Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Efektivitas Inhibitor Korosi Alami dari Ekstrak Daun Jeruk Purut, Jeruk Nipis, dan Nanas pada Baja Karbon ASTM A36 dengan Media Air Laut Wisnu Iqbal Yuniar; Kosjoko Kosjoko; Nely Ana Mufarida
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v6i1.6575

Abstract

Korosi merupakan permasalahan utama pada baja karbon ASTM A36 yang banyak digunakan pada konstruksi maritim, terutama akibat paparan lingkungan air laut yang kaya akan ion klorida. Penggunaan inhibitor korosi kimia sintetis dinilai efektif, namun berpotensi menimbulkan dampak Memberikan pengaruh yang merugikan terhadap lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan untuk menganalisis efektivitas inhibitor korosi alami (green inhibitor) yang berasal dari ekstrak daun jeruk purut (Citrus hystrix), daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia), dan daun nanas (Ananas comosus) terhadap laju korosi baja karbon ASTM A36 dalam media air laut. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan metode perendaman (weight loss) selama 30 hari pada suhu ruang. Ekstrak daun diaplikasikan sebagai inhibitor dengan variasi waktu perendaman awal 1, 2, dan 3 hari, kemudian spesimen direndam dalam air laut. Laju korosi dihitung berdasarkan kehilangan massa, serta didukung dengan pengamatan mikroskopik permukaan baja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh ekstrak daun mampu menurunkan laju korosi baja ASTM A36 dibandingkan spesimen tanpa inhibitor. Inhibitor ekstrak daun jeruk nipis menunjukkan efektivitas tertinggi dengan laju korosi terendah sebesar 0,11 mmpy pada perendaman 3 hari, diikuti oleh daun jeruk purut sebesar 0,14 mmpy dan daun nanas sebesar 0,34 mmpy. Dengan demikian, ekstrak daun jeruk nipis, jeruk purut, dan nanas berpotensi sebagai inhibitor korosi alami yang ramah lingkungan dan ekonomis untuk perlindungan baja karbon di lingkungan maritim.
Pengaruh Konsentrasi Zat Pelarut Pada Proses Ekstraksi Kulit Buah Naga Merah Sebagai Penurunan Laju Korosi Baja ASTM A36 David Maulana; Kosjoko Kosjoko; Nely Ana Mufarida
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v6i1.6588

Abstract

Korosi merupakan permasalahan utama pada material baja karbon rendah seperti ASTM A36, terutama pada lingkungan air laut yang bersifat agresif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi zat pelarut alkohol pada proses ekstraksi kulit buah naga merah sebagai inhibitor korosi alami terhadap laju korosi baja ASTM A36. Ekstrak kulit buah naga merah dibuat menggunakan variasi konsentrasi alkohol sebesar 70%, 89%, dan 96%, kemudian diaplikasikan melalui proses perendaman baja selama 1, 3, dan 5 hari. Spesimen selanjutnya diuji dalam media air laut selama 30 hari. Laju korosi dihitung menggunakan metode kehilangan berat (weight loss), sedangkan efisiensi inhibitor ditentukan berdasarkan perbandingan laju korosi dengan dan tanpa inhibitor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi alkohol dan lama waktu perendaman secara signifikan menurunkan laju korosi baja. Nilai laju korosi terendah diperoleh pada konsentrasi alkohol 96% dengan waktu perendaman 5 hari sebesar 0,0032 mmpy, disertai efisiensi inhibitor tertinggi mencapai 82,32%. Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah naga merah berpotensi sebagai inhibitor korosi alami yang ramah lingkungan dan efektif untuk perlindungan baja di lingkungan laut.
Perbandingan Karakteristik Kadar Air Dan Kadar Karbon Briket Biomassa Berbasis Tempurung Kelapa, Sekam Padi, Dan Serbuk Kayu Jati Putih Fendi Hermawan; Kosjoko Kosjoko; Nely Ana Mufarida; Nurhalim Nurhalim
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v6i1.6671

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan karakteristik kadar air dan kadar karbon pada briket biomassa berbahan dasar tempurung kelapa, sekam padi, dan serbuk kayu jati putih. Proses pembuatan briket dilakukan melalui tahapan pirolisis pada suhu 500 °C selama 2 jam, penumbukan, pengayakan 50 mesh, pencampuran perekat maizena sebesar 10%, pencetakan, dan pengeringan. Pengujian laboratorium dilakukan untuk menentukan kadar air dan kadar karbon terikat sebagai parameter mutu briket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa briket sekam padi memiliki kadar air terendah sebesar 4,85%, diikuti serbuk kayu jati putih sebesar 5,62% dan tempurung kelapa sebesar 7,79%. Sementara itu, kadar karbon tertinggi diperoleh pada briket tempurung kelapa sebesar 66,8%, diikuti serbuk kayu jati putih sebesar 62,9% dan sekam padi sebesar 38,7%. Hasil ini menunjukkan bahwa tempurung kelapa memiliki potensi terbaik sebagai bahan baku briket biomassa berkualitas.
Komposit Berbasis Serat Serabut Kelapa Dan Serbuk Kayu Jati Dengan Resin Polyester Sebagai Bahan Alternatif Dasboard Mobil Reza Fahlevi; Nely Ana Mufarida; Kosjoko Kosjoko
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v6i1.7027

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mekanik komposit berbasis resin poliester dengan penguat serat kelapa dan serbuk kayu jati sebagai bahan alternatif dashboard mobil. Pengujian yang dilakukan meliputi uji tarik dan uji kekerasan untuk mengevaluasi kemampuan material dalam menahan beban tarik serta ketahanan permukaan terhadap deformasi. Pembuatan spesimen komposit dilakukan dengan metode hand lay-up dengan variasi fraksi volume serat kelapa dan serbuk kayu jati, sedangkan resin poliester berfungsi sebagai matriks. Uji tarik dilakukan mengacu pada standar ASTM D3039 untuk memperoleh nilai kuat tarik, regangan, dan modulus elastisitas, sedangkan uji kekerasan digunakan untuk mengetahui tingkat kekerasan permukaan material. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi fraksi volume penguat berpengaruh signifikan terhadap sifat mekanik komposit. Komposisi tertentu menghasilkan nilai kuat tarik dan kekerasan yang memenuhi karakteristik material dashboard mobil, seperti kekuatan yang memadai, bobot ringan, dan ketahanan permukaan yang baik. Dengan demikian, komposit serat kelapa dan serbuk kayu jati berpotensi digunakan sebagai bahan alternatif dashboard mobil yang ramah lingkungan dan ekonomis.