Vinna Kurniawati Sugiaman
Bagian Oral Biology, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Kristen Maranatha

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Cytotoxicity test of apple cider vinegar as a root canal irrigant against fibroblast cells Sylvia Bunga Lesmana; Rudy Djuanda; Vinna Kurniawati Sugiaman
Odonto : Dental Journal Vol 9, No 2 (2022): December 2022
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.567 KB) | DOI: 10.30659/odj.9.2.158-167

Abstract

Background: Apple cider vinegar potentially can be used as an alternative to irrigation solutions because of its antibacterial compounds that can inhibit Enterococcus faecalis, a pioneer bacteria that cause root canal treatment failure. One of the ideal irrigation solution requirements is that it isn’t toxic to oral cavity tissues, so it’s necessary to run a cytotoxicity test on apple vinegar solution. Cytotoxicity test is the initial part of the evaluation of a dental material before it can be used by humans. Cytotoxicity test was performed on fibroblast cells because the irrigation solution can contact with fibroblast, which are the main cells in the periodontal ligament around the apical. The purpose of this study was to analyze the in vitro cytotoxicity effect of ACV on fibroblast cells.Method: Apple vinegar with concentrations of 0.31%, 0.63%, 1.25%, 2.5%, and 5% was tested using the MTS assay method.Result: The results showed that there was a cytotoxicity effect of apple vinegar solution as a root canal irrigation agent against fibroblasts cell. Apple cider vinegar with concentrations of 1.25%, 2.5%, and 5% are potentially toxic because the percentage of cell viability is less than 70%.Conclusion: There is a cytotoxicity effect of apple cider vinegar solution as a root canal irrigant on fibroblast cells
EFEK ANTIBAKTERIAL CUKA SARI APEL DALAM BERBAGAIKONSENTRASI TERHADAP PORPHYROMONAS GINGIVALIS Sari Aliyani; Natallia Pranata; Vinna Kurniawati Sugiaman
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 19, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v19i1.2157

Abstract

Latar belakang: penyakit periodontal adalah penyakit yang dapat mengenai jaringan pendukung gigi. American Academy of Periodontology (AAP) mengklasifikasikan menjadi dua, yaitu periodontitis kronis dan periodontitis agresif. Periodontitis biasanya disebabkan oleh bakteri salah satunya Porphyromonas gingivalis. Salah satu bahan yang dapat digunakan sebagai obat kumur dan memiliki efek antibakteri adalah chlorhexidine, namun penggunaan obat kumur ini memiliki efek samping sehingga masyarakat beralih ke obat herbal, yaitu cuka sari apel yang memiliki kandungan fenol, flavonoid, saponin, dan alkaloid sebagai antibakteri. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya efek antibakteri cuka sari apel terhadap bakteri Porphyromonas gingivalis.Metode: bahan berupa cuka sari apel hasil fermentasi memiliki nilai pH 3,13 dan kadar gula yang tersisa 1,5% Brix. Sampel penelitiannya adalah Porphyromonas gingivalis ATCC 33277, didapat dari Laboratorium Aretha Medika Utama Biomolecular and Biomedical Research Center (BBRC) Bandung. Metode penelitiannya adalah metode difusi cakram (Kirby-Bauer), yaitu metode pada kertas cakram dengan berbagai konsentrasi cuka sari apel. Hasil: berdasarkan hasil penelitian eksperimental laboratorium mengenai efek antibakteri cuka sari apel dengan konsetrasi 1,56% dan 3,12% memiliki kriteria lemah karena memiliki nilai 0, pada konsentrasi 6,25% dan 50%, memiliki kriteria sedang karena memiliki nilai 6,18 mm dan 8,33 mm, dan pada konsentrasi 100% memiliki kriteria kuat karena memiliki nilai 13,93 mm. Kesimpulan: pada cuka sari apel terdapat efek antibakteri yang mampu menghambat pertumbuhan bakteriPorphyromonas gingivalis, zona hambat terbesar terdapat pada konsentrasi 100% dan berkurang sejalan dengan penurunan konsentrasi cuka sari apel.
Aktivitas antibakteri ekstrak daun mangga gedong terhadap Streptococcus mutans: Studi eksperimental Vinna Kurniawati Sugiaman; Edward Josse Viando; Natallia Pranata
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 35, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkg.v35i2.46933

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Tingginya prevalensi karies gigi di Indonesia dapat dibuktikan dengan indeks DMF-T di Indonesia 2018 sebesar 7,1. Antibakteri yang dapat digunakan untuk mencegah kondisi tersebut adalah klorheksidin. Namun, klorheksidin memiliki efek samping. Sebagai alternatif digunakan tanaman herbal seperti daun Mangga gedong (Mangifera indica L) yang diduga memiliki efek antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi hambat minimal (KHM) dan konsentrasi bunuh minimal (KBM) ekstrak etanol daun Mangifera indica L terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan tujuh kelompok perlakuan, KHM diukur dengan metode mikrodilusi dengan variasi konsentrasi ekstrak (100 mg/ml; 75 mg/ml; 50 mg/ml; 25 mg/ml; 12,5 mg/ml; 6,25% mg/ml; 3,125 mg/ml ml). Klorheksidin 0,2% digunakan sebagai kontrol positif sebagai pembanding. KBM diukur dengan metode TPC dengan menggunakan colony counter. Analisis One Way Anova dengan Post Hoc Tukey digunakan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara perlakuan. Hasil: Nilai KHM ekstrak daun Mangifera indica L pada konsentrasi 50 mg/ml dan nilai KBM adalah 100mg/ml. Ekstrak Mangifera indica L dengan konsentrasi tertinggi 100mg/mL dan klorheksidin memiliki nilai inhibisi dan viabilitas tertinggi terhadap pertumbuhan S. mutans, namun keduanya tidak berbeda secara signifikan sesuai dengan uji One Way Anova dengan Post Hoc Tukey (p=0,05). Simpulan: Kemampuan daya hambat yang ditunjukkan oleh ekstrak daun Mangifera indica L terhadap pertumbuhan bakteri S. mutans berbanding lurus dengan konsentrasi ekstrak, semakin tinggi konsentrasi ekstrak maka daya hambat yang dihasilkan semakin tinggi.Kata kunciantibakteri, chlorhexidine, ekstrak daun, mangga gedong, streptococcus mutansAntibacterial activity of  gedong manggo leeaves Mangifera indica extract against Streptococcus mutans : eksperimental studyABSTRACTIntroduction: The high prevalence of dental caries in Indonesia is evidenced by the DMF-T index data for Indonesia 2018, which stands at 7.1. One common antibacterial medication used to treat this disease is chlorhexidine; however, chlorhexidine is associated with side effects. In search of an alternative, herbal plants are being explored, such as Mangifera indica L (Mango), which is believed to possess antibacterial properties. This study aims to investigate the minimal inhibitory concentration (MIC) and minimum bactericidal concentration (MBC) of a 70% ethanol extract obtained from mango leaves against the growth of Streptococcus mutans. Methods: This study is designed as an experimental research involving seven distinct treatment groups. The minimal inhibitory concentration (MIC) was determined using the microdilution method, utilizing a range of extract concentrations: 100 mg/ml, 75 mg/ml, 50 mg/ml, 25 mg/ml, 12.5 mg/ml, 6.25 mg/ml, and 3.125 mg/ml. Chlorhexidine 0.2% was used as a comparative benchmark as the positive control. To assess the minimum bactericidal concentration (MBC), the Total Plate Count (TPC) method was employed, and colony counting was performed. A One-Way ANOVA analysis with Post Hoc Tukey's test was applied to assess significant differences between treatments. Result: The MIC value for the extract of mango gedong leaves was determined to be 50 mg/ml. On the other hand, the MBC value for the gedong mango leaf extract was found to be 100 mg/ml. When comparing the highest concentration of Gedong Mango extract (100 mg/mL) with chlorhexidine, it was observed that both exhibited the highest inhibition and viability values against S. mutans growth. However, according to the One-Way ANOVA test with Post Hoc Tukey analysis (p=0.05), there was no significant difference between the two treatments. Conclusion: The inhibition level demonstrated by the Gedong Mango Leaf extract against the growth of S. mutans bacteria is directly proportional to the concentration level. In other words, as the extract's concentration increases, the inhibition level also increases.Keywords antibacterial, extract,  mango gedong leaves, klorheksidin, Streptococcus mutans
PERBEDAAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH HIJAU (PIPER BETLE L) DAN DAUN SERAI (CYMBOPOGON CITRATUS) TERHADAP STREPTOCOCCUS MUTANS IN VITRO Oweny VJ Magno Neves; Winny Suwindere; Vinna Kurniawati Sugiaman
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v14i2.29946

Abstract

Karies gigi adalah masalah utama bagi kesehatan gigi dan rongga mulut di Indonesia, salah satu penyebabnya adalah mikroorganisme, yaitu Streptococcus mutans. Oleh karena itu diperlukan agen antibakteri untuk mencegah perkembangannya. Belakangan ini beberapa bahan alam telah dikaji dan telah terbukti memiliki aktifitas antibakteri, diantaranya yaitu tanaman sereh (Cymbopogon citratus) dan sirih hijau (Piper betle L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan aktivitas antibakteri kedua tanaman tersebut. Pengukuran Kadar Hambat Minimum (KHM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM) menggunakan metode mikrodilusi. Penelitian ini menggunakan ekstrak etanol daun sirih hijau (Piper betle L.) dan daun sereh (Cymbopogon citratus). Ekstrak daun sereh tidak dapat menghambat dan membunuh bakteri, sedangkan ekstrak daun sirih hijau konsentrasi 250 ppm sampai konsentrasi 2000 ppm dapat menghambat bakteri., dengan nilai KBM pada konsentrasi 500 ppm. Daun sirih hijau memiliki aktivitas antibakteri yang lebih baik daripada daun sereh dalam menghambat dan membunuh pertumbuhan Streptococcus mutans.