Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Tingkat Pendidikan dengan Perilaku Pencegahan Pneumonia pada Balita Erin Nofitasari; Madyo Maryoto; Arni Nur Rahmawati; Nurulistyawan Tri Purnanto
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 4, No 2 (2015): Edisi Oktober 2015
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1012.073 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v1i4.74

Abstract

Pneumonia adalah proses inflamasi parenkim paru yang terdapat konsolidasi dan terjadi pengisian rongga alveoli oleh eksudat akibat bakteri dan virus. Angka kejadian pneumonia di Indonesia sebesar 1.8% dan 4.5%. Angka kematian di Jawa Tengah akibat pneumonia sebesar 80%-90% dari pravalensi mencapai 26.76% dari jumlah balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan tingkat pendidikan dengan perilaku pencegahan penyakit pneumonia di Wilayah Kerja Puskesmas Karanglewas Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini adalah survey analitic dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini yaitu ibu balita yang berkunjung ke Puskesmas Karanglewas saat penelitian berlangsung sebanyak 59 ibu balita yang diambil menggunakan G-power. Hasil uji Chi-square menunjukan ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan penyakit pneumonia dengan nilai p=0.011 (p<0.05). Ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan perilaku pencegahan penyakit pneumonia dengan nilai p=0.012 (p<0.05). Tingkat pengetahuan dan tingkat pendidikan memiliki hubungan dengan perilaku pencegahan penyakit pneumonia, semakin tinggi tingkat pendidikan akan semakin tinggi tingkat pengetahuan dan semakin baik pula perilaku pencegahan penyakit pneumonia. Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan, Tingkat Pendidikan, Perilaku, Pneumonia
Studi Deskriptif Gangguan Fungsi Tidur pada Pasien Diabetes Mellitus di RSUD RAA Soewondo Pati Nurulistyawan Tri Purnanto
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 4, No 1 (2015): Edisi Maret 2015
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1638.86 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v2i3.62

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia yang kronis. Hal ini disebabkan karena adanya kelainan sekresi insulin dan kelaianan kerja insulin. Prevalensi DM yang meningkat setiap tahunnya berhubungan dengan perubahan gaya hidup, kebiasaan konsumsi makanan tinggi kalori, kurangnya aktivitas, merokok, obesitas dan urbanisasi serta berhubungan dengan adanya gangguan tidur. Gangguan tidur pada pasien DM berhubungan dengan gejala yang dirasakan seperti nokturia, kecemasan, depresi, dan nyeri akibat neuropati. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tidur seperti faktor fisik, psikologis, sosial dan lingkungan. Beberapa fungsi tidur pada pasien DM adalah untuk memelihara jantung, dan mempertahankan fungsi kognitif, dimana pada tahap tidur REM dihubungkan dengan aliran darah ke serebral, peningkatan konsumsi oksigen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gangguan tidur pada pasien DM. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian diskriptif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 70 pasien responden yang dipilih secara Accidental Sampling. Untuk menganalisa data menggunakan uji univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur pasien DM dengan menggunakan pengukuran PSQI didapatkan nilai 6,42. Kata Kunci : Kualitas Tidur, Diabetes Mellitus
Studi Deskriptif Persepsi Ibu dalam Perawatan Kesehatan Mulut Anak di Kabupaten Kudus Nurulistyawan Tri Purnanto; Renny Wulan Apriliyasari
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 3, No 1 (2014): Edisi Maret 2014
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (980.29 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v2i2.41

Abstract

Masalah kesehatan gigi dan mulut merupakan masalah yang serius di Indonesia. Pada tahun 2002 sebanyak 76,2% dari total anak usia 12 tahun menderita penyakit gigi dan angka ini telah meningkat menjadi 85% di tahun 2004. Penyakit ini akan menjadi kronik ketika dewasa nanti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan persepsi ibu dalam perawatan kesehatan mulut anak di Kabupaten Kudus. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cross sectional dengan multi stage sampling untuk pemilihan sampel penelitian. Sebanyak 120 ibu dipilih sebagai responden dalam penelitian ini. Konsep teori menggunakan Health Belief Model (HBM). Kuesioner terdiri dari karakteristik ibu dan persepsi ibu dalam perawatan kesehatan mulut pada anak. Hasil penelitian menunjukkan; ibu memiliki perceived susceptibility rendah (Mean = 11,45; SD = 4,62), perceived severity rendah (Mean = 25,79; SD = 8,28), perceived benefits rendah (Mean 11,99; SD = 4,45) dan perceived barriers rendah (Mean = 23,06; SD = 7,08) tentang perawatan kesehatan mulut pada anak. Kesimpulannya adalah ibu memiliki persepsi rendah tentang perawatan kesehatan mulut anaknya. Oleh karena itu sebagai pemberi perawatan, ibu harus memiliki informasi tentang perawatan mulut untuk meningkatkan persepsi tentang susceptibility, severity, dan benefits pada perawatan kesehatan mulut anak. Kata kunci: Persepsi ibu, perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefits, perceived barriers, kebersihan mulut dan Health Belief Model (HBM)
Hubungan Antara Kepatuhan Minum Obat dengan Tingkat Kesembuhan Pengobatan Pasien Tuberculosis Paru di BKPM Wilayah Pati Renny Wulan Apriliyasari; Fitria Wulandari; Nurulistyawan Tri Purnanto
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 3, No 2 (2014): Edisi Oktober 2014
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.283 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v1i3.52

Abstract

Tuberkulosis Paru masih menjadi masalah kesehatan utama didunia. Di Indonesia, pada tahun 2011 prevalensi Tuberculosis Paru (+) sebanyak 289 per 100.000 penduduk. Angka kesembuhan Tuberkulosis Paru di BKPM Wilayah Pati pada tahun 2012 sebesar 83,59%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan minum obat dengan tingkat kesembuhan pengobatan pasien Tuberculosis paru di BKPM Wilayah Pati. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif study korelasi dengan pendekatan cross Sectional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pasien Tuberkulosis paru yang sembuh dan tidak sembuh. Sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 45 responden dengan teknik total sampling. Variabel yang diukur adalah kepatuhan minum obat dan kesembuhan  pengobatan pasien Tuberculosis Paru. Pada hasil penelitian menunjukkan (p value 0,000<0,05). Sebanyak 3 responden (6,67%) tidak patuh dan 42 responden (93,33%). Serta didapatkan kesembuhan sebanyak 41 responden (91,11%) sembuh dan 4 responden (8,89%) tidak sembuh. Mayoritas Pasien Tuberculosis Paru patuh dan sembuh, serta ada hubungan antara kepatuhan minum obat dengan tingkat kesembuhan pengobatan pasien Tuberkulosis Paru di BKPM Wilayah Pati. Kata Kunci : Minum Obat, Kesembuhan, Tuberkulosis Paru
PENGARUH KONSUMSI TEH DAUN KELOR TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI DI GROBOGAN Nurulistyawan Tri Purnanto; Laily Himawati; Nur Ajizah
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 3 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v9i3.630

Abstract

ABSTRAK Rendahnya cakupan ASI eksklusif di Indonesia menjadikan anak terkurangi haknya untuk mendapatkan makanan bernutrisi tinggi bagi pertumbuhan. Hal ini dikarenakan kurangnya produksi ASI pada ibu menyusui. Pemberian tindakan non farmakologi seperti teh daun kelor diharapkan mampu meningkatkan produksi ASI sehingga anak tetap mendapatkan ASI. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh konsumsi teh daun kelor terhadap peningkatan produksi ASI di Kabupaten Grobogan. Metode penelitian ini berjenis quasi experimental study dengan menggunakan one group prepost test design pada 60 responden. Intervensi dilakukan selama 3 minggu untuk menilai produksi ASI antara Pre dan Post intervensi. Data dianalisa dengan menggunakan Uji Paired t-Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata ASI pada tahap pre-test sebanyak 152,00 meningkat menjadi 158,50 pada tahap post-test. Terdapat perbedaan jumlah ASI dengan p-value sebesar 0,002 dengan nilai korelasi sebesar 0,934. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan pada konsumsi teh daun kelor untuk produksi ASI.  Kata Kunci : Teh Daun Kelor, Produksi ASI
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kekambuhan Asma Bronkhiale Pada Pasien Rawat Jalan Di Poli Paru Instalasi Rawat Jalan RSUD RAA Soewondo Pati Nurulistyawan . T.P
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2011: PROSEDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN PPNI JATENG
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.14 KB)

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang Asma perlu mendapat perhatian karena penyakit asma dapat menurunkan produktivitas dan meningkatkan beban ekonomi. Pengetahuan tentang penyakit asma perlu diketahui oleh masyarakat umum, sehingga ikut membantu untuk meminimalisasi faktor pencetus asma bagi penderitanya. WHO mencatat sebanyak 300 juta orang menderita asma dan 225 ribu penderita meninggal karena asma di seluruh dunia. Angka ini semakin meningkat tercatat di Eropa 5%. Asia Pasifik 2,5%o dan Indonesia 5,4 %. Tujuan-Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kekambuhan asma bronkhiale pada pasien rawat jalan di poli paru instalasi rawat jalan RSUD RAA Soewondo Pati Metode - Jenis penelitian ini adalah penelitian deskripif korelasi dengan rancangan belah lintang, yang dilakukan pada 20 responden dengan accidental sampling. Data penelitian dianalisis dengan uji Rank Spearman. Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa separuh dari jumlah responden memiliki pengetahuan baik; responden yang memiliki sikap mendukung sebanyak 9 responden; responden yang mengalami kecemasan sedang sebanyak 8 responde,  responden yang memiliki penghasilan kurang dari UMR sebanyak 9 responden Berdasarkan uji statistic diketahui.ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kekambuhan asma (p= 0,027); antara sikap dengan kekambuhan asma (p : 0,009); antara kecemasan dengan kekambuhan asma (p = 0,015); dan antara sosial ekonomi dengan kekambuhan asma (p = 0,003). Diskusi-Disarankan penderita asma mempunyai pengetahuan tentang faktor pencetus kekambuhan asma dan sikap yang mendukung, sehingga penderita dapat meminimalisasi terjadinya kekambuhan asma. Kata Kunci - Pengetahuan Sikap, Kecemasan, Soseko, Kekambuhan, Asma Proseding
PENGETAHUAN DAN PERAN ORANG TUA TEHTANG''ORAL HYGIENE' DENGAN PRAKTIK GOSOK GIGI PADA ANAK USIA 6 - 12 TAHUN DI DESA GONDOSARI KEG. GEBOG KABUPATEN KUDUS Sri Rejeki; Nurulistyawan T.P
FIKkeS Vol 2, No 1 (2008): Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.512 KB)

Abstract

Caries gigi merupakan masalah yang tidak hanya dialami oleh orang dewasa saja tetapi iuga dialami oleh anak-anak terutama anak-anak usia sekolah. Salah satu faktor penyebab caries gigi adalah malasnya anak-anak untuk menggosok gigi, padahal dengan menggosok gigi secararutin setiap hari setelah se/esai makan dan sebelum tidur akan menjadikan gigi kita tetap bersihdan terhindar dari penyakit gigi seperti caries gigiyang sering dialami anak-anak. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan peran orang tua tentang 1ral Hygiene dengan praktik gosok gigi pada anak usa 6 - 12 tahun. Melode: Jenis penelitian explanatory survey dengan pendekatan cross sectional. Sampel adalah orang tua yang memiliki anak usia 6-12 tahun yang bertempat tinggal di Desa Gondosari Kecamatan Gebog kabupaten Kudus yang berjumlah 306 responden dan diambil dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan dengan Kuesioner, Analisa data dengan analisa Univariat dan Bivariat dengan analisa Chi Square. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki pengetahuan baikyaitu sebesar 90.2 % dari 306 responden, peran orang tua aktif sebanyak 90.2 % dan hampir semua anak melakukan gosok gigiyaitu sebanyak 84.6 %. Hasil analisa bivariat menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan orang tua dengan pral<tik gosok gigi pada anak dengan nilai P value 0,001 dan juga adahubungan antara peran orang tua dengan praWk gosok gigi pada anak yang ditunjukkan dengan nilai P value 0.001.Kata Kunci : Pengetahuan"Oral Hygiene", Peran orang tua, praktik gosok gigi
The HUBUNGAN STRES DENGAN POLA MENSTRUASI PADA MAHASISWA KEPERAWATAN Yuwanti Ngadiran; Yuwanti; Nurulistyawan Tri Purnanto
Jurnal Bidan Mandira Cendikia Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi serta adaptasi dan rawan terjadi stres. Stres melibatkan sistem neuroendokrinologi sebagai sistem yang besar peranannya dalam reproduksi wanita sehingga dapat mempengaruhi pola menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres dengan pola menstruasi pada mahasiswa keperawatan. Jenis penelitian ini adalah Korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah Simple random sampling dan didapatkan 66 responden yang sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan Spearman’s rho. Hasil penelitian bahwa ada hubungan yang signifikans antara stres dengan pola menstruasi
Perbedaan Tingkat Pengetahuan Peserta Pencak Silat tentang Pencegahan dan Penanganan Cedera Olahraga Purnanto, Nurulistyawan Tri; Sasanti, Serafina Damar; Lestari, Retnaning Muji Lestari Muji
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol 13, No 1 (2025): JKP JUNI 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v13i1.1015

Abstract

Latar belakang: pencak silat merupakan salah satu olahraga yang rentan dengan cedera akibat seringnya kontak tubuh. Penanganan dan pencegahan cedera yang baik dan benar akan membantu mengurangi terjadinya keparahan. Disini dibutuhkan pengetahuan lebih agar para Peserta Pencak silat dapat melakukan Pencegahan dan Penanganan cedera akibat olahraga.Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan peserta pencak silat dalam melakukan Pencegahan dan Penanganan cedera olahraga.Metode: penelitian ini berjenis Kuantitatif dengan desian Pre Experimental Study. Pendekatan yang digunakan adalah Pre dan Post Test Design. Sampel penelitian ini adalah Peserta pencak silat dengan jumlah 57 Responden yang dipilih secara total sampling. Pengumpalan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisa data penelitian dilakukan dengan menggunakan uji Paired t-Test.Hasil: umur responden mayoritas adalah 21,26 tahun, berjenis kelamin laki-laki sebanyak 51 (89,5%). Tingkat Pengetahuan Pre Test mayoritas adalah Cukup sebanyak 28 (49,1%) dan Tingkat Pengetahuan pada Tahap Post Test adalah Baik yaitu 32 (56,1%). Hasil analisa Paired t-Test menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000, r-value sebesar 0,577 dengan nilai mean pada tahap post test sebesar 19.81Kesimpulan: terdapat perbedaan tingkat Pengetahuan Responden antara Pre dan Post Test Edukasi dengan nilai p-value sebesar 0,000. Kata kunci: Pengetahuan; Pencegahan; Penanganan; Cedera; Pencak Silat
Pengelolaan Kesehatan Reproduksi Sebagai Upaya Pembangunan Kesehatan Sumber Daya Manusia (SDM) Pintam Ayu Yastirin; Wahyu Utami Ekasari; Nurulistyawan Tri Purnanto
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Negeriku Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Negeriku
Publisher : LPPM AN Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Background: Health development aims to increase awareness, willingness and ability to live healthy for everyone in order to realize the highest degree of public health as an investment for the development of socially and economically productive human resources. Grobogan Regency is one of the districts with the highest cases related to maternal and child health. Based on 2019 data, there were 36 cases of maternal death while infant mortality cases were 13.2 / 1000 KH). Here there is a need for strong efforts to improve health, especially reproductive health nationally. Purpose: To improve reproductive health in the adolescent age group and pregnant women. Method: This activity was carried out in Kuripan Village with 12 adolescents and 8 pregnant women as participants. The implementation of the activity was assisted by 4 students. The method of implementing community service uses a descriptive survey with implementation techniques through anamnesis, physical examination, documentation study, and observation. Results: There were 20 participants (100%), subjective data found that teenagers did not know about the importance of adolescent reproductive health, and through objective data collection, pregnant women with anemia and fetal position abnormalities were found. The intervention carried out was the provision of adolescent reproductive health counseling and the implementation of pregnancy exercise. Conclusion: The community service activity was attended by 20 participants with activities including subjective data collection including anamnesis, objective data including physical and supporting examinations, problem determination and implementation of interventions, namely counseling and pregnancy exercise.