Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH KARBIT DAN MATERIAL AGREGAT ALAM (FELDSPART) TERHADAP SIFAT FISIK BETON Rajiman, -
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2015): Mei 2015
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tapak.v4i2.142

Abstract

Kualitas mutu beton sering dikaitkan dengan kuat tekan beton, semakin tinggi kuat tekan maka semakin baik kualitas dari beton. Kualitas beton tergantung dari bahan baku yang dipakai sebagai perekat atau sebagai agregat. Perekat yang biasa dipakai adalah semen dan agregat yang digunakan pasir. Dalam penelitian ini limbah karbit dipakai sebagai subsitusi semen yang berfungsi sebagai perekat dan mineral alam feldspart digunakan sebagai agregat pendaping pasir. Dalam penelitian ini limbah karbit sebagai subsitusi semen dengan variasi sebanyak 10%, 20%, 30%, 40% dan 50% sedangkan feldspart sebagai pengganti agregat kerikil dengan komposisi bahan baku adalah pembuatan beton K.300. Pemanfaatan limbah karbit dengan ditambahkan pada beton menunjukan kuat tekan yang signifikan sesuai dengan semakin banyaknya jumlah penambahan, pada penambahan 10%- 40% berturut-turut kuat tekan 310,54 – 436,20 kg/cm2 dan pada penambahan 50% kuat tekan mengalami optimum dan menurun menjadi 380.41 kg/cm2. Sedangkan porositas beton terus menurun seiring dengan semakin bertambahnya limbah karbit secara berturut-turut 10% porositas sebesar 12,802 turun menjadi 7,350 pada penambahan 50% dan berat jenis mengalami penurunan pada penambahan 10% berat jenis 3,02 gr/cm3sedangkan pada penambahan 50% turun menjadi 2,50 gr/cm3. Berdasarkan hasil uji fisik terlihat bahwa limbah karbit dan agregat feldspart dapat memberikan dampak pada mutu kuat tekan beton semakin meningkat sehingga limbah karbit dan feldspart dapat digunakan sebagai alternatif bahan baku pembuatan beton.
Kinerja Mortar Abu Batu Basalt Skoria Dengan Menggunakan Semen Serbaguna Baturaja Dan Superplasticiser Structuro 335 Lilies Widojoko; . Rajiman
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2011): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1799.332 KB) | DOI: 10.36448/jts.v2i1.258

Abstract

Batu basalt Skoria terbentuk ketika lava mencapai permukaan bumi akibat letusan gunung berapi. Bentuknya yang berpori menyebabkan keraguan orang untuk menggunakan batu ini. Penggunaan abu batu ini untuk pembuatan mortar diteliti.Penelitian yang dilakukan adalah :(1) Kuat tekan mortar yang dapat dicapai  (2) Perbandingan antara kuat tekan mortar dengan menggunakan batu basalt Skoria dan kuat tekan beton yang menggunakan batu pecah. 3) Kuat tarik belah silinder mortar.Kuat tekan mortar tertinggi pada percobaan ini adalah pada air/semen  0,29 yaitu sebesar 597 kg/cm2. Bila dibandingkan dengan kuat tekan beton pada Air/ Semen rasio  0,34 kuat tekan beton 10 % lebih tinggi, sedangkan pada Air/ Semen rasio  0,44 kuat tekan beton 13% lebih rendah.   Pada uji ini kuat tarik belah yang dihasilkan sebesar 129 kg/cm2, sementara kuat  tekan nya sebesar 650 kg/cm2. Dengan demikian maka besarnya kuat tarik adalah 19% terhadap kuat tekan.Persentase yang tinggi ini diduga disebabkan karena permukaan abu batu basalt Skoria kasar dan bersudut.
The Utilization of Waste as Iron Ore in Making Concrete Aggregate Quality K.300 Rajiman Rajiman; Muhamad Amin; Harjianto Setiaji
Rekayasa Sipil Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2020.014.01.2

Abstract

Concrete is an manmade building material that looks like stone. Concrete is a composite material consisting of coarse-grained material (aggregates or fillers) that is embedded in a solid matrix of material (cement or binder) that fills the space between the aggregate particles and glues them together. Concrete is used for road hardening, building structures, foundations, roads, bridges and the basis for fences.The method used in this research is study of literature. This research found that concrete using iron ore as an aggregate has a compressive strength higher than normal concrete that is equal to 38.90Mpa assuming greater size of iron ore as aggregate, the higher the Fe content, the size of escaped iron ore mesh aggregate 20, mesh 20 , mesh 5, 8-10 mesh and 10-12 mm mesh respectively 47,460%, 38,346%, 49,330%, 58,660% and 69,225%.
Pengaruh Material Alam Lampung sebagai Agregat Kasar Terhadap Karakteristik Beton Rajiman User
Inovasi Pembangunan : Jurnal Kelitbangan Vol 3 No 03 (2015): November 2015
Publisher : Balitbangda Provinsi Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.307 KB)

Abstract

Dalam perkembangan jaman pembangunan saat ini teknologi dalam konstruksi bangunan sangat berkembang, salah satunya adalah beton yang mempunyai potensi luas untuk pengembangan. Makin banyaknya kebutuhan beton maka akan semakin banyak pula kebutuhan akan material pembentuk beton sebagai agregat kasar, selama ini batu andesit yang selalu dipakai sebagai agregat kasar akan tetapi keberadaan dan ketersediaan di alam semakin menipis cadangannya sehingga perlu dilakukan inovasi material pengganti sebagai agregat kasar yang ketersediaanya di alam masih banyak. Material alam yang dapat dipakai sebagai agregat kasar antara lain batu granit, batu silika dan batu besi. Dilakukan preparasi sample material batu granit, batu silika dan batu besi dengan ukuran 6 – 25 mm, selanjutnya dibuat adonan dengan komposisi sesuai SNI dengan K.300 dan dibuat benda uji dalam bentuk kubus ukuran 150x150x150mm dan silinder diameter 150 mm dan tinggi 300 mm. Dilakukan pemeliharaan benda uji selama umur 7, 14, 21 dan 28 hari bersamaan dengan itu dilakukan uji kuat tekan dan porositas. Setelah dilakukan uji kuat tekan maka didapat uji kuat tekan menggunakan agregat kasar adalah yang tertinggi sebesar 317,52 kg/cm2 porositas sebesar 17,54% pada umur 28 hari bentuk kubus dan 265,98 kg/cm2 porositas sebesar 20,32% pada umur 28 hari bentuk silinder. Semakin lama umur pengujian maka semakin tinggi kuat tekan, semakin besar kuat tekan maka semakin rendah porositas dan kekuatan benda uji dalam bentuk kubus lebih besar dibandingkan benda uji dalam bentuk silinder.
KETAHANAN SULFAT SEMEN OPC + FLY ASH DENGAN PORLAND COMPOSITE CEMENT (PCC) PADA MUTU BETON K-300 Rajiman Rajiman; Dewa Gede Putra; Moh. Andi Susanto
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 9, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v9i2.1202

Abstract

Industri konstruksi berkaitan erat dengan bangunan beton. Material penyusun beton yang paling utama adalah semen dan semen yang paling banyak digunakan adalah semen murni (klinker). Perkembangan diberbagai bidang industri selain memberi manfaat bagi masyarakat namun juga memberikan masalah yaitu limbah buangan dari industri tersebut. Tujuan Mengetahui pengaruh dari penambahan fly ash yang ditambahkan ke dalam semen murni (klinker) dengan Portland Composite Cement (PCC) terhadap kuat tekan beton yang dihasilkan. Mengetahui pengaruh kuat tekan beton yang mengalami perendaman dengan larutan sulfat. Alur penelitian yang dilakukan dibagi menjadi empat tahap, yaitu: pemeriksaan material, pembuatan rencana campuran (mix design) dan pembuatan benda uji, pelaksanaan pengujian, dan analisis hasil penelitian. Penambahan fly ash ke dalam semen murni (klinker) mengindikasikan terjadinya peningkatan kuat tekan pada beton. Dengan kadar fly ash 10% pada umur beton 56 hari menghasilkan kuat tekan paling tinggi yaitu mencapai 462,22 kg/cm2 atau meningkat 18,6% tanpa penrendaman sulfat, sedangkan dengan perendaman suflat menghasilkan kuat tekan 276,30 kg/cm2 atau meningkat 11,34%. Berdasarkan hasil uji kuat tekan beton, perendaman dalam larutan sulfat mengakibatkan penurunan kuat tekan beton mencapai 59,77% dan mengalami kerusakan beton secara fisik
KETAHANAN SULFAT SEMEN OPC + FLY ASH DENGAN PORLAND COMPOSITE CEMENT (PCC) PADA MUTU BETON K-300 RAJIMAN RAJIMAN; DEWA GEDE PUTRA DEWA GEDE PUTRA DEWA GEDE PUTRA
TEKNIKA SAINS Vol 2, No 2 (2017): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v2i2.308

Abstract

Industri konstruksi berkaitan erat dengan bangunan beton. Material penyusun beton yang paling utama adalah semen dan semen yang paling banyak digunakan adalah semen murni (clinker). Perkembangan di berbagai bidang industri selain memberi manfaat bagi masyarakat namun juga memberikan masalah yaitu limbah buangan dari industri tersebut. Tujuan Mengetahui pengaruh dari penambahan fly ash yang ditambahkan ke dalam semen murni (klinker) dengan Portland Composite Cement (PCC) terhadap kuat tekan beton yang dihasilkan. Mengetahui pengaruh kuat tekan beton yang mengalami perendaman dengan larutan sulfat. Alur penelitian yang dilakukan dibagi menjadi empat tahap, yaitu: pemeriksaan material, pembuatan rencana campuran (mix design) dan pembuatan benda uji, pelaksanaan pengujian, dan analisis hasil penelitian.Penambahan fly ash ke dalam semen murni (clinker) mengindikasikan terjadinya peningkatan kuat tekan pada beton. Dengan kadar fly ash 10% pada umur beton 56 hari menghasilkan kuat tekan paling tinggi yaitu mencapai 462,22 kg/cm2 atau meningkat 18,6% tanpa perendaman sulfat, sedangkan dengan perendaman suflat menghasilkan kuat tekan 276,30 kg/cm2 atau meningkat 11,34%. Berdasarkan hasil uji kuat tekan beton, perendaman dalam larutan sulfat mengakibatkan penurunan kuat tekan beton mencapai 59,77% dan mengalami kerusakan beton secara fisik.Keywords : Construction, PCC, Sulfate, concrete, compressive strength
Effect of Fly Ash Variation and Heating Temperature on Physical Properties, Chemical Composition, Phase Structure, and Morphology in Making Red Brick Rajiman Rajiman; Muhammad Amin; Sudibyo Sudibyo; Suprihatin Suprihatin; Fahda Rufaidah
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 19, No 2 (2022): July 2022
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2631.286 KB) | DOI: 10.14710/presipitasi.v19i2.373-383

Abstract

Red brick is a building material that can be used as a construction material. Red bricks are made of pure clay or mixed materials. This study aimed to determine the effect of fly ash and heating temperature variations on physical properties (compressive strength, density, porosity, and absorption), chemical composition, phase structure, and morphology in brick making. The addition of fly ash by 10%, 20%, 30%, 40%, and 50% of the composition of the material is 750 grams. The red bricks were printed with a size of 5 x 5 x 5 cm3, heated at 700°C and 800°C for 2 hours, and soaked for 24 hours. Physical tests include compressive strength test, density test, porosity test, and absorption test, as well as red brick characterization, namely XRF, XRD, and SEM-EDS. Red brick with sample A10 at a temperature of 700°C has the highest compressive strength value of 3.68 Mpa, while red brick with sample A10 at a temperature of 800 °C has the highest compressive strength value of 4.17 Mpa. Characterization shows that the phases formed in red brick are quartz (SiO2), hematite (Fe2O3), and anorthite (Al2O3).
Penyuluhan Pembuatan Paping Blok Dengan Menggunakan Mesin Press, Di Desa Krawang Sari Natar Kec. Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Rajiman; Zesty Miranda; Alif Nurkholis Paran Dorizky; M. Akbar Ferdana; M. Akbar Nugraha; Pandu Andaffa
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 07 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah memberikan penyuluhan Pembuatan Paping Blok Dengan Menggunakan Mesin Press kepada masyarakat desa Di Desa Krawang Sari Natar Kec. Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. Kegiatan ini berlokasi di Desa Krawang Sari Natar, Kec. Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. Kegaiatn pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 26 Mei 2021 jam 09.00 WIB – Selesai. Metode pelaksanaan pengabdian ini adalah metode Pendidikan masyarakat melalui empat langkah yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Dari kegiatan ini kami dapat menyimpulkan bahwa dengan adanya pemandaatan Kembali terhadap limbah akan berdampak baik untuk lingkungan sekitar. Selain dapat memberikan dampak baik terhadap lingkungan ini juga dapat menumbuhkan perekonomian desa agar bisa memerangi kemiskinan. Kita dapat mengembangkan karakter berwirausaha dengan meningkatkan kreativitas terhadap pengolahan limbah yang kita lakukan.
Perbandingan Efisiensi Pemakaian Tower Crane dan Mobile Crane pada Gedung Bertingkat: (Studi Kasus : Proyek Rumah Susun Itera TA 2021/2022) Fara Annisa Darma Putri; Rajiman Rajiman; Anita Lestari Condro Winarsih; Dicky Rahadianto
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v2i3.2284

Abstract

A multi-storey construction project requires heavy equipment to support the process of mobilizing materials and materials. The heavy equipment that is often used as a distribution aid when carrying out building construction works are: Tower Cranes and Mobile Cranes. The ITERA RUSUN project uses a Tower Crane as a tool for lifting materials. This study aims to analyze the length of time, the cost and the difference between the time and cost required for Tower Cranes and Mobile Cranes to complete the column pouring work on the fifth floor. In this study, field observations were made with the Tower Crane, while it was used for the Mobile Crane as a comparative tool without field observations. The results of the calculation analysis revealed that the execution time of the pouring work of the fifth floor pillar using a Tower Crane was 6 hours 3 minutes 36 seconds, while the time for the Mobile Crane is 7 hours 17 minutes 24 seconds. The cost of a Tower Crane is Rp. 6,205,000.00 while the cost of a Mobile Crane is Rp. 4,677,000.00. The time difference between using Tower Cranes and Tower Cranes for the pouring work on the fifth floor column is 1 hour 13 minutes 38 seconds with a cost difference of Rp. 1,528,000.00. From the results of the calculations carried out, the use of a Mobile Crane results for casting and material lifting work in terms of costs and savings.
Kegiatan Membantu Pembangunan Jalan Dan Irigasi Rajiman; Ilyas Sadad; Aditya Mahatidanar Hidayat; Sugito
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 06 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The central government in recent years has disbursed village funds throughout the province of Lampung. Allocation of village funds (ADD) is channeled to advance infrastructure development, especially road construction and village irrigation. Tulung Agung Village, Gading Rejo District, Tanggamus Regency is one of the villages that carries out road construction and irrigation. This activity was carried out in June 2021. The method used in this research is coordination. This activity aims to help villages in their efforts to improve infrastructure. The form of this activity is socialization and technical guidance regarding the construction of roads and village irrigation.