. Setelah dilakukan kompres dingin berada di skala 3 dan skala REEDA masih tetap 3. Pada kajian 2, nyeri luka perineum yang dirasakan berada di skala 0 dengan nilai skala REEDA 0.Kesimpulannya terdapat pengurangan nyeri luka perineum setelah diberikan asuhan kompres dingin selama 4 hari. Diharapkan adanya pemberian informasi dan edukasi seperti pelatihan untuk penanganan berbagai nyeri secara nonfarmakologi dimulai dari masa kehamilan.
Edukasi Pentingnya Pemberian Imunisasi Dasar Pada Bayi dan Balita Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh Sejak Dini Di Posyandu Sinaran Bulan Purnama Rw 06 Kec.Rumbai Timur Risa Pitriani; Rika Andriyani; Rina Yulviana
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/arsy.v4i2.571

Abstract

Imunisasi atau vaksinasi adalah cara sederhana, aman, dan efektif untuk melindungi seseorang dari penyakit berbahaya, sebelum bersentuhan dengan agen penyebab penyakit. Cakupan imunisasi dasar pada bayi di indonesia meliputi BCG, Hepatitis B, DPT,Polio dan campak. Angka kematian bayi dan bayi akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi masih menunjukkan angka yang cukup tinggi. Tujuan kegiatan ini diharapkan kepada para ibu dapat memberikan imunisasi pada bayi dengan lengkap agar terhindar dari penyakit dikemudian hari. Tahapan metode pengabdian, yaitu: Mengadakan penyuluhan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan ibu yang memiliki bayi dan balita untuk mengetahui pentingnya imunisasi pada bayi dan balita. Penyuluhan ini juga diikuti beberapa kader yang berada di posyandu RW 06 berjumlah 4 orang dan Ibu yang memiliki bayi dan balita berjumlah 11 orang. Mengadakan pembinaan, Pemantauan, Evaluasi, Melakukan pembinaaan yang dilakukan melalui pertemuan rutin di posyandu, pemantauan dimaksudkan untuk mengamati kegiatan yang dilakukan kader terhadap para ibu yang memiliki bayi dan balita untuk hadir pada kegiatan posyandu, dan evaluasi melihat hasil yang dilakukan terhadap keberhasilan pemberian imunisasi apakah sudah tercapai yang di pantau secara langsung oleh kader yang berada di Posyandu Sinaran Rembulan Purnama RW 06. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 24-30 Juni 2023. Diharapkan petugas kesehatan agar dapat memberikan edukasi kepada ibu yang memiliki bayi dan balita agar dapat memberikan imunisasi dasar lengkap kepada bayinya.
Pemberdayaan Kader Melalui Pelatihan Pijat Oksitosin Untuk Meningkatkan Produksi ASI Pada Ibu Nifas Di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Rumbai Kota Pekanbaru Risa Pitriani; Miratu Megasari
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 5 No. 2 (2024): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v5i2.3736

Abstract

Pijat Oksitosin dalah pemijatan tulang belakang pada costa (tulang rusuk) ke 5-6 sampai ke scapula (tulang belikat). Berdasarkan Profil Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru tahun 2019 salah satu wilayah yang memiliki jumlah balita terbanyak dan cakupan pemberian ASI eksklusifnya rendah terdapat di daerah rumbai yaitu sebanyak 1.543 bayi 0-6 bulan hanya 795 bayi yang diberikan ASI eksklusif dengan persentase (51,6%). Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Rumbai Kota Pekanbaru didapatkan dalam 3 bulan terakhir jumlah ibu menyusui (usia bayi < 6 bulan) yakni berjumlah 135 orang. Tujuan pengabdian ini agar para kader dapat membantu meningkatkan capaian tersebut dengan pemantauan secara berkala pada ibu nifas dan memberikan pelayanan kesehatan berupa pijat oksitisin kepada ibu nifas. Metode pengabdian ini, yaitu: 1) Mengadakan penyuluhan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan pada Kader, kader yang ikut pada penyuluhan ada 8 orang, 2) Mengadakan pelatihan dengan dibantu oleh terapis terlatih yang mempunyai sertifikat pelatihan massase, dan 3) Melakukan pemantauan dimaksudkan untuk mengamati kegiatan yang dilakukan kader terhadap ibu menyusui, dan evaluasi melihat hasil yang dilakukan terhadap keberhasilan pengeluaran dan pemberian ASI apakah sudah berhasil yang di pantau secara langsung oleh kader. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 14-18 Agustus 2023. Hasil pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader terhadap pentingnya pijat oksitosin bagi ibu menyusui. Luaran kegiatan ini akan di publikasikan di Jurnal berISSN Jurnal CEEJ. Diharapkan pada kader yang sudah terlatih agar dapat mengajarkan kepada kader di posyandu lain untuk dapat melakukan pijat oksitosin minimal setiap hari posyandu.
Pemberian Terapi Hypno Prenatal Untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan Pada Ibu Hamil Miratu Megasari; Risa Pitriani
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/arsy.v5i1.729

Abstract

Kecemasan pada ibu hamil dapat dipengaruhi karena tidak melakukan pemeriksaan Antenatal Care (ANC). Pemeriksaan ANC yang dilakukan oleh ibu dapat membantu mengendalikan rasa cemas yang muncul saat kehamilannya, salah satu upaya yang dilakukan tenaga kesehatan untuk menurunkan angka kecemasan pada ibu hamil. membuat ibu semakin cemas dengan keadaan lingkungannya. Untuk mengurangi rasa cemas ibu dapat diatasi dengan terapi Hypno prenatal. Hypno prenatal merupakan suatu kegiatan yang dapat membantu seseorang menjadi rileks dan tenang, dimana efek dari kondisi ini akan berpengaruh terhadap ibu dan lingkungannya  Upaya pemeriksaan kehamilan dari setiap ibu yang hamil dapat tercapai jika individu memiliki motivasi untuk mencapai target kehamilan yang diinginkan. Berdasarkan pengalaman penulis pada saat melakukan bimbingan terhadap mahasiswi kebidanan yang melakukan praktik klinik kebidanan masih terdapatnya ibu hamil yang cemas terhadap kehamilannya. Hasil penelitian yang dilakukan Megasari (2022) Ada pengaruh yang signifikan antara pengetahuan dengan kecemasan pemeriksaan kehamilan di masa pandemi Covid-19. Namun jika masalah ini tidak diatasi bisa menjadi hal yang biasa bagi ibu hamil untuk tidak melakukan ANC Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk menurunkan kecemasan ibu hamil dengan melakukan terapi hypno prenatal . Mitra Pengabdian masyarakat ini adalah bidan sebagai pimpinan di Klinik Pratama Arrabih, sedangkan yang menjadi objek dalam Pengabdian ini adalah Ibu Hamil.  Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 2 tahap yaitu penyuluhan yang dilakukan dengan ceramah langsung untuk meningkatkan pengetahuan mitra dan melakukan terapi hypno prenatal pada ibu hamil dengan ketidakanyamanan kehamilan untuk mengurangi ketidaknyamanan yang dialaminya.Hasil dari pelaksanaan hypno prenatal didapatkan ibu hamil lebih tenang dalam menghadapi kehamilannya dan mengatakan akan melakukan hypno prenatal jika mengalami kecemasan.