Rina Hidayana
Universitas Tridharma

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERLINDUNGAN HUKUM KORBAN BULLYING BAGI ANAK DI BAWAH UMUR DI SALAH SATU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI DI BALIKPAPAN Rizky Mailinda; Rina Hidayana
Research Lembaran Publikasi Ilmiah Vol 4 No 2 (2021): VOLUME 4 NOMOR 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Universitas Tridharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35439/research.v4i2.44

Abstract

ABSTRAKSaat ini masih banyak orang yang mengalami perilaku bullying baik orang dewasa maupun anak remaja. Di lingkungan sekolah banyak terjadi perilaku bullying. Siswa yang mengalami perilaku perundungan atau yang biasa disebut bullying biasanya adalah siswa yang terlihat berbeda maupun lemah. Bullying yang dialami oleh para murid tersebut yaitu secara verbal, fisik maupun yang sedang marak yaitu melalui sosial media, atau yang disebut dengan “Cyber Bullying”. Perundungan banyak terjadi di lingkungan universitas, sekolah menengah atas, maupun sekolah menengah pertama. Perilaku perundungan dapat menyebabkan banyak dampak buruk terhadap korbannya, yaitu menurunnya konsentrasi belajar, takut untuk bergaul bahkan yang lebih buruk dapat mengakibatkan gangguan psikologis yang berkepanjangan terhadap korbannya hingga depresi. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui proses penegakan hukum pidana terhadap anak dibawah umur yang melakukan tindakan pidana di lingkungan sekolah, 2) mengetahui tindakan yang akan dilakukan pihak sekolah terhadap murid yang melakukan perilaku perundungan atau bullying. 3) mengetahui usaha yang dilakukan untuk membantu memulihkan mental korban bullying. Penelitian ini bersifat ex-post facto dengan sampel 10 siswa dari 35 siswa dalam satu kelas dan satu guru bimbingan konseling di salah satu sekolah menengah pertama negeri di Balikpapan. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan survei dan mengisi kuesioner untuk mengetahui berapa banyak anak yang mengalami perilaku bullying dan juga berapa banyak siswa yang mengalami tindakan kekerasan dari perilaku bullying. Selain itu penilitian ini juga bermaksud untuk mengetahui berapa banyak anak dari jumlah sampel yang tau bahwa bullying juga diatur dalam undang-undang dan dapat dihukum. Kata Kunci : Perlindungan Hukum, Bulliying ABSTRACTCurrently still many people who experience harassment behaviour or what is commonly called bullying,even adult or teenagers. In the school environment there is a lot of bullying behaviour. Students who be the victim of bullying behaviour usually is students who look different from othr student or look weak. The bullying experienced by students is verbally, physically and there is famous one now is through social media or what is called ”Cyber Bullying”. According to a number of people the authors met randomly, Bullying often occurred in universities, high schools, and junior high schools. Bullying can cause many negative effects on the victim, for example: decreased concentration of learning, fear to get along with other students ,even worse which can lead to prolonged psychological disturbances to the victim to depression. This study aims to: 1) find out the criminal law enforcement process against minors who commit criminal acts in the school environment, 2) find out what actions the school will take against students who commit harassment or bullying behavior. 3) find out the efforts made to help healing themental of the victims. This research method is ex-post facto with sample 10 students from 35 student in one class and 1 counseling teacher in junior high school in Balikpapan. The research was conducted by survey and filling out questionnaire to find out how many students experienced bullying and also how much students experienced acts of violence from bullying. In addition this research also intend to find out how many students from the sample who know that bullying is contained in the law and can be punished. Keywords: Legal Protection, Bullying
PERANAN PENEGAK HUKUM TERHADAP PENYALAHGUNAAN LEM OLEH REMAJA DI KOTA BALIKPAPAN Rina Hidayana
Research Lembaran Publikasi Ilmiah Vol 4 No 2 (2021): VOLUME 4 NOMOR 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Universitas Tridharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35439/research.v4i2.45

Abstract

ABSTRAKSaat sekarang ini, kenakalan anak-anak atau kenakalan remaja merupakan salah satu kenyataan dalam kehidupan bermasyarakat yang patut mendapatkan perhatian khusus, salah satunya adalah perilaku ngelem yang dikarenakan tidak adanya kontrol dan pengawasan yang ketat, disamping itu juga untuk mendapatkan lem fox ini tidaklah sulit, melainkan sangat mudah sekali karena keberadaanya sendiri legal (sebagai lem). Tujuan penelitian adalah mengetahui peranan penegak hukum dalam penyalahgunaan menghirup lem oleh remaja di Kota Balikpapan dan mengetahui faktor – faktor yang menghambat peranan penegak hukum dalam menangani penyalahgunaan lem oleh remaja di Kota Balikpapan. Peran penegak hukum terhadap penyalahgunaan menghirup lem oleh anak di kota Balikpapan masih belum maksimal, hal ini karena tidak termasuk dalam ranah hukum. Selama ini penanganan kasus anak menghirup lem fox hanya sebatas berkonsultasi dengan KPA dan pemanggilan orang tua saja, sebatas memberikan pengarahan kepada anak-anak yang terlibat menghirup lem fox. Faktor – faktor yang menghambat peran penegak hukum dalam penyalahgunaan menghirup lem anak yang pertama faktor hukumnya itu sendiri yang terdiri dari yuridis, sosiologis dan fiilosoif. Faktor yang kedua dari penegak hukum kepolisian memiliki kendala dalam menindak penyalahgunaan bahan adiktif yang termasuk narkotika karena tidak diatur dalam Undang-Undang yang jelas. Ketiga faktor keterbatasan sarana dan fasilitas. Keempat adalah faktor masyarakat dimana peran orang tua sangat kurang, orang tua kurang memberikan perhatian terhadap pergaulan anak sehari-hari. Kata Kunci : Penegak Hukum, Penyalahgunaan Lem ABSTRACTAt present, juvenile delinquency or juvenile delinquency is one of the facts in social life that deserves special attention, the trick is gluing behavior due to lack of strict control and supervision, besides that to get this Fox glue is not difficult, but rather very easy because its existence is legal (as glue). The impact that results from this glued behavior is damage to scrambles in the long run and triggers brutal behavior and has an impact on criminal behavior. The research objective is to determine the role of law enforcement in the abuse of glue inhaled by adolescents in the city of Balikpapan and to know the factors that hinder the role of law enforcement in dealing with the abuse of glue by adolescents in the city of Balikpapan. The role of law enforcement against the misuse of glue by children in the city of Balikpapan is still not optimal, this is because it is not included in the realm of law. During this time the handling of cases of children inhaling Fox glue is limited to consulting with KPA and calling parents only limited to giving guidance to the children involved in sniffing Fox glue. Factors that hinder the role of law enforcement in the misuse of child glue in the city of Balikpapan can be seen firstly the legal factor itself which consists of juridical, sociological and philosophical. The second factor of the first law enforcement is the police have obstacles in cracking down on the abuse of addictive substances including narcotics because they are not regulated in clear laws. The three factors are facilities and facilities where the limitations of facilities and facilities cause no follow-up to the handling of cases of behavior inhaling Fox Glue by teenagers. Fourth is the community factor where the role of parents is very less, parents pay less attention to the daily interactions of children. Keywords: Law Enforcement, Glue Abuse