Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PERAN BIDAN SEBAGAI FASILITATOR PELAKSANAAN PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K) DI WILAYAH PUSKESMAS KABUPATEN PEKALONGAN Putri Andanawarih; Ida Baroroh
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 7, No 1 (2018): SIKLUS: Journal Research Midwifery Politeknik Tegal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v7i1.743

Abstract

Kehamilan dan persalinan adalah suatu hal yang alami akan tetapi bukan berarti tanpa resiko, masalah kehamilan dan persalinan adalah penyumbang terbesar Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi. Salah satu masalah kesehatan di Indonesia adalah tingginya Angka Kematian Ibu (AKI), di Kota Pekalongan 80,19/100 KH(2010), 145,68/100KH(2011), dan 81,97/100KH(2012). Upaya untuk menurunkan AKI dengan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K). Bidan puskesmas merupakan tenaga kesehatan yang paling strategis dalam pelaksanaan layanan kesehatan masyarakat, serta paling tepat dalam melaksanakan peran fasilitator dalam P4K.. Penelitian untuk mengetahui gambaran umum Peran Bidan Sebagai Fasilitator Pelaksanaan P4K di wilayah Puseksmas Kabupaten Pekalongan. Desain penelitian menggunakan penelitian deskriptif. Populasi yang digunakan adalah bidan puskesmas di wilayah Kabupaten Pekalongan. Sampel yang digunakan adalah sampel jenuh sebanyak 57 bidan, dengan pengambilan data menggunakan observasi. Analisis data menggunakan variabel karakteristik bidan yaitu umur dan pendidikan bidan, serta implementasi pelaksanaan P4K oleh bidan yang meliputi: pendataan, perencanaan, sosialisasi, pelayanan, dan kerjasama tim. Hasil penelitian menunjukkan bidan berperan dalam pendataan ibu hamil disertai pemberian stiker sebanyakl (91,2%), perencanaan persalinan (89,5%), sosialisasi dengan melibatkan lintas sektor (91,2%), konseling pada ibu hamil (84,2%) serta kerjasama tim dalam pelaksanaan P4K sebesar (71,9%). Kata Kunci : Peran Bidan, Fasilitator, P4K
ANALISIS UPAYA PENEMUAN KASUS HIV AIDS DI RSUD KRATON KABUPATEN PEKALONGAN Ida Baroroh; Millatin Puspaningtyas; Dian Kusumawardani; Putri Andanawarih
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v6i1.467

Abstract

HIV/AIDS merupakan penyakit menular seksual yang dapat menular seluruh lapisan masyarakat. Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Pekalongan meningkat signifikan sepanjang tahun 2013 yaitu mencapai 26 orang. Salah satu upaya penanggulangan HIV/AIDS adalah dengan deteksi dini yang dilakukan secara sukarela, bukan dipaksa atau diwajibkan untuk mengetahui status HIV lebih dini dengan pemanfaatan layanan-layanan terkait dalam pencegahan, perawatan, dukungan dan pengobatan sehingga konseling dan testing HIV/AIDS dapat berjalan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis upaya penemuan kasus HIV/AIDS di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan.Metode penelitian ini adalah kualitatif, dengan Informan utama terdiri dari 2 orang konselor PICT dan Informan triangulasi yaitu Kepala PICT, kepala bidang pelayanan kesehatan dan kepala bidang keperawatan RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam serta analisis dengan content-analysis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya penemuan kasus HIV/AIDS dilihat dari aspek individu yaitu ketrampilan yang dimiliki provider sudah cukup mendukung. Dari aspek organisasi yaitu kepemimpinan sudah baik, namun untuk sumber daya dan imbalan masih terbatas jumlahnya dan struktur organisasi belum dapat berjalan sesuai dengan tupoksi. Aspek Psikologi meliputi sikap provider sudah cukup baik dalam penemuan kasus HIV/AIDS berdasarkan pengalaman selama menjalankan program, sedangkan motivasi muncul dari dalam diri konselor sendiri sebagai wujud professionalisme dalam menjalankan tugas.Disarankan untuk dilakukan supervisi secara berkala oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan dalam memantau kegiatan PICT, dan bagi RSUD Kraton Kabupaten Pekalonganuntuk dapat menyediakan klinik VCT sesuai dengan standar yang telah ditentukan.Kata Kunci: HIV, AIDS, Upaya Penemuan Kasus
ANALISIS UPAYA PENEMUAN KASUS HIV AIDS DI RSUD KRATON KABUPATEN PEKALONGAN Ida Baroroh; Millatin Puspaningtyas; Dian Kusumawardani; Putri Andanawarih
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v6i1.467

Abstract

HIV/AIDS merupakan penyakit menular seksual yang dapat menular seluruh lapisan masyarakat. Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Pekalongan meningkat signifikan sepanjang tahun 2013 yaitu mencapai 26 orang. Salah satu upaya penanggulangan HIV/AIDS adalah dengan deteksi dini yang dilakukan secara sukarela, bukan dipaksa atau diwajibkan untuk mengetahui status HIV lebih dini dengan pemanfaatan layanan-layanan terkait dalam pencegahan, perawatan, dukungan dan pengobatan sehingga konseling dan testing HIV/AIDS dapat berjalan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis upaya penemuan kasus HIV/AIDS di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan.Metode penelitian ini adalah kualitatif, dengan Informan utama terdiri dari 2 orang konselor PICT dan Informan triangulasi yaitu Kepala PICT, kepala bidang pelayanan kesehatan dan kepala bidang keperawatan RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam serta analisis dengan content-analysis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya penemuan kasus HIV/AIDS dilihat dari aspek individu yaitu ketrampilan yang dimiliki provider sudah cukup mendukung. Dari aspek organisasi yaitu kepemimpinan sudah baik, namun untuk sumber daya dan imbalan masih terbatas jumlahnya dan struktur organisasi belum dapat berjalan sesuai dengan tupoksi. Aspek Psikologi meliputi sikap provider sudah cukup baik dalam penemuan kasus HIV/AIDS berdasarkan pengalaman selama menjalankan program, sedangkan motivasi muncul dari dalam diri konselor sendiri sebagai wujud professionalisme dalam menjalankan tugas.Disarankan untuk dilakukan supervisi secara berkala oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan dalam memantau kegiatan PICT, dan bagi RSUD Kraton Kabupaten Pekalonganuntuk dapat menyediakan klinik VCT sesuai dengan standar yang telah ditentukan.Kata Kunci: HIV, AIDS, Upaya Penemuan Kasus
PERAN POSYANDU LANSIA TERHADAP KESEHATAN LANSIA DI PERUMAHAN BINA GRIYA INDAH KOTA PEKALONGAN Dian Kusumawardani; Putri Andanawarih
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 7, No 1 (2018): SIKLUS: Journal Research Midwifery Politeknik Tegal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v7i1.748

Abstract

Lansia merupakan proses tumbuh kembang manusia, dari anak-anak sampai bertambah usia menjadi tua. Orang yang sudah lanjut usia (lansia) mengalami penurunan kemampuan jaringan tubuh untuk memperbaiki diri. Selain itu, masuk dalam kelompok usia lanjut dapat menimbulkan berbagai permasalahan kesehatan, psikologis, sosial ekonomi. Tujuan : untuk mengetahui peran dari posyandu lansia terhadap kesehatan lansia. Metode penelitian : menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dan menggunakan teknik wawancara dalam mengumpulkan data-data penelitian. Hasil : didapatkan bahwa posyandu lansia di Perumahan Bina Griya Indah Kota Pekalongan sudah berdiri selama 10 tahun, dengan 38 lansia yang saat ini terdata dalam posyandu lansia. Para lansia telah mengetahui manfaat dari posyandu dan sudah memanfaatkan pelayanan kesehatan di posyandu untuk memantau kesehatan, seperti cek tekanan darah, timbang berat badan, cek gula darah, dan cek asam urat. Selain itu juga terdapat kegiatan senam dan penyuluhan esehatan oleh dokter. Kesimpulan : posyandu lansia sudah berperan dalam menjaga kesehatan lansia dengan pemeriksaan rutin tiap bulan, dan pemberian obat sederhana sesuai kebutuhan lansia. Kata kunci : Posyandu Lansia, Kesehatan Lansia
Pengetahuan dan Sikap Ibu Rumah Tangga dalam Pencegahan Kanker Servik Putri Andanawarih; Ni’matul Ulya; Swasti Artanti
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 11 No. 1 (2024): OKSITOSIN : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Publisher : Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/oksitosin.v11i1.3927

Abstract

Cervical cancer caused by HPV (human papillomavirus) usually attacks women aged between 35 and 55 years and ranks second as the type of cancer most commonly experienced by Indonesian women. Early detection of cervical cancer is done with the visual acetic acid test (IVA). The aim of this research was to determine the knowledge and attitudes of housewives in preventing cervical cancer in the Pringrejo Village area. This research used a cross-sectional method with the Kolmogorov Smirnov reliability test with a sample size of 100 respondents. Both tests were calculated using SPSS version 17 for Windows. The results of the research show that age, education, economic status and knowledge influence the attitudes and behavior of housewives regarding cervical cancer with a p value for each characteristic <0.10. In the results, job characteristics have no relationship with the attitude of housewives in preventing cervical cancer because the p value is > 0.10. With this research, it is hoped that health workers can provide clear information about cervical cancer to the wider community, especially housewives.
Pengaruh Edukasi 1000 HPK Berbasis Audio-Visual Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Putri Andanawarih; Gita Ayu Indria; Lina Puspitasari
Jurnal Riset Teknologi Kesehatan Vol 1 No 1 (2025): Jurnal Riset Teknologi Kesehatan (RITEKES) Volume 1, Nomor 1, Februari 2025.
Publisher : Universitas Amikom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35671/ritekes.v1i1.137

Abstract

Latar belakang: Pengetahuan ibu hamil mengenai 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) penting untuk mencegah stunting. Media audio-visual diduga lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman dibanding media konvensional. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi 1000 HPK melalui media audio-visual terhadap pengetahuan ibu hamil di Kelurahan Tegalkamulyan. Metode: Penelitian pre-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest, melibatkan 25 ibu hamil trimester III. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Sebelum intervensi, mayoritas responden memiliki pengetahuan cukup (60%), sedangkan setelah intervensi, 72% berada pada kategori baik. Uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan (Z = -4,789; p < 0,001). Kesimpulan: Edukasi menggunakan media audio-visual efektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai 1000 HPK dan dapat dijadikan strategi edukasi kesehatan untuk mendukung pencegahan stunting
Implementasi Kemandirian Anak Usia 3-5 tahun di TK Islam Kauman Kota Pekalongan Ni&#039;matul Ulya; Pedvin Ratna Meikawati; Putri Andanawarih
Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Akbid Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/abdimaship.vol1.iss1.75

Abstract

Children aged 3-5 years are considered as a child's age to learn skills to fulfill their desires independently. Children aged 3-5 years must be able to do activities, such as eating and drinking by themselves, bathing and dressing themselves, combing hair, walking, running, and taking things that they need themselves. Family factors are very influential on the formation of independence in a child. Based on the results of interviews with 10 mothers (guardians of students) in one private kindergarten in Pekalongan City, it was found that 2 mothers said that their children had never played outside the home, rarely socialized and were ashamed. A total of 6 mothers said their children could not wear their own clothes and sometimes their parents still fed food and 2 mothers said their children were very spoiled, did not want to clean up the game. Community service activities conducted at the Kauman Islamic Kindergarten are aimed at providing skills to children aged 3-5 years to be able to carry out their daily activities independently. The method used in this activity is demonstration and hands-on practice. The results obtained as many as 48 students were able to wear clothes independently, 39 students were able to fold their own clothes, 26 students were able to button their own clothes, and 27 students were wearing socks independently.
Pengabdian Masyarakat dengan “Deteksi Dini Kanker Payudara dengan SADARI” Ana Setyowati; Pedvin Ratna Meikawati; Putri Andanawarih
Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Akbid Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/abdimaship.vol3.iss2.192

Abstract

Cancer is a disease that causes a lot of misery and death in humans. Breast cancer is the uncontrolled growth of cells in the breast. The emergence of these cancer cells occurs as a result of mutations or abnormal changes in genes that are responsible for maintaining cell growth and keeping it normal (healthy). Breast cancer can be detected early by means of breast selfexamination, clinical examination and mammography examination to find out early. BSE examination can be started early to become a routine habit in order to detect breast cancer early. The purpose of this service is to provide information about adolescent reproductive health, especially about early detection of breast cancer by conducting breast self-examination. The method used in this community service activity begins with the opening and introduction of the resource persons, then continues with the delivery of health education materials, a question and answer session to participants and finally closing. With this activity, the youth organizations find it helpful because young people have received information and supplies in detecting breast cancer from an early age.
Pemberian Edukasi tentang Pubertas di Posyandu Remaja Pashmina di Kota Pekalongan Maslikhah Maslikhah; Putri Andanawarih
Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Akbid Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/abdimaship.vol4.iss1.223

Abstract

Adolescence is a period of storm and stress, as adolescents experience many challenges both from themselves (biopsychosocial factors) and the environment (environmental factors). If adolescents do not have the ability to deal with these challenges, they can end up with a variety of complex health problems as a result of their risky behavior. The complexity of health problems in adolescents, of course, requires comprehensive and integrated handling involving all elements from across related programs and sectors. The purpose of this community service is to provide education about puberty in adolescents. The method in this community service begins with a pre-test, namely distributing questionnaires about puberty in adolescents, in the form of closed questions totaling 10 questions, followed by material presentation delivered by 2 lecturers with a midwife background. There is an increase in knowledge about puberty in adolescents seen in the mean value which has an increase of 75.3% from a value of 2.3 to 9.3. The score from 68 to 280 experienced an increase of 75.7%. This proves that there is a positive increase after being given education about puberty in adolescents.
Kehamilan Aman dan Nyaman dengan Pendampingan di Kelas Ibu Hamil Puskesmas Jenggot Kota Pekalongan Hilda Prajayanti; Swasti Artanti; Putri Andanawarih
Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Akbid Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/abdimaship.vol4.iss1.229

Abstract

Pregnant Women's Class is a study group for pregnant women with gestational age between 4 weeks to 36 weeks (before delivery). Safe and comfortable pregnancy is one of the stages of life that must be prepared by a woman, in the process of pregnancy there are physiological and psychological changes due to an increase in estrogen and progesterone. Risk factors for maternal mortality during the delivery process begin with an unmonitored pregnancy. Efforts to reduce maternal mortality through maternity classes. This pregnant women class is a means to learn together about health for pregnant women, in the form of face-to-face in groups aimed at increasing the knowledge and skills of mothers regarding pregnancy, pregnancy care, childbirth, postpartum care, newborn care, myths, infectious diseases and birth certificates. The purpose of this community service is to increase the knowledge of pregnant women about pregnant women's classes. The method of providing material presented is (1) Newborn care for optimal growth and development and body mechanics, (2) safe delivery, safe postpartum, safe mother and healthy baby, (3) danger signs for pregnant women in Trimester III. Evaluation of the results of pregnant women's class activities with Post Test. The results of this activity can increase the knowledge and understanding of participants about the importance of pregnant women's classes so that they can maintain health during pregnancy and prevent / detect early if complications occur in pregnancy.