Selvy Maria Widuhung
Universitas Bina Sarana Informatika

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Sinetron Remaja Indonesia ( Studi Kualitatif Persepsi Orang Tua Tentang Sinetron Remaja & Pubertas Dini Pada Anak SD) Selvy Maria Widuhung
Cakrawala - Jurnal Humaniora Vol 19, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.754 KB) | DOI: 10.31294/jc.v19i2.5674

Abstract

Jurnal ini membahas mengenai persepsi orang tua terhadap tayangan sinetron remaja dan pubertas terhadap anak mereka yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Hal tersebut dapat dilihat melalui aspek visual, narasi, dan nilai yang dilihat oleh para orang tua dari sinetron yang mereka saksikan. Penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode FGD dan desain Deskriptif Kualitatif sebagai strategi analisis data. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa orang tua menyadari akan sisi negatif dari sinetron terhadap anak-anak mereka dan dapat menyebabkan anak mengalami pubertas dini, namun mereka tak dapat melakukan apapun karena mereka sendiri telah "kecanduan" dalam menontonnya. Penelitian ini juga dilengkapi dengan pendapat beberapa pakar yang mengungkapkan suatu fakta baru bahwa anak yang tertempa tayangan yang tidak sesuai usianya, apalagi mengandung seksualitas (meskipun tidak secara vulgar) dapat menyebabkan kerusakan di lima bagian otaknya. Kata Kunci : Persepsi, Sinetron, Pubertas DiniThis paper focuses on the parent's perception on Indonesian television cinema and early puberty that can hit their children who are still in primary school. There are 4 points that we will know about their perception, such as visual, narration, value from the cinema that they have watched and early puberty of their children. The analysis data strategic of this research is using descriptive qualitative design with focused group discussion as the main method and deep interview to support it. The researcher finds that all parents who joined the discussion realize about the negative effects from television cinemas and that it also can cause early puberty to their children. But unfortunately, they couldn't do anything to avoid it, because the parents themselves have been addicted to watch it. This research is also completed by some expert's opinions that will show us the newest fact about the children who like to watch television cinemas and that it can cause the damage of their brain in 5 parts.Keywords: Perception, Television Cinema, Puberty 
EFEK KOMUNIKASI TAYANGAN HOROR YOUTUBE JURNALRISA TERHADAP SUBSCRIBERNYA Selvy Maria Widuhung
Cakrawala - Jurnal Humaniora Vol 21, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jc.v21i2.10510

Abstract

Vlogs or video blogs are becoming a trend in today's society, various types of shows can be easily watched on the Youtube channel. However, what is most interesting is the proliferation of horror content that has won a place in the hearts of Indonesians, along with the increasing production of horror films. One of the horror-themed vlogs with the most subscribers is Jurnalrisa which introduces the life of astral beings through a mediation mechanism. Uniquely, this show not only gives the audience a sensation of fear, but also educates them through the insights gained in interacting with supernatural beings, such as how powerful a prayer is, what happens in the next world when someone dies of suicide and many more. This study uses mass communication theory, which is seen from the cognitive, affective and conative or behavioral aspects to show positive effect on followers or customers after watching Jurnalrisa videos in their real life. Among them is the increased belief and understanding of a better life, realizing that we do live side by side with supernatural beings, and being more careful in living life in order to achieve happiness in the world and in the hereafter.
Industri Perfilman Bollywood: Evolusi Hiburan di Tengah Kemiskinan Selvy Widuhung
Jurnal Komunikasi Vol. 3 No. 1 (2008): Volume 3, Nomor 1, Oktober 2008
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The victory of Slumdog Millionaire by winning 8 out of 10 nominations in Oscar 2009 is not only a recognition to Anil Kapoor, Dev Patel and Frieda Pinto's wonderful acting but also a proof that Bollywood movies can compete with Hollywood's. Through this glorious moment, the world's eyes are on to Bollywood, a movie industry which produces more than 8oo movies per year. This is such an amazing achievement above all the poverty and political issues that have been major problems in this second most-populated country in the world.
Strategi Marketing Public Relations Petromindo Group Di era Pandemi Covid-19 Selvy Widuhung
Jurnal Public Relations (J-PR) Vol. 2 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.431 KB) | DOI: 10.31294/jpr.v2i1.308

Abstract

Petromindo Group adalah perusahaan yang bergerak di bidang media advertising yang menyajikan informasi terlengkap tentang perminyakan, pertambangan, dan listrik Indonesia, serta memenuhi semua kebutuhan pelanggan di bidang tersebut yang berkaitan dengan publikasi media. Penelitian ini akan menjelaskan mengenai bagaimana strategi Marketing Public Relations (MPR) yang dilakukan Petromindo Group dalam meningkatkan pendapatan perusahaan di era pandemi Covid-19 ini. Adapun metode penelitian yang digunakan penulis adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga strategi MPR yang dilakukan yaitu Push Strategy, Pull Strategy, dan Pass Strategy. Push Strategy mencakup kegiatan pemberian informasi produk, penggunaan media sosial, promosi, dan sponsorship. Sedangkan Pull Strategy dengan menginformasikan keuntungan untuk menggunakan jasa-jasa yang ditawarkan Petromindo Group, memperluas target dan Pass Strategy adalah dengan memperluas imej sebagai perusahaan dan menekankan pada peningkatan kualitas produk dan layanan.
Tren Penggunaan Endorser Pria Dalam Iklan Kecantikan Selvy Widuhung; Rawit Sartika
Jurnal Public Relations (J-PR) Vol. 3 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jpr.v3i1.1030

Abstract

The use of men as endorsers of women's beauty products is still a new thing in marketing methods in Indonesia. So far, beauty products have mostly used female models because they feel that they have an image that represents the product, such as beautiful, smooth-skinned, and graceful. However, with the development of time, this trend has shifted, because many well-known brands of beauty products do not hesitate to use male models as their product endorsers. Not only abroad, this trend has also begun to penetrate the country. One of them is the Beauty Brand Nature Republic, which uses the services of a South Korean boyband, EXO, to be a model for a Soothing & Moisture Aloe Vera Gel product. By using qualitative research using the Semiotics method from Roland Barthes, researchers found the fact that one of the thoughts behind the rise of well-known brands using male endorsers for their beauty products is the assumption that women want to look beautiful not only for personal satisfaction, but also to attract the attention of the opposite sex. For this reason, the use of male models who become female idols to promote a beauty product is considered to increase sales.
EFEK KOMUNIKASI WEBSERIES LAYANGAN PUTUS TERHADAP PERSEPSI ISTRI MENGENAI KESETIAAN SUAMI Selvy Maria Widuhung
KOMUNIKATA57 Vol 3 No 2 (2022): KOMUNIKATA57
Publisher : FISIP IBI-K57 Prodi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/kom57.v3i2.522

Abstract

Tema perselingkuhan saat ini selalu menjadi perhatian masyarakat luas, karena tema tersebut sangat lekat dengan kehidupan nyata dalam berumah tangga. Diawali dengan kesuksesan drama Korea The World of The Married, Indonesia pun membuat film webseries berjudul Layangan Putus yang diangkat dari kisah nyata seorang wanita bernama Eca Prasetya atau dikenal dengan Mommy ASF. Melalui artikel ini, penulis akan mengangkat bagaimana persepsi istri setelah menonton webseries Layangan Putus, yang dilihat dari efek komunikasi tayangan tersebut secara Kognitif, Afektif dan Behavioral. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pengumpulan data melalui Forum Group Discussion (FGD), terhadap 5 narasumber dengan kriteria yang telah ditetapkan. Pada akhir penelitian ini disimpulkan bahwa hampir semua istri terpapar baik secara Kognitif, Afektif dan behavioral setelah menonton tayangan webseries tersebut sehingga menghasilkan sebuah persepsi mengenai kesetiaan dalam kehidupan rumah tangga, bahwa kesetiaan suami bukan hanya dilihat dari sudah terjalinnya hubungan istimewa dengan wanita lain, namun juga kemampuan mereka menjaga komitmen untuk tidak membuka celah bagi orang lain masuk ke dalam rumah tangganya.
KOMUNIKASI INTERPERSONAL SUAMI ISTRI MENGENAI PERSELINGKUHAN PASCA MENYAKSIKAN WEBSERIES LAYANGAN PUTUS Selvy Maria Widuhung
KOMUNIKATA57 Vol 4 No 2 (2023): KOMUNIKATA57
Publisher : FISIP IBI-K57 Prodi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/kom57.v4i2.949

Abstract

Setiap pernikahan pasti memiliki ujiannya masing-masing, bisa dari hal yang berhubungan dengan ekonomi, keluarga, urusan kerja, hingga kehadiran orang ketiga. Pada jurnal ilmiah kali ini penulis ingin meneliti mengenai bagaimana hubungan komunikasi interpersonal pasangan suami istri mengenai perselingkuhan setelah menonton webseries Layangan Putus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara mendalam kepada para narasumber. Dimana penulis akan menilai keefektifan komunikasi interpersonal masing-masing rumah tangga melalui 5 indikator Komunikasi interpersonal dari Devito yaitu keterbukaan, empati, dukungan, rasa positif, dan kesetaraan. Pada akhir penelitian ini dapat diketahui bahwa ada beberapa komunikasi antara pasangan suami istri yang tidak berjalan dengan baik, khususnya mengenai hal-hal yang sensitif seperti mengenai kepuasan hubungan intim dan kemungkinan perselingkuhan. Mereka menganggap hal seperti itu tabu untuk dibicarakan setelah pernikahan, namun ada pula yang cenderung terbuka dengan pasangan masing-masing dengan harapan dapat menumbuhkan saling pengertian dan hubungan yang lebih erat lagi.
ANALISA KOMENTAR PORNOTEKS PADA AKUN TIKTOK KINDERFLIX.IDN Selvy Maria Widuhung
KOMUNIKATA57 Vol 5 No 1 (2024): KOMUNIKATA57
Publisher : FISIP IBI-K57 Prodi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/kom57.v5i1.1270

Abstract

Minimnya tayangan khusus balita membuat kehadiran konten Kinderflix di berbagai media sosial seperti Youtube, Instagram, dan TikTok menjadi tayangan favorit yang langsung disukai balita di Indonesia. Sayangnya hal tersebut tidak dibarengi dengan pemahaman masyarakat, khususnya laki-laki dewasa yang salah mengartikan kehadiran acara tersebut, dengan melontarkan komentar-komentar cabul yang berujung pada pelecehan seksual terhadap pembawa acara konten Kinderflix. Penelitian ini akan melihat bagaimana komentar netizen pada akun Kinderflix di TikTok dipengaruhi oleh faktor persepsi positif dan negatif dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan analisis isi serta menggunakan teori Miles dan Huberman yang berupaya membedah suatu kasus dengan menggunakan tiga klasifikasi data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa sebagian besar penulis komentar pada konten TikTok Kinderflix adalah laki-laki, dan terdapat beberapa komentar yang mengarah pada pelecehan seksual secara online. Meski tentu saja ada juga komentar positif atas konten edukasi untuk balita tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk lebih bijak dalam berkomentar di media sosial sehingga dapat mendukung para pembuat konten berkualitas untuk maju dan memberikan manfaat bagi masyarakat.