Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Peningkatan Underweight dan Resiko Gizi Lebih pada Balita di Kabupaten Magetan Wella Nur Hidayah; Nuryani Nuryani; Heru Santoso Wahito Nugroho; N. Surtinah
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7309

Abstract

Masalah kekurangan gizi pada balita di dunia sampai saat ini masih menjadi Trend. Masalah gizi pada balita dapat membawa dampak buruk terhadap pertumbuhan fisik maupun mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran trend prevalensi status gizi pada balita usia 0-59 bulan di Kabupaten Magetan tahun 2019 sampai 2021.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan studi prediksi. Sampel pada penelitian ini adalah total populasi balita usia 0-59 bulan sebanyak 916.246 balita. Variabel dalam penelitian ini adalah status gizi balita. Instrumen menggunakan data sekunder yang diperoleh dari buku laporan status gizi balita di Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan tahun 2019 sampai 2020. Analisis data menggunakan fitur trend line pada chart dalam program Ms. Office. Hasil penelitian menunjukkan ada trend dan prediksi prevalensi akhir tahun 2022 status gizi pada tingkat Kabupaten kategori berat badan sangat kurang, berat badan kurang, dan resiko berat badan lebih yang cenderung akan mengalami kenaikan, sedangkan kategori berat badan normal cenderung akan mengalami penurunan. Kondisi ini perlu diwaspadai dan diperhatikan secara khusus seperti pembinaan gizi masyarakat, melakukan intervensi secara komperehensif dengan kerjasama lintas sektor yang melibatkan seluruh kota/kecamatan melalui posyandu seperti penimbangan dan pencatatan sebagai bentuk kewaspadaan, pemberian makanan tambahan (PMT) pada anak yang mengalami gizi kurang, penyuluhan pada masyarakat untuk melaksanakan program keluarga sadar gizi (KADARZI). Kata kunci: status gizi balita; trend; prediksi
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Bentuk Kelas Ibu Balita Di Desa Krowe Lembeyan Magetan Tahun 2020 Tutiek Herlina; Nurweningtyas Wisnu; Nuryani
Health Community Engagement Vol. 2 No. 2 (2021): December
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: program kesehatan yang diharapkan menurunkan angka kesakitan dan kematian anak balita adalah buku KIA. Upaya  strategis desentralisasi untuk meningkatkan kemandirian keluarga dan masyarakat dalam memelihara kesehatan anak adalah mengembangkan model peningkatan penggunaan buku KIA oleh masyarakat melalui Kelas Ibu Balita (1). Desa Krowe Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan belum melaksanakan program kelas ibu balita sampai dengan tahun 2020. Hal ini dikarenakan kader belum memahami   program kelas ibu balita. Kader beranggapan  kelas ibu balita dapat dilaksanakan bersamaan  Posyandu. Kegiatan rutin posyandu hanya penimbangan, imunisasi, belum ada penyuluhan khusus terkait perawatan anak. Penyuluhan diberikan bersifat individu apabila ada anak yang bermasalah. Tujuan: Pengetahuan kader posyandu tentang pelaksanaan kelas ibu balita dan perawatan anak meningkat setelah mengikuti kegiatan sosialisasi kelas ibu balita. Kader menindaklanjuti melaksanakan kelas ibu balita dengan pendampingan dari tenaga kesehatan. Metode: Peserta 36  kader Posyandu. Fasilitator adalah dosen, mahasiswa, bidan puskesmas, bidan desa. Metode pembelajaran  ceramah, demonstrasi, dan praktek. Media pembelajaran  lembar balik kelas ibu balita, buku KIA,  food model,  model gigi,  alat permainan edukatif,  LCD. Tempat pelaksanaan di Balai Desa Krowe. Waktu  pelaksanaan tujuh  pertemuan. Evaluasi   dilakukan dengan pre tes dan pos tes  setiap materi.  Hasil: ada peningkatan rata-rata nilai post tes dibandingkan pretes. Kesimpulan: ada peningkatan pengetahuan kader tentang pelaksanaan kelas ibu balita dan perawatan bayi dan balita setelah mengikuti kelas ibu balita. Kader diharapkan dapat menindaklanjuti melaksanakan kelas ibu balita dengan pendampingan tenaga kesehatan.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Bentuk Kelas Ibu Balita Di Desa Krowe Lembeyan Magetan Tahun 2020 Tutiek Herlina; Nurweningtyas Wisnu; Nuryani
Health Community Engagement Vol. 4 No. 2 (2022): Mei-Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: program kesehatan yang diharapkan menurunkan angka kesakitan dan kematian anak balita adalah buku KIA. Upaya  strategis desentralisasi untuk meningkatkan kemandirian keluarga dan masyarakat dalam memelihara kesehatan anak adalah mengembangkan model peningkatan penggunaan buku KIA oleh masyarakat melalui Kelas Ibu Balita (1). Desa Krowe Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan belum melaksanakan program kelas ibu balita sampai dengan tahun 2020. Hal ini dikarenakan kader belum memahami   program kelas ibu balita. Kader beranggapan  kelas ibu balita dapat dilaksanakan bersamaan  Posyandu. Kegiatan rutin posyandu hanya penimbangan, imunisasi, belum ada penyuluhan khusus terkait perawatan anak. Penyuluhan diberikan bersifat individu apabila ada anak yang bermasalah. Tujuan: Pengetahuan kader posyandu tentang pelaksanaan kelas ibu balita dan perawatan anak meningkat setelah mengikuti kegiatan sosialisasi kelas ibu balita. Kader menindaklanjuti melaksanakan kelas ibu balita dengan pendampingan dari tenaga kesehatan. Metode: Peserta 36  kader Posyandu. Fasilitator adalah dosen, mahasiswa, bidan puskesmas, bidan desa. Metode pembelajaran  ceramah, demonstrasi, dan praktek. Media pembelajaran  lembar balik kelas ibu balita, buku KIA,  food model,  model gigi,  alat permainan edukatif,  LCD. Tempat pelaksanaan di Balai Desa Krowe. Waktu  pelaksanaan tujuh  pertemuan. Evaluasi   dilakukan dengan pre tes dan pos tes  setiap materi.  Hasil: ada peningkatan rata-rata nilai post tes dibandingkan pretes. Kesimpulan: ada peningkatan pengetahuan kader tentang pelaksanaan kelas ibu balita dan perawatan bayi dan balita setelah mengikuti kelas ibu balita. Kader diharapkan dapat menindaklanjuti melaksanakan kelas ibu balita dengan pendampingan tenaga kesehatan.
Peningkatan Pemberian ASI melalui One Cadre One Mom (OCOM) Ayesha Hendriana Ngestiningrum; Nuryani Nuryani
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v14i4.4325

Abstract

Masih terdapat kendala dalam mempraktekkan pemberian ASI eksklusif. Permasalahan seringkali muncul pada awal-awal menyusui. Kurangnya dukungan lingkungan sekitar/masyarakat dapat mempengaruhi ketidakberhasilan menyusui pada awal-awal masa menyusui. Pemberdayaan masyarakat diperlukan untuk meningkatkan ketercapaian pemberian ASI ini. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mendampingi ibu sejak hamil hingga masa menyusui eksklusif. One Cadre One Mom (OCOM) merupakan kegiatan dimana seorang kader mendampingi ibu hamil hingga masa nifasnya selesai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas One Cadre One Mom (OCOM)  dalam meningkatkan pemberian ASI. Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan post-test dan desain kelompok kontrol. Populasinya terdiri dari ibu hamil trimester III normal di wilayah Puskesmas Lembeyan Magetan periode Mei-Septemer 2023 bersedia mengikuti penelitian. Jumlah sampel setiap kelompok adalah 25 orang yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Kelompok intervensi berpartisipasi dalam kegiatan One Cadre One Mom (OCOM) dimana ibu hamil Trimester III didampingi kader, diberikan edukasi mengenai laktasi. Pendampingan ini berlanjut hingga masa nifas selesai.  Pada masa nifas kunjungan 3 kali yaitu pada 3 hari pertama, hari ketujuh dan saat 1 bulan. Kader tidak hanya memberikan edukasi saja tapi juga menajari ibu perawatan payuda dan pijat oksitosin serta memberikan edukasi pada keluarga juga. Untuk kelompok kontrol diberikan perlauan sesuai SOP yang berlaku di Puskesmas Lembeyan. Pemberian ASI diukur dari pemberian ASI saja atau ASI dan sufor selama pendmapingan. . Pemberian ASI eksklusif pada bulan pertama dianalisis dengan menggunakan uji chi - square. Terdapat perbedaan pemberian ASI eksklusif antara kedua kelompok pada bulan pertama dengan nilai signifikansi 0,021. One Cadre One Mom (OCOM) efektif dalam meningkatkan pemberian ASI.kata kunci: kader, menyusui, ASI esklusif
PEMBENTUKAN KELOMPOK PENDUKUNG AIR SUSU IBU (KP-ASI)  DI DESA SUMBERDODOL KECAMATAN PANEKAN KABUPATEN MAGETAN Astin Nur Hanifah; Agung Suharto; Heru SWN; Teta Puji Rahayu; Sunarto Sunarto; Sulikah Sulikah; Nurweningtyas Nurweningtyas; Tinuk Esti Handayani; Tutiek Herlina; Nurlailis Saadah; Budi Joko Santosa; Nana Usnawati; Suparji Suparji; Rahayu Sumaningsih; Nuryani Nuryani; Triana Septianti; Astuti Setiyani
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 3 No. 1 (2026): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, January 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/maju.v3i1.2050

Abstract

The development of the health sector, as part of national development, is directed toward improving the quality of human resources. One of the indicators of successful health development is the reduction of infant mortality rates and the improvement of community nutritional status. Optimal nutritional status can only be achieved when good nutritional practices are implemented at every stage of life, including during infancy . Failures in breastfeeding often stem from a lack of information. The study by Ambarwati, Setiyani, and Usnawati (2017) indicates that breastfeeding discussion classes can improve breastfeeding practices among breastfeeding mothers (Ambarwati, Setiyani, and Usnawati, 2017). Parents’ Education has also been shown to be effective in improving the knowledge and attitudes of primigravida couples regarding exclusive breastfeeding. Efforts to enhance knowledge and attitudes toward exclusive breastfeeding must be continuously strengthened and followed by an evaluation of exclusive breastfeeding practices (Usnawati, 2017). Based on these findings, it is necessary to establish a Breastfeeding Support Group (KP-ASI) and implement breastfeeding assistance programs. The establishment of KP-ASI and the breastfeeding assistance program will be carried out through the following strategies: Phase 1: Issuance of an official request letter from Sumberdodol Village for the formation of a breastfeeding support group. Educational materials will be provided to third-trimester pregnant women and breastfeeding mothers. Phase 2: Delivery of educational materials to Posyandu cadres, third-trimester pregnant women, and breastfeeding mothers. The training session will be conducted once. The education session in the village is scheduled for Tuesday, September 9, 2025. Phase 3: Developing a meeting plan and activity schedule for the members and committee of the Breastfeeding Support Group (KP-ASI) for the following month.  
REFRESING KADER POSYANDU TENTANG PENCEGAHAN DAN DETEKSI STUNTING DI DESA TAPAK KECAMATAN PANEKAN KABUPATEN MAGETAN Agung Suharto; Astin Nur Hanifah; Heru SWN; Teta Puji Rahayu; Sunarto Sunarto; Sulikah Sulikah; Nurweningtyas Nurweningtyas; Tinuk Esti Handayani; Tutiek Herlina; Nurlailis Saadah; Budi Joko Santosa; Nana Usnawati; Suparji Suparji; Rahayu Sumaningsih; Nuryani Nuryani; Triana Septianti; Astuti Setiyani
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 3 No. 1 (2026): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, January 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/maju.v3i1.2227

Abstract

Introduction: Posyandu cadres are community members who are involved in the community health center to manage the posyandu voluntarily. They are the main pillar and the front line of defense in improving the health status of the community because they are the ones who best understand the characteristics of the community in their area. Cadres also remind the community about the posyandu schedule, encourage pregnant women and parents of toddlers to come to the posyandu to monitor nutritional status and health. Objective: To determine the increase in knowledge of posyandu cadres in preventing stunting. Method: Conducting refresher posyandu cadres about prevention and detection of stunting in Tapak Village, the working area of ​​the Panekan Community Health Center, Magetan Regency, including providing health information to cadres so that it can be passed on to the community. Training on measuring and determining nutritional status aims to enable cadres to determine the nutritional status of toddlers accurately and provide actual and accurate reports to the community health center. Results: Of the 18 Posyandu cadre participants who attended the Posyandu refreshing activity held on September 9, 2025 with material on stunting prevention and toddler growth detection at the Tapak Village Hall, Panekan District, Pre-test scores were obtained, a small portion received a score of 8, namely 11% and most received a score of 10, namely 44%. While the post-test results obtained a small portion received a score of 9, namely 28% and most received a score of 10, namely 72%. Conclusion: There was an increase from the pre-test results to the post-test of knowledge and skills about stunting prevention in Posyandu cadres.
STIMULASI DETEKSI INTERVENSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK BAGI GURU PAUD/RA KABUPATEN MAGETANSTIMULATION, DETECTION, AND INTERVENTION FOR CHILD GROWTH AND DEVELOPMENT FOR EARLY CHILDHOOD EDUCATION (PAUD/RA) TEACHERS IN MAGETAN REGENCY Tinuk Esti Handyani; Agung Suharto; Tutiek Herlina; Nana Usnawati; Nuryani Nuryani; Astuti Setuyani; Sulikah Sulikah; Astin Nur Hanifah; Nurlailis Sa’adah; Rahayu Sumaningsih; Nurweningtyas Wisnu; Triana Septianti Purwanto
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 3 No. 4 (2026): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, Juli 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/maju.v3i4.2842

Abstract

Background: Stimulation, Early Detection, and Early Intervention for Child Growth and Development (SDIDTK) is an essential strategy for identifying developmental deviations at an early stage, enabling timely intervention. Early childhood teachers play a strategic role in implementing SDIDTK but require adequate competency through technical training. Objective: To analyze the effectiveness of SDIDTK Technical Guidance (Bimbingan Teknis/Bimtek) in improving the knowledge of PAUD/RA teachers in Magetan Regency. Methods: A one-group pretest–posttest design was conducted involving 71 PAUD/RA teachers participating in a two-day technical training. Data were analyzed descriptively and using the Wilcoxon Signed Rank Test. Results: The proportion of participants with good knowledge increased from 5.64% to 63.38%, while poor knowledge decreased from 74.64% to 0%. Overall, 92.96% of participants demonstrated improved scores, with a statistically significant difference (p < 0.001). Conclusion: SDIDTK technical training effectively improved teachers' knowledge and has the potential to strengthen SDIDTK implementation and early identification of child growth and developmental disorders.
Effectiveness of Couple Classes in Increasing Breastfeeding Rates and Preventing Breast Engorgement Ayesha Hendriana Ngestiningrum; Nuryani Nuryani
Health Dynamics Vol 2, No 2s (2025): February 2025 (Special Issue)
Publisher : Knowledge Dynamics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/hd202s05

Abstract

Background: Exclusive breastfeeding (EBF) faces significant barriers, particularly in the first 7 days postpartum, primarily due to a lack of knowledge and skills about lactation among mothers and their partners. Couple classes have been proposed as a potential solution, as they provide lactation education to both mothers and their partners from pregnancy onward. This study aimed to evaluate the effectiveness of couple classes in enhancing breastfeeding rates and preventing breast milk stagnation during the early postpartum period. Methods: A quasi-experimental design with a posttest control group was used, targeting third-trimester pregnant women. The sample consisted of pregnant women who met the inclusion criteria, along with their husbands, who lived together and consented to participate. Exclusion criteria included husbands who worked out of town, those who did not attend all sessions, and those who experienced emergencies during pregnancy, childbirth, or postpartum. A total of 25 participants were assigned to each group through simple random sampling. The intervention group received couple class education, which was delivered online via WhatsApp Groups, along with direct assistance within the first 7 days postpartum. This support lasted for one month. The control group received standard care according to the PMB’s (Praktik Mandiri Bidan or Independent Midwife Practices) SOP (Standard operational procedure). Posttests were conducted on the seventh day postpartum. Breastfeeding rates and the occurrence of breast milk engorgement were assessed using a checklist. Statistical analysis was performed using the chi-square test to compare differences between the groups. Results: A significant difference in breastfeeding rates during the first 7 days was observed between the two groups (p = 0.034). Additionally, there was a significant difference in the prevention of breast milk engorgement (p = 0.017). Conclusions: Couple classes effectively increase breastfeeding rates and prevent breast engorgement, with online materials providing an efficient and impactful method of support.