Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Determinan Gangguan Hipertensi Dalam Kehamilan (HDK) Di Wilayah Kerja Puskesmas Maospati Kabupaten Magetan Elly Marliana; Agung Suharto; Ayesha Hendriana Ngestiningrum
Gema Bidan Indonesia Vol. 10 No. 2 (2021): Juni
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v10i2.9

Abstract

Penyakit hipertensi dalam kehamilan (HDK) merupakan kelainan vaskular yang terjadi pada kehamilan atau timbul dalam kehamilan atau pada masa nifas. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh determinan riwayat hipertensi, obesitas, penggunaan KB hormonal terhadap kejadian hipertensi dalam kehamilan (HDK). Penelitian observasi analitik, dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ibu hamil yang berkunjung dan tercatat Puskesmas Maospati Kabupaten Magetan pada 2018 sebanyak 332. Teknik pengambilan sample dengan teknik Simpel Random Sampling, besar sampel 183. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah riwayat hipertensi, obesitas dan riwayat penggunaan KB hormonal. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kejadian HDK. Pengumbulan data dengan pendekatan studi dokumentasi, dengan lembar observasi. Analisis data mengunakan uji statistic Regresi Logistic, dengan penetapan tingkat kesalahan α 0,05. Hasil penelitian ibu hamil yang mengalami HDK tersebut yang terpapar hipertensi sebanyak 11%, yang ada riwayat atau terpapar obesitas 45,6%, terpapar KB Hormon sebesar 36.3%. Hasil analisis bivariat variabel Riwayat hipertensi dengan HDK ρ 0,01< α 0,05 , hasil Riwayat obesitas dengan HDK dρ 0,024< α 0,05 , Riwayat KB Hormon dengan HDK ρ 0,21< α 0,05. Hasil analisis multivariat menunjukkan hanya variabel riwayat hipertensi yang memenuhi syarat uji Regresi logistic dengan hasil ρ < α 0,05 (0,002<0,05), OR sebesar 0,099. Kesimpulan: faktor riwayat hipertensi dan riwayat obesitas saja yang berpengaruh sangat signifikan. Riwayat hipertensi menyumbang 9,9% dalam kejadian HDK. Saran: pendampingan ibu hamil resiko tinggi oleh masyarakat, peningkatan pemanfaatan Buku KIA, Penguatan ANC Terpadu: peningkatan peran bidan dan dokter umum dalam melakukan skreening bumil risti. Kata Kunci : Riwayat Hipertensi, Obesitas, HDK.
Developing Midwives’ Role as A Stunting Center at The Village Government Level: A Case Study Nurlailis Saadah; Sulikah Sulikah; Agung Suharto; Budi Joko Santosa; Budi Yulianto; Syaifoel Hardy
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No S1: Supplement
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.671 KB) | DOI: 10.30604/jika.v8iS1.1611

Abstract

The handling of stunting at the village level so far cannot be said to be effective due to the absence of prevention centers by healthcare professionals. The objective is to develop the role of the village midwife as a central role for stunting prevention with a clear flow of tasks and responsibilities. The implication of this research will be to emphasize a more structured stunting prevention system. This research used a case study method with a descriptive design. The instrument used for data acquisition was a semi-structured question list through in-depth interviews, supported by document reviews from reputable journals for the last five years (2016-2021). The target of the interview was a village midwife in Trenggalek, East Java. The data analysis was PICO (Population, Intervention, Comparison, Output).  There were 7 themes from the interviews and 8 reputable journals as supporting data for the PICO selection. The analysis concluded that developing the role of midwives in dealing with stunting, required management reform (SOP), increased collaboration between professions and sectors, family economy, and availability of funds. It was recommended that village midwives are the most appropriate health professionals at village-level stunting prevention centers who report to the BKKBN institution. Abstrak: Penanganan stunting di tingkat desa selama ini belum bisa dikatakan efektif karena belum adanya pusat pencegahan oleh tenaga kesehatan. Tujuannya untuk mengembangkan peran bidan desa sebagai peran sentral pencegahan stunting dengan alur tugas dan tanggung jawab yang jelas. Implikasi dari penelitian ini adalah untuk menekankan sistem pencegahan stunting yang lebih terstruktur. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan desain deskriptif. Instrumen yang digunakan untuk perolehan data adalah daftar pertanyaan semi terstruktur melalui wawancara mendalam yang didukung dengan telaah dokumen dari jurnal-jurnal bereputasi selama lima tahun terakhir (2016-2021). Sasaran wawancara adalah bidan desa di Trenggalek, Jawa Timur. Analisis data yang digunakan adalah PICO (Population, Intervention, Comparison, Output). Terdapat 7 tema hasil wawancara dan 8 jurnal bereputasi sebagai data pendukung seleksi PICO. Hasil analisis menyimpulkan bahwa untuk mengembangkan peran bidan dalam mengatasi stunting diperlukan reformasi manajemen (SOP), peningkatan kerjasama antar profesi dan sektor, ekonomi keluarga, dan ketersediaan dana. Direkomendasikan agar bidan desa merupakan tenaga kesehatan yang paling tepat di pusat penanggulangan stunting tingkat desa yang melapor kepada lembaga BKKBN
Anemia Kehamilan dan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah Ike Mutiarasari; Agung Suharto; Astin Nur Hanifah; Sulikah Sulikah; Sunarto Sunarto
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk455

Abstract

Anemia is of particular concern to the health of mothers and children because iron deficiency can cause complications for both mother and baby. Anemia also has an impact on the fetus, such as impaired physical and cognitive development of children, increased morbidity in infants and young children, as well as low birth weight babies (LBW). So research is needed which aims to determine the effect of the incidence of anemia during pregnancy on the incidence of LBW. This type of research was ex post facto. Data was collected from secondary data, namely the mother's cohort report and the MCH handbook. The results showed that the proportion of mothers with at-risk age was 19.6%, at-risk parity was 67.4% and those with lower secondary education were 22.8%. The results of the analysis with the Fisher's Exact test showed a p-value of 0.001. It was concluded that the incidence of anemia in pregnant women affects the incidence of LBW.Keywords: anemia; low birth weight babies; pregnancy                                          ABSTRAK Anemia menjadi perhatian khusus bagi kesehatan ibu dan anak karena kekurangan zat besi dapat menyebabkan komplikasi bagi ibu dan bayi. Anemia juga berdampak pada janin, seperti gangguan perkembangan fisik dan kognitif anak, peningkatan morbiditas pada bayi dan anak kecil, juga bayi berat lahir rendah (BBLR). Maka diperlukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kejadian anemia selama kehamilan dengan kejadian BBLR. Jenis penelitian ini adalah ex post facto. Data dikumpulkan dari data sekunder yaitu laporan kohort ibu dan buku KIA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi ibu dengan usia berisiko adalah 19,6%, paritas berisiko adalah 67,4% dan memiliki tingkat pendidikan menengah ke bawah adalah 22,8%. Hasil analisis dengan Fisher's Exact test menunjukkan nilai p = 0,001. Disimpulkan bahwa kejadian anemia pada ibu hamil berpengaruh terhadap kejadian BBLR.Kata kunci: anemia; bayi berat lahir rendah; kehamilan