Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL DENGAN KEIKUTSERTAAN KELAS IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JENGGOT KOTA PEKALONGAN Ida Baroroh; Miftachul Jannah; Miftachul Jannah; Pedvin Ratna Meikawati; Pedvin Ratna Meikawati
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v6i2.579

Abstract

AbstrakKehamilan dan persalinan adalah suatu hal yang alami akan tetapi bukan berarti tanpa resiko, masalah kehamilan dan persalinan adalah penyumbang terbesar Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi. Salah satu terobosan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dengan melalui kelas ibu hamil, namun demikian banyak ibu yang belum berpartisipasi dalam mengikuti kelas ibu hamil. Penelitian ini bertujuan: 1) Mengetahui pengetahuan ibu hamil; 2) Mengetahui keikutsertaan kelas ibu hamil; 3) Menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu hamil dengan keikutsertaan kelas ibu hamil. Penelitian ini dilakukan dengan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 64 diambil dengan cara sampling jenuh. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Uji statistik menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan ibu hamil memiliki pengetahuan baik sebesar 43,8% dan ikutserta 68,8% dalam kelas ibu hamil. Ada hubungan yang signifikan antara variabel pengetahuan dengan keikutsertaan dalam kelas ibu hamil (ρ=0,000, rs 0,554). Kelas ibu hamil merupakan sarana belajar bersama yang perlu diikuti oleh ibu hamil agar memperoleh pengetahuan yang cukup sehingga dapat mencegah komplikasi dan meningkatkan cakupan K4. Disarankan meningkatkan pembentukan kelas ibu hamil agar kehamilan dapat terpantau dan ibu dapat segera mengambil keputusan klinis apabila terjadi resiko. Kata kunci  : Pengetahuan, Keikutsertaan, Kelas Ibu Hamil
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL DENGAN KEIKUTSERTAAN KELAS IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JENGGOT KOTA PEKALONGAN Ida Baroroh; Miftachul Jannah; Miftachul Jannah; Pedvin Ratna Meikawati; Pedvin Ratna Meikawati
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v6i2.579

Abstract

AbstrakKehamilan dan persalinan adalah suatu hal yang alami akan tetapi bukan berarti tanpa resiko, masalah kehamilan dan persalinan adalah penyumbang terbesar Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi. Salah satu terobosan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dengan melalui kelas ibu hamil, namun demikian banyak ibu yang belum berpartisipasi dalam mengikuti kelas ibu hamil. Penelitian ini bertujuan: 1) Mengetahui pengetahuan ibu hamil; 2) Mengetahui keikutsertaan kelas ibu hamil; 3) Menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu hamil dengan keikutsertaan kelas ibu hamil. Penelitian ini dilakukan dengan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 64 diambil dengan cara sampling jenuh. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Uji statistik menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan ibu hamil memiliki pengetahuan baik sebesar 43,8% dan ikutserta 68,8% dalam kelas ibu hamil. Ada hubungan yang signifikan antara variabel pengetahuan dengan keikutsertaan dalam kelas ibu hamil (ρ=0,000, rs 0,554). Kelas ibu hamil merupakan sarana belajar bersama yang perlu diikuti oleh ibu hamil agar memperoleh pengetahuan yang cukup sehingga dapat mencegah komplikasi dan meningkatkan cakupan K4. Disarankan meningkatkan pembentukan kelas ibu hamil agar kehamilan dapat terpantau dan ibu dapat segera mengambil keputusan klinis apabila terjadi resiko. Kata kunci  : Pengetahuan, Keikutsertaan, Kelas Ibu Hamil
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perkembangan Motorik Kasar pada Anak Usia Toddler (1-3 Tahun) di Wilayah Puskesmas Kota Pekalongan Tahun 2020 Pedvin Ratna Meikawati; Ana Setyowati; Miftachul Jannah
Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan
Publisher : LPPM Akademi Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/jurbidhip.vol11.iss2.339

Abstract

Toddlers are children aged 12-36 months. Toddler is an important period in achieving intellectual development and growth. Development that controls body movements through coordinated activities between the central nervous system and muscles is called motor development. The aim of this research is to analyze the factors that influence gross motor development in toddler-aged children. Observational quantitative research method with a cross sectional approach, sampling using a simple random sampling technique with a total of 30 mothers who have toddler-aged children. The instrument used used an observation sheet and the analysis used used the Chi Square statistical test. The research results show that the majority of children with gross motor development are according to development, namely around 66.7% (20 people), while gross motor development is questionable, namely 26.6% (8 people) and gross motor development is deviant, namely 6.7% (2 people ). The research results show that the majority of children with gross motor development are according to development, namely around 66.7% (20 people), while gross motor development is questionable, namely 26.6% (8 people) and gross motor development is deviant, namely 6.7% (2 people ). The results of bivariate analysis show that there is a relationship between parental education (p value 0.001), simulation (p value 0.002), and socialization (p value 0.015) with children's gross motor skills. There is no relationship between the child's weight (p value 0.589), there is no relationship between exclusive breastfeeding (p value 0.653) and the child's gross motor development. It is hoped that parents who have toddler-aged children can increase their knowledge about gross motor development in children according to their age stages.