Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Hubungan Persepsi Dengan Pelaksanaan Imunisasi TT Pada Ibu Hamil Di Polindes Samatan Kabupaten Pamekasan yulia paramita rusady; Sari Pratiwi Apidianti
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 3 No 02 (2023): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v3i02.2700

Abstract

Penyakit tetanus merupakan masalah yang serius dan berakibat pada kematian. Imunisasi selama kehamilan sangat penting dilakukan untuk mencegah penyakit yang bisa menyebakan kematian ibu dan janin. jenis imunisasi yang diberikan adalah Tetanus Toxoid (TT) yang dapat mencegah penyakit tetanus.Berdasarkan data yang diperoleh di polindes Samatan pada 10 ibu hamil didapatkan hasil 7 ibu hamil tidak melakukan imunisasi TT karena menganggap bahwa imunisasi TT tidak penting.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan persepsi dengan pelaksanaan imunisasi TT pada ibu hamil di Polindes Samatan Kabupaten pamekasan. Penelitian ini bersifat analitik korelasi dengan pendekatan Cross Sectional pada ibu hamil di Polindes Samatan Kabupaten Pamekasan sebanyak 42 responden. Pengumpulan data primer diperoleh dengan memberikan kuesioner pada responden. Uji statistik menggunakan Chi-Square dan desain penelitian menggunakan Non Probability Type Sampling Jenuh. Berdasarkan tabulasi silang 22 ibu yang tidak melaksanakan imunisasi TT sebanyak 22 ibu (47,6%), sedangkan dari 20 Ibu yang melaksanan imunisasi TT sebanyak 20 ibu (52,4%). Berdasarkan uji statistik diperoleh nilai X2 hitung = 24,954 ≥ X2 tabel = 3,841, α (0,05) maka Ho ditolak sedangkan H1 diterima artinya ada hubungan persepsi dengan pelaksanaan imunisasi TT di Polindes Samatan Kabupaten Pamekasan. Dapat disimpulkan bahwa Kesesuaian hasil data penelitian menunjukkan sebagian besar Ibu hamil tidak melaksanakan imunisasi TT di pengaruhi oleh persepsi. Hal ini sangat di butuhkan Kepedulian tenaga kesehatan untuk mengubah persepsi ibu hamil terutama mengenai pelaksanaan imunisasi TT. Tenaga kesehatan dapat memberikan informasi, edukasi dan komunikasi yang lebih detail mengenai pelaksanaan imunisasi TT pada ibu hamil.
PENYULUHAN PEMANFAATAN DAUN ASAM JAWA SEBAGAI ASI BOOSTER DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA ANAK Kinanatul Qomariyah; Layla Imroatu Zulaikha; Yulia Paramita Rusady
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan permasalahan global yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah untuk mewujudkan momentum generasi emas di tahun 2045. Stunting merupakan kondisi dimana seorang bayi mengalami kekurangan gizi dalam 1000 hari pertama kehidupan, yang akan berdampak pada perkembangan otak dan tumbuh kembang anak dan akan mempengaruhi potensi sumber daya manusia di masa depan. Hasil Survey Status Gizi Balita Imdonesia (SSGBI) menunjukkan bahwa angka stunting mengalami penurunan berada di angka 27,67% pada tahun 2019. Walaupun terjadi penurunan, angka tersebut masih tergolong tinggi karena target WHO angka stunting tidak boleh melebihi dari 20%. Pencegahan stunting dapat dimulai sejak dini yaitu melalui pemenuhan nutrisi yang baik pada bayi baru lahir dengan pemberian ASI Eksklusif, oleh karena itu produksi ASI harus dipersiapkan dengan menggunakan ASI Booster dengan bahan dasar alam seperti daun asam jawa yang mengandung minyak atsiri yang dapat meningkatkan produksi ASI, serta tinggi kandungan antioksidan, flavonoid, tanin tersebut dapat menghambat biosintesis prostaglandin dan meningkatkan oksitosin. Pengabdian bertujuan untuk memanfaatkan daun asam jawa sebagai ASI booster untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu yang menyusui.
PENGARUH KONSELING TERHADAP PERSEPSI TENTANG KONTRASEPSI IMPLAN DI PUSTU LAWANGAN DAYA PADEMAWU PAMEKASAN Yulia Paramita Rusady; Zulaikha Zulaikha
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 12, No 2 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v12i2.1156

Abstract

Kontrasepsi merupakan metode untuk menghindari atau mencegah terjadinya kehamilan. Salah satu metode kontrasepsi efektif adalah implant. Berdasarkan hasil survey awal, pengguna implant hanya 2,5%. Hal itu dikarenakan kurangnya konseling dari bidan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui adanya pengaruh konseling terhadap persepsi tentang kontrasepsi implan di Puskesmas Pembantu Kelurahan Lawangan Daya Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan.Desain penelitian ini bersifat survey analitik, berdasarkan waktunya menggunakan cross sectional. Sampelnya adalah sebagian WUS yang tidak mengunakan kontrasepsi sebanyak 279 orang menggunakan teknik sampling probability sampling tipe simple random sampling. Teknik pengumpulan data dengan cara pengisian kuesioner dan cheklist. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square.Berdasarkan tabulasi silang diketahui bahwa sebagian besar responden yang paham tentang kontrasepsi implant mempunyai persepsi positif yaitu sebanyak 140 responden (55,6 %). Berdasarkan uji statistik Chi-Square didapatkan nilai  ,  dk = 1, X2 hitung = 4,84 X2 tabel = 3,841, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti terdapat pengaruh konseling terhadap persepsi tentang kontrasepsi implant di Puskesmas Pembantu Kelurahan Lawangan Daya Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan. Maka di perlukan upaya dari petugas kesehatan untuk meningkatkan intensitas konseling/temu wicara dengan para WUS sebagai upaya promotif dalam pemakaian kontrasepsi implant. 
Edukasi Pijat Bayi sebagai Antisipasi Awal Penanganan ISPA di Desa Majungan Nofiya Nofiya; Yulia Paramita Rusady
Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan Vol. 4 No. 1 (2026): Maret: Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/corona.v4i1.2186

Abstract

This study aims to determine the effect of educational activities on the management of ARI through infant massage practices on increasing maternal knowledge and reducing complaints of coughs and colds in infants in Majungan Village. The research method used was descriptive with a mixed methods approach (quantitative and qualitative). The study subjects consisted of 25 mothers with infants aged 0–12 months. Data were collected through observation, interviews, and pre-test and post-test questionnaires. The results showed that the level of maternal knowledge increased from 28% to 88% after being provided with education and demonstrations of infant massage. In addition, 76% of mothers reported a decrease in complaints of coughs and colds in infants after routine infant massage for one week. Qualitative results indicate that this activity is not only physically beneficial, but also increases the role of mothers in the management of mild ARI and awareness of the importance of cleanliness and environmental health. Thus, education on the management of ARI through infant massage practices can be one of the supporting efforts in maintaining infant health, especially in areas with limited access to health services.
Pemberian ASI Esklusif dengan Pencegahan Stunting pada Bayi Usia 0-6 Bulan Diyah Ayu Safitriy; Yulia Paramita Rusady
MUTIARA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): JIMI - JANUARI
Publisher : PT. PENERBIT TIGA MUTIARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61404/mutiara.v4i1.460

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem that occurs as a result of prolonged inadequate nutrient intake, beginning as early as the prenatal period, and leading to impaired physical growth and cognitive development in children. This condition remains a strategic public health issue because it has direct implications for the quality of human resources and national competitiveness in the future. This study focuses on the role of the family, particularly pregnant women and breastfeeding mothers, in preventing stunting through adequate nutritional fulfillment during the first 1,000 days of life, with an emphasis on exclusive breastfeeding practices. The method employed is a conceptual review based on scientific literature and relevant health policies to analyze the relationship between early nutritional adequacy and the risk of stunting in children. The findings indicate that stunting not only results in children having a height below the age-standard norm, but also disrupts brain development, which in turn affects learning ability, productivity, creativity, and children’s readiness to face future educational and social challenges. Family-based approaches to stunting prevention have proven effective, as the family represents the primary and earliest environment for meeting children’s nutritional needs. Exclusive breastfeeding during the first six months of life emerges as a key strategy, as it optimally fulfills infants’ nutritional requirements and reduces the risk of malnutrition. The conclusion of this study emphasizes that strengthening the role of the family through nutritional education for pregnant and breastfeeding mothers is a strategic step toward sustainable stunting prevention. The novelty of this scientific work lies in its integrative emphasis on family-based approaches and the optimization of exclusive breastfeeding as a foundation for improving human resource quality from early life, encompassing not only physical, but also cognitive, emotional, and social dimensions of child development.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANNG BAHAYA MPASI DINI BAGI TUMBUH KEMBANG BAYI DI DESA PADELEGAN Nur Karina; Yulia Paramita Rusady
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2565

Abstract

Giving complementary foods (MPASI) before the age of 6 months still happens quite often and can cause various health problems, such as digestive issues, increased risk of infections, and less optimal infant development. Therefore, it is very important to provide education for parents. This community service activity aims to improve parents’ knowledge about the dangers of giving MPASI too early as well as the correct practices of MPASI based on health recommendations. The methods used include interactive counseling sessions, distribution of educational leaflets, demonstrations of appropriate MPASI textures according to age, and evaluations through pre-tests and post-tests. The results showed a significant increase in participants’ understanding of the risks of early MPASI, their ability to recognize danger signs, and their knowledge of proper MPASI principles in terms of texture, feeding frequency, and nutritional content. In conclusion, this educational program is effective in increasing parents’ knowledge and can help prevent early MPASI practices, thereby supporting optimal infant growth and development.ABSTRAKPemberian MPASI sebelum usia 6 bulan masih sering terjadi dan bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti gangguan pencernaan, lebih rentan terkena infeksi, dan perkembangan bayi yang tidak optimal. Karena itu, penting banget untuk memberikan edukasi kepada orang tua. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua tentang bahaya pemberian MPASI terlalu dini serta cara pemberian MPASI yang benar sesuai dengan rekomendasi kesehatan. Metodenya meliputi penyuluhan interaktif, pembagian leaflet edukasi, demonstrasi tekstur MPASI sesuai usia, serta evaluasi lewat pre-test dan post-test. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman peserta tentang risiko MPASI dini, kemampuan mengenali tanda bahaya, dan pengetahuan tentang prinsip pemberian MPASI yang benar dari segi tekstur, frekuensi, dan kandungan gizinya. Jadi, bisa disimpulkan bahwa edukasi ini efektif meningkatkan pengetahuan orang tua dan bisa mencegah pemberian MPASI dini, yang tentunya mendukung tumbuh kembang bayi secara optimal.