Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Junior Medical Journal

HUBUNGAN KONSUMSI KOPI DENGAN TEKANAN DARAH PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI ANGKATAN 2018 Andi Oktasiva Ferinada Andian Putri; Lilian Batubara; Arsyad Arsyad
Junior Medical Journal Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Junior Medical Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.882 KB) | DOI: 10.33476/jmj.v1i1.2693

Abstract

Latar Belakang: Kopi merupakan minuman yang paling banyak disukai di Indonesia akhir-akhir ini. Konsumsi kopi di Indonesia telah menjadi bagian dari gaya hidup seseorang termasuk pada mahasiswa saat ini. Akses untuk menemukan minuman kopi pun sudah mudah biasanya tersedia di kantin kampus. Bila sering mengonsumsi kopi secara berlebihan dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular salah satu gejalanya adalah Hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara konsumsi kopi terhadap tekanan darah. Penelitian ini unik, pelaksanaannya dalam kondisi pandemik COVID-19 secara online, sehingga menarik untuk dibaca.Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah korelasional dengan  cross sectional. Variabel independen dan dependennya yaitu konsumsi kopi dan tekanan darah. Pengambilan sampel dilakukan secara online pada November-Desember 2020. Populasinya adalah Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2018 sejumlah 240 orang. Besar sampel sejumlah 150 responden yang diambil dengan teknik quota sampling. Data yang diperoleh dikumpulkan dengan google form online. Klasifikasi skala pengumpulan data nominal dengan uji statistik ini adalah korelasi Chi-Square.Hasil: Karakteristik responden dari 150 responden yang kebanyakan berusia 20 tahun sebanyak 86  (57,3%) orang, berjenis kelamin perempuan sebanyak 108 (72%) orang, tidak memiliki riwayat hipertensi sebanyak 147 (98%) orang, dan tidak memiliki riwayat keluarga hipertensi sebanyak 106 (70,7%) orang. Persentase peminum kopi sebanyak  107 (71,3%) dari 150 responden. Terdapat seringnya responden mengonsumsi kopi dengan kategori kadang-kadang sebesar 91 (60,7%) orang. Frekuensi konsumsi kopi terbanyak pada responden, yaitu 1-2 x/hari sebesar 108 (72,0%) orang. Jumlah kopi yang diminum terbanyak pada responden, yaitu sebesar 77 (51,3%) orang. Lamanya mengonsumsi kopi pada responden terbanyak, yaitu lebih dari 2 tahun sebesar 67 (44,7%) orang. Seringnya responden mengonsumsi makanan dan minuman berkafein selain kopi dengan kategori kadang-kadang sebesar 150 (62,5%) orang. Persentase tekanan darah tinggi dari 150 responden didapatkan 10 orang (6,7%) hipertensi stadium 1 dan 3 orang (2,0%) hipertensi stadium 2. Pada kategori prehipertensi terdapat 24 orang (16%). Hasil uji statistik Chi-Square didapatkan nilai Continuity Correction = 0,964 dimana p 0,05 yang artinya tidak terdapat hubungan antara konsumsi kopi dengan tekanan darah.Kesimpulan: Didapatkan tidak adanya hubungan antara konsumsi kopi dengan tekanan darah dikarenakan tekanan darah stabil yang disebabkan oleh efek habituasi dan kardioprotektif tubuh. Pandangan islam mengenai kopi yaitu, halal dikonsumsi dan darah berfungsi sebagai alat transportasi minuman, sehingga pada kedokteran dan islam memiliki pandangan yang sama.
GAMBARAN EFEK SAMPING PENGGUNAAN KORTIKOSTEROID JANGKA PANJANG PADA PASIEN SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS (SLE) DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PASAR REBO PERIODE JULI 2017 – JULI 2019 DAN TINJAUANNYA MENURUT PANDANGAN ISLAM Krisna Anwar Suwandi; Rika Yuliwulandari; Arsyad Arsyad
Junior Medical Journal Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Junior Medical Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.507 KB) | DOI: 10.33476/jmj.v1i1.2247

Abstract

Latar Belakang: Insiden tahunan dari SLE ini bervariasi pada orang dewasa, yakni 1,9% sampai 5,6% tiap 100.000 orang per tahun, dengan angka prevalensi 124 kasus tiap 100.000 orang (Dipiro et al.,2008). Hingga saat ini belum ditemukan terapi yang dapat menyembuhkan SLE. Maka dari itu, digunakan terapi kortikosteroid sebagai immunosupresan pada pasien SLE untuk dapat menekan aktifitas imun pada pasien SLE. Seperti yang telah diketahui, kortikosteroid memiliki banyak efek samping seperti gastritis, hiperglikemia, dan pneumonia. Meskipun terdapat efek samping yang ditimbulkan oleh penggunaan kortikosteroid, tetapi sesuai prinsip pengobatan dalam Islam, harus tetap berusaha untuk mengobati penyakit.Metode: Studi ini merupakan studi cross sectional, dan penetapan sampel dengan metode total random sampling.Hasil: Hasil disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. Jumlah sampel sebanyak 23 pasien. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 16 (70%) pasien mengalami efek samping berupa gastritis, 6 (26%) pasien mengalami efek samping berupa pneumonia, 3 (13%) pasien mengalami efek samping hiperglikemia, dan sebanyak 4 (17%) pasien tidak mengalami efek samping pengobatan kortikosteroid.Kesimpulan: Pada pasien SLE didapatkan efek samping kortikosteroid berupa gastritis paling tinggi diantara efek samping lainnya yaitu sebanyak 16 (70%) dari 23 pasien. Menggunakan kortikosteroid pada pasien SLE diperbolehkan sebagai bentuk ikhtiar dalam mengontrol aktivitas dari SLE. Kata Kunci: Systemic Lupus Erythematosus, Hiperglikemia, Pneumonia, Gastritis