Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PEMBUATAN SEDIAAN KOMBINASI SERBUK DARI BIJI PEPAYA (Carica papaya L) DAN SELEDRI (Apium graviolens L) UNTUK MEMELIHARA KESEHATAN RAMBUT Nurlita Ekawati Putri; Agus Djamaludin; Dewi Ratnasari
Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol 6 No 1 (2022): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.604 KB) | DOI: 10.51873/jhhs.v6i1.166

Abstract

Background: Hair is something that grows from the dermis layer and through the ducts of hair follicles out of the skin. Hair loss is an event where hair is removed from the head abnormally, generally losing 80-120 strands / day. Many plants can be used to treat hair health, one of which is by using papaya seeds. Papaya seeds contain the coloring substances glucoside cacarindan and karpain which can discolor hair. One of the plants that can be used to nourish hair is celery. Celery leaves are known to have vasodilator activity that can stimulate hair growth. The purpose: Make powder preparations from papaya seeds and celery to treat hair health and organoleptic stability powder preparations from papaya seeds and celery Method: The research method used is action research. The preparation is made by mixing 7 grams of papaya seeds and 5 grams of celery leaves that have been previously dried first and then finely ground, and packaged with aluminum foil.. Results: Shows the results of powder preparations from papaya seeds and celery that are stable and durable for 3 weeks. Conclusion: The powder was stored in storage for 3 weeks at room temperature and a stable cold temperature for 3 weeks.
PEMBUATAN TEH CELUP HERBAL YANG MENGANDUNG DAUN MURBEI (Morus alba L Folium) UNTUK PEMELIHARAAN GULA DARAH DENGAN PENAMBAHAN RIMPANG KENCUR (Kaempferia Galanga L Rhizoma) SEBAGAI PENAMBAH AROMA Risma Nur Fatimah; Susi Andriani; Dewi Ratnasari
Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol 5 No 1 (2021): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.973 KB) | DOI: 10.51873/jhhs.v5i1.144

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Diabetes Melitus merupakan suatu penyakit kronis, yang dapat menimbulkan berbagai perubahan gangguan baik fisik maupun psikologis. Dampak penyakit DM secara fisik diantaranya seperti pasien akan mudah kelelahan, dampak psikologis yang ditimbulkan pasien akan mengalami gelisah, stres bahkan depresi. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk membuat teh celup herbal  yang mengandung daun murbei (Morus alba L Folium) untuk pemeliharaan gula darah  dan rimpang kencur (Kaempferia  galanga L Rhizoma) sebagai penambah aroma yang mudah dan praktis untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Metode: Metode penelitian yang digunakan ialah penelitian tindakan (Action Research). Menggunakan instrument penelitian berupa uji organoleptik dan uji derajat keasaman (pH). Sediaan dibuat dengan perbandingan komposisi daun murbei pada masing-masing sediaan sebanyak 3,045 gr, sedangkan variasi rimpang kencur sebanyak 1,76 gr pada formula 1, 1,52 gr pada formula 2, dan 3,045 gr pada formula 3. Hasil: Hasil penelitian menunjukan hasil susut pengeringan serbuk daun murbei sebanyak 2,4 % dan rimpang kencur sebanyak 5,4 %. Formula terbaik adalah formula 2 dengan komposisi daun murbei sebanyak 3,045 gr dan rimpang kencur sebanyak 1,52 gr. Formula tersebut menunjukan aroma khas kencur tidak terlalu pekat dan rasa teh sedikit asam dan ketika diseduh tidak menghasilkan endapan. Simpulan: Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa Formula yang stabil juga ditunjukan oleh formula 2 dengan pH sediaan stabil pada hari ke 9 dan hari ke 21 ketika proses uji derajat keasaman (pH) dengan pH sebesar 6,5
SKRINING FITOKIMIA TANAMAN BILAJANG BULU (Merremia vitifolia) DENGAN METODE INFUSA Anita Fatmawati; Dewi Ratnasari; Farhan Farhan
Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol 5 No 1 (2021): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.776 KB) | DOI: 10.51873/jhhs.v5i1.152

Abstract

Latar Belakang: Secara geografis, Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak jenis tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder yang terkandung dalam herba Bilajang Bulu (Merremia vitifolia) dengan metode ekstraksi infus. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Tahapan penelitian dimulai dari pengumpulan sampel, pembuatan simplisia, susut pengeringan, pembuatan ekstrak dengan metode infusa, skrining fitokimia. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan uji skrining fitokimia senyawa metabolit sekunder ektrak herba Bilajang Bulu (Merremia vitifolia) dengan metode ekstrasi infusa diketahui mengandung senyawa saponin dan tanin. Kesimpulan: Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa hasil uji skrining fitokimia senyawa metabolit sekunder ektrak herba Bilajang Bulu (Merremia vitifolia) dengan metode ekstrasi infusa diketahui mengandung senyawa saponin dan tanin. Sedangkan skrining fitokimia simplisia herba Bilajang Bulu (Merremia vitifolia) diketahui mengandung senyawa flavonoid dan tanin
PEMBUATAN DAN UJI STABILITAS SEDIAAN PELEMBAP BIBIR (LIP BALM) DARI EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi) DENGAN PENAMBAHAN MINYAK ATSIRI ESENSIAL BIJI KOPI ARABIKA (Coffea arabica L.) Ananda Amalia Bil Qisti; Agus Djamaludin; Dewi Ratnasari
Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol 6 No 2 (2022): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhhs.v6i2.168

Abstract

Bibir kering dan pecah-pecah dapat disebabkan karena kerusakan sel keratin yang terjadi akibat sinar matahari dan dehidrasi. Paparan sinar matahari menyebabkan pecahnya lapisan permukaan sel keratin. Antioksidan alami pada tumbuhan dapat dimanfaatkan sebagai penghambat kerusakan sel. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat oksidasi, dengan mengikat radikal bebas dan molekul yang sangat reaktif sehingga dapat menghambat kerusakan sel. Salahsatu tanaman yang mengandung antioksidan adalah daun belimbing wuluh. Tujuan Penelitian: Membuat sediaan pelembap bibir (lip balm) dengan stabilitas terbaik yang mudah digunakan oleh masyarakat sebagai antioksidan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan (action research) dan menggunakan konsep Kurt Lewin yang terdiri dari empat komponen yaitu perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting).  Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2021. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi berupa kuesioner dan melalui wawancara. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun belimbing wuluh dapat dijadikan sebagai pelembap bibir (lip balm) dengan stabilitas yang baik. Sediaan dibuat menjadi 4 formula yang berbeda-beda, perbedaan terletak pada konsentrasi minyak atsiri esensial biji kopi arabika sebagai aroma pada lip balm ini yaitu F1 (0%), F2 (1,25%), F3 (2,5%) dan F4 (5%). Hasil uji kesukaan dengan nilai tertinggi terdapat pada formula 4. Simpulan: Sediaan pelembap bibir (lip balm) memiliki stabilitas yang baik dapat dilihat dari hasil uji organoleptik yang stabil, uji pH yang sesuai dengan pH bibir yaitu pada angka 5. Formula lip balm yang paling diminati yaitu formula 4.
Efek Pemberian Ekstrak Etanol Daun Tephrosia vogelii Hook. f. terhadap Histologi Hati Tikus Putih Jantan Rattus norvegicus Dewi Ratnasari; Valentina Adimurti Kusumaningtyas; Arie Hardian
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 21, No 2 (2025): September
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.21.2.97702.326-336

Abstract

Tephrosia vogelii Hook.f. tanaman yang secara tradisional digunakan untuk pengobatan demam, diare, penyakit kulit, malaria, dan meningitis, serta sebagai pestisida alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek toksik pemberian berulang ekstrak etanol daun T. vogelii terhadap berat dan histologi hati serta menentukan konsentrasi ekstrak etanol T. vogelii yang  aman terhadap liver tikus putih (Rattus norvegicus) jantan. Objek dalam penelitian ini daun T. vogelii. Metode penelitian menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan dan 6 kali pengulangan. Penelitian menggunakan parasetamol 50 mg/kg BB sebagai kontrol positif, air mineral sebagai kontrol negatif dan larutan uji ekstrak etanol daun T. vogelii dengan dosis 50mg/kg BB, 100 mg/kg BB dan 200 mg/kg BB dilakukan selama 28 hari. Parameter yang diamati adalah berat hati, inflamasi sel, dan steatosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun T. vogelii tidak berpengaruh nyata terhadap indeks organ (P>0,05), tidak menimbulkan inflamasi dan steatosis. Esktrak etanol daun T. vogelii dengan dosis 50, 100, dan 200 mg/kg BB tidak berpengaruh terhadap indeks organ, dan aman terhadap hati tikus putih jantan.Effect of Ethanolic Extract of Tephrosia vogelii Hook. f. Leaves on the Liver Histology of Male White Rats of Rattus norvegicus. Tephrosia vogelii Hook.f. is a plant traditionally used to treat fever, diarrhea, skin diseases, malaria, meningitis, and as a natural pesticide. This study aims to determine the toxic effect of repeated administration of T. vogelii leaves ethanol extract on liver weight and histology, and to establish the safe concentration of T. vogelii leaves ethanol extract for the liver of male white rats (Rattus norvegicus). The research method focuses on the leaf part. The study used a Completely Randomized Design with five treatments and six replications. Treatments included 50 mg/kg BW of paracetamol as a positive control, mineral water as a negative control, and test solutions of ethanol extract of T. vogelii leaves at doses of 50 mg/Kg BW, 100 mg/kg BW, and 200 mg/kg BW, administered over 28 days. The observed parameters were liver weight, cell inflammation, and steatosis. The research results show that the ethanol extract of T. vogelii has no significant effect on the organ index (P>0.05) and does not cause inflammation or steatosis. The ethanol extract of T. vogelii at doses of 50, 100, and 200 mg/kg BW does not affect the organ index and is safe for the liver of male white rats.