Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Mitigasi Banjir DAS Citarum Hulu Berbasis Model HEC-HMS: Flood Mitigation of Upper Citarum Base on HEC-HMS Model Diah Listyarini; Yayat Hidayat; Boedi Tjahjono
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 20 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.19 KB) | DOI: 10.29244/jitl.20.1.40-48

Abstract

Banjir yang terjadi hampir setiap tahun di DAS Citarum Hulu menyebabkan DAS ini menjadi sorotan oleh berbagai pihak. Pemodelan hidrologi merupakan salah satu teknik mitigasi banjir untuk memprediksi debit banjir di daerah aliran sungai. Model HEC-HMS dapat digunakan sebagai dasar untuk prediksi debit banjir di suatu DAS, terutama untuk menghitung hujan-runoff yang tidak terukur. Model HEC-HMS terdiri dari curah hujan dan karakteristik sebagai input serta debit aliran dan volume runoff sebagai output. Tujuan dari penelitian ini adalah: (i) untuk memprediksi debit puncak di DAS Citarum Hulu; (ii) melakukan analisis terhadap debit banjir menggunakan simulasi model HEC-HMS; dan (iii) memberi rekomendasi skenario mitigasi banjir untuk mengurangi debit puncak di DAS Citarum Hulu. Persiapan parameter utama untuk input model HEC-HMS dihitung dengan menggunakan extention HEC-GeoHMS dengan metode SCS. Debit banjir yang dihitung pada model HEC-HMS menggunakan metode SCS-UH pada komponen transform, metode recession pada komponen baseflow, dan metode lag pada komponen routing. Hasil analisis menunjukkan bahwa model HEC-HMS memiliki performance yang baik dalam memprediksi debit banjir dengan nilai R2 dan NSE pada proses kalibrasi berturut-turut sebesar 0.81-0.96 dan 0.56-0.87. Pada proses validasi dalam memprediksi debit banjir menghasilkan nilai R2 dan NSE masing-masing sebesar 0.81-0.94 dan 0.45-0.76. Skenario 4 merupakan skenario mitigasi banjir yang dapat diimplementasikan dalam penurunan debit banjir hingga 61.96%, meningkatkan time to peak hingga 3.75 jam dan mengurangi volume debit aliran hingga 49.58%.
PEMETAAN POTENSI SUMBERDAYA LAHAN DI DESA IBRU KECAMATAN MESTONG KABUPATEN MUARO JAMBI Mohd. Zuhdi; Agus Kurniawan Mastur; Heri Junedi; Asmadi Sa'ad; Diah Listyarini
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v3i2.1898

Abstract

Peta sebagai alat komunikasi dan perencanaan penggunaan lahan sangat dibutuhkan. Peta menyajikan sebaran spasial objek sehingga menjadi mudah dikenali dan dipahami. Informasi potensi desa yang tertuang pada peta menjadi acuan dalam perencanaan kegiatan di desa. Potensi sumberdaya lahan di Desa Ibru cukup luas, namun belum terinventarisasi dan dikelola dengan maksimal. Perencanaan penggunaan lahan belum optimal dilakukan, karena tidak diketahui sebaran dan luasan potensi lahan yang ada. Selain itu, pengetahuan peta bagi mitra pengabdian perlu ditingkatkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melatih dan meningkatkan pemahaman Aparat Pemerintahan Desa dan Pengelola BUMDES Suka Makmur tentang peta, fungsi peta dan tahapan pembuatan peta. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu: survey pendahuluan, sosialisasi, penyuluhan dan Forum Grup Discussion (FGD), survey lapangan, analisis data dan evaluasi. Partisipasi mitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sangat baik dan terjadi peningkatan pemahaman mitra. Pada tahap akhir kegiatan pengabdian yaitu menghasilkan Peta Potensi Sumberdaya Lahan Desa Ibru Skala 1:10.000. Potensi sumberdaya lahan yang terluas yaitu perkebunan karet dan kelapa sawit masing-masing seluas 1.130 ha dan 350 ha yang merupakan perkebunan milik rakyat
HUBUNGAN KERAGAAN BIOFISIK DAN MORFOMETRI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KENALI BESAR, PROVINSI JAMBI DENGAN KONDISI HIDROLOGINYA (The Relationship between The Biophysical and Morphometry of The Kenali Besar Watershed, Jambi Province with Its Hydrological Conditions) Sunarti Sunarti; Diah Listyarini; Agus Kurniawan
Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Management Research) Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Managem
Publisher : Center for Implementation of Standards for Environmental and Forestry Instruments Solo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jppdas.2022.6.2.199-220

Abstract

ABSTRAKDegradasi Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan salah satu masalah lingkungan di banyak wilayah Indonesia. Permasalahan lingkungan utama dalam DAS adalah penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan prinsip konservasi tanah dan air. Penggunaan lahan yang tidak bijak mempengaruhi fungsi hidrologi suatu kawasan. Gangguan respon hidrologi merupakan salah satu indikator kerusakan DAS. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi biofisik dan morfometri DAS serta menganalisis keterkaitannya dengan kondisi hidrologi DAS Kenali Besar. DAS Kenali Besar mencakup wilayah Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2020 dengan metode survai, dan data penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DAS Kenali Besar berbentuk memanjang dengan kerapatan drainase sedang. Morfometri menunjukkan bahwa DAS Kenali Besar mempunyai waktu menuju puncak (time to peak) dan waktu penurunan aliran yang tergolong cepat. Hasil analisis menunjukkan bahwa DAS Kenali Besar beresiko banjir karena penggunaan lahan didominasi pemukiman (40,69%) yang mempunyai kapasitas dan laju infiltrasi yang tergolong rendah. Rasio debit aliran sesaat pada bagian tengah dan hilir masing-masing mencapai 54,10 m3/det dan 57,67 m3/det.Kata Kunci: fungsi hidrologi DAS, morfometri DAS, penggunaan lahan ABSTRACTWatershed degradation is one of the environmental problems in many parts of Indonesia. The main environmental problem in the watershed is land-use that does not consider soil and water conservation principles. Irresponsible land use will affect the hydrological function of an area. An impaired hydrological function is one indicator of watershed damage. The aim of the study was to identify and evaluate the biophysical conditions, watershed morphometry, and its relationship with the hydrological condition of the Kenali Besar watershed. The Kenali Besar watershed covers the area of Jambi City and Muaro Jambi Regency. The research was carried out in 2020 using a survey method and the research data were analyzed descriptively. The results showed that the Kenali Besar watershed has an elongated shape with medium drainage density. The watershed morphometry shows that the Kenali Besar has a relatively fast time to peak and decline in flow as well.  The analysis shows that the Kenali Besar watershed has a flood risk because the land use is dominated by residential areas (40.69%), which has a relatively low capacity and infiltration rate.  The ratio of instantaneous flow rates in the middle and downstream reaches 54.10 m3/s and 57.67 m3/s, respectively.Keywords: watershed hydrology function, watershed morphometry, land use
APLIKASI BOKASHI SEKAM PADI DAN KOTORAN AYAM TERHADAP PERBAIKAN KEPADATAN ULTISOL DAN HASIL KEDELAI Diah Listyarini; Refliaty Refliaty; Nyayu Chintya Vasya
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 11 No. 1 (2023): April: Agriculture
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ultisol merupakan salah satu jenis tanah yang memiliki beberapa faktor pembatas untuk budidaya pertanian, salah satunya adalah kepadatan tanah yang relatif tinggi. Hal ini  disebabkan oleh karakteristik tanah yang peka terhadap erosi, kandungan bahan organik tanah yang rendah, kemantapan agregat yang rendah. Kondisi ini menyebabkan tanah mudah hancur dan terjadi pemadatan tanah akibat dari tersumbatnya pori-pori tanah oleh partikel tanah yang hancur. Upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kepadatan adalah pemberian bahan organik tanah melalui bokashi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bokashi sekam padi terhadap kepadatan Ultisol serta hasil kedelai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 5 kelompok, yaitu b0=tanpa bokashi, b1=7,5 ton/ha bokashi, b2=15 ton/ha bokashi, b3=22,5 ton/ha bokashi dan b4=30 ton/ha bokashi. Parameter yang diamati yaitu bulk density, total ruang pori, bahan organik, C-organik, kadar air, ketahanan penetrasi, tinggi tanaman dan hasil kedelai. Data penelitian ini dianalisis menggunakan sidik ragam untuk melihat pengaruh rata-rata perlakuan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test pada taraf ?=5%. Hasil penelitian ini menunjukkan pemberian bokashi sekam padi pada dosis 30 ton/ha belum mampu memperbaiki kepadatan tanah namun pemberian bokashi sekam padi dosis 7,5 ton/ha dibandingkan kontrol sudah mampu meningkatkan laju pertumbuhan tanaman kedelai serta hasil tanaman kedelai.
THE EFFECTIVENESS COMBINATION OF PALM KERNEL BIOCHAR AND TITHONIA COMPOST ON IMPROVING HYDROLOGICAL RESPONSE AND CORN YIELD IN ULTISOL Diah - Listyarini; Endriani Endriani; Frangki Pasaribu
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v6i1.3543

Abstract

The primary objective of this research was to investigate the efficacy of a combination of soil ameliorants, specifically oil palm shell biochar and tithonia compost, in enhancing the hydrological response of Ultisols and increasing corn yields. The study aimed to identify the optimal dosage combination that would significantly impact Ultisol hydrological response and maize yield. The randomized block design (RBD) was utilized to conduct the study. The ameliorant materials consisted of oil palm shell biochar and tithonia compost, which were divided into six treatments and four groups, including without Biochar and compost (p0), 10 tonnes/ha of Biochar (p1), 7.5 tonnes/ha of biochar 2.5 tonnes/ha of compost (p2), 5 tonnes/ha of biochar 5 tonnes/ha of compost (p3), 2.5 tonnes/ha of Biochar + 7.5 tonnes/ha (p4), and 10 tonnes/ha of compost (p5). Soil physical parameters, such as soil organic matter, soil bulk density, total pore space, soil texture, permeability, infiltration rate, and soil infiltration capacity, were monitored during the study. The BNJ test with a 95% confidence level was used to analyze the research data. The result of the study indicated that the p3 treatment (5 tonnes/ha of Biochar and 5 tonnes/ha of compost) and the p4 treatment (7.5 tonnes/ha of compost 2.5 tonnes/ha of Biochar) demonstrated a more significant improvement in infiltration rate and capacity, as well as soil permeability, compared to the other treatments. Moreover, the p3 treatment (5 tonnes/ha of biochar 5 tonnes/ha of compost) was shown to enhance corn yields by 80.53%, while the p4 treatment (2.5 tonnes/ha of biochar 7.5 tonnes/ha of compost) resulted in an 80% increase in yields.Keywords: Biochar; compost; infiltration; palm shells; tithonia; Ultisol
Pemberdayaan Kelompok Tani Teman Abadi Tentang Usaha Tani Berbasis Zero-Waste-Agriculture di Kelurahan Mudung Laut Diah Listyarini; Heri Junedi; Endriani Endriani; Sunarti Sunarti
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 2 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (Juni 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i2.7269

Abstract

Horticultural farming in Mudung Laut Village, Pelayangan Subdistrict, is the main livelihood of farmer groups in the area. Farming is carried out using conventional methods, and there is no proper waste management system in place, which has the potential to pollute the environment in the future. The objective of this PPM activity is to empower farming groups in zero-waste agriculture-based farming practices. The PPM activities include: 1) socialization of zero-waste agriculture-based farming practices, composting, biochar, and briquette production; 2) demonstrations and guidance on composting, biochar, and briquette production; 3) application of biochar and compost to farmers' fields; 4) evaluation of the activities. The results of this activity indicate that the knowledge and skills of farmers, particularly those in the Teman Abadi farming group, have increased through the provision of theory and practical experience in zero-waste agriculture, with the hope that farmers can utilize their agricultural waste to enhance the productivity of their farming operations.