Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Peningkatan Underweight dan Resiko Gizi Lebih pada Balita di Kabupaten Magetan Wella Nur Hidayah; Nuryani Nuryani; Heru Santoso Wahito Nugroho; N. Surtinah
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7309

Abstract

Masalah kekurangan gizi pada balita di dunia sampai saat ini masih menjadi Trend. Masalah gizi pada balita dapat membawa dampak buruk terhadap pertumbuhan fisik maupun mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran trend prevalensi status gizi pada balita usia 0-59 bulan di Kabupaten Magetan tahun 2019 sampai 2021.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan studi prediksi. Sampel pada penelitian ini adalah total populasi balita usia 0-59 bulan sebanyak 916.246 balita. Variabel dalam penelitian ini adalah status gizi balita. Instrumen menggunakan data sekunder yang diperoleh dari buku laporan status gizi balita di Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan tahun 2019 sampai 2020. Analisis data menggunakan fitur trend line pada chart dalam program Ms. Office. Hasil penelitian menunjukkan ada trend dan prediksi prevalensi akhir tahun 2022 status gizi pada tingkat Kabupaten kategori berat badan sangat kurang, berat badan kurang, dan resiko berat badan lebih yang cenderung akan mengalami kenaikan, sedangkan kategori berat badan normal cenderung akan mengalami penurunan. Kondisi ini perlu diwaspadai dan diperhatikan secara khusus seperti pembinaan gizi masyarakat, melakukan intervensi secara komperehensif dengan kerjasama lintas sektor yang melibatkan seluruh kota/kecamatan melalui posyandu seperti penimbangan dan pencatatan sebagai bentuk kewaspadaan, pemberian makanan tambahan (PMT) pada anak yang mengalami gizi kurang, penyuluhan pada masyarakat untuk melaksanakan program keluarga sadar gizi (KADARZI). Kata kunci: status gizi balita; trend; prediksi
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Bentuk Kelas Ibu Balita Di Desa Krowe Lembeyan Magetan Tahun 2020 Tutiek Herlina; Nurweningtyas Wisnu; Nuryani
Health Community Engagement Vol. 2 No. 2 (2021): December
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: program kesehatan yang diharapkan menurunkan angka kesakitan dan kematian anak balita adalah buku KIA. Upaya  strategis desentralisasi untuk meningkatkan kemandirian keluarga dan masyarakat dalam memelihara kesehatan anak adalah mengembangkan model peningkatan penggunaan buku KIA oleh masyarakat melalui Kelas Ibu Balita (1). Desa Krowe Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan belum melaksanakan program kelas ibu balita sampai dengan tahun 2020. Hal ini dikarenakan kader belum memahami   program kelas ibu balita. Kader beranggapan  kelas ibu balita dapat dilaksanakan bersamaan  Posyandu. Kegiatan rutin posyandu hanya penimbangan, imunisasi, belum ada penyuluhan khusus terkait perawatan anak. Penyuluhan diberikan bersifat individu apabila ada anak yang bermasalah. Tujuan: Pengetahuan kader posyandu tentang pelaksanaan kelas ibu balita dan perawatan anak meningkat setelah mengikuti kegiatan sosialisasi kelas ibu balita. Kader menindaklanjuti melaksanakan kelas ibu balita dengan pendampingan dari tenaga kesehatan. Metode: Peserta 36  kader Posyandu. Fasilitator adalah dosen, mahasiswa, bidan puskesmas, bidan desa. Metode pembelajaran  ceramah, demonstrasi, dan praktek. Media pembelajaran  lembar balik kelas ibu balita, buku KIA,  food model,  model gigi,  alat permainan edukatif,  LCD. Tempat pelaksanaan di Balai Desa Krowe. Waktu  pelaksanaan tujuh  pertemuan. Evaluasi   dilakukan dengan pre tes dan pos tes  setiap materi.  Hasil: ada peningkatan rata-rata nilai post tes dibandingkan pretes. Kesimpulan: ada peningkatan pengetahuan kader tentang pelaksanaan kelas ibu balita dan perawatan bayi dan balita setelah mengikuti kelas ibu balita. Kader diharapkan dapat menindaklanjuti melaksanakan kelas ibu balita dengan pendampingan tenaga kesehatan.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Bentuk Kelas Ibu Balita Di Desa Krowe Lembeyan Magetan Tahun 2020 Tutiek Herlina; Nurweningtyas Wisnu; Nuryani
Health Community Engagement Vol. 4 No. 2 (2022): Mei-Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: program kesehatan yang diharapkan menurunkan angka kesakitan dan kematian anak balita adalah buku KIA. Upaya  strategis desentralisasi untuk meningkatkan kemandirian keluarga dan masyarakat dalam memelihara kesehatan anak adalah mengembangkan model peningkatan penggunaan buku KIA oleh masyarakat melalui Kelas Ibu Balita (1). Desa Krowe Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan belum melaksanakan program kelas ibu balita sampai dengan tahun 2020. Hal ini dikarenakan kader belum memahami   program kelas ibu balita. Kader beranggapan  kelas ibu balita dapat dilaksanakan bersamaan  Posyandu. Kegiatan rutin posyandu hanya penimbangan, imunisasi, belum ada penyuluhan khusus terkait perawatan anak. Penyuluhan diberikan bersifat individu apabila ada anak yang bermasalah. Tujuan: Pengetahuan kader posyandu tentang pelaksanaan kelas ibu balita dan perawatan anak meningkat setelah mengikuti kegiatan sosialisasi kelas ibu balita. Kader menindaklanjuti melaksanakan kelas ibu balita dengan pendampingan dari tenaga kesehatan. Metode: Peserta 36  kader Posyandu. Fasilitator adalah dosen, mahasiswa, bidan puskesmas, bidan desa. Metode pembelajaran  ceramah, demonstrasi, dan praktek. Media pembelajaran  lembar balik kelas ibu balita, buku KIA,  food model,  model gigi,  alat permainan edukatif,  LCD. Tempat pelaksanaan di Balai Desa Krowe. Waktu  pelaksanaan tujuh  pertemuan. Evaluasi   dilakukan dengan pre tes dan pos tes  setiap materi.  Hasil: ada peningkatan rata-rata nilai post tes dibandingkan pretes. Kesimpulan: ada peningkatan pengetahuan kader tentang pelaksanaan kelas ibu balita dan perawatan bayi dan balita setelah mengikuti kelas ibu balita. Kader diharapkan dapat menindaklanjuti melaksanakan kelas ibu balita dengan pendampingan tenaga kesehatan.
Peningkatan Sikap Tentang Pemberian ASI melalui Couple Class Ngestiningrum, Ayesha Hendriana; Nuryani, Nuryani
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk358

Abstract

Husband is a driving factor for breastfeeding. So far, education has often focused on pregnant women. One alternative solution to this problem is through the existence of a couple class. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of the couples class in increasing attitudes about breastfeeding. The design of this research was pretest-posttest with control group. Respondents were 50 third trimester pregnant women and their partners, in two groups, each consisting of 25 people. The intervention group was given treatment in the form of a couple class. The control group received treatment according to the SOP in force at PMB. Attitudes were measured through filling out a questionnaire. Differences in attitude improvement between the two groups were analyzed using an independent sample t-test. The results of the analysis showed a value of p = 0.000, so it was interpreted that there were differences in attitude improvement between the intervention group and the control group. It was concluded that the couples class was effective in increasing attitudes about breastfeeding.Keywords: couple class; breast-feed; attitude; breast milk ABSTRAK Suami merupakan faktor pendorong pemberian air susu ibu. Selama ini edukasi sering berfokus pada ibu hamil. Salah satu alternatif pemecahan masalah ini adalah melalui keberadaan kelas pasangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas kelas pasangan dalam meningkatkan sikap tentang pemberian air susu ibu. Desain penelitian ini adalah pretest-posttest with control group. Responden adalah 50 ibu hamil trimester III dan pasangannya, dalam dua kelompok, masing-masing terdiri atas 25 orang. Kelompok intervensi diberikan perlakuan berupa couple class. Kelompok kontrol mendapatkan perlakuan sesuai SOP yang berlaku di PMB. Sikap diukur melalui pengisian kuesioner. Perbedaan peningkatan sikap antara kedua kelompok dianalisis menggunakan independent sample t-test. Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,000, sehingga ditafsirkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan sikap antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Disimpulkan bahwa kelas pasangan efektif dalam meningkatkan sikap tentang pemberian air susu ibu.Kata kunci: couple class; menyusui; sikap; air susu ibu
Peningkatan Pemberian ASI melalui One Cadre One Mom (OCOM) Ayesha Hendriana Ngestiningrum; Nuryani Nuryani
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v14i4.4325

Abstract

Masih terdapat kendala dalam mempraktekkan pemberian ASI eksklusif. Permasalahan seringkali muncul pada awal-awal menyusui. Kurangnya dukungan lingkungan sekitar/masyarakat dapat mempengaruhi ketidakberhasilan menyusui pada awal-awal masa menyusui. Pemberdayaan masyarakat diperlukan untuk meningkatkan ketercapaian pemberian ASI ini. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mendampingi ibu sejak hamil hingga masa menyusui eksklusif. One Cadre One Mom (OCOM) merupakan kegiatan dimana seorang kader mendampingi ibu hamil hingga masa nifasnya selesai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas One Cadre One Mom (OCOM)  dalam meningkatkan pemberian ASI. Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan post-test dan desain kelompok kontrol. Populasinya terdiri dari ibu hamil trimester III normal di wilayah Puskesmas Lembeyan Magetan periode Mei-Septemer 2023 bersedia mengikuti penelitian. Jumlah sampel setiap kelompok adalah 25 orang yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Kelompok intervensi berpartisipasi dalam kegiatan One Cadre One Mom (OCOM) dimana ibu hamil Trimester III didampingi kader, diberikan edukasi mengenai laktasi. Pendampingan ini berlanjut hingga masa nifas selesai.  Pada masa nifas kunjungan 3 kali yaitu pada 3 hari pertama, hari ketujuh dan saat 1 bulan. Kader tidak hanya memberikan edukasi saja tapi juga menajari ibu perawatan payuda dan pijat oksitosin serta memberikan edukasi pada keluarga juga. Untuk kelompok kontrol diberikan perlauan sesuai SOP yang berlaku di Puskesmas Lembeyan. Pemberian ASI diukur dari pemberian ASI saja atau ASI dan sufor selama pendmapingan. . Pemberian ASI eksklusif pada bulan pertama dianalisis dengan menggunakan uji chi - square. Terdapat perbedaan pemberian ASI eksklusif antara kedua kelompok pada bulan pertama dengan nilai signifikansi 0,021. One Cadre One Mom (OCOM) efektif dalam meningkatkan pemberian ASI.kata kunci: kader, menyusui, ASI esklusif
Reducing Stunting Through Specific Nutrition Interventions in Action to Prevent Stunting Program (ACS) and Supplementary Feeding Program (PMT) Nurlailis Saadah; Dwi Indah Cahyaningsari; Nana Usnawati; Nuryani
International Journal of Advanced Health Science and Technology Vol. 3 No. 3 (2023): June
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijahst.v3i3.267

Abstract

Stunting is one of the nutritional problems that is a priority and must be addressed. Specific nutrition interventions in the ACS and PMT programs both have an effect on reducing stunting. Objective: To find out the differences in the effect of specific nutrition interventions in the ACS and PMT programs on reducing stunting. This research is a comparative research, cross-sectional research design. Sample: This study consisted of 60 stunted toddlers, consisting of 30 stunted toddlers in Jabung Village ad 30 stunted toddlers in Ngiliran Village. Analysis of differential effects: Independent Sample t-test. Results showed that specific nutrition interventions in the ACS program showed that 15% of toddlers passed stunting and 35% of toddlers did not pass stunting, while during the PMT implementation, 10% of toddlers passed stunting and 40% of toddlers did not pass stunting. The Independent Sample t-test concluded that there were differences in the effect of specific nutrition interventions on the ACS and PMT programs on stunting reduction. Concluded tha there were differences in the effect of specific nutrition interventions in the ACS and PMT programs had an effect on reducing stunting. So it is suggested that the handling of stunting in the ACS program can be disseminated and replicated on other places to reduce the incidence of stunting.
The Relationship Between Knowledge and Motivation of Pregnant Women with the Implementation of Integrated ANC at UPTD Plaosan Health Center Dwi Yuniarti; Agung Suharto; Nuryani; Triana Septianti
International Journal of Advanced Health Science and Technology Vol. 4 No. 3 (2024): June
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijahst.v4i3.341

Abstract

Antenatal care (ANC) is an important component in maternal health services to reduce maternal and infant mortality rates in Indonesia, which are still high. Every pregnancy in its development has a risk of complications, therefore ANC services must be carried out routinely, integrated, and according to quality antenatal service standards. In fact, not all pregnant women make regular ANC visits, so the coverage of K1, K4 and K6 is low, including at the Plaosan Health Center. The general objective of this study was to determine the relationship between knowledge and motivation of pregnant women with the implementation of Integrated ANC at UPTD Puskesmas Plaosan in 2024. The type of research used in this study was an analytic survey with a cross sectional design. Data analysis using primary data. The number of samples used was 37 pregnant women using purposive sampling technique. The independent variables in this study were knowledge and motivation while the dependent variable in this study was the implementation of integrated ANC. Data analysis was performed with chi-square test. The results showed that the variable of knowledge with the implementation of integrated ANC obtained significance with a p value = 0.014 while the motivation variable obtained a p value = 0.001 so that there is a significant relationship between knowledge and motivation with the implementation of integrated ANC. Therefore, knowledge and motivation need to be considered to be a reference in the implementation of integrated ANC..
Relationship Between Waist-Hip Ratio (WHRC) And Prementrual Syndrome (PMS) Afitsya Salsa Ayudi; Teta Puji Rahayu; Agung Suharto; Nuryani Nuryani
International Journal of Advanced Health Science and Technology Vol. 5 No. 5 (2025): October
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijahst.v5i5.486

Abstract

Premenstrual Syndrome (PMS) is a common health problem experienced by adolescent girls, characterized by physical, emotional, and psychological symptoms related to the menstrual cycle. Waist-to-Hip Circumference Ratio (RLPP), which is a comparison between waist circumference and pelvis, is thought to play a predictive role in the incidence of STDs. This study uses an observational analytical design with a cross sectional approach. A simple random sampling sample was taken from 140 respondents. RLPP is measured directly, while PMS is assessed using the Shortened Premenstrual Assessment Form (SPAF) questionnaire. Data analysis was carried out by Chi-Square test. Most of the respondents with normal RLPP experienced mild PMS (65 female students), while the majority of respondents with high RLPP experienced moderate PMS (25 female students). The results of the statistical test showed a value of p = 0.000, indicating a significant relationship between RLPP and PMS. There is a meaningful association between RLPP and the incidence of PMS. RLPP above normal limits not only reflects the risk of metabolic syndrome, but is also associated with reproductive and emotional health disorders in adolescents. Promotive interventions such as increased physical activity, healthy diets, and monitoring of nutritional status are important to be implemented in educational and family settings.
The Effectiveness of Massage Therapy on Reducing Low Back Pain in Pregnant Women Astin Nur Hanifah; Rezqiqah Aulia Rahmat; Nuryani Nuryani
International Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 3 (2026): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/ijhs.v4i3.1309

Abstract

Low back pain is one of the most common musculoskeletal complaints experienced by pregnant women, especially during the second and third trimesters. Anatomical changes, weight gain, altered body posture, and hormonal influences increase stress on the lumbar region, resulting in pain. Massage therapy is a widely used non-pharmacological intervention that improves blood circulation, relieves muscle tension, and promotes relaxation.To determine the effectiveness of massage therapy in reducing low back pain among pregnant women.This study employed a quasi-experimental one-group pretest-posttest design. Thirty pregnant women in the second and third trimesters with low back pain were recruited using purposive sampling. Massage therapy was administered for 20–30 minutes twice weekly for four weeks. Pain intensity was measured using the Numeric Rating Scale (NRS) before and after the intervention. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test with a significance level of 0.05.The mean pain score decreased from 5.93 ± 1.28 before intervention to 2.87 ± 1.12 after massage therapy. Statistical analysis showed a significant reduction in pain intensity (p = 0.001).Massage therapy is effective in reducing low back pain among pregnant women and may serve as a safe complementary therapy during pregnancy. Keywords: Massage Therapy, Low Back Pain, Pregnancy, Complementary Therapy, Pregnant Women.
The Effectiveness of Health Promotion Media on Increasing Knowledge and Participation of Women of Reproductive Age in VIA Screening: A Systematic Literature Review Astin Nur Hanifah; Nana Usnawati; Nuryani Nuryani
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v9i2.8991

Abstract

Introduction: Cervical cancer remains a major cause of morbidity and mortality among women in Indonesia, largely due to low awareness and limited participation in Visual Inspection with Acetic Acid (VIA) screening. Health promotion media are essential to improving knowledge, shaping positive attitudes, and increasing willingness to participate in early detection efforts. This systematic literature review evaluates the effectiveness of various health promotion media in increasing knowledge and VIA screening participation among women of reproductive age (WRA). Methods: This review followed the PRISMA 2020 protocol. Literature searches were conducted exclusively through Google Scholar for studies published between 2021 and 2025. Thirteen eligible studies were analyzed using the PICO framework, focusing on population characteristics, intervention types, comparison strategies, and measured outcomes. Most studies used quasi-experimental pre-post designs. This review has limitations, including reliance on a single database, restriction to Indonesian studies, and predominance of quasi-experimental designs without control groups. These limitations may introduce selection bias and reduce generalizability. Results: Overall findings show significant improvements (p<0.05) in knowledge, attitudes, and VIA participation following health promotion interventions. Audiovisual media, mobile-based applications and live demonstrations produced the strongest effects by enhancing multisensory learning and reducing psychological barriers such as fear or embarrassment. Printed media, including booklets, modules and leaflets remained effective as complementary tools, especially in areas with limited digital access. Intervention success was also supported by family involvement, cultural appropriateness, and active engagement of health workers. Conclusion: In conclusion, multimodal and community-centered health promotion strategies are effective in increasing WRA knowledge and participation in VIA screening. Future research should employ stronger methodological design, expand database coverage, and incorporate cross-national comparisons to enhance the evidence base for cervical cancer screening programs.