Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KOMPOSISI MUSIK "PIK-PIK-NUMPANG-TIDUK": INTERPRETASI DARI SEBUAH KESENIAN TRADISI LISAN DI DESA PULAU TEMIANG, KABUPATEN TEBO, PROVINSI JAMBI Hadaci Sidik
Puitika Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.14.2.190--204.2018

Abstract

Indonesia has a very diverse diversity of traditions, so it becomes a potential asset to be explored and developed. One of the potentials of this nation can be used as a source of inspiration or ideas in creating musical compositions. Each region in Indonesia has its own traditions, such as one of the oral traditions of the people of Pulau Temian, Kabupateb Tebo, provinsi Jambi. In this area there is a story called "Pik-Pik-Numpang-Tiduk", which is a lesson about modesty that is found in a meeting between men and women. "Pik-Pik-Numpang-Tiduk" revolves around the procedures for male lovers visiting the woman's house and how customary values and kindness are maintained. This activity is the basic foundation for creating a rhythm of a motive of the star, which is called the motive of a picnic star overlapping. This motif was then developed in accordance with the contents of the story "Pik-Pik-Numpang-Tiduk". and worked on a composition of orchestral music. The creation of this musical composition through the stages of identification of musical elements, exploration of musical ideas, and experimentation on intervals found in the habits of local villagers, so that it becomes a new color in the form of orchestral music compositions that have the characteristic of one archipelago and represents a description of the story of Pik-Pik Numpang Tiduk from the village of Pulau Temiang.Keywords: Pik-Pik’ Numpang Tiduk, Kelintang
SYMPHONIC BLACK METAL OF TETAWAK Okta Azwanda; Ade syahputra; Hadaci Sidik
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 1 (2026): January-June 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i1.560

Abstract

Symphonic Black Metal Of Tetawak adalah komposisi musik yang garapannya berdasarkan ritme dan melodi dari tradisi Gendang Tetawak yang ada di Riau. Melodi dan ritme tersebut dikembangkan ke dalam bentuk musik fantasia dua bagian menggabungkan dengan genre Symphonic Black Metal menjadi format ansambel campuran. Konsep penciptaan pada komposisi ini yaitu kajian sumber penciptaan, rancangan komposisi, bentuk garapan. Metode penciptaan yang digunakan yaitu pencarian subjek penciptaan, terdiri dari observasi, wawancara, studi pustaka. Adapun tahap proses penciptaan terdiri dari: konsep dan bentuk karya, ekplorasi, eksperimentasi. Pengkarya memunculkan ritme yang rapat untuk memunculkan suasana yang energik. Komposisi musik ini digarap sebagai bentuk pelestraian tradisi agar lebih dikenal oleh orang banyak juga disukai oleh pemuda setempat. Hasil penciptaan komposisi yang berjudul Symphonic Black Metal Of tetawak ini berhasil dibuat pengkarya dengan format ansambel campuran dalam bentuk fantasia dua bagian. Komposisi ini dimainkan menggunakan tempo Alegretto dan Alegro dengan sukat ¾ dan 4/4.
Produksi Komposisi Mini Album Pop Alternatif “Ruang Tengah” Dengan Penyajian Berbasis Multimedia Misia Agape Barus; Weldi Syaputra; Ahmad Zaidi; Hadaci Sidik
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 4 (2026): Menulis - April
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i4.1112

Abstract

Penciptaan tugas akhir ini berupa produksi komposisi mini album pop alternatif berjudul “Ruang Tengah” dengan penyajian berbasis multimedia yang dipublikasikan melalui platform musik digital. Tujuan penciptaan adalah menghasilkan komposisi musik pop alternatif dalam bentuk mini album yang menjadi produk industri kreatif berupa mini album digital (EP) yang dipasarkan melalui platform digital. Metode penciptaan menggunakan kerangka Proses Kreatif Empat Tahap Graham Wallas (Preparation, Incubation, Illumination, Verification), dengan dukungan teori musik program, komposisi kontemporer, sosiologi musik populer, serta praktik teknik rekaman modern. Karya terdiri dari enam track yang dibagi dalam tiga bagian besar: Exposition (Overture), Development (Bagiku Sedih itu Siklus, Biru dan Kusam), dan Resolution (Chiro Said WDGAF, Ngalir Aja?, Hidup). Hasil penciptaan menunjukkan bahwa mini album “Ruang Tengah” tidak hanya memiliki nilai artistik sebagai refleksi personal pengkarya, tetapi juga relevansi akademis dan praktis dalam pengembangan keilmuan produksi musik populer berbasis multimedia.