Kiki Natassia
Universitas An Nuur

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

The Effect of Lavender Aromatherapy on Dysmenorrhea in Adolescents Kiki Natassia; Mahanani Mulyaningrum
Jurnal Profesi Bidan Indonesia Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Profesi Bidan Indonesia
Publisher : LPPM AN NUUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Dysmenorrhea is pain during menstruation, usually with cramping and centered in the lower abdomen. Handling that is often used to reduce pain is in the form of pharmacological treatment and non-pharmacological therapy, one of which is distraction relaxation, warm compresses, and aromatherapy. The mechanism of aromatherapy in the human body takes place through two physiological systems, namely the body's circulation and the olfactory system, fragrances can affect a person's mental condition, memory, and emotions. One of the aromatherapy that can be used is lavender aromatherapy. Lavender aromatherapy can provide calm, a sense of comfort, a sense of confidence, reduce stress, reduce pain, unbalanced emotions, panic, lavender can reduce pain and can provide relaxation. Purpose: to determine the effect of lavender aromatherapy on dysmenorrhea in adolescents. Method: this research is a quasi-experimental research (quasi-experimental) using the reserved non-equivalent control group design method with pre-test and post-test with accidental sampling technique, namely by taking cases or respondents who happen to exist or are available. The sample in this study were 16 respondents. Results: the results of the hypothesis test obtained a p value = 0.007 because it is less than 0.05 then Ho is rejected and Ha is accepted, meaning that there is an effect of the dysmenorrhea scale before and after being given jasmine aromatherapy treatment on dysmenorrhea. Conclusion: the results of the research above can be concluded that there is an effect of lavender aromatherapy on dysmenorrhea in adolescents in Grobogan District, Grobogan Regency
EFEKTIVITAS TEHNIK RELAKSASI NAPAS DALAM DAN DZIKIR TERHADAPPENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI BPHDI RSUD dr. RADEN SOEDJATI SOEMODIARDJO PURWODADI Wahyu Riniasih; Kiki Natassia
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 1 No. 1 (2016): THE SHINE CAHAYA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Latar Belakang: Di dunia jumlah laki-laki dewasa yang menderita BPH adalah sebesar 30 juta jiwa dan secara epidemiologi pada saat usia laki-laki dewasa mencapai 40 tahun, kemungkinan terkena atau menderita penyakit ini adalah sebesar 40%, dengan meningkatnya usia 60 hingga 70 tahun persentasenya meningkat menjadi 50%, dan terus meningkat pada usia diatas 70 tahun menjadi sebesar 90%. Salah satu penatalaksanaan medis BPH adalah pembedahan. Pembedahan yang ditunggu pelaksanaannya akan menyebabkan rasa takut dan cemas pada pasien. Rasa cemas ini dapat diatasi dengan terapi nonfarmakologi, diantaranya tehnik relaksasi nafas dalam dan dzikir.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas tekhnik relaksasi napas dalam dandzikir terhadap penurunan tingkat kecemasanpada pasien preoperasi BPH   Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif Pre-Eksperimen dengan rancangan Pretest-Posttest With Control Group.Pengumpulan data menggunakan kuisioner kecemasan HRS-A . Jumlah responden 36 orang, dengan Teknik Nonprobability Sampling yaitu dengan Teknik Accidental. Data yang diperoleh diolah secara statistik dengan uji pairet t test dan independent t test   Hasil: Berdasarkan hasil analisa diperoleh bahwa dari segi usia, jumlah penderita dominan pada usia > 40 tahun, pendidikan dominan SD dan pekerjaan dominan sebagai petani. Ratarata tingkat kecemasan responden sebelum dan sesudah terapi nafas dalam adalah 32,11 menjadi 20,83 sedangkan rata-rata tingkat kecemasan sebelum dan sesudah dzikir 32,83 menjadi 27,39.   Simpulan: Ada perbedaan tingkat kecemasan post intervensi antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai signifikasi yang didapat adalah p=0,000 (p<0,05) 
PENGARUH PERILAKU KEKERASAN ORANG TUA TERHADAP PERILAKU AGRESIF ANAK DI SD N 5 LEBAK KECAMATAN GROBOGAN Ragil Arif Junianto; Kiki Natassia; Meity Mulya Susanti
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 2 No. 1 (2017): THE SHINE CAHAYA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Latar Belakang – Kekerasan berasal dari kecenderungan bawaan bersikap agresif satu sama lain. Dapat dikatakan kekerasan merupakan bentuk agresif seseorang yang dapat muncul dengan berbagai cara dan dapat dilihat dalam tindakan yang berbeda. Agresif fisik adalah kecenderungan individu untuk melakukan serangan secara fisik untuk mengekspresikan kemarahan. Bentuk serangan fisik tersebut seperti memukul, mendorong, menendang, mencubit, dan lain sebagainya. Agresif verbal adalah kecenderungan untuk menyerang orang lain atau memberikan stimulus yang merugikan dan menyakitkan kepada organisme lain secara verbal, yaitu melalui kata-kata atau penolakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perilaku kekerasan orang tua terhadap perilaku agresif anak di SD N 5 Lebak Kecamatan Grobogan.   Metode – Penelitian ini menggunakan desain case control dengan pendekatan retrospektive yaitu efek diidentifikasi pada saat ini, dan faktor resiko diidentifikasikan terjadi pada waktu yang lalu.   Hasil – Berdasarkan analisis menggunakan komputerisasi dengan uji Chi – Square nilai observed untuk sel a,b,c,d masing-masing 25,4,15,36. Sedangkan nilai rownya masingmasing 31.2%, 5.0%, 18.8%, 45.0%. dari hasil uji Chi – Square didapatkan nilai p= 0.000 = < alpha =0,05 jadi Ha diterima dan Ho ditolak. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh perilaku kekerasan orang tua terhadap perilaku agresif anak di SD N 5 Lebak Kecamatan Grobogan.   Kesimpulan – Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh perilaku kekerasan orang tua terhadap perilaku agresif anak di SD N 5 Lebak Kecamatan Grobogan. 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKSUAL SISWA SMA NEGERI DAN SWASTA DI KOTA SALATIGA Kiki Natassia; Herman Sudiman; Atik Kridawati
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 2 No. 2 (2017): THE SHINE CAHAYA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Latar Belakang: Di dunia remaja usia 15-24 tahun yang melakukan hubungan seksual sebanyak 66,5% dan 32,0% remaja dari tiga kota besar di Indonesia telah melakukan hubungan seksual di luar nikah. Perilaku seksual cukup mengkhawatirkan ini dapat memicu terjadinya kehamilan tidak diinginkan dan penyakit menular. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual siswa SMA Negeri dan Swasta di Kota Salatiga Tahun 2015   Metode: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional study. Jumlah sampel 382 siswa SMA Negeri dan Swasta di KotaSalatiga. Pengambilan sampel dengan cara systematic random sampling. Pengambilan data dengan angket menggunakan kuesioner terstrukur yang telah diuji oba. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi-square, multivariat dengan uji regresi logistik ganda. Hasil: variabel yang berhubungan dengan perilaku seksual yaitu pengaruh teman sebaya, pengawasan orang tua, efikasi diri, gaya hidup, pacar dan jumlah orang tua dengan p value <0,05. Variabel yang paling berhubungan dengan perilaku seksual adalah teman sebaya. Kesimpulan: perilaku seksual berhubungan dengan pengaruh teman sebaya. dikontrol oleh pengawasan orang tua, efikasi diri, gaya hidup, pacar, jumlah orang tua dan mitos tentang seks, intensitas cinta sebagai variabel confounding. 
ANALISA PERBEDAAN KOPI ROBUSTA (COFFEA CANEPHORA) DENGAN KOPI ARABIKA (COFFEA ARABICA) TERHADAPKADAR ASAM URATDI DESA TEGUHAN KECAMATAN GROBOGAN KABUPATEN GROBOGAN Biru Puspita; Kiki Natassia
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2018): THE SHINE CAHAYA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Latar belakang; Asam urat merupakan suatu kondisi terjadinya penumpukan zat purin yang tidak dapat diproses dalam tubuh yang mengakibatkan nyeri sendi. Penyakit sendi di Indonesia masih cukup tinggi dengan 35% terjadi pada pria dibawah 40 tahun ( Riskesdas, 2013). Salah satu penatalaksanaan nyeri sendi adalah dengan obat analgesik. Mengkonsumsi obat analgesik yang terus-menerus akan mengakibatkan efek samping sehingga diperlukan terapi nonfarmakologi untuk mengatasinya. Salah satu terapi non farmakologi untuk mengatasi nyeri sendi dan menurunkan nilai asam urat darah adalah kopi robusta dan kopi arabika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemberian kopi robusta dan kopi arabika terhadap kadar asam urat pada warga di Desa Teguhan Kecamatan Grobogan Kabupaten Grobogan.   Metode; desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan semu (Quasy Eksperimental) dan rancangan penelitian menggunakan pre post test design. Tehnik sampling yang digunakan adalah keseluruhan populasi menjadi sampel, didapatkan 20 responden yang dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan   Hasil; hasil uji hipotesa menggunakan uji Paired Sample T-test pada pengaruh pemberian kopi robusta sebanyak 0,001 dan pada responden pemberian kopi arabika 0,0001 dari hasil tersebut keduanya sama-sama efektif sedangkan uji beda menggunakan Independent T-test didapatkan hasil hipotesa 0,001 yaitu p < 0,05 artinya ada perbedaan antara pemberian kopi robusta dan kopi arabika.   Simpulan; kopi arabika lebih efisien untuk menurunkan asam urat dibandingkan dengan kopi robusta. Dengan nilai rata-rata penurunan kopi arabika sebesar 2,37 mg/dl atau rata – rata perbedaan sebesar 6.830 dan rata penurunan kopi robusta sebesar 1,23 mg/dl atau rata – rata perbedaan sebesar 5.780. 
PENGARUH RENDAM KAKI DENGAN LARUTAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP GANGGUAN INSOMNIA PADA LANSIA DI KECAMATAN GROBOGAN KABUPATEN GROBOGAN Kiki Natassia; Mingle A Pistanty
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2019): THE SHINE CAHAYA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar Belakang: Salah satu masalah pada lansia yang terjadi diseluruh dunia adalah insomnia. Kasus insomnia di Amerika Serikat berkisar 30% dan 60%. Kasus insomnia di Indonesia pada lansia cukup tinggi yaitu sekitar 67%. Penuaan dapat mengubah pola tidur seseorang. Pada usia sekitar 50 tahun, mulai terjadi penurunan gelombang tidur sehingga pada usia tua kuantitas tidur yang dalam pada seseorang akan berkurang. Obat analgesik yang terus-menerus dikonsumsi akan mengakibatkan efek samping, sehingga diperlukan penanganan non farmakologi. Sehingga salah satu penanganan non farmakologi yang digunakan adalah dengan menggunakan rendam kaki dengan larutan aromaterapi lavender. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh rendam kaki dengan larutan aromaterapi lavender terhadap gangguan insomnia pada lansia di Kecamatan Grobogan Kabupaten Grobogan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan semu (Quasy Eksperimental) dan rancangan penelitian menggunakan pre post test design. Teknik non probably sampling yang digunakan adalah keseluruhan populasi menjadi sampel yaitu 24 responden.   Hasil: hasil uji hipotesa menggunakan uji paired T-test pada pengaruh tindakan rendam kaki dengan larutan aromaterapi lavender sebesar 0.000. dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa rendam kaki dengan larutan aromaterapi lavender efektif terhadap gangguan insomnia pada lansia dengan nilai rata-rata penurunan rendam kaki dengan larutan aromaterapi lavender 16.58.   Kesimpulan: Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pengaruh rendam kaki dengan larutan aromaterapi lavender terhadap gangguan insomnia pada lansia di Kecamatan Grobogan Kabupaten Grobogan. 
PENGARUH KADAR GULA TERHADAP KUALITAS SELAI TERONG UNGU (SOLANIUM MELONGENAL) Mingle A Pistanty; Kiki Natassia
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2019): THE SHINE CAHAYA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar Belakang; Melimpahnya komoditas terong di Kabupaten Grobogan tidak di imbangi dengan pengolahan pasca panen yang mumpuni membuat komoditas terong hanya dimanfaatkan sebagai bahan sayuran pelengkap saja. Pengolahan terong yang masih kurang, sementara terong ungu (Solanium melongena L) memiliki nilai gizi yang baik untuk kesehatan maka terong dapat diolah menjadi selai terong ungu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan gula terhadap kualitas selai terong ungu (Solanium melongena L).   Metode; Penelitian ini berjenis eksperimen. Dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel penelitian meliputi variable bebas bebas dengan kadar gula sebanyak 40%, 50%, 60% dari totaljumlah bahan yang digunakan. Variable terikat yaitu kualitas selai terong ungu (Solanium melongena L). Data primer didapat dari 30 panelis dengan mengajukan format uji organoleptik. Analisis ANAVA jika terdapat perbedaan nyata kemudian dilanjutkan dengan uji Ducan.   Hasil; Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata terhadap penggunaan kadar gula pada kualitas warna, tekstur mudah oles, dan rasa manis khas terong ungu. Pada kualitas aroma terong ungu, aroma khas kayu manis, dan tekstur halus tidak terdapat perbedaan nyata. Hasil selai terong ungu yang terbaik adalah selai dengan kadar gula 60% Kesimpulan; Kadar gula mempengaruhi kualitas warna, tekstur mudah oles, dan rasa, sedangkan kualitas aromaterog ungu, aroma khas kayu manis, dan tekstur halus tidak mengalami perbedaan nyata. 
EFEKTIVITAS AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP PENURUNAN TINGKAT STRESS PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK Kiki Natassia; Mingle A Pistanty
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2020): THE SHINE CAHAYA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar Belakang; Di Indonesia prevalensi kejadian gagal ginjal kronis adalah sebesar 0,2% dari penduduk Indonesia. Di Provinsi Jawa Tengah sendiri, prosentase kejadian penyakit gagal ginjal kronis adalah sebesar 0,3 % dari total penduduk di Jawa Tengah. Penderita yang menjalani hemodialisis mengalami berbagai masalah yang timbul akibat tidak berfungsinya ginjal. Hal ini menjadi stressor fisik yang berpengaruh pada berbagai dimensi kehidupan pasien yang meliputi biologi, psikologi, social, spiritual (Biopsikososial). Aromaterapi merupakan pengobatan menggunakan wangi-wangian yang menggunakan minyak essensial dalam penyembuhan holistic untuk memperbaiki kesehatan dan kenyamanan emosional. Aromaterapi mempunyai efek positif karena akan merangsang sensori dan reseptor yang pada akhirnya akan mempengaruhi organ lain sehingga dapat menimbulkan efek kuat terhadap emosi dan mampu bereaksi terhadap stress. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas aromaterapi lavender terhadap penurunan tingkat stress penderita gagal ginjal kronikMetode; Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan rancangan one group design with pre test and post test. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan simple random sampling. Penelitian ini diikuti sejumlah 20 responden setelah dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi.Hasil; Nilai mean pada sebelum perlakuan aromaterapi sebesar 20.20 dan nilai mean setelah perlakuan aromaterapi sebesar 16.65, dengan nilai p value 0.000 dimana nilai tersebut kurangdari nilai α (0.05). Sehingga Ho ditolak dan Ha diterima yaitu terdapat pengaruh aromaterapi lavender terhadap penurunan tingkat stress penderita gagal ginjal kronik.Kesimpulan; Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh aromaterapi lavender terhadap penurunan tingkat stress penderita gagal ginjal kronik.
FORMULASI ASAM SITRAT PADA KUALITAS SELAI TERONG UNGU  (SOLANIUM MELONGENAL) SEBAGAI UPAYA DIVERSIFIKASI PANGAN Mingle A Pistanty; Kiki Natassia
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2021): THE SHINE CAHAYA DUNIA - S1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar belakang; Asia Pacisific Food Industry (2016) melaporakan prediksi ekonomi tahun 2021 pada tingkat konsumsi produk pangan di Asia mencapai 47,2% dan merupakan market share yang paling besar di antara benua lain di dunia dengan perkiraan nilai pasar 617 milliar US$. Nilai konsumsi roti per kapita masyarakat Indonesia pada tahun 2011 tumbuh tertinggi dibandingkan 11 negara Asia Pasifik lainnya. Nilai konsumsi roti di Indonesia naik 25% pada 2011 menjadi US $1,5 per orang per tahun, pada tahun 2013-2015 terjadi peningkatan konsumsi roti 4,27% per tahun (Euromonitor 2015). Permintaan roti tawar secara tidak langsung meningkatkan permintaan terhadap selai sebagai makanan olahan pendamping roti. Olahan buah terutama selai saat ini mengalami peningkatan yang signifikan. Diproyeksikan oleh IBIS World Industry Report (2016) bahwa terdapat kecenderungan peningkatan industriolahan buah di dunia ditinjau dari aspek penjualan, permintaan, bahan baku dan dengan nilai ekonomi hingga 4,5 milliar US$ pada tahun 2021. Berdasarkan uraian diatas untuk menambah diversifikasi dari pengolahan terong, juga dapat diolah menjadi produk olahan lain misalnya selai. Tujuan; menganalisis pengaruh formulasi asam terhadap kualitas warna,aroma, tekstur dan rasa pada selai terong ungu (Solanium melongena L).Metode: penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan penambahan asam citrat dengan konsentrasi yang berbeda. Masing – masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Data yang diperoleh diolahdengan Analisis Sidik Ragam (ANOVA). Hasil; Uji sensoris tingkat kesukaan yang dilakukan meliputi warna, rasa, aroma dan tekstur. Secara keseluruhan tingkat kesukaan panelis terhadap selai terong. Perlakuan yang memiliki radar yang paling luas dan seimbang antara warna, rasa, aroma dan tekstur dan memiliki nilai rata-rata yang tinggi adalah pada perlakuan B (Bubur terong + 2 % asam sitrat) dengan nilai rata-rata 3,92 (suka). Kesimpulan; terdapat pengaruh formulasi asam sitrat terhadap kualitas selai terong. Formulasi asam sitrat dengan penambahan 2% asam sitrat pada bubur terong merupakan formulasi yang paling diminati oleh panelis dari segi warna, rasa, aroma, dan tekstur dengan jumlah 15.66 dan rata-rata 3.92.
ANALISIS FAKTOR YANGMEMPENGARUHI MINAT MASYARAKAT DALAM KEPESERTAAN JKN-KIS MANDIRI DI DESA PANDANHARUMKABUPATEN GROBOGAN Wahyu Dewi Hapsari; Kiki Natassia; Wahyu Riniasih
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 4 No 2 (2019): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/r7vrm519

Abstract

Latar belakang: Jaminan Kesejatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) merupakan jaminan berupa perlindungan kesehatan agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan. BPJS Kesehatan memiliki sasaran pokok, salah satunya adalah tercapainya kepesertaan semesta sesuai peta jalan menuju Jaminan Kesehatan Nasional Tahun 2019. Tapi tampaknya sasaran tersebut belum tercapai dengan cepat, seperti di Desa Pandanharum Kabupaten Grobogan Provinsi Jawa Tengah masih terdapat 1300 penduduk yang belum menjadi peserta JKN-KIS. Hal ini tentunya menjadi pertanyaan tentang minat masyarakat dalam kepesertaan JKN-KIS khususnya mandiri.Metodologi: Metode penelitian ini adalah survei yang bersifat analitik, yang menggunakan pendekatan waktu cross sectional dengan metode pengumpulan data didapatkan melalui wawancara langsung dengan kuesioner terstruktur yang ditujukan kepada 93 responden Desa Pandanharum Kabupaten Grobogan yang didapat dengan cara non random sampling dengan teknik porposive sampling.Hasil: Karakteristik umur responden di Desa Pandanharum Kabupaten Grobogan dari 93 responden 49,5% berumur dewasa akhir (36 – 45 tahun), 43% berpendidikan terakhir Sekolah Dasar (SD) dan 32,3% bekerja swasta. Sedangkan tingkat pengetahuan dari 93 responden 88,2% tergolong cukup baik, 52,7% menganggap biaya cukup memberatkan, 76,3% cenderung cukup berminat. Hasil uji statistik pada pengetahuan dan biaya berpengaruh dengan minat masyarakat dalam kepesertaan JKN-KIS Mandiri di Desa Pandanharum Kabupaten Grobogan.Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan antara pengetahuan dan biaya terhadap minat masyarakat dalam kepesertaan JKN-KIS Mandiri di Desa Pandanharum Kabupaten Grobogan.