Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Study Kekuatan Tanah Dasar Jalan Akibat Perubahan Derajat Kejenuhan Lilies Widojoko
Jurnal Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2014): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.042 KB) | DOI: 10.36448/jts.v5i2.901

Abstract

Adanya daur hidrologi yang menyebabkan perubahan musim di Indonesia baik itu dari musim panas ke musim penghujan maupun dari musim hujan ke musim panas mempunyai dampak yang kurang baik terhadap lapisan perkerasan jalan raya. Pengaruh yang sangat terasa yaitu banyaknya jalan yang rusak pada saat musim penghujan yang disebabkan oleh air yang menggenangi jalan. Genangan air pada jalan membuat daya dukung jalan terhadap tekanan yang ada diatasnya yang disebabkan oleh muatan kendaraan yang berlebihan membuat lebih cepatnya kerusakan pada ruas  jalan tersebut. Sistem klasifikasi tanah adalah suatu sistem pengaturan beberapa jenis tanah yang berbeda-beda tetapi mempunyai sifat yang serupa kedalam kelompok-kelompok dan subkelompok berdasarkan pemakaiannya. Sistem klasifikasi memberikan suatu bahasa yang mudah untuk menjelaskan secara singkat sifat-sifat umum dari tanah yang bervariasi tanpa penjelasan yang terinci. Sebagian besar sistem klasifikasi telah dikembangkan untuk tujuan rekayasa didasarkan pada sifat sifat indeks tanah yang sederhana seperti distribusi butiran dan plastisitas. Pada saat sekarang ini ada dua sistem klasifikasi tanah yang umum dan selalu dipakai oleh para ahli teknik sipil. Kedua sistem tersebut memperhitungkan distribusi ukuran butir dan batas-batas Atterberg, adapun sistem-sistem tersebut adalah: Sistem klasifikasi AASHTO dan Sistem klasifikasi Unified. Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan di Laboratorium Tanah Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Bandar Lampung didapatkan : (1) Tanah berbutir kasar yang terdiri atas sample tanah Jl. Onta, Jl. Tirtayasa I sangat baik dijadikan sebagai bahan timbunan (Sub Grade) pada jalan raya karena daya ikat antar butirannya sangat baik dan nilai CBRnya besar,(2)           Pasir Gunung Sugih baik dalam mengalirkan air, hal itu disebabkan kecilnya daya serap tanah terhadap air, (3) Untuk tanah Jl. Tirtayasa Ujung, Jl. Beruang dan Jl. Tirtaya Tengah yang merupakan tanah berbutir halus, akan lebih baik jika dipadatkan pada saat derajat kejenuhannya sebesar 25%, hal tersebut disebabkan oleh penyerapan tanah terhadap air yang cenderung besar, jika jenis tanah ini dipadatkan dalam keadaan kering maka tanah jenis ini akan pecah dan tidak akan didapatkan hasil yang diharapkan, (4) Dalam keadaan kering tanah berbutir kasar masih dapat dipadatkan karena butir kasar lebih sedikit membutuhkan air dibandingkan bitiran halus yang bila dipadatkan pada waktu kering justru akan hancur, karena keseragaman butirannya.
Pengaruh Sifat Kimia Terhadap Unjuk Kerja Mortar Lilies Widojoko
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2010): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.285 KB) | DOI: 10.36448/jts.v1i1.255

Abstract

Oksida dominan semen portland terdiri dari CaO, SiO2, Al2O3 dan Fe2O3, . Oksida tersebut setelah diproses menjadi senyawa C3S, C2S, C3A dan C4AF. Reaksi hidrasi antara senyawa tersebut dengan air mempengaruhi unjuk kerja mortar yaitu pengikatan, pengerasan dan kecepatannya, panas hidrasi, kuat tekan dan ketahanan terhadap sulfat. C3S mengeras dalam beberapa jam dan berpengaruh terhadap kekuatan beton pada umur awal, terutama pada 14 hari pertama. Sedangkan formasi senyawa C2S berlangsung perlahan dengan pelepasan panas yang lambat, senyawa ini berpengaruh terhadap proses peningkatan kekuatan yang terjadi dari 14 hari sampai 28 hari,   Tulisan ini membahas besarnya peningkatan kuat tekan mortar akibat kadar C3S dan C2S pada mortar. Data diambil dari laboratorium kimia dan fisika pabrik semen Baturaja.
Study of Gold Mine Tailings Utilization as Fine Aggregate Material for Producing Shotcrete Based on Concept of Green Technology Lilies Widojoko; Harianto Hardjasaputra; Susilowati SUSILOWATI
International Conference on Engineering and Technology Development (ICETD) 2014: 3rd ICETD 2014
Publisher : Bandar Lampung University (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.489 KB)

Abstract

Shotcrete is concrete that is applied by spraying. The use of shotcrete from year-to-year increase. Because sand is a material for the manufacture of shotcrete, the volume of sand will increase as well. Sand excavation on a large scale can lead to disruption of the environment. Reuse of tailings for shotcrete can reduce the volume of sand used. In addition, utilize waste materials will reduce the contamination surrounding environment. This study is a continuation of previous studies, that the use of tailings as conventional concrete manufacture. The results showed that the optimum tailings substitution of  25% both for conventional concrete or shotcrete. Laboratory studies conducted at the Civil Engineering Laboratory of University of Bandar Lampung and PT Semen Baturaja.  Research using a shotcrete equipment done in PT Natarang Mining, Way Linggo, Lampung. Type of admixture used is monomer composite material under the trade name Polcon. The compressive strength achieved in the laboratory was 32.7 MPa when not using Polcon as admixture. When using Polcon, the compressive strength reached 33.5 MPa. Crushing compressive strength of shotcrete in the field trial is 20.3 MPa. For studying the micro structure of tailings, cement, mortar with tailings 100%, 50% and without tailings, the Scanning Electron Microscopy micro photo are done.