Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISA BIAYA PEMBUATAN PAVING BLOCK MUTU K-200 DENGAN POTONGAN KAWAT BENDRAT SEBAGAI BAHAN TAMBAH Agus Juara; Alvo Budi Setiawan
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jts.v12i1.2093

Abstract

Perkembangan pengetahuan dan tenologi untuk beton juga terus berkembang, produk ini memiliki beberapa struktur dari paving block pembuatannya melputi hasil campur dari agregat kasar (kerikil), agregat halus (pasir), semen, air, dan juga bahan tambah sesuai keinginan. Penambahan paving block berupa potongan kawat bendrat dimana salah satu permasalahannya terjadinya pecah atau retak yang disebabkan oleh tegangan tarik dan desak akibat beban yang melebihi kemampuannya.Penambahan ini diharapkan mampu berpengaruh dalam sifat mekanik campurannya. Dengan prinsip untuk mengikat antar agregat pada paving block tersebut sehingga membentuk ikatan yang lebih baik dari komponen penyusun paving block pada umumnya. Pada penelitian yang akan dilakukan ini bahan paving block yang digunakan adalah agregat kasar ukuran 5 mm yang yang seragam, agregat halus, semen, prosentase kawat bendrat 5 gr, 10 gr dan 15 gr dan prosentase air yang dapat digunakan untuk mencapat mutu beton K-200. Analisis biaya merupakan perkiraan pada saat kita pembuatan sebuah atau beberapa paving block dengan harga yang relatif rendah dengan kualitas baik. Dari hasil pengujian kuat tekan paving beton, trial and error (normal) di dapatkan kuat tekan paving sebesar 17.64 MPa (K-212), maka memenuhi kuat tekan rencana, akan tetapi secara waktu untuk produkasi paving block membutuhkan waktu yang lebih panjang, sehingga tidak menguntungkan. Dicoba dari jobmix di atas, proporsi kebutuhan air di gunakan 30% dari jobmix. Dari trial and error ke dua dengan proporsi air 30% dari jobmix di dapatkan nilai kuat tekan sebesar 16,64 MPa (K-200). Dengan hasil ini jobmix yang digunakan memenuhi syarat dan waktu yang dibutuhkan lebih pendek sehingga dapat digunakan untuk produksi paving. Dari hasil uji tekan paving block yang dilakukan menunjukkan nilai prosentasi penambahan potongan kawat bendrat semakin besar semakin tinggim nilai kuat tekannya, maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang penggunaan potongan kawat bendrat dengan prosentasi yang lebih tinggi dari 15%. Agar diperoleh benda uji yang baik perlu diperhatikan pada saat pengadukan dan pemadatan, karena apabila dalam pemadatan tidak baik, benda uji akan keropos sehingga mempengaruhi hasil uji kuat tekan.
Analisis Pemilihan Moda Transportasi Bus Akap Dan Travel Rute Wonosobo-Jakarta Fatih Allaudin Sulton; Wiji Lestarini; Agus Juara
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 07 (2023): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v3i07.1040

Abstract

Transportasi merupakan urat nadi kehidupan berbangsa dan bernegara, berperan sebagai penggerak, pendorong dan sebagai penunjang pembangunan. Dalam hal pembangunan ekonomi misalnya meningkatkan pendapatan nasional serta menciptakan dan memelihara kesempatan kerja bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apakah yang berpengaruh terhadap pemilihan moda transportasi Bus AKAP dan transportasi travel rute Wonosobo-Jakarta. Pengolahan data menggunakan analisa deskriptif dan analisa regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pemilihan moda transportasi Bus AKAP dan transportasi travel rute Wonosobo-Jakarta.  Penyebaran kuisioner pada pengguna moda dengan kertas kuesioner diperoleh sebagian besar (59%) pengguna memilih transportasi Travel dan (41%) memilih transportasi Bus AKAP sebagai moda alternatif yang digunakan. Berdasarkan uji korelasi faktor-faktor yang berpengaruh adalah variabel yang memiliki nilai yang terbesar pertama tariff/biaya (X5), kemudian kenyamanan (X6), dan kemudahan (X3), maka dapat disimpulkan pengaruh dari variabel keunggulan (X1) nilai sig 1,90, nilai kolerasi 0,178 serta kecepatan (X2) nilai sig 1,46, nilai kolerasi 0.197 dan keamanan (X4) nilai sig 1,86, nilai kolerasi 0,179 tidak berpengaruh besar terhadap peluang pemilihan moda transportasi Bus AKAP dan transportasi Travel. Hasil dari kedua pilihan moda transportasi yang paling mendukung dalam perjalanan masyarakat rute Wonosobo-jakarta untuk saat ini adalah transportasi Travel. Diharapkan untuk peneliti selanjutnya dapat menambahkan alat ukur atau metode lain yang ditambahkan untuk dapat mengatur tingkat kejujuran responden agar hasil dari penelitian selanjutnya akan menjadi lebih maksimal.