Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan Sistem Absensi Siswa Berbasis Internet Of Things Menggunakan Fingerprint Dengan Integrasi Api Whatsapp Di SMA PGRI 83 Legok Kabupaten Tangerang Megi Saputra; Makhsun; Ahmad Musyafa
urn:multiple://2988-7828multiple.v3i54
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi Internet of Things (IoT) telah memberikan dampak yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Di dalam lingkungan sekolah, penting untuk memiliki sistem absensi yang efisien dan akurat untuk memantau kehadiran siswa. Oleh karena itu, dalam penelitian ini, kami merancang dan mengembangkan aplikasi Absensi siswa yang memanfaatkan teknologi sidik jari berbasis IoT untuk mengelola absensi siswa di SMA PGRI 83 Legok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan beberapa tahap pengembangan sistem, yaitu analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, dan evaluasi. Pada tahap analisis kebutuhan, kami mengidentifikasi masalah dalam proses absensi manual yang saat ini digunakan di SMA PGRI 83 Legok. Kemudian, kami merancang sistem absensi berbasis IoT yang mengintegrasikan teknologi sidik jari dengan jaringan komputer yang ada di sekolah. Implementasi aplikasi Absensi siswa dilakukan dengan membangun infrastruktur IoT yang terdiri dari sidik jari sensor, server, dan perangkat lunak. Siswa dapat melakukan absensi dengan menempelkan sidik jari mereka pada sensor yang terhubung dengan server melalui jaringan. Data absensi siswa yang diperoleh disimpan dalam database untuk keperluan pengolahan dan pelaporan. Evaluasi aplikasi dilakukan dengan melibatkan siswa di SMA PGRI 83 Legok. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa aplikasi absensi siswa mampu meningkatkan efisiensi dan akurasi proses absensi, mengurangi kesalahan manusia, serta memudahkan pengelolaan data absensi. Selain itu, penerapan teknologi sidik jari juga memberikan tingkat keamanan yang lebih tinggi dalam sistem absensi.
Analisis Performa Sistem Deteksi Intrusi pada Jaringan IoT Menggunakan Ensemble Learning dan Decision Tree Kamaludin Jumaidi; Arya Adhyaksa Waskita; Ahmad Musyafa
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 2 April (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serangan siber, terutama Distributed Denial of Service (DDoS), mengancam keamanan jaringan Internet of Things (IoT). Penelitian ini menganalisis performa sistem deteksi intrusi menggunakan ensemble learning (LightGBM, XGBoost, CatBoost) Decision Tree dan Random Forest pada dataset CIC-BCCC-NRC TabularIoTAttack-2024, yang mencakup serangan seperti DDoS TCP Flood, MITM ARP Spoofing, dan Reconnaissance Scan. Proses melibatkan pra-pemrosesan dengan SMOTE untuk menyeimbangkan kelas dan seleksi fitur menggunakan SHAP. Tantangan utama adalah deteksi kelas Recon Port Scan dan Recon OS Scan akibat tumpang tindih fitur. Hasil menunjukkan Ensemble mencapai akurasi 99,21%, F1-score 99,21%, dan log loss 0,0672, diikuti LightGBM sebagai model tunggal dengan akurasi 97,58% dan log loss 0,0795. Decision Tree memiliki akurasi (86,48%) terendah dibanding model lain akibat overfitting. LightGBM lebih efisien (inference time 292,43 detik) dibandingkan Ensemble (891,04 detik), menjadikannya solusi optimal untuk deteksi serangan IoT. 
THE PERFECTION OF CHATGPT IN MAKING FAST-ACCURATE REPORTS OF STUDENTS AT SMK PARUNG Taswanda Taryo; Ahmad Musyafa; Uliyatunisa
Abdi Jurnal Publikasi Vol. 4 No. 1 (2025): September
Publisher : Abdi Jurnal Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ChatGPT is an artificial intelligence (AI) system that can interact with users through a conversational format. Anyone can use ChatGPT to read and understand the contents of files or enter questions into the ChatGPT interface, allowing the AI ​​to analyze and answer questions on various topics. The ChatGPT training program for Parung Vocational High School (SMK) was conducted to improve students' digital literacy and writing skills. Amid rapid technological advances, the integration of artificial intelligence (AI) into the learning process has become an urgent need. Through this activity, participants were introduced to ChatGPT as a digital aid that can be used to compile report outlines, improve spelling and sentence structure, and enrich written/report content quickly, precisely, and accurately. The workshop was designed based on hands-on practice, where students were trained to actively use ChatGPT features in completing their academic assignments and vocational projects. Evaluation of the activity showed that students improved their understanding of how to write reports that were coherent, logical, and adhered to writing standards. Furthermore, students became more confident and confident in expressing their ideas in writing. With this approach, the workshop not only strengthened academic skills but also taught the responsible and beneficial use of AI technology in vocational education.