Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Perkembangan Pemerolehan Bahasa pada Anak Usia 2-3 Tahun (Kajian Psikolinguistik) Rusmi Hasanah; Wiwik Surya Utami
MANTRA: Jurnal Sastra Indonesia (Sastra, Bahasa, Budaya) Vol 1 No 2 (2023): MANTRA: Jurnal Sastra Indonesia (Sastra, Bahasa, Budaya)
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Psikologi dan Humaniora Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/mantra.v1i2.3498

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemerolehan bahasa anak usia 2 dan 3 tahun khususnya pada kemampuan fonologi. Sebagaimana diketahui, bahasa mempunyai bunyi yang arbiter atau mana suka yang berarti tidak terdapat suatu keharusan bahwa suatu rangkaian bunyi tertentu harus mengandung arti yang tertentu pula atau biasa disebut sebagai makna sebuah kata. Pemerolehan bahasa pada anak pertama kali didapatkan secara lisan dengan ejaan yang sederhana hingga bisa mengucapkannya dengan baik disebut bahasa ibu atau bahasa pertama.Metode yang digunakan dalam penelitian ini kualitatif yang bersifat deskriptif, dimana menggunakan metode simak, libat, dan cakap. Penelitian ini dilaksankan di berbagai rumah yang memliki anak berusia 2 dan 3 tahun yaitu di Kampung Irian Bawah, kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa. Hasil dari penelitian ini pada anak usia 2-3 tahun pemerolehan bidang fonologi telah tampak dimana ditemukan anak usia tersebut telah menguasai telah menguasai bunyi konsonan, diftong, dan vokal. Anak-anak usia 2-3 tahun telah mampu menggunakan bunyi pelafalan kata dan kalimat, penggunaan dalam pemerolehan konsonan, beberapa anak usia 3 tahun belum mampu melafalkan vokal /r/.
Penguatan Kapasitas Perangkat Desa Melalui Pelatihan Administrasi Surat Menyurat dan Proposal Kegiatan di Desa Pernek Kecamatan Moyo Hulu Hendra Gunawan; Wiwik Surya Utami; Jumianti Diana
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1: Januari 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v2i1.1262

Abstract

Penguatan kapasitas dalam bentuk pelatihan administrasi surat menyurat dan proposal kegiatan di Desa Pernek dilakukan karena sejauh ini masih sering ditemukan kesalahan dalam menyusun surat dan pembuatan proposal kegiatan. Kendati demikian, karena dituntut oleh tugas dan tanggung jawab pada pelayanan di Desa, kesalahan tersebut sudah dianggap sebagai hal yang biasa. Oleh karena itu, kami dari Universitas Teknologi Sumbawa bekerjasama dengan pemerintah Desa Pernek memberikan pelatihan seperti yang terdapat dalam tema kegiatan pengabdian ini. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan pemahaman dan meningkatkan kemampuan paerangkat Desa Pernek dalam penyusun surat menyurat dan proposal kegiatan. Adapun metode pelaksanaan dalam pengabdia ini adalah, ceramah, diskusi, tanya jawan, penugasan secara kelompok dan individu. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini, yakitu,, terbentuknya staf desa yang memiliki kemampuan dalam penyusun surat menyurat tanpa harus bergantung pada copy dan paste surat yang ada. Selain itu staf Desa Pernek dapat mandiri dalam menyusun proposal kegiatan, proposal anggaran, dan proposal lainnya yang biasanya selama ini lebih dominan dilakukan oleh orang lain di luar sataf Desa Pernek.
STILISTIKA PADA LAGU TANDA KARYA YURA YUNITA Wiwik Surya Utami
Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/aksara.v9i2.1296

Abstract

Language and style have a close and complementary relationship, where style is an art of using language while language provides structure and function, as well as color and appeal. Therefore, the combination of the two makes both spoken and written language more effective, beautiful, and meaningful. The purpose of this research is to describe the style and meaning found in the lyrics of the song 'Tanda' sung by Yura Yunita using a stylistic approach. The results of this study show that the use of style and effective word choice or diction can create an emotional and aesthetic atmosphere. The stylistic approach reveals how the choice of words, sentence structure, and the use of the repetition style in Yura Yunita's song 'Tanda' give birth to a language style featuring 2 styles of repetition, 2 styles of anaphora, and 1 style of epanalepsis. The language style in the song contributes to its meaning. A deep song that resonates in the minds of listeners. The use of poetic and imaginative language creates a rich aesthetic experience for listeners, while also reinforcing the song's message about longing, hope, and the search for identity. In the lyrics of the song 'Tanda', a positive connotative meaning is found, showing a servant's request to their God for guidance regarding the right path and the fulfillment of every prayer uttered by the lyricist. The song 'Tanda' by Yura Yunita is a good example of how stylistic elements can be used to enhance the appeal and effectiveness of a work.
GAYA BAHASA PERTENTANGAN PADA NOVEL GARIS WAKTU KARYA FIERSA BESARI Mifta Sari Wardani; Wiwik Surya Utami
Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/aksara.v9i1.1013

Abstract

This research aims to analyze the use of contrastive stylistic devices in the novel Garis Waktu by Fiersa Besari, focusing on the identification and frequency of various stylistic devices and explaining the most dominant one. Using Henry Guntur Tarigan's theory of stylistic devices, this research categorizes the contrastive stylistic devices in the. The research method used is descriptive qualitative with a text analysis approach. Data is taken from quotes in the novel which are then classified according to Tarigan's theory of stylistic devices. The results show that contrastive stylistic devices are the most dominantly used in the novel Garis Waktu. This style creates a strong dramatic and emotional effect, enriching the narrative and deepening the characterization of the characters. The strength of using these stylistic devices lies in their ability to evoke readers' emotions and reinforce the message the author wants to convey. This novel not only presents a complex love story but also provides life lessons about sincerity and acceptance.