Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Kinerja Mortar Abu Batu Basalt Skoria Dengan Menggunakan Semen Serbaguna Baturaja Dan Superplasticiser Structuro 335 Lilies Widojoko; . Rajiman
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2011): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1799.332 KB) | DOI: 10.36448/jts.v2i1.258

Abstract

Batu basalt Skoria terbentuk ketika lava mencapai permukaan bumi akibat letusan gunung berapi. Bentuknya yang berpori menyebabkan keraguan orang untuk menggunakan batu ini. Penggunaan abu batu ini untuk pembuatan mortar diteliti.Penelitian yang dilakukan adalah :(1) Kuat tekan mortar yang dapat dicapai  (2) Perbandingan antara kuat tekan mortar dengan menggunakan batu basalt Skoria dan kuat tekan beton yang menggunakan batu pecah. 3) Kuat tarik belah silinder mortar.Kuat tekan mortar tertinggi pada percobaan ini adalah pada air/semen  0,29 yaitu sebesar 597 kg/cm2. Bila dibandingkan dengan kuat tekan beton pada Air/ Semen rasio  0,34 kuat tekan beton 10 % lebih tinggi, sedangkan pada Air/ Semen rasio  0,44 kuat tekan beton 13% lebih rendah.   Pada uji ini kuat tarik belah yang dihasilkan sebesar 129 kg/cm2, sementara kuat  tekan nya sebesar 650 kg/cm2. Dengan demikian maka besarnya kuat tarik adalah 19% terhadap kuat tekan.Persentase yang tinggi ini diduga disebabkan karena permukaan abu batu basalt Skoria kasar dan bersudut.
The Utilization of Waste as Iron Ore in Making Concrete Aggregate Quality K.300 Rajiman Rajiman; Muhamad Amin; Harjianto Setiaji
Rekayasa Sipil Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2020.014.01.2

Abstract

Concrete is an manmade building material that looks like stone. Concrete is a composite material consisting of coarse-grained material (aggregates or fillers) that is embedded in a solid matrix of material (cement or binder) that fills the space between the aggregate particles and glues them together. Concrete is used for road hardening, building structures, foundations, roads, bridges and the basis for fences.The method used in this research is study of literature. This research found that concrete using iron ore as an aggregate has a compressive strength higher than normal concrete that is equal to 38.90Mpa assuming greater size of iron ore as aggregate, the higher the Fe content, the size of escaped iron ore mesh aggregate 20, mesh 20 , mesh 5, 8-10 mesh and 10-12 mm mesh respectively 47,460%, 38,346%, 49,330%, 58,660% and 69,225%.
KETAHANAN SULFAT SEMEN OPC + FLY ASH DENGAN PORLAND COMPOSITE CEMENT (PCC) PADA MUTU BETON K-300 Rajiman Rajiman; Dewa Gede Putra; Moh. Andi Susanto
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 9, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v9i2.1202

Abstract

Industri konstruksi berkaitan erat dengan bangunan beton. Material penyusun beton yang paling utama adalah semen dan semen yang paling banyak digunakan adalah semen murni (klinker). Perkembangan diberbagai bidang industri selain memberi manfaat bagi masyarakat namun juga memberikan masalah yaitu limbah buangan dari industri tersebut. Tujuan Mengetahui pengaruh dari penambahan fly ash yang ditambahkan ke dalam semen murni (klinker) dengan Portland Composite Cement (PCC) terhadap kuat tekan beton yang dihasilkan. Mengetahui pengaruh kuat tekan beton yang mengalami perendaman dengan larutan sulfat. Alur penelitian yang dilakukan dibagi menjadi empat tahap, yaitu: pemeriksaan material, pembuatan rencana campuran (mix design) dan pembuatan benda uji, pelaksanaan pengujian, dan analisis hasil penelitian. Penambahan fly ash ke dalam semen murni (klinker) mengindikasikan terjadinya peningkatan kuat tekan pada beton. Dengan kadar fly ash 10% pada umur beton 56 hari menghasilkan kuat tekan paling tinggi yaitu mencapai 462,22 kg/cm2 atau meningkat 18,6% tanpa penrendaman sulfat, sedangkan dengan perendaman suflat menghasilkan kuat tekan 276,30 kg/cm2 atau meningkat 11,34%. Berdasarkan hasil uji kuat tekan beton, perendaman dalam larutan sulfat mengakibatkan penurunan kuat tekan beton mencapai 59,77% dan mengalami kerusakan beton secara fisik
Effect of Fly Ash Variation and Heating Temperature on Physical Properties, Chemical Composition, Phase Structure, and Morphology in Making Red Brick Rajiman Rajiman; Muhammad Amin; Sudibyo Sudibyo; Suprihatin Suprihatin; Fahda Rufaidah
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 19, No 2 (2022): July 2022
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2631.286 KB) | DOI: 10.14710/presipitasi.v19i2.373-383

Abstract

Red brick is a building material that can be used as a construction material. Red bricks are made of pure clay or mixed materials. This study aimed to determine the effect of fly ash and heating temperature variations on physical properties (compressive strength, density, porosity, and absorption), chemical composition, phase structure, and morphology in brick making. The addition of fly ash by 10%, 20%, 30%, 40%, and 50% of the composition of the material is 750 grams. The red bricks were printed with a size of 5 x 5 x 5 cm3, heated at 700°C and 800°C for 2 hours, and soaked for 24 hours. Physical tests include compressive strength test, density test, porosity test, and absorption test, as well as red brick characterization, namely XRF, XRD, and SEM-EDS. Red brick with sample A10 at a temperature of 700°C has the highest compressive strength value of 3.68 Mpa, while red brick with sample A10 at a temperature of 800 °C has the highest compressive strength value of 4.17 Mpa. Characterization shows that the phases formed in red brick are quartz (SiO2), hematite (Fe2O3), and anorthite (Al2O3).
Penyuluhan Pembuatan Paping Blok Dengan Menggunakan Mesin Press, Di Desa Krawang Sari Natar Kec. Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Rajiman; Zesty Miranda; Alif Nurkholis Paran Dorizky; M. Akbar Ferdana; M. Akbar Nugraha; Pandu Andaffa
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 07 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah memberikan penyuluhan Pembuatan Paping Blok Dengan Menggunakan Mesin Press kepada masyarakat desa Di Desa Krawang Sari Natar Kec. Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. Kegiatan ini berlokasi di Desa Krawang Sari Natar, Kec. Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. Kegaiatn pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 26 Mei 2021 jam 09.00 WIB – Selesai. Metode pelaksanaan pengabdian ini adalah metode Pendidikan masyarakat melalui empat langkah yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Dari kegiatan ini kami dapat menyimpulkan bahwa dengan adanya pemandaatan Kembali terhadap limbah akan berdampak baik untuk lingkungan sekitar. Selain dapat memberikan dampak baik terhadap lingkungan ini juga dapat menumbuhkan perekonomian desa agar bisa memerangi kemiskinan. Kita dapat mengembangkan karakter berwirausaha dengan meningkatkan kreativitas terhadap pengolahan limbah yang kita lakukan.
The use of basalt scoria as a geopolymer cement to increase soil bearing capacity Saparudin Saparudin; Sofia W Alisjahbana; Rajiman Rajiman; Ilyas Sadad; Muhammad Amin; Yusup Hendronursito
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2023.111.5085

Abstract

One method that can be used to improve soil properties is the addition of geopolymer cement to the soil to become more stable. This study aimed to determine the effect of geopolymer cement on soil stability. The raw materials for geopolymer cement include clay and basalt rock, with variations in the composition of 0%, 20%, 30%, 40%, and 50%. The levels of temperature variance used were 40 oC, 60 oC, and 80 oC, with variations in 4 and 6 hours. Characterization includes X-ray fluorescence (XRF), X-ray diffraction (XRD), and scanning electron microscope (SEM) tests of raw materials and products. The highest compressive strength was obtained on a mixture of 40% basalt, 200 mesh, and a heating temperature of 80 °C for 6 hours, 56.32 MPa. The California Bearing Ratio (CBR) test showed a significant increase in the heat treatment geopolymer products. The CBR value on y1 during the 10x collision was 16.67%; in the 30x crash, it increased to 63.33%, while in the 65x collision, it increased to 78.33%. Whereas in the Y2 measurement, at 10x collisions, it was 21.11%; at 30x collisions, the CBR value increased to 82.22%; and at 65x collisions, the CBR value increased to 100.00%.