Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KAJIAN LABORATORIUM PENGGUNAAN MATERIAL AGREGAT BERSUMBER DARI KAKI GUNUNG SOPUTAN UNTUK CAMPURAN BERASPAL PANAS Korompis, Steward Paulus; Kaseke, Oscar H.; Diantje, Sompie
JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 2 (2015): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agregat merupakan komponen utama yang menentukan kemampuan perkerasan sedang aspal berfungsi sebagai bahan pengikat. Agregat memiliki sifat fisik yang berbeda dalam ukuran butiran dan gradasi, bentuk, porositas, tekstur permukaan, kekerasan dan kelekatan terhadap aspal. Karena agregat kontribusinya dominan, maka sifat fisik agregat memberikan pengaruh terhadap mutu campuran aspal. Penelitian dilakukan untuk memeriksa besaran sifat-sifat fisik dan sifat mekanis agregat yang berasal dari lokasi kaki Gunung Soputan. Pemeriksaan terhadap agregat meliputi pengujian keausan agregat, berat jenis dan penyerapan agregat, analisa saringan agregat, impact test, indeks kelonjongan dan kepipihan. Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan aspal, yaitu pengujian penetrasi aspal, titik lembek aspal dan ter, titik nyala dan titik bakar, serta daktilitas. Hasil pemeriksaan sifat fisik material agregat adalah untuk Agregat Kasar Berat Jenis Bulk 2.61 dan Penyerapan 2.17%, Agregat Sedang Berat jenis bulk 2.54 dan Penyerapan 2.69%, Agregat Abu Batu Berat Jenis Bulk 2.72 dan Penyerapan 2.32%, Indeks Kepipihan 23.6% dan Kelonjongan 9.4%. Hasil pemeriksaan sifat mekanis material agregat adalah untuk Keausan (Abrasi Test) 23% dan Impact Test 10.26%. Sifat material ini, memenuhi semua persyaratan Bina Marga 2010 untuk material campuran beraspal panas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa material agregat dari kaki Gunung Soputan layak untuk digunakan sebagai material agregat perkerasan jalan berdasarkan spesifikasi Bina Marga untuk lapis perkerasan dan untuk campuran beraspal panas jenis AC – WC bergradasi halus.   Kata kunci : Material Agregat Kaki Gunung Soputan, Sifat Fisik Agregat, Campuran Beraspal Panas
ANALISIS BESAR KONTRIBUSI HAMBATAN SAMPING TERHADAP KECEPATAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL REGRESI LINIER BERGANDA (Studi Kasus: Ruas Jalan dalam Kota Segmen Ruas Jalan Sarapung) Tataming, Edy Susanto; Sendow, Theo Kurniawan; Kaseke, Oscar K.; Diantje, Sompie
JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 1 (2014): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada beberapa faktor penyebab terjadi kemacetan yaitu akibat kendaraan masuk dan keluar, parkir dan kendaraan berhenti, penyeberang jalan dan kendaraan tak bermotor. Oleh karena itu akan dilakukan penelitian mengenai kontribusi hambatan samping terhadap kecepatan dengan tujuan untuk mengetahui faktor utama penyebab kemacetan tersebut.Penelitian ini mengacu pada MKJI 1997. Untuk menganalisis data hasil survey dipakai persamaan regresi linier berganda. Ruas jalan yang dijadikan sebagai lokasi penelitian adalah ruas jalan Sarapung Manado dengan panjang segmen 250 meter mulai dari depan Toko Wijaya sampai depan Gereja Kristen Bahtera Injil dengan lebar jalan 12 meter dan karakterisik jalan yaitu jalan empat lajur satu arah tanpa median. Penelitian ini dilaksanakan selama 6 hari mulai jam 06.00 sampai 19.00 WITA. Pengambilan data dilakukan dalam interval waktu per 15 menit. Data yang diambil yaitu data volume kendaraan, kecepatan kendaraan, data hambatan samping, dan data penunjang lainnya seperti jumlah penduduk yang diambil dari BPS kota Manado, serta peta lokasi penelitian.Dengan menggunakan standar perhitungan MKJI 1997 diperoleh kapasitas 1952,802 smp/jam, volume jam puncak yang berkisar antara 1576,1 sampai 1801,2 smp/jam, kecepatan berkisar antara 13,32-18,58 km/jam dan tingkat pelayanan jalan E pada jam puncak dan kecepatan arus bebas 19,5 km/jam. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, besar kontribusi hambatan samping terhadap kecepatan adalah 83,03% dengan model persamaannya Y = 28,591130 – 0,017185X1 – 0,046973X2 + 0,009386X3 - 0,060025X4. Faktor hambatan samping yang paling berpengaruh terhadap kecepatan kendaraan adalah parkir dan kendaraan berhenti sebesar 25,36%. Oleh karena itu pada segmen ruas jalan Sarapung perlu dipasang rambu–rambu lalu lintas dilarang parkir pada beberapa titik yang rawan akan masalah kemacetan.Kata kunci : hambatan samping, kecepatan, kemacetan, parkir
Uji Kelayakan Agregat Dari Desa Galela Kabupaten Halmahera Utara Untuk Bahan Lapis Pondasi Agregat Jalan Raya Kumendong, Sandro Carlos Paulus; Kaseke, Oscar H.; Diantje, Sompie
TEKNO Vol 13, No 62 (2015): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Desa Galela Halmahera Utara terdapat kandungan deposit agregat yang cukup banyak dan dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan lapis pondasi, itu sebabnya maka dilakukan uji kelayakan dalam bentuk penelitian dengan demikian penelitian ini untuk mengetahui sifat-sifat agregat sampai pengujian CBR jika di manfaatkan sebagai lapis pondasi. Dalam proses penelitian  dilakukan pemeriksaan ketahanan agregat atau Abrasi Los Angeles berdasarkan (SNI 2417:2008, AASHTO T 96-74), Indeks Plastis (SNI 1966:2008), Batas Cair (SNI 1967:2008), Analisa saringan ( SNI 03-1970-1990, AASHTO T 27-74), dan Angularitas agregat kasar (SNI 03-6877-2002) pengambilan agregat dari hasil pemecah batu (stone crusher) dilokasi Desa Galela, setelah itu dilakukan pemeriksaan lanjutan penyiapan sampel uji kepadatan (SNI 1742:2008, AASHTO T 180-74), pengujian pemadatan dibuat 5 sampel benda uji dan akan dicampur dengan air masing - masing  ± 1% ωopt dengan tujuan mencari nilai kepadatan kering maksimum dan kadar air, ɤd = Berat isi kering dan ωopt = Kadar air optimum yang akan menjadi dasar untuk pembuatan sampel pengujian CBR (SNI 03-1744-1989, AASHTO T 193-98), benda uji direndam selama 4 hari sebelum pengujian CBR.      Hasil penelitian yang diperoleh : Abrasi = 22%, Indeks Plastis = 0, Batas Cair = 22, Analisa saringan, Angularitas agregat kasar = 99%,  pengujian pemadatan untuk Lapis Pondasi Agregat Kelas A ɤd = 2,119 (gr/cm3), ωopt = 4,39% untuk Lapis Pondasi Agregat Kelas B ɤd = 2,236 (gr/cm3), ωopt = 6,38%. Uji CBR untuk Lapis Pondasi Agregat Kelas  A = 164 % dan Lapis Pondasi Agregat Kelas B = 156 %. Di lihat dari hasil tersebut bahwa material dari Desa Galela Halmahera Utara layak sebagai bahan lapis pondasi, terutama dari segi nilai CBR relatif tinggi sehingga dianjurkan menggunakan material yang berasal dari daerah-daerah terdekat dalam jangkauan Desa Galela Halmahera Utara secara luas jika digunakan sebagai bahan lapis pondasi khususnya lapis pondasi agregat kelas A. Kata kunci : Agregat, Ketahanan Agregat, Pemadatan , Uji CBR