Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Multikultura

KONSEP MANUNGGALING KAWULA GUSTI DALAM LIRIK LAGU SUGIH TANPA BANDHA KARYA SUDJIWO TEJO Naufal, Muhammad Feraldy; Darmoko, Darmoko
Multikultura Vol. 1, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manunggaling kawula Gusti adalah sebuah konsep dalam budaya Jawa yang diajarkan Syekh Siti Jenar, bahwa sejatinya Tuhan itu ada dalam diri manusia. Konsep ini menggambarkan berpadunya kawula (manusia) dengan Gusti (Tuhan). Sugih tanpa bandha adalah pemikiran Raden Mas Panji Sosrokartono, yang kemudian disajikan dan dipopulerkan melalui sebuah tembang oleh Sudjiwo Tejo. Artikel ini mengkaji konsep manunggaling kawula Gusti dalam lirik lagu tersebut. Penelitian dilakukan dengan analisis interpretatif pada lirik lagu dan dalam kerangka konsep etika (filsafat moral) dari Franz Magnis Suseno. Hasil pembahasan dapat dirumuskan bahwa syair lagu Sugih Tanpa Bandha memiliki keterkaitan dengan tahapan-tahapan untuk mencapai kemanunggalan (berpadunya pribadi manusia dengan Tuhan). Adapun temuan yang dapat disajikan yaitu bahwa konsep manunggaling kawula Gusti terjabarkan di dalam litik lagu melalui sebuah penyusunan larik-demi larik ungkapan bahasa yang mengungkapkan relasi antara manusia dan Tuhan. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan gambaran tentang hidup tentram dengan tanpa konflik dalam relasi antara manusia dan Tuhan.
KARMAPHALA DALAM LAKON SEMAR LAHIR KARYA BIMA SETYA AJI Rahmadhika, Shintania; Darmoko, Darmoko
Multikultura Vol. 2, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas tentang karmaphala yang terkandung dalam lakon Semar Lahir. Lakon Semar Lahir yang dibawakan oleh Ki Dalang Bima Setya Aji memiliki konsep ajaran karmaphala sebagai salah satu hasil pemikiran Jawa yang menjadi dasar dalam bertingkah laku pada kehidupan sehari-hari. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Penelitian terhadap lakon ini bertujuan untuk menguraikan konsep karmaphala melalui citra, magisitas, mitos, dan simbol dari tokoh Semar. Saratnya nilai filosofis yang interpretatif menjadi pertimbangan dan salah satu masalah dalam melakukan penelitian ini. Uraian terhadap konsep karmaphala menjadi tujuan penelitian. Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam memudahkan pengumpulan data dan mendeskripsikan tulisan dengan jelas serta terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Semar memiliki citra dan simbol bagi konsep karmaphala dan dapat dinyatakan bahwa lakon ini sangat berpengaruh pada budaya hidup orang Jawa, yang selalu berhati-hati dalam bertindak dan bertingkah supaya selalu aman dan selaras dalam menjalani hidup. Dengan demikian bisa mewujudkan karmaphala yang sesuai dengan apa yang telah dilakukan semasa hidup.
PRINSIP HORMAT DAN TANGGAP ING SASMITA DALAM CERKAK MUNGKUR KABEH Amrizaard, Brillian; Darmoko, Darmoko
Multikultura Vol. 2, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menghormati dan menghargai orang tua adalah sebuah sikap berbakti dari anak dan juga tanda bahwa seseorang memahami tata krama. Penelitian mengenai prinsip hormat dan tanggap ing sasmita ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan yang obyektif. Teori yang menjadi landasan berpikir adalah teori Hermeneutik dari Paul Ricoeur yang telah dirumuskan kembali oleh Eugenius Sumaryono (1999) sebagai salah satu cara menginterpretasikan sesuatu. Hasil dari penelitian, ada beberapa poin yang dapat digunakan sebagai acuan sikap yang baik dengan menjunjung prinsip hormat dan juga terdapat sikap tanggap ing sasmita sebagai dasar untuk bersikap atau memperlakukan orang tua dengan konotasi positif. Tindakan yang diambil oleh Lik Jiyem dan tokoh-tokoh lainnya terhadap tokoh Ibu dan Bapak adalah contoh nyata sebagai tindakan yang menjunjung prinsip hormat dan tanggap ing sasmita demi mencapai etika keselarasan dalam kehidupan. Poin-poin menyapa orang tua, ngajèni orang tua sebagai hasil penelitian ini dapat diaplikasikan ke dalam masyarakat agar tercipta etika keselarasan dan kerukunan dalam bermasyarakat. Hasil dari penelitian ini diharapkan agar muda-mudi dapat belajar dan diharapkan bertindak sesuai tata krama yang bener lan pener terutama terhadap orang tua dan meningkatkan moral pada khalayak umum, namun tetap mengangkat karya sastra “Cerkak Mungkur Kabeh” ke dalam masyarakat sekarang